<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880</id><updated>2012-02-06T02:02:45.581-08:00</updated><title type='text'>Goresan K@ta</title><subtitle type='html'>Dalam goresan ini kisahku kutuangkan kata demi kata, kegelisahan ini, kesenangan ini, kesakitan ini hingga sampai di ujung lelahku.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>100</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-1916126618518088669</id><published>2012-02-06T02:02:00.000-08:00</published><updated>2012-02-06T02:02:45.592-08:00</updated><title type='text'>Ketika Percerian Menjadi Solusi Utama</title><content type='html'>Suami istri ibarat rel ketera api. Tak pernah ketemu, namaun harus tetap berjalan beriringan. Sebab mereka datang dari latar belakang keluarga yang tak sama dan dengan pola pengasuhan yang berbeda pula.&lt;span class="fullpost"&gt;Karenya, setiap pasangan harus cerdas menghadapi keadaan. Mereka harus sabar menunggu waktu perubahan ke arah perbaikan itu terjadi, bukan malah mengucap kata cerai.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-1916126618518088669?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/1916126618518088669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=1916126618518088669' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1916126618518088669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1916126618518088669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2012/02/ketika-percerian-menjadi-solusi-utama.html' title='Ketika Percerian Menjadi Solusi Utama'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-1297881759190067582</id><published>2011-12-05T19:38:00.000-08:00</published><updated>2011-12-05T19:39:55.468-08:00</updated><title type='text'>Tips Menemukan Cinta Sejati</title><content type='html'>Menemukan cinta sejati tidak semudah membalik telapak tangan, perlu pemikiran dan kondisi yang ideal untuk menentukan bahwa seseorang adalah cinta sejati Anda. Namun ada tips yang dapat membantu menemukan cinta sejati. Ini dia! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jangan mencarinya. Cinta tidak datang pada seseorang yang mencarinya. Jika memang Anda baru saja mengakhiri suatu hubungan, fokuslah pada diri dan kehidupan pribadi terlebih dahulu. Tidak perlu terburu-buru mencari cinta yang baru, dan nikmati kesendirian Anda.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. Beri waktu untuk diri sendiri. Temukan aura positif Anda. Jika perasaan puas terhadap diri muncul, maka secara otomatis aura positif itu akan terpancar. Dan orang di sekitar pun akan melihatnya. Itulah daya tarik bagi diri Anda. &lt;br /&gt;3. Jika sudah siap untuk membuka lembaran baru bagi hubungan, maka mulailah memilih karakter pasangan seperti apa yang diidamkan. Tak hanya dari segi fisik namun juga mental dan kepribadian.&lt;br /&gt;4. Bergaul dan hang out. Hal itu akan membuka kesempatan bagi Anda untuk bertemu orang baru. Siapa tahu salah satu di antara mereka adalah cinta sejati Anda. &lt;br /&gt;5. Berani ambil risiko. Jika suatu hari Anda bertemu dengan seseorang yang sesuai dengan kriteria cinta sejati, jangan ragu untuk mengambil langkah. Mulailah perkenalan dan menjalin hubungan. Karena kesempatan tak datang dua kali. &lt;br /&gt;6. Yang paling penting, cintai diri Anda terlebih dahulu. Hiduplah dengan bahagia dan jangan pernah melepaskan harapan. Yakinlah, setiap orang diciptakan berpasangan. Masalahnya hanyalah mendapatkan orang yang tepat, di waktu yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://id.shvoong.com/humanities/1770931-tips-temukan-cinta-sejati/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-1297881759190067582?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/1297881759190067582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=1297881759190067582' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1297881759190067582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1297881759190067582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2011/12/tips-menemukan-cinta-sejati.html' title='Tips Menemukan Cinta Sejati'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-4250025717687067773</id><published>2011-11-30T17:58:00.001-08:00</published><updated>2011-11-30T18:01:45.338-08:00</updated><title type='text'>Tak ada pilihan yang sempurna</title><content type='html'>Posted By weirdaft On Jumat, Mei 1st 2009Kemarin, berbincang dengan seorang kawan yang sudah lama tak mendengar kabarnya. Dia sedang berbahagia sekarang. Menemukan seseorang yang diyakininya dan diharapnya bisa menjadi tempatnya melepas lelah setelah jauh berjalan. Semoga berbahagia, bro.Dan disela pembicaraan kemarin, dia sempat mengucap satu kalimat. Katanya, “Wie, nggak ada pilihan yang sempurna, yang ada hanya keinginan yang sempurna”. Tadinya agak nggak ngeh juga dengan kalimat ini. Tapi, beberapa jam kemudian aku baru benar-benar mengerti. Memahami apa maksud dari kalimatnya siang itu.Â  Bahwa, tak semua yang kita mau bisa kita dapat. Dan memang benar begitu adanya. Tapi hidup memang tentang memilih.&lt;span class="fullpost"&gt;Mungkin hanya keinginan yang sederhana. Seperti menyentuh wajahnya, melihat senyumnya, memperhatikan geraknya, tertawa bersamanya, berhadapan. Mungkin hanya sesederhana itu. Sangat sederhana. Seperti pinta tanah kering kepada hujan sore ini. Seperti pinta angin pada hawa panas. Seperti gelegar petir yang mengiringi hujan. Tapi memang, tak semua yang kita inginkan bisa kita dapat.Meski harus berperang lagi antara hati dan pikiran, meski harus berhadapan pada situasi dan pilihan yang begitu sulit, sehingga berpikir untuk lebih baik tidak memilih sama sekali, meski itu artinya harus mengingkari janji, meski harus melukai hati, meski harus berair mata, meski harus luluh lantak, tetap jika takdir sudah menentukan tak ada yang bisa dilakukan.Ah, semoga saja ini tak seperti perkiraan buruk yang dibayangkan. Semoga masih ada celah yang bisa dilewati meskipun kecil dan perlu waktu dan usaha yang ekstra keras untuk lolos dari celah itu. Dan semoga kita kuat ketika menghadapi apapun itu yang ada didepan. Tetaplah saling menggenggam, saling menguatkan dan saling meyakinkan bahwa aral ini bukan apa-apa. Kita toh sudah pernah melewati yang lebih dari ini. Jadi jika kali ini harus melompati rintang lagi, asal tetap saling mendukung tak mengapa. Karena, percayalah bahwa meski Tuhan membuat pilihan menjadi begitu tidak sempurna, akhir yang dibuatNya, takdir yang ditentukanNya, pasti akan sempurna.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-4250025717687067773?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/4250025717687067773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=4250025717687067773' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/4250025717687067773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/4250025717687067773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2011/11/tak-ada-pilihan-yang-sempurna.html' title='Tak ada pilihan yang sempurna'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-3973659948849963325</id><published>2011-11-30T17:54:00.001-08:00</published><updated>2011-11-30T17:57:35.120-08:00</updated><title type='text'>when the second chance’s given</title><content type='html'>Posted By weirdaft On Kamis, Juni 25th 2009Dear youHappy anniversary.Kemarin kalauÂ  nggak diingatkan, mungkin lupa. Don’t know what to say. Karena ada begitu banyak yang terlewati. Kau bilang, berlalunya waktu tak terasa. Tapi ku bilang, ini sudah melewati banyak hal. Entah apa yang ada diotakku, ketika kau meminta kesempatan kedua. Yang jelas, menurutku setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua, no matter what. Tapi, itu adalah kesempatan terakhir. Dan itu kutegaskan padamu. Meski seeandainya kelak harus berantakan lagi semuanya, tak ada kesempatan ketiga. Karena itu sudah kubuktikan kepada yang lain.&lt;span class="fullpost"&gt;Kita tau, belakangan ini semua hal yang berjalan tak begitu baik. Ada banyak keraguan yang terbersit ketika aku mempertanyakan arah kita. Tak ada yang bisa kau lakukan untuk meyakinkanku bahwa kita layak untuk sebuah perjalanan panjang ini. Semua hal menjadi begitu berantakan. Rasa perih mendominasi, airmata mengambil alih. Tapi memang tak ada penyesalan muncul. Kita anggap ini adalah sebuah fase yang memang harus terlewati. Dan kau bilang, jika kita menghadapinya bersama, apapun halangannya bisa kita lewati.Aku tak mau kau berjanji begitu banyak. Cukup tetap ada ditempat dimana kau menemukanku, tak menyakitiku begitu rupa, menghargaiku sebagai partner, mendengarkanku dan tidak bertindak dan berkata bodoh. Itu saja. Selebihnya, bisa kita negosiasikan lagi, masih bisa berdiplomasi lagi. Yang jelas, segala hal harus sesuai dengan kesepakatan. Tak ada yang boleh mendominasi disini.Sudah cukup banyak yang terlewati dalam perjalanan ini. Tak selalu hal baik, tak selalu tawa, tak selalu senang. Karena terkadang, sadar atau tidak, sering kali hal-hal buruk menyapa, menangis meski tak sering dan perih yang menghampiri sesekali. Tapi, kita sadar bahwa itu adalah warna, dan warna-warna seperti itu yang membuat dunia ini terus berputar dan menjadi begitu indah.Jadi, aku tak punya clue akan sampai mana batas perjalanan ini. Apakah akan sepanjang perjalanan bumi; Akankah terganjal lagi, akankah terhalang lagi, aku tak pernah tau. Yang pasti, sampai kemana pun perjalanan ini berbatas, aku harap kita bisa melewatinya dengan baik. Dan segala perih, meski tak bisa dihilangkan, paling tidak masih bisa diminimalisasi.Uhhmmm….jadi, Happy Anniversary, tuan mudaLuv ya&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-3973659948849963325?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/3973659948849963325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=3973659948849963325' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/3973659948849963325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/3973659948849963325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2011/11/when-second-chances-given.html' title='when the second chance’s given'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-7280195846442794190</id><published>2011-10-19T20:24:00.000-07:00</published><updated>2011-10-19T20:24:47.036-07:00</updated><title type='text'>Ngemil Malam Biin Gendut?</title><content type='html'>http://www.detikfood.comSuka ngemil di malam hari? Berhati-hatilah karena ngemil di malam hari bisa memicu konsumsi kalori berlebihan yang berakibat pada kenaikan berat badan. Kebiasaan ini juga bisa menggangu kerja hormon dalam tubuh.Kebiasaan melek di waktu lama selain untuk kerja lembur juga bisa karena untuk menyalurkan hobi menonton TV atau film, browsing hingga belanja online. Untuk menemani waktu melek orang cenderung mengemil baik makanan kecil atau besar.&lt;span class="fullpost"&gt;Beberapa riset menemukan bahwa tidur minimal 6 jam akan membantu kita mencapai berat tubuh ideal dan lebih sehat. Peneliti menemukan bahwa hormon di otak dan zat kimianya bertanggungjawab untuk rasa lapar dan kenyang yang berkaitan erat dengan ritme circadia alami.Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Obesity mengungkap bahwa ngemil di malam hari cenderung makan berlebihan dan menjadi kelebihan berat badan. Hal ini tidak terjadi pada mereka yang makan malam pada jam 8 malam dan tidak ngemil lagi.Peneliti menemukan mereka yang mereka yang melek waktu malam makan sekitar 250 kalori termasuk fast food, soda dan sedikit sayuran dan buah segar. Penemuan lain menyebutkan, makan malam lebih dari jam 8 akan cenderung memicu kegemukan dan tidak dipengaruhi apakah langsung tidur atau berapa lama tidurnya. Mereka yang ngemil di malam hari mengkonsumsi 754 kalori, sedangkan yang tidak hanya 376 kalori saja.Semangkuk es krim di siang hari sama kalorinya dengan semangkuk es krim di malam hari. Namun riset memperlihatkan bahwa mungkin ada perbedaan hormon dan metabolisme yang membuat kalori di malam hari berakibat pada kegemukan.Pertama, orang ngemil di malam hari biasanya sambil nonton TV, main video, bekerja atau belanja online. Biasanya akan cenderung makan berlebihan karena makan sambil mengerjakan sesuatu sehingga rasa kenyang muncul lebih lama.Kedua, riset pada binatang dan manusia memperlihatkan bahwa ritme circadia dalam makan dan tidur biasanya berlangsung sinkron. Ngemil di malam hari membuat kerja hormon yang mengatur selea makan dan rasa kenyang terganggu dan membuat tubuh cenderung menyimpan kalori sebagai lemak.Kalori terbaik didistrusikan sebelum makan malam. Sekali makan malam, usahakan untuk tidak makan hingga waktu tidur sehingga lebih mendukung pencapaian berat badan ideal. Jika sangat lapar, konsumsi camilan ringan sebesar 200 kalori saja yang bisa memberikan nutrisi baik buat tubuh. Misalnya saja, sepotong sandwich, sepotong buah segar atau biskuit gandum atau sepotong keju rendah lemak.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-7280195846442794190?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/7280195846442794190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=7280195846442794190' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/7280195846442794190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/7280195846442794190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2011/10/ngemil-malam-biin-gendut.html' title='Ngemil Malam Biin Gendut?'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-8579705561145456124</id><published>2011-09-12T18:11:00.000-07:00</published><updated>2011-09-12T18:11:19.260-07:00</updated><title type='text'>Indahnya Hidup Mandiri</title><content type='html'>Oleh : Ali Margosim ChaniagoAdalah hal yang lumrah ketika banyak diantara kita yang merindukan hidup segera mandiri terutama bagi seorang mahasiswa. Lepas dari ketergantungan biaya dari orang tua memang prestasi terhebat. Mengingat sudah berumur menjelang atau sudah diatas 20 tahun, namun masih saja takut dengan pemutusan Program bea siswa rutin orang tua tiap bulannya. Ya Mandiri, itu semua hanya impiam belaka, mimpi kosong di siang bolong. No action, no result.  Yang pengen mandiri itu banyak, tapi yang benar-benar jadi hanya sebagian kecil saja. Ini memang fakta yang sudah tak terbantahkan lagi.&lt;span class="fullpost"&gt;Memang nyaman ke kampus pakai mobil, motor, walau milik orang tua. Memang enak kalau mau makan tinggal ambil duit ke ATM. Memang asyik bila mau jalan-jalan, duitnya tinggal telepon orang tua. Memang nikmat kalau kuliah tinggal nunggu kiriman bokap. Tapi, pernahkah kita berfikir bahwa kenyamanan tersebut telah mendidik kita menjadi pribadi yang pasif, bermental miskin, dan mematikan sejuta potensi kreatifitas kita? Hal ini perlu menjadi renungan. Kapankah kita akan berhenti bergantung pada orang tua sementara diri kita tak pernah disiapkan untuk menjadi pribadi yang mandiri? Apakah kita tak pernah berfikir bahwa orang tua tak pernah mendambahkan anak yang selalu bergantung padanya, tak bisa mandiri?Saudaraku, sudah saatnya kita keluar dari zona nyaman ini (kondisi pasif), sungguh ini tak mendidik untuk maju. Saya kira ada 5 poin penting yang perlu kita persiapkan untuk menjadi pribadi yang bermental kaya, pemuda mandiri :   1. Visi hidup yang jelas, terukur, dan besar.Disainlah hidupmu. Mau dibawa kemana hidupmu 5, 10, atau 20 tahun yang akan datang. Hal apa saja yang harus kau lakukan dan untuk apa. Namun satu catatan penting, hiduplah untuk memberi yang sebesar-besarnya bukan menerima yang sebesar-besarnya.2. Bermental PemudaSelalulah berkata bahwa pemuda itu adalah mereka yang bermental bagaikan baja bukan kerupuk. Berani untuk memulai, berproses, dan berani pula menerima hasilnya.3. Now or neverJangan pernah berkata ‘ besok saja’ tapi katakanlah ‘sekarang atau tidak sama sekali’. Hanya ada satu kesempatan dalam hidup ini, kesempatan yang sama tak pernah berulang.4.Mulai dari hal yang kecil.Mulailah menata pengeluaran harian, aturlah rencana pengeluaran, carilah berbagai peluang yang bisa membuat anda berpenghasilan, tangkap satu atau dua saja yang menurut anda berprospek, lalu fokuslah.5.Nikmati Proses dan Syukuri setiap yang anda lakukan.Apapun yang kita lakukan di dunia ini tak pernah mangkir dari proses. Agar proses berjalan mulus maka nikmatilah setiap lika-likunya, dan bersyukurlah…!Buktikanlah, dan lihatlah apa yang akan terjadi pada diri anda.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-8579705561145456124?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/8579705561145456124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=8579705561145456124' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/8579705561145456124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/8579705561145456124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2011/09/indahnya-hidup-mandiri.html' title='Indahnya Hidup Mandiri'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-8859361761970427825</id><published>2011-07-27T18:10:00.000-07:00</published><updated>2011-07-27T18:11:51.015-07:00</updated><title type='text'>Ketika Allah Menjadi Alasan Utama</title><content type='html'>Dikutip dari :Bunda Givaldi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada yang ingin menikah tapi sampai sekarang belum menikah, kepada yang sering berdo’a dipertemukan dengan jodohnya tetapi belum dipertemukan, kepada para pasangan yang sudah ingin menikah tetapi belum dimuluskan jalannya menuju pernikahan, ada baiknya surat dibawah ini menjadi renungan bersama. Surat yang ditulis oleh seorang istri kepada suaminya. Selamat membaca… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku, ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka aku berani memutuskan untuk menerima pinanganmu dan berpasrah ketika kau berkehendak menyegerakan pernikahan kita.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka aku berani memutuskan dengan siapa aku akan menikah. Aku tidak banyak ragu tentang dirimu, kau jemput aku di tempat yang Allah suka, dan satu hal yang pasti, aku tidak ikut mencampuri ataupun mengatur apa-apa yang menjadi urusan Allah. Sehingga aku dinikahi seorang lelaki shalih, tegar, dan menjadi komitmenku untuk berbakti kepada suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka aku berusaha sekuat tenaga untuk tidak melihat segala kekurangan suamiku. Dan sekuat tenaga pula, aku mencoba membahagiakan dia.&lt;br /&gt;Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka menetes air mataku saat melihat segala kebaikan dan kelebihan suamiku, yang rasanya sulit aku tandingi.&lt;br /&gt;Ketika Allah menjadi alasan paling utama, maka akupun berdoa, Yaa Allah, jadikan dia, seorang lelaki surga, suami dan ayah anak-anakku, yang dapat menjadi jalan menuju surga-Mu. Aamiiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah menjadi azzamku, kalau Allah menjadi alasan paling utama untuk menikah, maka seharusnya tidak ada lagi istilah, mencari yang cocok, yang ideal, yang menggetarkan hati, yang menentramkan jiwa, yang…..yang.…yang……dan 1000 “yang”…… lainnya….. Karena semua itu baru akan muncul justru setelah melewati jenjang pernikahan. Niatkan semua karena Allah dan harus yakin kepada Sang Maha Penentu segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika usiaku 20 tahun, aku sudah memiliki niat untuk menikah, meskipun hanya sekedar niat, tanpa keilmuan yang cukup. Karena itu, aku meminta jodoh kepada Allah dengan banyak kriteria. Dan Allah-pun belum mengabulkan niatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika usiaku 21 tahun, semua orang-orang yang ada di sekelilingku, terutama orang tuaku, mulai bertanya pada diriku dan bertanya-tanya pada diri mereka sendiri. Maukah aku segera menikah atau mampukah aku menikah? Dalam doaku, aku kurangi permintaanku tentang jodoh kepada Allah. Rupanya masih terlalu banyak. Dan Allah-pun belum mengabulkan niatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika usiaku 22 tahun, aku bertekad, bagaimanapun caranya, aku harus menikah. Saat itulah, aku menyadari, terlalu banyak yang aku minta kepada Allah soal jodoh yang aku inginkan. Mulailah aku mengurangi kriteria yang selama ini menghambat niatku untuk segera menikah, dengan bercermin pada diriku sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku minta yang tampan, aku berpikir sudah cantikkah aku?&lt;br /&gt;Ketika aku minta yang cukup harta, aku berpikir sudah cukupkah hartaku?&lt;br /&gt;Ketika aku minta yang baik, aku berpikir sudah cukup baikkah diriku?&lt;br /&gt;Bahkan ketika aku minta yang soleh, bergetar seluruh tubuhku sambil berpikir keras di hadapan cermin, sudah solehahkah aku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku meminta sedikit….. Ya Allah, berikan aku jodoh yang sehat jasmani dan rohani dan mau menerima aku apa adanya, masih belum ada tanda-tanda Allah akan mengabulkan niatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika aku meminta sedikit…sedikit…sedikit…lebih sedikit….. Ya Allah, siapapun lelaki yang meminangku langsung khan kuterima ajakannya untuk menikah tanpa banyak bertanya, berarti dia jodohku. Dan Allah-pun mulai menujukkan tanda-tanda akan mengabulkan niatku untuk segera menikah. Semua urusan begitu cepat dan mudah aku laksanakan. Alhamdulillah, ketika aku meminta sedikit, Allah memberi jauh lebih banyak. Kini, aku menjadi isteri dari seorang suami yang berilmu, bijaksana, dan menerimaku apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-8859361761970427825?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/8859361761970427825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=8859361761970427825' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/8859361761970427825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/8859361761970427825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2011/07/ketika-allah-menjadi-alasan-utama.html' title='Ketika Allah Menjadi Alasan Utama'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-6888722596907736413</id><published>2011-07-27T17:46:00.000-07:00</published><updated>2011-07-27T17:47:28.073-07:00</updated><title type='text'>Kosong</title><content type='html'>Dikutip dari :http://www.edo.web.id/wp/2009/09/19/kosong/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebaran tengah menjelang. Ramadhan mencapai akhirnya. Apa yang kita dapatkan di Ramadhan kali ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun-tahun lebaran saya isi dengan sebuah kekecewaan tentang makna puasa dan lebaran itu sendiri. Selalu apatis terhadap orang yang pulang kampung yang menghabiskan jutaan rupiah sebagai bentuk ke-ria-an (bukan riya) meski membuat roda ekonomi bergulir cepat. Selalu sinis ketika orang berduyun-duyun narsis dan gombal pada Tuhan-nya, menuntut pamrih atas janji-Nya dibulan penuh rahmat. Mengutuk menurunnya produktifitas atas nama perintah agama dan Tuhan. Mempertanyakan apakah memang ini yang diharapkan-Nya dibulan suci ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada buang uang dengan mudik dengan berbagai polusi yang diciptakan oleh jutaan kendaraan, lebih baik digunakan untuk yang lebih bermanfaat kataku. Mengingat Tuhan itu bukan hanya dominasi bulan puasa, toh harus dilakukan kapan saja. Bahkan janji Tuhan itu tak perlu ditagih. Sorga dan neraka itu tak perlu dipertanyakan. Produktifitas seharusnya meningkat di bulan suci, bukannya malah loyo dan berejakulasi atas nama Tuhan. Begitulah apa yang ku fahami selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tahun ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini aku masih berontak pada-Nya. Tapi dalam sebuah kelelahan. Sebuah ketidakberdayaan. Tak ada lagi serapah tentang mudik, narsis dan produktifitas. Tidak ada. Yang tersisa hanya kekosongan. Sebuah refleksi ke-aku-an ku. Keakuan ternyata hanya menghasilkan sebuah kekosongan. Hanya yang esa yang berhak dan layak berkata Aku. Karena ke-Aku-an memang hanya akan menghasilkan kesendirian. dan aku lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didiri manusia memang bersemayam nilai ketuhanan, termasuk nilai iblis, setan, malaikat, binatang. Wajar sebenarnya jika manusia memiliki sisi ke-aku-an, sebagai representatif sisi ke-Tuhan-annya. Hanya saja dia akan menjadi masalah ketika aku itu menciptakan kesombongan. Berada dititik yang tidak seharusnya. Dan yang lebih merepotkan lagi, jika Aku yang sedang bersemayam bukan Aku-nya Tuhan. Tapi aku-nya setan, aku-nya iblis, aku-nya binatang. Dan usai lah sudah. Dengan segala kekurangan yang dimiliki oleh manusia, potensi untuk memahami segala sesuatu secara tidak utuh sangat mungkin terjadi. Dan yang ada adalah sebuah kefahaman yang didasari oleh ketidakfahaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah tulisan dari sang bengawan Gede Prama tentang kosong dan isi menyadarkanku atas rasa yang bergulat kali ini. Tentang kosong. Tentang isi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosong, nol, hampa, tiada. Kekosongan memang identik dengan nilai-nilai yang berbau tidak menyenangkan. Kosong itu menyiksa, hampa itu menakutkan, tiada itu mengerikan. Dan memang begitu adanya, jika alat ukur yang digunakan hanyalah kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pernahkan terbayang jika alam semesta ini semua terisi, sehingga bahkan udarapun tidak memiliki tempat untuk bersemayam? Lalu apa yang akan kita hirup untuk menyambung hidup?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala ini semakin pusing ketika pemahaman-pemahaman itu tak berhenti mengisi ruang-ruang otak. Aku lupa. Lupa bahwa berfikir itu bukan saja hak otak. Masih ada hati yang harus digunakan. Paradigma dikotomis benar-salah, sukses-gagal, sedih-gembira dan lain sebagainya sebagai hasil berfikir dengan kepala yang berlebihan ternyata hanya menghasilkan sebuah keruwetan yang memusingkan dan tak bernah ada akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesenangan adalah kesedihan yang terbuka bekasnya&lt;br /&gt;Tawa dan airmata datang dari sumber yang sama&lt;br /&gt;Semakin dalam kesedihan menggoreskan luka ke dalam jiwa&lt;br /&gt;Semakin mampu sang jiwa menampung kebahagiaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kata sang begawan Gibran. Jika saja sedih dan bahagia itu diganti dengan kosong dan isi, maka besarkan kekosongan itu juga bermakna seberapa besar isi yang bisa ditampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya yang pernah sakit yang mengerti nikmatnya sehat. Hanya yang pernah kehilangan yang mampu mensyukuri nikmatnya memiliki sesuatu. Hanya yang pernah sedih yang mampu menikmati artinya bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan puasa kali ini benar-benar telah memberikan makna yang dalam bagiku. Karena bulan ini adalah waktu yang dispesialkan oleh Tuhan untuk mengosongkan diri. Untuk berhenti sejenak dari analisa-analisa tak berujung yang dibuat oleh kepala. Agar kita mampu memahami arti sebuah kekosongan, ketidakberdayaan, ketidak-kuasa-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh, betapa sulit untuk mampu bersikap arif…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diselingi nyanyian takbir, aku, disini, mencoba memahami kekosongan. Mencoba mencari sesuatu dari ketiadaan. Mengharap mendapat makna yang dalam, dari kekosongan dan ketiadaan itu itu sendiri. Mengharap mampu seperti udara, yang hidup di ruang kosong tapi memberi manfaat yang luar biasa. Mencoba memahami bahasa tangis bayi, yang apapun sukunya, siapapun bapaknya, ditanah manapun dia terlahir, dia tetap menghasilkan bunyi yang sama. Dan bahasa itu mampu dipahami oleh siapa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat hari raya Idul Fitri…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf lahir dan Bathin…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hening itu tidak mati. Dalam hening ada suara - Aas Rukasa. Thank you kang…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-6888722596907736413?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/6888722596907736413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=6888722596907736413' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/6888722596907736413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/6888722596907736413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2011/07/kosong.html' title='Kosong'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-2994552917954642126</id><published>2011-07-27T17:38:00.001-07:00</published><updated>2011-07-27T17:39:10.376-07:00</updated><title type='text'>Pahitnya Tahun Pertama Perkawinan</title><content type='html'>Siapa bilang tahun pertama itu manis melulu? Enggak juga, kok! Justru tahun pertama paling rawan dalam perkawinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin akan terkejut dan heran bila mendengar suami-istri yang baru beberapa bulan menikah tapi sudah bercerai. Bukankah pada masa itu mereka bisa dibilang masih dalam masa berbulan madu? Tapi, itulah kenyataannya, tak sedikit pasangan yang justru bercerai sebelum usia perkawinan mereka genap setahun.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun pertama perkawinan memang paling rawan. Ibarat koin, kata Dra. Dharmayati Utoyo Lubis, MA, PhD., tahun pertama memiliki dua sisi. "Satu sisi memang masih bulan madu, masih manis. Satu sisi lainnya adalah masa penyesuaian, sehingga akan banyak menumbuhkan konflik," terang pembantu dekan I Fakultas Psikologi UI ini. Nah, konflik inilah yang merupakan pemicu terjadinya perceraian apabila suami-istri tak mampu mengelola konflik secara baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAK SEMANIS YANG KUSANGKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang namanya bulan madu, ujar Yati, maka kemanisan itu hanya berlangsung beberapa bulan saja. "Sesudah itu muncullah topeng sebenarnya. Di balik segala kebagusan yang selama ini ditunjukkan sejak masa pacaran, kini mulai kelihatan borok-boroknya." Dengan kata lain, masing-masing mulai keluar watak aslinya. Hal ini terjadi lantaran mereka sudah capek memakai topeng, sudah capek untuk menampilkan yang bagus-bagus melulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, pada saat itulah, ketika mereka mulai kelihatan aslinya, mulailah muncul pertanyaan-pertanyaan. "Sebenarnya apa, sih, yang membuat saya menyukainya? Ternyata ia begini saja, kok. Tak semanis yang kusangka." Lantas ia pun merasa salah pilih. Padahal, orang menikah itu, kan, enggak cuma seketika. Tentunya keputusan untuk menikah sudah dipikirkan matang-matang sebelumnya, karena menyangkut kehidupan pribadi. Jadi, kalau ia sampai merasa salah pilih berarti dulu enggak dipikir lagi sebelum memutuskan menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, aku Yati, tak semua pasangan akan mengalami hal demikian. "Ada, kok, yang sampai setahun tetap manis terus." Itu bisa terjadi kalau selama pacaran sudah saling membuka diri, sudah tahu yang jelek-jeleknya, sehingga tak kaget lagi setelah menikah. Tapi jika selama pacaran yang diketahui dan diperlihatkan hanya yang bagus-bagus saja, maka akibatnya akan mengalami masa rawan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SOAL SEPELE YANG BIKIN KONFLIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun masalah yang kerap timbul di tahun pertama perkawinan, menurut Yati, sebenarnya cuma pernik-pernik yang kelihatannya sepele tapi dirasakan sangat mengganggu. Misalnya, soal yang satu jorok yang satu rapi. "Masak, kalau habis mandi handuknya main lempar sembarangan saja, bukannya diletakkan di tempatnya. Padahal sudah saya sediakan tempat. Belum lagi pulang kantor, sepatu ditaruh di bawah sofa, tas kantor di atas meja makan, taruh pakaian kotor sembarangan, dan sebagainya." Nah, hal-hal seperti itu kelihatannya kecil, tapi kalau pasangannya ternyata adalah orang yang sangat rapi dan teratur, maka ini bisa jadi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, yang kerap muncul adalah tak pernah dibicarakannya soal keuangan. "Sebetulnya paling bagus ketika kita sudah serius sekali pacaran, bicarakan masalah keuangan ini. Bagaimana pandangan kamu tentang keuangan? Apakah harus ada pot yang diisi oleh gaji kita berdua, atau cukup dipegang masing-masing, hanya kamu bertanggung jawab dalam bidang apa dan saya bidang apa. Kelebihannya itu urusan masing-masing, dan sebagainya." Termasuk pemberian uang untuk orang tua masing-masing, juga harus dibicarakan. Kalau tidak, bakalan ribut, deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yati lantas menuturkan pengalaman kliennya yang baru setahun menikah tapi sudah minta cerai. Gara-garanya, si suami memberi lebih banyak kepada orang tuanya daripada ke mertua. Karena ibunya janda dan tak punya pensiun sehingga dialah yang bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan ibunya, sedangkan orang tua istrinya masih komplit dan tergolong berada. Tapi karena hal ini tak pernah dibicarakan, maka ketika si istri tahu tentunya ia menganggap tindakan suaminya itu tak adil. Jadilah mereka konflik dan si istri minta cerai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah lain yang kerap muncul ialah perilaku pasangan yang layaknya masih bujangan. Suami pulang ke rumah seenaknya, tak sadar istrinya menunggu untuk makan malam bersama, bersikap masa bodoh dengan keadaan rumah, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bila itu semua sudah diketahui dan dibicarakan selagi masih pacaran, tentunya tak akan menjadi gangguan selama tahun-tahun pertama. Kalaupun ada gangguan, maka hanya berupa kerikil-kerikil kecil yang masih bisa disepak. Itulah mengapa Yati menganjurkan sebelum menikah sebaiknya kita sudah benar-benar tahu dengan siapa kita akan menikah, baik kelebihan maupun kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya setelah tahu kita harus bersungguh-sungguh menerima dia apa adanya. Bukan menerima dengan setengah hati dan lantas berpikir, toh, nanti aku akan mengubah dia seperti apa maunya aku. "Itu kesalahan fatal," tandas Yati. Sebab, kita menikah dengan orang yang ketika bertemu sudah dewasa, yang pribadinya sudah terbentuk hingga ia dewasa itu. Jadi, kita tak mungkin bisa mengubahnya kecuali kalau ia memang mau mengubahnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali itu, pasangan juga harus sadar bahwa dalam perkawinan ada hak dan kewajiban. "Kadang orang hanya ingat pada hak dan lupa pada kewajibannya," ujar Yati. Adalah tugas kita untuk mengingatkan pasangan kalau ia sampai lupa pada kewajibannya, bahwa kewajibannya kini sudah menyangkut dua orang dan akan bertambah setelah punya anak, bukan sendiri lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMUNIKASI DAN TOLERANSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebenarnya belum terlambat, kok, jika plus-minus tersebut tak diketahui saat masih pacaran. Toh, kita bisa melakukannya di awal perkawinan. Tapi hal ini hanya bisa terjadi apabila ada komunikasi, masing-masing saling membuka diri dan saling mendengarkan. Maklumlah, di tahun pertama perkawinan biasanya ego masing-masing masih sangat besar, selalu berbicara dalam konteks "aku" dan "dia", bukan "kami". "Padahal kalau orang sudah menikah berarti mereka telah menjadi satu. Jadi, dalam berbicara konteksnya bukan lagi 'aku' dan 'dia' tapi 'kami'. Pola 'demi kami' ini harus mulai dibiasakan sejak awal perkawinan," tutur Yati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, pasangan bilang, "Aku nggak suka kalau kamu marah terus lempar-lempar barang." Jangan malah kita bilang, "Kalau kamu nggak suka, kenapa kamu kawin sama aku?" Karena hal ini malah akan memperuncing konflik. Si pasangan tentu akan bilang, "Karena aku nggak menyangka kamu sejelek itu makanya aku mau kawin sama kamu." Akibatnya, malah perang", kan! Yang terbaik adalah bersikap mengerti, "Jadi, menurut kamu aku mesti berubah? Tapi kalau aku harus berubah, sedikit saja, ya. Soalnya sejak kecil aku sudah begitu. Jadi susah, kan, kalau aku langsung berubah banyak. Tapi kalau menurut argumentasi kamu, aku harus mengubah diri, ya, aku akan berusaha." Nah, dengan begitu, kan, enak jadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya adalah membuka keran komunikasi lebar-lebar dan bersikap toleransi karena kita tak bisa mengubah pasangan seperti yang kita inginkan. "Dengan adanya toleransi kita akan sadar bahwa manusia tak ada yang sempurna. Lagipula, ketika kita memilih dia untuk menjadi pasangan kita, mestinya dalam kepala kita yang terpikir adalah he is the best for me. Nah, kenapa sekarang hanya lihat yang kurangnya saja?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa, Yati mengingatkan, bila sampai terjadi pecah "perang" berarti bukan hanya satu yang kecewa. "Saya yakin pasangannya juga kecewa." Munculnya rasa kecewa ini menandakan belum seluruh "dirinya yang diketahui, sehingga yang terjadi adalah adalah ia hanya melihat sisi negatifnya saja. Nah, agar kita juga bisa melihat sisi positif pasangan, saran Yati, buatlah daftar tentang apa saja yang kita sukai dari pasangan. "Mestinya yang bagusnya juga banyak. Bukankah karena yang bagus-bagus itu makanya dulu kita mau kawin dengannya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu disadari pula, tambah Yati, semua orang menikah pasti akan kecewa. Jadi, jangan berpikir bahwa hanya kita yang kecewa. Pasangan kita pun pasti punya kekecewaan juga. Selain itu, bila salah satu marah pada saat berkomunikasi, maka yang dingin sebaiknya meredakan. Kalau sudah reda barulah dilakukan pendekatan. Bila perlu, saran Yati, pergilah ke suatu tempat untuk membicarakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INSTROPEKSI BERDUA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering terjadi, pasangan muda segan untuk mengungkapkan kekecewaannya. Dipikirnya, "Masak, sih, baru tahun pertama saya sudah merasa kecewa, sudah memancing keributan." Akibatnya, demi menghindari keributan, dipendamlah rasa kecewa tersebut. Padahal, akhirnya, toh, akan ribut juga karena suatu saat akan meledak juga setelah tak tahan memendam kekecewaan demi kecewaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, pesan Yati, "kalau sudah mulai ada yang mrengkel di dada, kita harus membicarakannya dengan pasangan. Sebaliknya, kalau kita melihat pasangan sudah mulai merengut melulu tapi tak dikeluarkan, maka kita harus peka bahwa ada sesuatu yang salah." Nah, segera lakukan introspeksi berdua, "Kita ngomong, yuk. Apa, sih, yang kamu tak suka dari aku?" Lalu diskusikan, "Bagaimana caranya, ya, supaya aku tidak lempar-lempar barang lagi?" Dengan demikian, kita ataupun si pasangan bisa mengubah diri. "Tapi jangan salah persepsi, lo. Kita memang harus memulai perkawinan dengan tak berpikir bahwa kita bisa mengubah dia sesuai kehendak kita. Tapi dilain pihak, orang bisa berubah kalau ia mau berubah. Jadi, yang jelek bisa berubah bagus tapi perubahan itu atas kemauannya sendiri, bukan kita yang maksain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya kita jangan berharap bahwa pasangan akan berubah dalam sehari. "Hargailah perubahan sekecil apapun." Misalnya, biasanya ia pulang kantor langsung lempar tas ke mana saja ia suka. Nah, kali ini tidak walaupun ditaruhnya masih sembarangan yaitu di atas meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin mata kita masih "sepat" melihatnya, tapi hargailah agar ia pun merasa dihargai, "Oh, dia melihat perubahanku walau sedikit." Lama-lama ia tentunya akan melangkah lagi. "Jadi jangan melihat suatu sukses itu dalam paket besar. Paket kecil-kecil pun lama-lama akan besar. Jangan lupa, yang berubah itu manusia yang sudah jadi pribadinya sehingga tak mudah secepat itu untuk berubah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Yati minta agar kita lebih santai dalam menghadapi pasangan. Daripada istri marah, misalnya, "Masak taruh sepatu sembarangan? Jorok benar, sih, kamu! Saya capek harus mengurusi sepatumu terus," lebih baik katakan dengan santai, "Mbok, ya, jangan taruh di situ, tapi ke belakang sana di tempatnya." Begitu juga kalau suami komplain karena istrinya selalu memakai daster dan pakai peniti pula. Daripada marah, berilah alternatif, "Apa kamu mau saya belikan daster baru?" Begitu lebih enak, kan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Yati, kalau kita berpikirnya alternatif, bukan hitam-putih, maka tak akan menimbulkan pertengkaran. Malah jadi lucu dan humor. Jadi, tandasnya, "asalkan kita bisa me-manage tahun pertama ini agar berjalan manis, maka akan bagus sekali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, masa pahit di tahun pertama akan berlangsung hingga tahun ke-4 perkawinan, karena sampai tahun tersebut kita masih dalam masa penyesuaian. Meskipun seharusnya memasuki akhir pertama kita sudah mulai bisa belajar menyesuaikan diri. "Nah, kalau prahara di tahun pertama bisa dilewati, biasanya di tahun kedua dan seterusnya akan manis," ujar Yati. Sebab, di tahun ke-2 dan seterusnya biasanya sudah ada anak, sehingga pikiran dan tenaga akan tercurah pada anak. Dengan demikian, yang tadinya hati mulai mendingin terhadap pasangan, jadi balik lagi dan bahkan bisa jadi hangat lagi dengan adanya anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu bukan berarti pada tahun-tahun selanjutnya akan terus mulus. Sebab, yang namanya perkawinan merupakan proses, sehingga penyesuaian dan pertengkaran akan terus berjalan. Tinggal bagaimana kita menyiasatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh :Indah Mulatsih &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-2994552917954642126?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/2994552917954642126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=2994552917954642126' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/2994552917954642126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/2994552917954642126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2011/07/pahitnya-tahun-pertama-perkawinan.html' title='Pahitnya Tahun Pertama Perkawinan'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-8438460791988300776</id><published>2011-07-27T17:21:00.000-07:00</published><updated>2011-07-27T17:31:16.755-07:00</updated><title type='text'>Setahun yang Lalu</title><content type='html'>Setahun lalu&lt;br /&gt;Adalah momen tak terlupa&lt;br /&gt;Adalah awal berlayarnya perahu cinta kita&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun lalu&lt;br /&gt;Awal dari malam-malam yang terlewati tanpa kesendirian&lt;br /&gt;Awal dari sebuah pertanggung jawaban konsekuensi dari pilihan hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun lalu&lt;br /&gt;Awal kita menapaki hidup bersama&lt;br /&gt;Awal kebersamaan kita menuju Dia yang abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun lalu&lt;br /&gt;Kita menikah&lt;br /&gt;Kau jadi suamiku dan aku jadi istrimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, jadikan hari-hari kami menjadi lebih baik, amiin.&lt;br /&gt;Ya Allah,anugerahkanlah kami keturunan yang sholeh dan sholehah&lt;br /&gt;Ya Allah, aku rindu akan tangisannya&lt;br /&gt;Aku rindu menimangnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-8438460791988300776?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/8438460791988300776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=8438460791988300776' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/8438460791988300776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/8438460791988300776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2011/07/setahun-yang-lalu.html' title='Setahun yang Lalu'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-575410840645914695</id><published>2011-07-26T16:26:00.000-07:00</published><updated>2011-07-26T16:36:33.069-07:00</updated><title type='text'>Bukan Aku</title><content type='html'>Bukan aku yang harus disalahkan&lt;br /&gt;semua karena keadaan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bukan aku yang menginginkan itu terjadi&lt;br /&gt;tapi semua sudah tertulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seharusnya&lt;br /&gt;Bukan aku yang harus kau kenang&lt;br /&gt;aku hanya masa lalu&lt;br /&gt;Bukan aku yang harus kau ingat&lt;br /&gt;aku hanya sebuah bayangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan selayaknya&lt;br /&gt;Bukan aku yang harus kau rindukan&lt;br /&gt;aku sudah menyakitimu&lt;br /&gt;Bukan aku yang harus kau impikan&lt;br /&gt;aku tak bermimpi lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan aku lagi&lt;br /&gt;carilah penggantiku&lt;br /&gt;Bukan aku lagi&lt;br /&gt;Lupakanlah aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah bersama yang lain&lt;br /&gt;Meski sulit inilah sebuah pilihan&lt;br /&gt;Temukan mimpimu yang sesungguhnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-575410840645914695?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/575410840645914695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=575410840645914695' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/575410840645914695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/575410840645914695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2011/07/bukan-aku.html' title='Bukan Aku'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-6047584959535541431</id><published>2011-07-13T18:15:00.000-07:00</published><updated>2011-07-13T18:29:28.487-07:00</updated><title type='text'>Sedang ingin sendiri</title><content type='html'>Berjalan sendiri bukan tidak ada yang menemani&lt;br /&gt;Tapi aku memang tak ingin kau temani...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin berjalan dengan ingatanku padamu saja kali ini&lt;br /&gt;Kesendirian ini, untuk mengingat semua keindahan hidup saat saat bersamamu..&lt;br /&gt;Berjalan diantara kenangan yang kita hias bersama&lt;br /&gt;Aku tak hendak menggenggam tanganmu dalam melintasi kenangan kali ini&lt;br /&gt;Meski aku yakin engkau selalu ada untukku.&lt;br /&gt;Aku tak ingin di temani tapi ingatanku sedang denganmu&lt;br /&gt;Ragaku di sini tetapi jiwaku mengembara mencari hatimu&lt;br /&gt;Merentas pikiran dalam menyatuan asa&lt;br /&gt;Menunggu waktu untuk bersama di surga kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-6047584959535541431?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/6047584959535541431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=6047584959535541431' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/6047584959535541431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/6047584959535541431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2011/07/sedang-ingin-sendiri.html' title='Sedang ingin sendiri'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-6565315315818868972</id><published>2011-05-13T19:42:00.000-07:00</published><updated>2011-05-13T19:46:02.101-07:00</updated><title type='text'>Menantang Allah</title><content type='html'>Kita sebagai manusia, tidak ada seorangpun yang meminta untuk diciptakan dan terlahir ke dunia ini. Begitu juga dengan Alam Semesta dan seisinya. Tetapi Allah pasti lebih mengetahui makna atas semua itu mengapa diciptakan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akal kita tak akan pernah mampu untuk menjawab dan menterjemahkan, karena memang setiap kejadian dan peristiwa sudah menjadi qalam-Nya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi jika diantara kita masih saja ada yang meragukan keberadaan Allah. Dan masih enggan untuk bersujud atas segala karunia-Nya. Secara tidak langsung berarti kita menantang Dia, yang padahal jika nanti sudah menjadi seonggok daging tak bernyawa, apalah arti diri kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang sholat tetapi tidak paham akan bacaan sholatnya. Banyak orang beramal tapi hanya mengharap pujian dan sanjungan. Banyak orang memberi nasehat tetapi melupakan akhlak keluarganya sendiri. Begitu banyak orang yang mengaku muslim, tapi hanya sedikit yang benar-benar mukmin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia ini cuma persinggahan, dan pasti nanti masih ada kehidupan di Akherat. Itupun buat yang mau mengimaninya. Kemana kita akan melangkah, Surga atau Neraka ? Semua berbalik pada pilihan masing-masing. Percaya ataupun tidak, itu adalah hak individu. Tetapi jika mengaku seorang muslim, hukumnya adalah WAJIB untuk tetap saling mengingatkan, bukan merasa yang paling benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Katakanlah, Dia-lah Allah Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Allah tempat meminta segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(QS Al Ikhlash 112:1-4)&lt;br /&gt;From: http://filsafat.kompasiana.com/2010/05/10/bercanda-dengan-allah/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-6565315315818868972?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/6565315315818868972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=6565315315818868972' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/6565315315818868972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/6565315315818868972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2011/05/menantang-allah.html' title='Menantang Allah'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-40573927480480515</id><published>2011-05-04T18:54:00.000-07:00</published><updated>2011-05-04T18:55:10.237-07:00</updated><title type='text'>1 KEMARAHAN membutuhkan 10 CINTA</title><content type='html'>Love is Magic&lt;br /&gt;By Supardi Lee&lt;br /&gt;Seorang anak menangis.  Usianya baru 3.5 tahun.  Ayahnya membentak dengan keras.  Sungguh sakit rasanya.  Padahal ia hanya ingin bermain-main dengan ayahnya.  Sang ayah baru pulang kerja dan sangat lelah.  Melihat anaknya menangis, sang ayah pun menyesal.  Ia peluk anaknya.  Ia katakan: “Maafin Ayah Sayang.”  Sang anak tak bergeming.  Ia benar-benar kecewa pada ayahnya.  Ia bahkan terus menangis sesegukan.  Hal yang membuat hati sang ayah teriris-iris sembilu.  Dan air mata pun mulai menggenang di matanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Kembali ia membujuk anaknya.  “Nak, ayah mohon.  Maafin ayah.  Ayah tak bermaksud menyakitimu.  Ayah sayang banget sama kamu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Aku cuma ingin main sama Ayah.  Apa itu salah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Tidak Nak, Tidak.  Kamu tidak salah.  Ayah yang salah telah membentakmu.  Maafin ayah ya?”  air mata sang ayah pun mengalir makin deras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sang anak terdiam sejenak.  Tapi tangisnya telah berhenti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ayahnya berkata lagi: “Yuk, kamu mau main apa sih sama Ayah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Aku mau main bola, Ayah.  Nih bolanya dah aku siapin”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Ayo kalau begitu”  Kata sang Ayah sambil menuntun anaknya ke halaman.  Tapi tiba-tiba ayah berhenti.  Anaknya mengikuti berhenti juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kamu udah maafin Ayah kan, Sayang?”  Tanya ayah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sang anak tersenyum dan mengangguk.  Senyuman dan anggukan yang melegakan hati Ayah.  Ayah pun memeluk.  Sang anak membalas pelukan itu dengan erat.  Dan ketika keduanya melepas pelukan, dua hati telah kembali ke fithrah bahagianya.  Mereka pun bermain bola dengan asyik dan gembira sampai bermandikan keringat.  Ajaib.  Kelelahan sang ayah setelah bekerja seharian justru hilang.  Mereka pun masuk ke dalam rumah dengan gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saudara yang baik, cerita di atas mungkin sering terjadi pada banyak orang.  Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari sana, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Kemarahan kecil berdampak besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentakan sang ayah yang spontan mungkin terwujud dalam satu atau dua kata saja, misalnya : diam!, kenapa?, Nanti dulu! Dan sebagainya.  Tapi karena kata-kata itu terlontar dari kemarahan, maka dampaknya sangat negatif.  Kata-kata itu menusuk hati anaknya sampai membuatnya menangis.  Mungkin karena harapan besar sang anak diluluhlantahkan seketika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. Diperlukan banyak cinta dan usaha untuk meredakan akibat buruk kemarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar hubungan ayah – anak ini kembali bahagia, sang ayah harus menguras energi yang besar.  Dari menyesal, minta maaf, membujuk, memeluk, bahkan sampai menangis.  Itulah yang saya maksud dengan judul tulisan ini.  Satu kemarahan membutuhkan 10 kasih sayang.  Dan bisa juga dibalik.  10 kasih sayang bisa hilang oleh 1 kemarahan.  Sama seperti kemarau satu tahun yang tak berbekas lagi karena turun hujan seharian.  Karena ada fakta seperti ini, maka sebaiknya anda membiasakan diri untuk menjadi pribadi yang penuh kasih sayang.  Bagaimana dengan kemarahan anda?  Ya, kemarahan itu tetap ada dalam diri anda.  Sewaktu-waktu bisa muncul.  Tapi, saat waktunya tiba, anda bisa marah dengan cara yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. Sering terjadi kontradiksi antara suara hati dengan tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah setiap ayah mengasihi anaknya?  Apakah setiap ayah rela berkorban apa saja demi kebaikan dan kebahagiaan anaknya?  Apakah ayah bekerja keras luar biasa demi kepentingan anaknya? Jawaban ketiga pertanyaan ini adalah : Pasti.  Itulah suara hati setiap ayah.  Tapi, suara hati itu sering juga tertutupi oleh berbagai tabir.  Tabir itu membuat sang suara hati terhalangi dan tidak mewujud menjadi tindakan.  Tabir-tabir itu mungkin bernama kelelahan, kemarahan, egoisme, kesibukan, godaan, ambisi karir, dan sebagainya.  Maka hadirlah tindakan dan perkataan yang justru bertolak belakang dengan suara hati.  Bekerja lembur setiap hari, sampai melewatkan momen-momen bermain dengan anak-anak.  Lupa akan hari ulang tahun istri/suami atau anak-anak karena terlalu sibuk.  Terlalu mengandalkan pengasuh untuk mendidik anak.  Mengekspresikan cinta pada keluarga sebatas banyaknya uang yang diberikan.  Berhati-hatilah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   4. Betapa mudahnya seorang anak untuk memaafkan dengan tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari, anak anda mungkin berantem dengan temannya.  Tapi siang hari, mereka telah bermain dengan asyik lagi.  Yap.  Anak-anak itu sangat mudah memaafkan dan kembali menikmati hidup bahagianya.  Mereka tidak lama-lama dibayangi oleh dendam yang merusak hidup.  Karenanya sangat lah pantas bila setiap kita belajar pada anak-anak untuk sesegera mungkin memaafkan kesalahan orang lain pada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   5. Cinta itu ajaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayailah cinta, karena cinta selalu yakin pada anda.  Nikmatilah cinta, karena tak ada yang lebih indah darinya.  Jadilah cinta, karena memang itulah sejatinya diri anda.  Dan keajaiban pun akan terus menghampiri anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah saudara, berhati-hati lah dengan emosi anda.  Anda harus bisa mengendalikan ekspresi emosi itu agar tidak merusak siapapun.  Tidak merusak anda, dan orang-orang yang anda cintai.  Selamat berekspresi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-40573927480480515?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/40573927480480515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=40573927480480515' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/40573927480480515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/40573927480480515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2011/05/1-kemarahan-membutuhkan-10-cinta.html' title='1 KEMARAHAN membutuhkan 10 CINTA'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-943969822499538821</id><published>2011-05-04T18:52:00.000-07:00</published><updated>2011-05-04T18:54:00.003-07:00</updated><title type='text'>Ketidaksempurnaan dalam Kesempurnaan Suatu Hubungan</title><content type='html'>By Liza Marielly Djaprie&lt;br /&gt;Membangun Kepercayaan Baru dalam Hubungan&lt;br /&gt;“Seiring dengan berjalannya waktu… Masalah pun berlalu dengan sendirinya”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pernah dengar kalimat itu?&lt;br /&gt;Apakah memang benar?&lt;br /&gt;Apa Anda percaya dengan kalimat tersebut???&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ehmm… secara pribadi saya kok tidak mempercayainya ya.&lt;br /&gt;Maksud saya ya memang ada beberapa masalah yang tidak bisa diselesaikan saat itu juga dan membutuhkan waktu (sedikit) lebih lama untuk penyelesaiannya daripada masalah yang lain.&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kan jelas-jelas bukan berarti kita hanya perlu duduk ongkang-ongkang kaki dan membiarkan alam semesta ini yang membereskan semua.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Masalah harus dihadapi dan diselesaikan.&lt;br /&gt;Dimana tentunya pertama-tama kita harus memilki keberanian terlebih dahulu untuk mau berhadapan langsung dengan masalah yang ada.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ini adalah hukum yang berlaku di manapun juga.&lt;br /&gt;Kita tidak akan pernah mendapatkan apapun kecuali kita berusaha untuk mendapatkannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagaimana kita dapat mengharapkan memiliki hidup yang damai dan tentram jika kita terus-menerus menumpukkan masalah di dalam ‘lemari’ kehidupan kita.&lt;br /&gt;Cepat atau lambat, ‘lemari’ tersebut akan meledak karena kepenuhan toh?&lt;br /&gt;Berapa banyak menurut Anda, ‘lemari’ tersebut mampu menampung masalah-masalah kita??&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya berharap Anda tidak berpikir bahwa ‘lemari’ kita itu seperti kantong Doraemon yang dengan huebattnya mampu untuk menampung apa saja dan sampai kapan saja tanpa batas sepanjang hidup.&lt;br /&gt;Ehmm… Kalau iya, berarti saya akan stop disini dan berdoa yang terbaik untuk Anda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tetapi kalau tidak dan Anda mulai berpikir bahwa ‘lemari’ Anda sudah hampir meledak, memuntahkan masalah-masalah yang tak tersentuh selama ini, maka mungkin sudah saatnya Anda menghadapi kenyataan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;Kenyataan bahwa Anda butuh untuk segera membersihkan ‘lemari’ Anda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya percaya, kecenderungan untuk mendiamkan dan menumpuk masalah dalam ‘lemari’ Anda itulah yang seringkali menjadi kericuhan dalam sebuah hubungan. Entah itu hubungan pertemanan, hubungan keluarga atau hubungan dengan kekasih.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Individu dalam sebuah hubungan memiliki kecenderungan untuk membiarkan masalah berlalu dengan sendirinya.&lt;br /&gt;Saya bahkan harus mengakui bahwa terkadang saya pun memiliki kecenderungan tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perbedaannya mungkin terletak pada tingkat kecenderungan yang dimiliki.&lt;br /&gt;Beberapa memiliki tingkat kecenderungan yang lebih rendah dan banyak berusaha untuk secepatnya menghadapi masalah-masalah yang tertunda.&lt;br /&gt;Beberapa yang lain mungkin berada pada kondisi penyangkalan terus-menerus dan merasa tidak ada yang perlu untuk dihadapi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sejujurnya saya tidak bisa menyalahkan mereka yang berada dalam penyangkalan tersebut.&lt;br /&gt;Dari semenjak lahir, kita selalu diajarkan betapa orang lain melengkapi kita.&lt;br /&gt;Dari semenjak lahir, kita selalu diajarkan bahwa kita tidak sempurna dan selalu membutuhkan orang lain untuk hidup.&lt;br /&gt;Memang di satu sisi hal tersebut tentunya benar.&lt;br /&gt;Kita memang membutuhkan orang lain karena kita adalah makhluk sosial dan membutuhkan orang lain dalam proses belajar kita sepanjang hidup.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun sayangnya ajaran yang dibombardir setiap saat ini dapat pula menimbulkan 2 jenis individu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang pertama adalah individu yang menjadi takut sekali untuk kehilangan seseorang (atau setiap orang) dalam hidupnya karena nantinya akan membuat ia menjadi tidak sempurna. Mereka berusaha setiap detik, setiap saat, untuk menyenangkan orang lain untuk dapat merasa sempurna meskipun mungkin hal yang dilakukan menyakiti diri sendiri. Mereka takut untuk menghadapi masalah yang ada karena mereka yakin dengan menghadapi masalah tersebut justru akan membuat hubungan yang terjalin menjadi hancur berantakan.&lt;br /&gt;“Betul kan … Saya memang bodoh. Biarkan sajalah. Tidak perlu untuk membahasnya. Nanti suatu saat juga mereda sendiri masalah ini”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Atau mungkin yang kedua yang terus menyangkal membutuhkan orang lain karena ketakutannya akan ketidaksempurnaan. Mereka berusaha mati-matian untuk membuktikan betapa sempurnanya mereka sehingga tanpa orang lain pun mereka dapat hidup. Mereka selalu berhasil menggali sisi buruk dari orang lain dan selalu juara juga dalam menyalahkan orang lain ketika ada masalah yang terjadi. Setiap ada masalah, itu pasti karena orang lain dan bukan karena mereka.&lt;br /&gt;“duh… dia bodoh sekali sih… dia keras kepala sekali sih… dia ini… dia itu…. Saya tidak peduli lagi! Saya bahagia untuk dapat hidup dalam dunia saya sendiri. Saya tidak butuh orang lain karena saya terlalu sempurna untuk mereka. Dunia tidak akan pernah dapat mengerti saya”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jika kita dapat menelaah lebih lanjut, kedua bentuk reaksi tersebut sebenarnya mengarah pada emosi yang sama bukan, yaitu ketakutan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ini memang tampak seperti situasi yang menyedihkan sekali.&lt;br /&gt;Namun BUKAN sesuatu yang tidak bisa untuk dirubah.&lt;br /&gt;Seperti takdir yang ditulis di atas batu.&lt;br /&gt;Kita dapat merubah kondisi tersebut jika kita memang berniat keras untuk merubahnya.&lt;br /&gt;Bahkan batu pun sebenarnya dapat dipecah menjadi serpihan-serpihan kecil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kita dapat mulai melakukan perubahan dengan cara mulai belajar merasakan cinta dan bukan ketakutan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selama ini, kita sudah banyak (kenyang malah mungkin) merasakan ketakutan.&lt;br /&gt;Apakah Anda tidak berpikir sudah saatnya untuk berhenti?&lt;br /&gt;Apakah Anda sudah bosan dengan keadaan tersebut?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jika iya, bagaimana jika mulai membuka lembaran hidup baru?&lt;br /&gt;Mulai belajar merasakan bagaimana rasanya cinta.&lt;br /&gt;Bagaimana rasanya belajar mengikhlaskan dan mencintai diri sendiri dengan segala ketidaksempurnaan yang mungkin ada.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yup! Dengan bangga saya menyatakan bahwa kita memang tidak sempurna.&lt;br /&gt;Saya tidak ingin menjadi sempurna.&lt;br /&gt;Saya bukanlah manusia jika saya sempurna.&lt;br /&gt;Saya selalu menyatakan bahwa saya sempurna dengan segala ketidaksempurnaan yang mungkin ada dalam diri saya.&lt;br /&gt;Saya bahkan banyak belajar dari ketidaksempurnaan saya.&lt;br /&gt;Saya belajar untuk berusaha, berjuang untuk merubah kondisi jika memang dapat saya rubah. Dan belajar untuk mengikhlaskan, mencintai kondisi yang memang tidak bisa saya rubah lagi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya mencintai setiap aspek ketidaksempurnaan yang saya miliki sama seperti saya mencintai setiap jengkal kesempurnaan saya.&lt;br /&gt;Kenapa?&lt;br /&gt;Karena keduanya malah membuat saya merasa sempurna.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kita semua tahu bahwa koin memiliki dua sisi.&lt;br /&gt;Kita menerima kenyataan tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jadi mengapa kita tidak juga menerima kenyataan bahwa kita pun memiliki dua sisi yang saling melengkapi dalam hidup ini?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lagipula, ayolah…. Beritahu saya bagaimana caranya kita dapat membenahi masalah-masalah yang ada diluar diri kita, jika kita belum juga mampu membenahi masalah yang ada didalam diri kita sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pemikiran yang cukup menyentak bukan?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oleh karenanya, saya sekarang mendorong Anda untuk mulai belajar menghadapi masalah yang ada.&lt;br /&gt;Saya undang Anda untuk mulai mencintai diri Anda dan berhadapan langsung dengan ‘setan-setan’ Anda.&lt;br /&gt;Mulai dari hal-hal kecil dalam diri Anda, perlahan demi perlahan, lalu mulai mencoba untuk menghadapi yang ada di luar Anda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mari bersama-sama kita coba untuk membangun ajaran dan kepercayaan baru dalam hidup ini…&lt;br /&gt;“Saya sempurna dengan segala ketidaksempurnaan saya dan saya mencintai keseluruhan paket diri saya” &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-943969822499538821?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/943969822499538821/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=943969822499538821' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/943969822499538821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/943969822499538821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2011/05/ketidaksempurnaan-dalam-kesempurnaan.html' title='Ketidaksempurnaan dalam Kesempurnaan Suatu Hubungan'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-7121656645568233688</id><published>2011-05-04T18:51:00.000-07:00</published><updated>2011-05-04T18:52:16.197-07:00</updated><title type='text'>Kenapa Kita Sulit Berubah dalam Relationship?</title><content type='html'>Secara alamiah, manusia mempunyai kecenderungan untuk mengikuti pola hidup yang sama tanpa ia sadari. Bayangkan saja ketika Anda pindah ke rumah baru, kemungkinan besar Anda akan meletakkan barang-barang diposisi yang sama dengan di rumah lama. Ini membuktikan betapa sulitnya mengubah kebiasaan atau pola hidup yang sudah kita lakukan bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama terjadi dalam suatu relationship atau hubungan berpasangan. Suatu pola mulai terbentuk pada tahap perkencanan atau pernikahan. Tanpa disadari kita cenderung melakukan hal yang sama berulang-ulang dan akan sulit sekali untuk meninggalkannya. Yang menarik dalam relationship adalah kita tidak hanya berhubungan dengan pasangan kita saja, tetapi juga dengan orang tua, tante, kakak, adik, sepupu, dan banyak lagi. Kebiasaan yang kita ciptakan akan mempengaruhi bagaimana penerimaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti mendirikan bangunan, setiap kebiasaan yang kita ciptakan seperti lapisan batu bata yang kita letakkan di atas tembok. Kebiasaan yang terbentuk di kemudian hari akan mengambil pola dari kebiasaan sebelumnya. Apabila kita menyadari sejak awal bahwa suatu kebiasaan akan menimbulkan masalah, sungguh suatu tindakan bijaksana untuk segera mengubahnya sebelum itu membentuk suatu pola yang sulit dihilangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola juga bisa timbul karena kebiasaan dalam keluarga dan pengalaman masa lalu kita dalam relationship. Kecenderungan yang timbul adalah kita mewarisi kebiasaan lama ke dalam relationship baru. Disini kita menaruh harapan banyak dari pasangan kita. Harapan yang timbul karena kita merasa menemukan diri kita dipasangan kita sendiri. Suatu studi tentang psikologi relationship mengatakan bahwa kita cenderung mencari pasangan hidup yang memiliki kemiripan kepribadian dengan diri kita karena kita tidak mau berubah terlalu banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sebetulnya relationship itu adalah proses, bukan tujuan, yang membuat kita seharusnya lebih matang dan mengerti tentang diri kita sendiri dan pasangan kita. Dalam proses pematangan pastinya akan terjadi banyak benturan dan perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana menyikapinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Tidak ada yang benar atau yang salah dalam memecahkan persoalan bersama. Ketika Anda mencoba untuk menang dalam suatu argumen, Anda kehilangan sesuatu yang sangan berharga, yaitu rasa kasih.&lt;br /&gt;   2. Masalah apapun, apabila dikenali sejak awal, akan lebih mudah diselesaikan bersama-sama dengan saling mendengarkan, menghargai dan adanya keinginan untuk berubah.&lt;br /&gt;   3. Relationship bukan sekedar friendship, melainkan partnership. Fokuskan diri Anda ke teamwork dan saling membagi.&lt;br /&gt;   4. Apa yang Anda berikan akan Anda terima. Ini hukum universal kehidupan yang berlaku juga untuk relationship. Kalau Anda ingin dicintai, Anda harus memberikan cinta. Semakin banyak yang Anda berikan semakin banyak pula yang Anda terima.&lt;br /&gt;   5. Menyadari bahwa relationship adalah media yang paling sempurna untuk mengenali diri Anda sendiri melalui pasangan Anda. Jadi berhentilah mengomel dan mengeluh. Sebaliknya mulailah mengambil tanggung jawab dan lebih mencintai.&lt;br /&gt;By Al Falaq Arsendatama&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-7121656645568233688?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/7121656645568233688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=7121656645568233688' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/7121656645568233688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/7121656645568233688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2011/05/kenapa-kita-sulit-berubah-dalam.html' title='Kenapa Kita Sulit Berubah dalam Relationship?'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-3847304292444308409</id><published>2011-04-07T16:30:00.000-07:00</published><updated>2011-04-07T16:31:02.037-07:00</updated><title type='text'>Berhentilah Jadi Gelas</title><content type='html'>Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnyabelakangan ini selalu tampak murung."Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah didunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?" sang Guru bertanya.&lt;br /&gt;"Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuktersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya," jawab sangmurid muda.&lt;br /&gt;Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu."&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaangurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.&lt;br /&gt;"Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kataSang Guru. "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit." Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum airasin."Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru."Asin, dan perutku jadi mual," jawab si murid dengan wajah yang masihmeringis. Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan."Sekarang kau ikut aku." Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekattempat mereka. "Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau."Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludahdi hadapan gurunya, begitu pikirnya."Sekarang, coba kau minum air danau itu," kata Sang Guru sambilmencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggirdanau. Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, danmembawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingindan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanyakepadanya, "Bagaimana rasanya?""Segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya denganpunggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumberair di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yangtersisa di mulutnya."Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?""Tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air danmeminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya,membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas."Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. "Segala masalahdalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih.Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang haruskau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuaiuntuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurangdan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pundemikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yangbebas dari penderitaan dan masalah."Si murid terdiam, mendengarkan."Tapi Nak, rasa `asin' dari penderitaan yang dialami itu sangattergantung dari besarnya 'qalbu'(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itujadi sebesar danau." (From : Suluk - Blogsome) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-3847304292444308409?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/3847304292444308409/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=3847304292444308409' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/3847304292444308409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/3847304292444308409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2011/04/berhentilah-jadi-gelas.html' title='Berhentilah Jadi Gelas'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-8694030578686283049</id><published>2011-04-07T16:29:00.001-07:00</published><updated>2011-04-07T16:29:33.330-07:00</updated><title type='text'>Berfokus Pada Kelebihan Diri</title><content type='html'>Penulis: Tak Diketahui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anak-anak, coba tuliskan tiga kelebihanmu, ” kata seorang guru yang hari itu menjadi pembimbing retreat bagi anak-anak sekolah dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menit demi menit berlalu namun anak-anak itu seakan masih bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan setengah berakting, sang guru kemudian bersuara keras : “Ayo, tuliskan! Kalau ngga, kertasmu saya sobek lo.” Anak-anak manis itu seketika menjadi salah tingkah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa di antara mereka, memang tampak mulai menulis. Salah satu di antara mereka menulis di atas kertas, “Kadang-kadang nurutin kata ibu. Kadang-kadang bantu ibu. Kadang-kadang nyuapin adik makan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penuh rasa penasaran, sang guru bertanya kepadanya : “Kenapa tulisnya kadang-kadang? “. Dengan wajah penuh keluguan, sang bocah hanya berkata : “Emang cuma kadang-kadang, pak guru”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika semua anak telah menuliskan kelebihan dirinya, sang guru kemudian melanjutkan instruksi berikutnya : “Sekarang anak-anak, coba tuliskan tiga kelemahanmu atau hal-hal yang buruk dalam dirimu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika ruangan kelas menjadi gaduh. Anak-anak tampak bersemangat. Salah satu dari mereka angkat tangan dan bertanya : “Tiga saja, pak guru?”. “Ya, tiga saja!” jawab pak guru. Anak tadi langsung menyambung : “Pak guru, jangankan tiga, sepuluh juga bisa!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pelajaran yang bisa kita petik dari cerita sederhana itu? Saya menangkap setidaknya ada beberapa hal penting yang bisa kita pelajari. Salah satunya, kita sering tidak menyadari apa kelebihan diri kita karena lingkungan dan orang di sekitar kita jauh lebih sering mengkomunikasikan kepada kita kejelekan dan kekurangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini, saya dan istri saya menyaksikan di sebuah televisi swasta pertunjukkan seni dari para penyandang cacat. Kami benar-benar terharu. Ada orang buta yang begitu piawai bermain piano atau kecapi. Pria tanpa lengan dan wanita muda yang tuli dapat menari dengan begitu indahnya. “Luar biasa, dia bisa menari dengan penuh penghayatan. Yang membuat saya heran, dia kan tuli tapi kok bisa mengikuti irama lagu dengan sangat tepat?”, kata istri saya terkagum-kagum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pria buta yang bernyanyi dengan nada merdu sempat berkata, “Saudaraku, saya memiliki dua mata seperti Anda. Namun yang ada di depan saya hanyalah kegelapan. Ibu saya mengatakan saya bisa bernyanyi, dan ia memberi saya semangat untuk bernyanyi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarlah apa yang dikatakan Alexander Graham Bell : “Setelah satu pintu tertutup, pintu lainnya terbuka; tetapi kerap kali kita terlalu lama memandangi dan menyesali pintu yang telah tertutup sehingga kita tidak melihat pintu yang telah dibuka untuk kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokuskan perhatian pada kelebihan kita dan bukan kelemahan kita.&lt;br /&gt;Posted by Yoliandri&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-8694030578686283049?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/8694030578686283049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=8694030578686283049' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/8694030578686283049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/8694030578686283049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2011/04/berfokus-pada-kelebihan-diri.html' title='Berfokus Pada Kelebihan Diri'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-1465148363346179620</id><published>2011-04-07T16:25:00.000-07:00</published><updated>2011-04-07T16:27:41.935-07:00</updated><title type='text'>Renungan Hidup</title><content type='html'>Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke masjid untuk disumbangkan; tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa lamanya melayani Allah selama lima belas menit namun betapa singkatnya kalau kita melihat film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / teman tanpa harus berpikir panjang-panjang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Betapa asyiknya apabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra namun kita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih lama sedikit daripada biasa. Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Al-qur’an tapi betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser namun lebih senang berada di saf paling belakang ketika berada di Masjid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa Mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata, namun alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa sulitnya untuk menyediakan waktu untuk sholat 5 waktu; namun betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada saatterakhir untuk event yangmenyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam al qur’an; namun betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran namun betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci AlQuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa setiap orang ingin masuk sorga seandainya tidak perlu untuk percaya atau berpikir,atau mengatakan apa-apa,atau berbuat apa-apa. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-1465148363346179620?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/1465148363346179620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=1465148363346179620' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1465148363346179620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1465148363346179620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2011/04/renungan-hidup.html' title='Renungan Hidup'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-8698318270770300075</id><published>2011-03-21T16:29:00.000-07:00</published><updated>2011-03-21T16:35:15.715-07:00</updated><title type='text'>“Berikan kami Al Qur’an, bukan cokelat!”</title><content type='html'>“Al Qur’an! Al Qur’an! Bukan cokelat! Bukan Cokelat!” kata anak perempuan setengah berteriak ke beberapa teman lain yang sedang mengurus pengungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua Pasang Mata di Tengah Salju: Al Qur’an Bukan Cokelat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Banyak yang sebenarnya harus saya catat ketika bekerja menemani anak-anak di berbagai daerah dan negara. Namun,cerita yang satu ini amat berkesan. Menohok konsep diri.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak hebat tidak selamanya lahir dari fasilitas yang serba lengkap, bahkan sebagian dari mereka disembulkan dari kehidupan sulit yang berderak-derak. Mereka tumbuh dan berkembang dari kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada sebuah musim dingin yang menggigit, di sebuah pedalaman, di belahan timur Eropa, kisah ini bermula. Kejadian menakjubkan, setidaknya bagi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salju bagai permadani putih dingin menyelimuti pedalaman yang telah kusut masai dirobek perang yang tak kunjung usai. Dentuman bom dan letupan senjata meraung-raung dimana-mana. Sesekali, terdengar ibu dan anak menjerit dan kemudian hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tenda kami, puluhan anak duduk memojok dalam keadaan teramat takut.  Sepi. Takada percakapan. Takada jeritan. Hanya desah pasrah merayap dari mulut mereka terutama ketika terdengar letupan atau ledakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar, selimut putih beku telah menutup hampir semua jengkal tanah. Satu-dua pohon perdu masih keras kepala mendongak, menyeruak. Beberapa di antara kami terlihat masih berlari ke sana-kemari. Memangku anak atau membopong anak-anak yang terjebak perang dan musim dingin yang menggigit tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba dari kejauhan, saya melihat dua titik hitam kecil. Lambat laun, terus bergerak menuju tenda kami. Teman di samping yang berkebangsaan Mesir mengambil teropong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allahu Akbar!” teriaknya meloncat sambil melemparkan teropong sekenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga meloncat dan ikut berlari menyusul dua titik hitam kecil itu. Seperti dua rusa yang dikejar Singa Kalahari, kami berlari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jarak beberapa meter, dapat kami pastikan bahwa dua titik hitam kecil itu adalah sepasang anak. Anak perempuan lebih besar dan tinggi dari anak lelaki. Anak perempuan yang manis khas Eropa Timur itu terlihat amat lelah. Matanya redup. Sementara, anak lelaki berusaha terus tegar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Cokelat …,” sodor teman saya setelah mereka sampai di tenda penampungan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak yang lebih besar dengan mata tajamnya menatap teman saya yang menyodorkan sebungkus cokelat tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman saya merasa mendapat perhatian maka dia semakin semangat menyodorkan cokelat. Diangsurnya tiga bungkus cokelat ke kepalan tangan anak yang kecil (yang ternyata adalah adiknya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Kakak dengan cepat dan mengejutkan kami mengibaskan tangannya menolak dua bungkus cokelat yang diberikan. Teman saya yang berkebangsaan Mesir itu terkesiap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Berikan kami Al Qur’an, bukan cokelat!” katanya hampir setengah berteriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimatnya yang singkat dan tegas seperti suara tiang pancang dihantam berkali-kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum seluruhnya nyawa kami berkumpul, sang Kakak melanjutkan ucapannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Kami membutuhkan bantuan abadi dari Allah! Kami ingin membaca Al Qur’an. Tapi, ndak ada satu pun Al Qur’an.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tercekat apalagi teman saya yang dari Mesir. Kakinya seperti terbenam begitu dalam dan berat di rumput salju. Kami bergeming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua titik hitam yang amat luar biasa meneruskan perjalanannya menuju tenda pengungsi. Mereka berusaha tegap berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Al Qur’an! Al Qur’an! Bukan cokelat! Bukan Cokelat!” kata anak perempuan setengah berteriak ke beberapa teman lain yang sedang mengurus pengungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dan teman Mesir yang juga adalah kandidat doktor ilmu tafsir Al Qur’an Universitas Al Azhar Kairo itu kaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Takakan pernah terlupakan kejadian di sekitar Mostar ini. Meski musim dingin dan dalam dentuman senjata pembunuh yang tak terkendali, angsa-angsa terus berenang di sebuah danau berteratai yang luar biasa indahnya. Beberapa anak menangis dipangkuan. Darah menetes. Beberapa anak-anak bertanya, dimana ayah dan ibu mereka. (Saya ingin melupakan tahunnya.)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;== disalin dari:&lt;br /&gt;“Aku Mau Ayah! Mungkinkah tanpa sengaja anak Anda telah terabaikan? 45 Kisah Nyata Anak-Anak Yang Terabaikan“,  bab “Dua Pasang Mata di Tengah Salju: Al Qur’an Bukan Cokelat!” (hal 83-86)&lt;br /&gt;Penulis: Irwan Rinaldi.&lt;br /&gt;Penerbit: Progressio Publishing.&lt;br /&gt;Cetakan Pertama, Juni 2009&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-8698318270770300075?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/8698318270770300075/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=8698318270770300075' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/8698318270770300075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/8698318270770300075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2011/03/berikan-kami-al-quran-bukan-cokelat.html' title='“Berikan kami Al Qur’an, bukan cokelat!”'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-5558548753517048656</id><published>2011-03-21T16:28:00.000-07:00</published><updated>2011-03-21T16:29:22.832-07:00</updated><title type='text'>Anak, perhiasan sekaligus ujian</title><content type='html'>Allooh Subhannahu Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ٱلۡمَالُ وَٱلۡبَنُونَ زِينَةُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا‌ۖ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Harta dan anak-anak adalah perhiasaan kehidupan dunia “(QS. Al-Kahfi:46)&lt;br /&gt;Ya tentu saja, anak adalah perhiasan kehidupan dunia. Betapa jiwa kita merasa bahagia menyaksikan mereka dan hati pun bergembira saat bercanda ria dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun waspadalah, sebab anak adalah fitnah (ujian).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dan Allooh Subhannahu Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;إِنَّمَآ أَمۡوَٲلُكُمۡ وَأَوۡلَـٰدُكُمۡ فِتۡنَةٌ۬‌ۚ وَٱللَّهُ عِندَهُ ۥۤ أَجۡرٌ عَظِيمٌ۬&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu); dan di sisi Allah-lah pahala yang besar” (QS. At-Taghaabun:15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan kita terpedaya!&lt;br /&gt;Anak, kadang membuat seorang hamba menjadi angkuh dan tidak mensyukuri nikmat Allooh Subhannahu Ta’ala. Ia menjadi angkuh dan berbangga diri karena anaknya, merasa paling tinggi dari orang lain. Ia sombong dan takabbur, bahkan merendahkan orang lain dan berlaku aniaya. Maka hal itu hanya mengantarkannya ke neraka.&lt;br /&gt;Simak firman Allooh Subhannahu Ta’ala berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(وَمَآ أَرۡسَلۡنَا فِى قَرۡيَةٍ۬ مِّن نَّذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتۡرَفُوهَآ إِنَّا بِمَآ أُرۡسِلۡتُم بِهِۦ كَـٰفِرُونَ (﻿٣٤﻿&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(وَقَالُواْ نَحۡنُ أَڪۡثَرُ أَمۡوَٲلاً۬ وَأَوۡلَـٰدً۬ا وَمَا نَحۡنُ بِمُعَذَّبِينَ (﻿٣٥﻿&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(قُلۡ إِنَّ رَبِّى يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقۡدِرُ وَلَـٰكِنَّ أَڪۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ (﻿٣٦﻿&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَآ أَمۡوَٲلُكُمۡ وَلَآ أَوۡلَـٰدُكُم بِٱلَّتِى تُقَرِّبُكُمۡ عِندَنَا زُلۡفَىٰٓ إِلَّا مَنۡ ءَامَنَ وَعَمِلَ صَـٰلِحً۬ا فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(لَهُمۡ جَزَآءُ ٱلضِّعۡفِ بِمَا عَمِلُواْ وَهُمۡ فِى ٱلۡغُرُفَـٰتِ ءَامِنُونَ (٣٧﻿&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatanpun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata:”Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka berkata:”Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami sekali-kali tidak akan di azab”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah:”Sesungguhnya Rabb-ku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikendaki-Nya), akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, merekalah itu yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam jannah). (QS. Saba’: 34-37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak, kerap kali mendorong ayah untuk meghalalkan usaha yang haram. Demi masa depan anak katanya…&lt;br /&gt;Ia pun berusaha keras mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya, dengan segala cara, sekalipun ia harus mendzhalimi yang lemah, memusuhi manusia atau memutus tali silaturrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak, kadang membuat seorang hamba menjadi kikir dan penakut. Saat ingin bersedekah, setan datang kepadanya seraya berkata,”Anakmu tadi minta ini dan itu! Maka demi anaknya, ia pun urung menginfakkan hartanya di jalan Allooh Subhannahu Ta’ala. Padahal yang diminta oleh anaknya itu bukanlah suatu kebutuhan primer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarlah sabda Rosulullooh Shololloohu ‘alahi Wassallam:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya anak bisa membuat seseorang menjadi bakhil, penakut, jahil dan bersedih.” (HR. Al-Hakim (5284) dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jaami’(1990))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia harus mengatakan kalimat yang hak, ia berfikir dua kali. Ia takut petaka akan menimpa dirinya dan anak kesayangannya. Ia pun memilih diam daripada menyampaikan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak jatuh sakit, rasa iba mendorong orang tua bertindak bodoh, melanggar syari’at agama dengan ucapan maupun perbuatannya, mengugat takdir Allooh dan tidak menerima ketetapan-Nya. Ia pun membawa anaknya ke dukun padahal Nabi melarang pebuatannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang parah lagi, ada pula anak yang mendorong orang tuanya kepada kesesatan dan kekafiran, Wallaahul musta’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah orang yang tertipu disebabkan anak-anaknya dan tidak mensyukuri nikmat Allooh ini! Ia adalah seorang kafir Makkah bernama Khalid bin Mughirah. Allooh Subhannahu Ta’ala berkata tentangnya:&lt;br /&gt;Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Aku jadikan baginya harta benda yang banyak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan anak-anak yang selalu bersama dia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan Ku-lapangkan baginya (rezki dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali-kali tidak (akan Aku tambah), karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami (al-Qur’an).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan. (QS. Al-Muddatstsir: 11-17)&lt;br /&gt;Dia adalah lelaki yang dikarunia anak-anak dan Allooh menjadikan ia selalu bersama mereka untuk mengais rizki. Bahkan rizki lah yang mengelilinginya. Dan anak-anaknya senantiasa berada di sisi nya menjadi hiburan baginya. Walau demikian, ia tidak mensyukuri nikmat Allooh, bahkan dibalasnya dengan kekufuran.&lt;br /&gt;Akibatnya, Allooh Subhannahu Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku akan memasukkannya ke dalam Saqar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kamu apa (naar) Saqar itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Naar Saqar) adalah pembakar kulit manusia. (QS. Al-Muddatstsir: 26-29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana caranya agar kita terhindar dari fitnah (godaan) ini?&lt;br /&gt;Jadikanlah cinta pertama kita untuk Allooh Subhannahu Ta’ala. Jadikan manusia yang paling kita cintai adalah Rosul-Nya dan bertakwalah kepada Allooh dalam mengurus mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullooh Shololloohu ‘alahi Wassallam mengajarkan bahwa di antara yang dapat menghapuskan keburukan akibat godaan anak adalah mengerjakan sholat, puasa, shodaqoh dan beramar ma’ruf nahi munkar. Rosulullooh Shololloohu ‘alahi Wassallam bersabda:&lt;br /&gt;“Gangguan menimpa seseorang disebabkan keluarga, harta, anak, diri dan tetangganya dapat dihapuskan oleh puasa, sholat, shodaqoh dan beramar ma’ruf nahi munkar.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Walloohu a’lam bish showab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Ditulis ulang oleh Ummu Tsaqiif al-Atsariyyah dari buku “Mencetak Generasi Robbani, Pustaka Darul Ilmi untuk jilbab.or.id*&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-5558548753517048656?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/5558548753517048656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=5558548753517048656' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/5558548753517048656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/5558548753517048656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2011/03/anak-perhiasan-sekaligus-ujian.html' title='Anak, perhiasan sekaligus ujian'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-6273577641425013464</id><published>2011-03-21T16:26:00.000-07:00</published><updated>2011-03-21T16:28:23.159-07:00</updated><title type='text'>Izinkan Anak Berbuat “Salah”</title><content type='html'>Kesadaran bahwa kesalahan dan kegagalan adalah manusiawi perlu dimiliki oleh siapapun, termasuk anak. Mendorong dan melatih anak agar memandang kesuksesan dan kegagalan dalam persektif yang benar penting dilakukan. Dalam hal ini orang tua berperan penting. Mendorong anak untuk berhasil tentu saja wajar dan bahkan harus. Namun hal itu perlu diimbangi dengan meneguhkan anak untuk bersikap realistis untuk menerima kegagalan. Orang tua juga perlu berbagi pengalaman bahwa tidak setiap tujuan pasti terwujud meski telah dipersiapkan dengan teliti dan matang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ka’ab bin Malik. Ia salah satu sahabat mulia Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Ia juga pemuka sahabat kalangan Anshor dari suku Khazraj. Berkali-kali ia membersamai Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam berbagai peperangan, tetapi tidak di perang Tabuk. Ketika sebagian besar sahabat bersiap untuk perang ini, Ka’ab bin Malik tak segera melakukan hal yang sama. Pada akhirnya ia memang tertinggal, tak ikut serta dalam peperangan ini. Karena kesalahan ini, Rasulullah dan sahabat-sahabat lain mengucilkannya beberapa lama hingga akhirnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memberi kabar gembira: “Berbahagialah dengan hari terbaik yang engkau jumpai semenjak ibumu melahirkanmu.” Itulah kabar tentang diterimanya taubat Ka’ab bin Malik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan dan kegagalan sesungguhnya merupakan bagian dari perjalanan hidup karena kita memang tidak sempurna. Siapapun bisa melakukan kesalahan dan mengalami kegagalan, termasuk sahabat Ka’ab bin Malik sebagaimana dikisahkan di atas. Bahkan Nabi Adam pun pernah berbuat salah. Benar sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sebagaimana diriwayatkan At-Tirmidzi dan Ibnu Majah bahwa setiap bani Adam berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang bertaubat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan dan kegagalan sesungguhnya melekat pada proses keberhasilan. Thomas Alfa Edison misalnya. Ia berhasil menemukan lampu pijar setelah melakukan 9.999 kali percobaan. Kegagalan dan kesalahan tersebut tidak menjadikannya putus asa. Justeru ia mengatakan bahwa dengan begitu ia mengetahui ribuan cara agar lampu tidak menyala. Sikap realistis inilah&lt;br /&gt;yang tampaknya menopang kesuksesan Thomas Alfa Edison. Ia menerima kesalahan dan kegagalan sebagai sesuatu yang wajar dan menjadikannya titik tolak untuk maju dan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhati-hati agar tidak melakukan kesalahan dan khawatir mengalami kegagalan tentu saja wajar. Namun, ketika kekhawatiran itu sangat berlebihan sehingga menghalangi untuk bertindak apapun, tentu tidak wajar. Inilah yang mungkin secara tidak sadar dilakukan orang tua yang sangat protektif kepada anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah bagaimana orang tua dengan segera memegang sang anak yang sedikit terhuyung ketika sang anak baru berlatih berjalan. Lihat pula bagaimana orang tua segera mengatakan “Nak, jangan pilih warna itu, tidak cocok, Gunakan yang ini saja” ketika anak belajar mewarnai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua sering begitu protektif dan tidak memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba berbagai hal dalam proses belajar mereka karena begitu khawatir anak melakukan kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak disangsikan bahwa perilaku demikian didasari oleh rasa sayang mereka. Namun, perilaku demikian berpotensi meneguhkan keyakinan pada diri anak bahwa melakukan kesalahan dan mengalami kegagalan adalah tabu. Akibatnya anak cenderung menghindari tindakan apapun yang dipandangnya dapat menyebabkan kegagalan. Akibat selanjutnya bisa diduga bahwa hal itu akan membatasi mereka untuk berkreasi dan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran bahwa kesalahan dan kegagalan adalah manusiawi perlu dimiliki oleh siapapun, termasuk anak. Mendorong dan melatih anak agar memandang kesuksesan dan kegagalan dalam persektif yang benar penting dilakukan. Dalam hal ini orang tua berperan penting. Mendorong anak untuk berhasil tentu saja wajar dan bahkan harus. Namun hal itu perlu diimbangi dengan&lt;br /&gt;meneguhkan anak untuk bersikap realistis untuk menerima kegagalan. Orang tua juga perlu berbagi pengalaman bahwa tidak setiap tujuan pasti terwujud meski telah dipersiapkan dengan teliti dan matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kelas, guru juga berperan penting untuk menumbuhkan kesadaran dan keyakinan bahwa melakukan kesalahan dan mengalami kegagalan adalah manusiawi. Bagaimana caranya? Sesekali guru perlu mengisahkan tokoh-tokoh hebat yang dalam kisah suksesnya juga pernah melakukan&lt;br /&gt;kesalahan dan mengalami kegagalan. Kisah Ka’ab bin Malik dan Thomas Alfa Edison di atas dapat dijadikan contoh. Guru juga perlu memberikan rasa aman bagi anak untuk mencoba hal-hal baru dalam proses belajar mereka tanpa kekhawatiran akan dicerca jika melakukan kesalahan. Guru perlu meyakini bahwa anak .akan belajar dengan cepat jika mereka berada dalam&lt;br /&gt;lingkungan yang menerima terjadinya kesalahan. Guru sebaiknya menghindari komentar atau pertanyaan yang bersifat negatif seperti: “bagaimana bisa kamu melakukan kesalahan seperti itu?” atau “kamu tidak mendengarkan saya ya… sehingga bisa salah seperti ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kegiatan pembelajaran, guru seharusnya tidak bersegera memberikan rumus formal kepada anak untuk menyelesaikan suatu soal. Anak perlu diberikan kebebasan untuk melakukan eksplorasi dan menemukan cara mereka sendiri tanpa khawatir akan dicerca jika melakukan kesalahan. Hal ini akan mendorong anak berpikir kreatif dengan melihat berbagai kemungkinan&lt;br /&gt;cara menyelesaikan soal. Mungkin saja cara mereka lebih kreatif dan lebih mudah dipahami, setidaknya oleh mereka sendiri. Namun, mungkin juga anak akan mengalami kesulitan dan menemui jalan buntu. Terhadap hal ini guru hendaknya membimbing mereka untuk mengenali kesalahan mereka dan memanfaatkannya untuk proses belajar mereka. Cara demikian akan memberikan pengalaman dan kemampuan berharga kepada anak. Pengalaman dimaksud adalah pengalaman menghadapi masalah, bukan menghindarinya, dan secara bebas berusaha menyelesaikannya tanpa takut gagal. Pengalaman demikian sangat penting bagi anak mengarungi kehidupannya kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membelajarkan anak agar menyadari bahwa melakukan kesalahan dan mengalami kegagalan adalah manusiawi memerlukan proses. Hal itu perlu dilakukan secara berkelanjutan sehingga anak memiliki perspektif yang benar dan berimbang dalam memandang keberhasilan dan kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;March 7, 2010. Dikirim Sutikno bin Tumingan dalam Keluarga&lt;br /&gt;dari:&lt;br /&gt;Izinkan Anak Berbuat “Salah”: Ali Mahmudi,Dosen Matematika Universitas Negeri Yogyakarta.&lt;br /&gt;Fahma Vol.7 No.2, Februari 2010, hal. 14-15.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-6273577641425013464?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/6273577641425013464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=6273577641425013464' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/6273577641425013464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/6273577641425013464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2011/03/izinkan-anak-berbuat-salah.html' title='Izinkan Anak Berbuat “Salah”'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-5296408463323197166</id><published>2011-03-21T16:25:00.000-07:00</published><updated>2011-03-21T16:26:41.908-07:00</updated><title type='text'>Saudaraku, Tinggalkanlah Dusta</title><content type='html'>Di antara sebab terbanyak yang menjerumuskan anak Adam ke lembah kemaksiatan, adalah mereka&lt;br /&gt;tidak menjaga dua hal yaitu lidah dan kemaluannya. Sehingga Rasulullah&lt;br /&gt;shalallahu alaihi wa salam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Barangsiapa yang mampu menjaga&lt;br /&gt;apa yang terdapat di antara dua janggutnya dan apa yang ada di antara dua&lt;br /&gt;kakinya, maka aku jamin akan masuk surga.” (Muttafaq alaih, dari Sahl bin&lt;br /&gt;Sa’ad).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kemaksiatan yang ditimbulkan dari kemaluan adalah zina, dan&lt;br /&gt;kemaksiatan yang ditimbulkan oleh lisan adalah dusta. Terkadang dengan lisannya&lt;br /&gt;seseorang mengucapkan kata-kata tanpa dipertimbangkan dan dipikirkan sebelumnya,&lt;br /&gt;sehingga menimbulkan fitnah dan kemudharatan yang banyak bagi dirinya maupun&lt;br /&gt;bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu jelaslah bahwa di antara keselamatan&lt;br /&gt;seorang hamba adalah tergantung pada penjagaannya terhadap lisannya. Nabi&lt;br /&gt;shalallahu alaihi wa salam sendiri pernah menasehati ‘Uqbah bin Amir ketika dia&lt;br /&gt;bertanya tentang keselamatan, lalu beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Peliharalah&lt;br /&gt;lidahmu, betahlah tinggal di rumahmu dan tangisilah dosa-dosamu.” (HR&lt;br /&gt;Tirmidzi, hadits hasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk penyimpangan yang nyata dan banyak&lt;br /&gt;terjadi di masyarakat kita sekarang ini adalah melakukan dusta, baik dalam&lt;br /&gt;ucapan maupun perbuatan, baik dalam menjual maupun membeli, dalam sumpah dan&lt;br /&gt;perjanjian, bahkan menggunakan dusta sebagai bumbu dakwah dan menjatuhkan orang&lt;br /&gt;karena kedengkian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang awam maupun yang ‘alimnya banyak&lt;br /&gt;menganggap sepele masalah dusta, sehingga menjadi kebiasaan yang membudaya, yang&lt;br /&gt;seolah sulit ditinggalkan. Yang lebih parah lagi adalah kebiasaan dusta ini&lt;br /&gt;tidak dipedulikan lagi oleh yang awam maupun yang alim, mad’u maupun da’inya,&lt;br /&gt;terhadap bahaya yang ditimbulkan. Na’udzubillah min&lt;br /&gt;dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal urusan dusta adalah termasuk hal yang berbahaya,&lt;br /&gt;karena termasuk urusan haram yang menyebabkan pelakunya terjerumus ke dalam&lt;br /&gt;neraka. Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya&lt;br /&gt;dusta itu menuntun kepada kekejian dan kekejian itu menuntun ke dalam neraka.&lt;br /&gt;Tidak henti-hentinya seseorang itu berdusta dan membiasakan diri dalam dusta,&lt;br /&gt;sehingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta (muttafaqun&lt;br /&gt;‘alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dusta mempunyai beberapa pengaruh buruk, yang seandainya hal ini&lt;br /&gt;disadari oleh para pendusta pasti mereka akan meninggalkan kebiasaan dustanya&lt;br /&gt;dan akan kembali bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian&lt;br /&gt;dari pengaruh buruk itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menyebarkan&lt;br /&gt;keraguan kepada dan di antara manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keraguan artinya&lt;br /&gt;bimbang dan resah. Ini berarti seorang pendusta selamanya menjadi sumber&lt;br /&gt;keresahan dan keraguan, serta menjatuhkan ketenangan pada orang yang jujur.&lt;br /&gt;Berkata Rasulullah shalallahu alaihi wa salam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tinggalkanlah apa-apa&lt;br /&gt;yang membuatmu ragu dan ambil apa-apa yang tidak meragukanmu, karena&lt;br /&gt;sesungguhnya kejujuran itu adalah ketenangan dan dusta itu adalah&lt;br /&gt;keresahan.” (HR Tirmidzi, An Nasai, dan lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Terjerumusnya&lt;br /&gt;seseorang ke dalam salah satu tanda munafik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shalallahu&lt;br /&gt;alaihi wa salam bersabda:&lt;br /&gt;”Ada empat hal, barangsiapa yang memiliki&lt;br /&gt;semuanya, maka dia munafik sejati. Dan barangsiapa memiliki salah satu di&lt;br /&gt;antaranya, berarti dia mempunyai satu jenis sifat munafik hingga dia&lt;br /&gt;meninggalkannya. Yaitu bila diberi amanat dia khianat, bila berkata dia dusta,&lt;br /&gt;bila berjanji dia mengingkari, dan jika berselisih dia berkata kotor.”&lt;br /&gt;(Muttafaqun ‘alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, bahwa orang munafik akan&lt;br /&gt;menempati kerak neraka yang paling bawah. Sebutan munafik adalah sebutan yang&lt;br /&gt;amat berat, maka mengapa kita berani berdusta dan mempertahankannya padahal ia&lt;br /&gt;hanya akan mengantarkan kita kepada kedudukan yang buruk lagi&lt;br /&gt;menghinakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hilangnya kepercayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya selama&lt;br /&gt;dusta menyebar dalam kehidupan masyarakat, maka hal itu akan menghilangkan&lt;br /&gt;kepercayaan di kalangan kaum Muslimin, memutuskan jalinan kasih sayang di antara&lt;br /&gt;mereka, sehingga menyebabkan tercegahnya kebaikan dan menjadi penghalang&lt;br /&gt;sampainya kebaikan kepada orang yang berhak menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.&lt;br /&gt;Memutarbalikkan kebenaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara pengaruh buruk dusta adalah&lt;br /&gt;memutarbalikkan kebenaran dan membawa berita yang berlainan dengan fakta,&lt;br /&gt;lebih-lebih dilakukan dengan tanpa mencari kejelasan atau tabayyun yang&lt;br /&gt;disyariatkan. Hal ini dilakukan karena para pendusta suka merubah kebatilan&lt;br /&gt;menjadi kebenaran dan kebenaran menjadi kebatilan dalam pandangan manusia.&lt;br /&gt;Sebagaimana para pendusta pun suka menghias-hiasi keburukan sehingga tampak baik&lt;br /&gt;dan memburuk-burukkan yang baik sehingga berubah menjadi buruk. Dan itulah&lt;br /&gt;perniagaan para pendusta yang terurai rapi dan mahal harganya menurut pandangan&lt;br /&gt;mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apa saja yang mereka katakan tentang keburukan seseorang, dan&lt;br /&gt;apapun pengaruhnya, maka hati-hatilah terhadap mereka, baik yang anda baca dari&lt;br /&gt;mereka ataupun yang anda dengar. Pahami firman Allah&lt;br /&gt;ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”…Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada&lt;br /&gt;orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta.” (QS Al Mukmin:&lt;br /&gt;28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pengaruh dusta terhadap anggota badan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dusta menjalar&lt;br /&gt;dari hati ke lidah, maka rusaklah lidah itu, lalu menjalar ke anggota badan,&lt;br /&gt;maka rusaklah amal perbuatannya sebagaimana rusaknya lidah dalam berbicara. Maka&lt;br /&gt;jika Allah subhanahu wa ta’ala tidak memberikan kesembuhan dalam kejujuran&lt;br /&gt;kepada para pendusta itu. Sehingga semakin rusaklah mereka dan menjerumuskan&lt;br /&gt;mereka ke arah kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shalallahu alaihi wa salam&lt;br /&gt;bersabda:&lt;br /&gt;”Sesungguhnya kejujuran itu menuntun kepada kebajikan, sedangkan&lt;br /&gt;dusta menuntun kepada kedurhakaan.” (Muttafaq ‘alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah&lt;br /&gt;sebagian kecil dari akibat buruk dusta yang semuanya merupakan akibat yang&lt;br /&gt;terasa di dunia, dan di sisi Allah balasan bagi pendusta lebih dahsyat dan&lt;br /&gt;mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah bahwa para pendusta akan berjalan di atas jalan yang&lt;br /&gt;menuju neraka, karena dengan berdusta berarti ia akan membuka berbagai pintu&lt;br /&gt;keburukan lainnya. Rasulullah shalallahu alaih wa salam&lt;br /&gt;bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Sesungguhnya dusta itu menuju kepada kekejian dan kekejian&lt;br /&gt;menuntun ke neraka, seseorang terus menerus berdusta sehingga dicatat di sisi&lt;br /&gt;Allah sebagai Pendusta.” (muttafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu agar kita semua&lt;br /&gt;memperhatikan bahaya dusta sehingga takut untuk melakukannya. Adapun cara untuk&lt;br /&gt;menghindar darinya antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak bergaul dengan&lt;br /&gt;para pendusta dan mencari teman yang shaleh lagi jujur.&lt;br /&gt;2. Mempunyai&lt;br /&gt;keyakinan yang mantap akan bahaya yang ditimbulkannya baik di dunia maupun di&lt;br /&gt;akhirat.&lt;br /&gt;3. Melatih hati dan lisan untuk selalu berkata dan berbuat&lt;br /&gt;jujur.&lt;br /&gt;4. Selalu aktif mengkaji Al-Qur’an dan mengamalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga&lt;br /&gt;Allah menganugerahkan kejujuran kepada kita semua dalam ucapan maupun&lt;br /&gt;perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Majalah As-Sunnah Edisi 09/Th III/1419H-1999&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-5296408463323197166?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/5296408463323197166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=5296408463323197166' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/5296408463323197166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/5296408463323197166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2011/03/saudaraku-tinggalkanlah-dusta.html' title='Saudaraku, Tinggalkanlah Dusta'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-4351798751144875258</id><published>2011-02-02T18:10:00.000-08:00</published><updated>2011-02-02T18:14:53.242-08:00</updated><title type='text'>AGAR CINTA BERSEMI INDAH</title><content type='html'>dikutip dari http://azzam-ku.blogspot.com/&lt;br /&gt;Menerima pendamping kita apa adanya dengan tidak berharap terlalu banyak, merupakan bekal untuk mencapai kemesraan dalam rumah tangga dan kebahagiaan di akhirat.&lt;br /&gt;Sebagai hamba yang dianugerahi fitrah, kita memang perlu menyeimbangkan harapan. Tak salah kita berdoa memohon suami yang sempurna, tetapi pada saat yang sama kita juga harus melapangkan dada untuk menerima kekurangan. Kita boleh memancangkan harapan, tapi kita juga perlu bertanya apa yang sudah kita persiapkan agar layak mendampingi pasangan idaman.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan berarti kita tidak boleh mempunyai keinginan untuk memperbaiki kehidupan kita, rumah tangga kita, serta pasangan kita. Akan tetapi, semakin besar harapan kita dalam pernikahan semakin sulit kita mencapai kebahagiaan dan kemesraan. Sebaliknya, semakin tinggi komitmen pernikahan kita (marital commitment) akan semakin lebar jalan yang terbentang untuk memperoleh kebahagian dan kepuasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa bedanya harapan dan komitmen? Apa pula pengaruhnya terhadap keutuhan rumah tangga kita? Harapan terhadap perkawinan menunjukkan apa yang ingin kita dapatkan dalam perkawinan. Bila kita memiliki harapan perkawinan yang sangat besar,sulit bagi kita untuk menerima pasangan apa adanya. Kita akan selalu melihat dia penuh kekurangan. Jika kita menikah karena terpesona oleh kecantikannya, kita akan segera kehilangan kemesraan sehingga tidak bisa berlemah lembut begitu istri kita sudah tidak memikat lagi. Betapa cepat dan berlalu dan betapa besar nestapa yang harus ditanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, komitmen perkawinan lebih menunjukkan rumah tangga seperti apa yang ingin kita bangun. Kerelaan untuk menerima kekurangan, termasuk mengikhlaskan hati menerima kekurangannya membuat kita lebih mudah mensyukuri perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebabkan oleh komitmen yang sangat kuat pada Allah dan Rasul-Nya istri Julaibib mengikhlaskan hati untuk menikah dengan Julaibib. Yang baru semalam usia pernikahan mereka Julaibib mengakhiri hayat di medan syahid. Ketika ibunya merasa tidak rela dikarenakan rendahnya rendahnya martabat dan buruknya perawakan fisik, ia meminta agar orang tuanya menerima pinangan itu kalau memang Rasulullah saw. yang menentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang melapangkan hati untuk menenggang perbedaan, cenderung akan menemukan banyak kesamaan. Perbedaan itu bukan lantas tidak ada, tetapi kesediaan untuk menenggang perbedaan membuat kita mudah untuk melihat kesamaan dan kebaikannya. Sebaliknya, kita akan merasa tidak nyaman berhubungan dengan orang lain, tidak terkecuali pendamping hidup kita, bila kita sibuk mempersoalkan perbedaan. Apalagi jika kita sering menyebut-nyebutnya, semakin terasa perbedaan itu dan semakin tidak nyaman membina hubungan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah melindungi kita dari mempersoalkan perbedaan tanpa mengilmui. Semoga Allah menjauhkan kita dari kesibukan yang membinasakan. Semoga Allah pula kelak mengukuhkan ikatan perasaan di antara kita dengan kasih sayang, ketulusan, dan kerelaan menenggang perbedaan. Sesungguhnya telah berlalu umat-umat sebelum kita yang mereka binasa karena sibuk mempersoalkan perbedaan dan memperdebatkan hal-hal yang menjadi rahasia Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jika mempersoalkan perbedaan, menyebut-nyebutnya, dan mengeluhkannya akan membuat hubungan renggang, mengapa tidak melapangkan hati untuk menenggangnya? Sesungguhnya menenggang perbedaan akan menumbuhkan kasih sayang dan kemesraan yang hangat. Ada perasaan mengharukan yang sekaligus membahagiakan jika kita memberikan untuknya apa yang ia sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, ada tiga hal yang perlu kita pahami agar ia mempercayai ketulusan kita. Pertama, berikanlah perhatian yang hangat kepadanya. Besarnya perhatian membuat dia merasa kita sayang dan kita cintai. Kedua terimalah ia tanpa syarat. Penerimaan tanpa syarat menunjukkan bahwa kita mencintainya dengan tulus. Tidak mungkin menerima dia apa adanya jika kita tidak memiliki ketulusan cinta dan kebersihan niat. Ketiga, ungkapkanlah dengan kata-kata yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan ungkapan ini, ada sebuah tips yang ahsan yang disampaikan oleh ustaz yang kini masih mengajar di jurusan Psikologi, UII, Yogyakarta ini. Yakni terminologi "aku" dan kamu". Saat kita mendapatkan bahwa masakan yang dibuat pasangan kita keasinan misalnya, maka gunakanlah kata ganti "aku" . "Aku lebih suka kalau sayurnya lebih manis, sayang" Tapi saat kita mendapatkan suatu kelebihan pada diri pasangan, ia sukses menggoreng telor dadar misalnya (biasanya ia menggoreng berkerak), maka kita gunakan kata ganti "kamu". "Kamu memang pintar, istriku". Kita gunakan kata "aku" untuk sesuatu yang sifatnya negatif dan "kamu" untuk sesuatu yang sifatnya positif. Untuk semua hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya memang benar, karena penggunaan kata ganti "kamu" untuk sebuah kesalahan yang telah dilakukan oleh pasangan kita cenderung menyaran pada arti memvonis alih-alih memosisikan pasangan kita sebagai tertuduh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perspektif pragmatik (linguistik), terminologi ini merupakan sebuah upaya penggunaan maksim kesopanan dengan tetap mempertahankan maksim kerja sama. Dengan tujuan agar tidak terjadi konflik pada keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari petunjuk Allah ini tidak layak bagi kita untuk sibuk mempersoalkan kekurangan ataupun kesalahan, apalagi kekurangan yang sulit dihilangkan, sepanjang ia tidak melakukan kekejian yang nyata. Betapa pun banyak yang tidak kita sukai darinya, kemesraan dengannya tak akan pudar jika kita mencoba untuk berbaik sangka kepada Allah, barangkali di balik itu Allah berikan kebaikan yang sangat besar. Sebaliknya, sesedikit apa pun keburukannya, bila kita sibuk menyebut-nyebut dan mengingatnya, akan sangat memberatkan jiwa. Dampak selanjutnya tidak hanya bagi hubungan suami istri, tetapi merembet pada hubungan kita dan si kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimalah ia apa adanya. Terimalah kekurangannya dengan keikhlasan hati maka akan kita temukan cinta yang bersemi indah. Sesudahnya berupaya memperbaiki dan bukan menuntut untuk sempurna. Bukankah kita sendiri mempunyai kekurangan, mengapa kita sibuk menuntut istri untuk sempurna? Ada amanat yang harus kita emban ketika kita menikah. Ada ruang untuk saling berbagi. Ada ruang untuk saling memperbaiki. Dan bukan saling mengeluhkan, alih-alih menyebut-nyebut kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahamilah kekhilafannya agar ia merasa ringan dalam memperbaiki, meski bukan berarti kita lantas membiarkan kesalahan. Berikanlah dukungan dan kehangatan kepadanya sehingga ia berbesar hati menghadapi tantangan-tantangan yang ada di depan. Tunjukkanlah bahwa kita memang sangat menghargainya, menerimanya dengan tulus, mau mengerti dan bersemangat mendampinginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini Ustaz Fauzil memang tidak hanya membahas seputar keikhlasan menerima pasangan kita apa adanya. Namun tampaknya beliau memandang masalah yang remeh temeh ini dalam beberapa hal telah menjadi batu karang yang cukup terjal yang kemudian melahirkan benih-benih konflik dan alih-alih perceraian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti pada bagian akhir, beliau menjelaskan bagaimana upaya belajar itu tidak sebatas menerima apa adanya, tetapi juga diikuti dengan belajar mendengar dengan sepenuh hati. Karena tidak jarang kita bukan tidak paham jawaban yang sesungguhnya diinginkan di balik pertanyaan pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup banyak hal sepele yang tampaknya kita anggap telah kita berikan tetapi ternyata hal itu jauh meleset dari dugaan. Kita bukan mendengar pasangan tetapi mendengar diri sendiri, kita bukan memberi solusi tapi malah menambah materi. Kita bukan memberi jalan keluar alih-alih menghakimi. Kita bukan memberikan jawaban, tetapi malah memberikan pertanyaan. Kita bukan meringankan tetapi malah memberatkan. Benarkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al akhir, kekayaan itu ada di jiwa. Dan keping kekayaan itu dimulai dari ketulusan menerima. Dengan kekayaan jiwa kita akan lebih mudah memberikan empati, lebih mudah untuk memahami, lebih mudah untuk berbagi dan lebih mudah mendengar dengan sepenuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, ketika kita bermimpi tentang sebuah pernikahan yang romantis sementara ikatan batin di antara kita dan pasangan begitu rapuh, sudahkah kita berterima kasih kepadanya? Sudahkah kita meminta maaf atas kesalahan kesalahan kita? Jika belum, mulailah dengan meminta maaf atas kesalahan-kesalahan kita dan ungkapkan sebuah panggilan sayang untuknya. Mulailah dari yang paling mudah, hatta yang paling remeh atau kecil sekalipun. Mulailah dari yang paling kecil, demikian Ustaz Aa' berpesan. Little things mean a lot, demikian Ustaz Fauzil menambahkan. Agar cinta bersemi dalam keluarga kita, agar cinta senantiasa berbunga dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masya Allah.&lt;br /&gt;Subhanallah.&lt;br /&gt;Alhamdulillahirabbil alamiin.&lt;br /&gt;Wallahu alam bisshawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bagi yang belum menikah tidak usah khawatir, jika engkau jaga risalah Allah adalah sebuah keniscayaan jika Allah kan berikan yang terbaik buat antum, sekali lagi terbaik dalam perspektif Allah, dan bukan perpektif kita)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-4351798751144875258?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/4351798751144875258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=4351798751144875258' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/4351798751144875258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/4351798751144875258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2011/02/agar-cinta-bersemi-indah.html' title='AGAR CINTA BERSEMI INDAH'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-6350430275738080622</id><published>2011-02-02T18:09:00.000-08:00</published><updated>2011-02-02T18:10:41.167-08:00</updated><title type='text'>Sayangilah Aku Hingga Ujung Waktu</title><content type='html'>Kalau kita berbicara tentang pernikahan, pasti semua mengharapkan yang enak-enak atau kondisi ideal. Normal aja dong, kalau mengharapkan kriteria ideal untuk calon pasangan hidupnya. Sang pemuda mengharapkan calon istri yang cantik jelita, keluarganya tajir, pinter, akhlak mulia, sholehah, dll. Begitu juga sang wanita ingin punya suami yang ganteng, kaya, sabar, pinter, bertanggung jawab, setia, akhlaknya memikat, dan sebagainya. Coba bayangin semua ini terjadi pada diri kita, wuah...surga dunia tuh! Siapa sih yang gak mau, iya gak?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saat kita lanjut usia, rambut mulai satu-persatu rontok, raga pun perlahan rapuh dan sepuh, sang istri atau suami masih tetap setia mendampingi. Saat di pembaringan, ada yang mijitin pundak hingga kitapun tertidur pulas. Saat dingin menyerang rangkulan kekasih pun semakin erat, bersama saling menopang saat kaki-kaki kita semakin melemah. Kalau sedih ada yang menghibur, saat senang, apalagi, wuah...uendah nian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, menurut Hasan Al Banna, waktu itu adalah kehidupan, ia tak pernah berhenti sesaatpun, seiring waktu berlalu, istri semakin keriput dan endut. Tapi menurut sang suami, "Istriku masih yang tercantik," sementara suami pun perutnya udah buncit, tapi menurut sang istri, "Engkaulah satu-satunya Pangeran dalam istana hatiku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebesaran Allah SWT pun selalu tampak di dalam rumah tangga. Setiap anggota keluarga melakukan sholat berjamaah, qiyamullail, membaca Al Qur'an, tasbih, tahmid, saling bertausyiah, bermaafan, menasehati, dan mengingatkan. Inilah hasil dari sepasang anak manusia yang menikah karena ingin mengharapkan ridho-Nya dan cita-cita Islam serta kemegahan ajaran-Nya. Inilah dia surga yang disegerakan sebelum surga yang kekal abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua diatas adalah harapan setiap pasangan. Namun, tak jarang juga ditemukan dalam suatu keluarga yang terjadi adalah sebaliknya. Dari istri yang dibilang gak pinter mengatur rumah tangga, menjaga anak, atau suami yang selalu pulang malam tak peduli dengan anak dan istri, dan macam-macam lagi. Kata nista, kata-kata yang nyelekit, tuduhan, makian bahkan saling memukul, bisa juga terjadi pada sebuah keluarga, yang gini nih sepet banget! Rumah tangga serasa bagai hidup di neraka, tak ada ketenangan apalagi kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang ya, segala sesuatu itu bisa tak seindah bayangan semula. Ada bunga-bunga indah, namun cukup banyak juga onak dan duri yang siap menghadang. Karena itu, berbagai masalah kehidupan dalam lembaga pernikahan harus dihadapi secara realistis oleh setiap pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi hidup di zaman seperti sekarang ini memang tak mudah, namun Al Qur'an memberikan arahan dalam kehidupan berumah tangga, ".... dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik.... [QS Ath Thalaaq: 6] "..... dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian, bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." [QS An Nisaa': 19]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti gading, tak ada yang tak retak, begitu juga manusia, tak ada yang sempurna. Setiap kita pasti ada kekurangannya, bisa saja seorang suami atau istri terlihat mempunyai satu kekurangan, namun kalau dipikir-pikir lebih banyak kelebihannya. Apakah kekurangannya saja yang diperhatikan oleh pasangannya atau kedua-duanya dengan pertimbangan yang adil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik dalam kehidupan rumah tangga juga tak jarang menyebabkan banyak pasangan kehilangan cinta yang dulunya mempersatukan mereka, dan Allah SWT juga telah memberikan arahan yang jelas, "Hai orang-orang mu'min, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [QS At Taghaabun: 14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sesungguhnya dalam kehidupan berkeluarga yang kita harapkan adalah indahnya keampunan Allah dan surga-Nya, juga kasih sayang orang-orang yang terdekat dengan kita, yang setiap hari saling membutuhkan, karena itu 'sayangilah aku (pasangan hidupmu) hingga ujung waktu.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai akhi wa ukhti fillah, mari kita saling mendoakan ya,&lt;br /&gt;Semoga dengan kita mengambil panduan Al Qur'an dan sunnah Rasul-Nya serta contoh teladan dari keluarga Rasulullah SAW, akan semakin banyak rumah tangga yang tadinya kurang sakinah kembali menjadi sakinah, rumah tangga yang sakinah menjadi lebih sakinah, dan insya Allah pula saudara-saudara yang belum berumah tangga dikabulkan do'anya berupa pasangan hidup yang sholeh atau sholehah, aamiin allahumma aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu alam bi showab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : kaharuddinmustafa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-6350430275738080622?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/6350430275738080622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=6350430275738080622' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/6350430275738080622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/6350430275738080622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2011/02/sayangilah-aku-hingga-ujung-waktu.html' title='Sayangilah Aku Hingga Ujung Waktu'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-3047948539169643096</id><published>2011-02-02T18:07:00.000-08:00</published><updated>2011-02-02T18:08:51.035-08:00</updated><title type='text'>Kata Mutiara</title><content type='html'>Dikutip dari http://azzam-ku.blogspot.com/&lt;br /&gt;Harta yang paling menguntungkan ialah SABAR.&lt;br /&gt;Teman yang paling akrab adalah AMAL.&lt;br /&gt;Pengawal peribadi yang paling waspada adalah DIAM.&lt;br /&gt;Bahasa yang paling manis adalah SENYUM.&lt;br /&gt;Dan ibadah yang paling indah tentunya KHUSYUK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersenyumlah ketika kebahagiaan menyapamu…&lt;br /&gt;Tersenyumlah ketika kemudahan besertamu…&lt;br /&gt;Tersenyumlah ketika kesedihan menghampirimu…&lt;br /&gt;Tersenyumlah ketika ujian menerpamu…&lt;br /&gt;Tersenyumlah lambang keceriaanmu…&lt;br /&gt;Tersenyumlah lambang ketabahanmu….&lt;br /&gt;Tersenyumlah lambang kesebaranmu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jadilah seperti bintang yang cahayanya berpendar ke segala penjuru, yang kian hari semakin terang benderang. Cahaya yang keberadaannya menguatkan bintang lain, yang cahayanya menembus bumi menerangi kelamnya malam.&lt;br /&gt;“Jadilah insan yang bermanfaat bagi sekitarmu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupetik setasbih rintik dari bibir gerimis&lt;br /&gt;Kutanamkan dalam relung tumbuh bening nurani&lt;br /&gt;Disirami perih rimbun rindu&lt;br /&gt;Dipupuk luka, lalu mekar cinta-Mu.&lt;br /&gt;Dan kuambil embun Tahmid tuk ku simpan pula di relung hati&lt;br /&gt;Tuk meraih cinta-Mu Ya Rabb, tapi ku sadari itu semua tidaklah cukup dibandingkan cinta-Mu kepada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan merasa karunia Allah lambat datang padamu, tapi tengoklah dirimu yang lambat menghadap-Nya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan masih panjang, setia dalam dakwa adalah pilihan, kelelahan adalah sejarah perjuangan, sifat pahlawan adalah symbol pembuktian diri dalam berdakwah.&lt;br /&gt;KEEP HAMASAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda islam itu, pemuda yang rela berjalan ditengah panasnya matahari, rela berjalan ditengah derasnya hujan. Baginya panas dan hujan rela ia hadapi demi meraih cinta dari-NYA meski perjuangan terasa berat dan melelahkan dan kini ia sedang membaca sms ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahlawan mu‟min sejati adalah petarung yang bersinar wajahnya dibawah kilat pedang kebenaran.&lt;br /&gt;Risau hatinya kala dakwah tampak melemah.Darah dan peluhnya menjadi shodaqoh pertarungannya.Tak pernah berpikir bagaimana jika dia kalah, karena dia selalu sibuk menyiapkan kemenangan yang diridhai Allah.Jangan lupa indahnya jannah, walau energy seakan musnah disapu bertumpuknya amanah dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia berjalan meninggalkan manusia, sementara akhirat berjalan menjemput manusia.Masing-masing dari keduanya memiliki generasi.Maka jadilah generasi akhirat dan jangan menjadi generasi dunia.Karena hari ini yang ada adalah amal tanpa hisab, sementara diakhirat ada hisab tanpa lagi ada amal. Maka bumbuilah hidup ini dengan ilmu, amal, perjuangan dan kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah bagi setiap jiwa yang mengemban tugas kebenaran. Jangan pernah matikan hatimu untuk menjadi semangat yang selalu bercahaya.Karena cahaya kita adalah penerang.Semangat yang redup.Jadilah jiwa yang terpanggil untuk lelah. Lelah menuju tempat peristirahatan hakiki, yakni SYURGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang memelihara ketaatan kepada Allah SWT ketika masih muda dan masa kuatnya, maka Allah SWT akan memelihara kekuatannya disaat tua dan saat kekuatannya melemah. Ia akan tetap diberi kekuatan pendengaran, penglihatan, akal, kemampuan berpikir. (Ibnu Rajab)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta itu indah…&lt;br /&gt;Bekerja pada relung yang luas. Inti pekerjaannya adalah “memberi” apapun yang kita bisa dan yang diperlukan oleh orang-orang yang kita cintai untuk tumbuh menjadi lebih baik dan berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta sejati adalah sepenggal kata yang merindui kesetiaan dan ketulusan dari sang kekasih. Cinta tanpa syarat.Sungguh kita mengharapkan sebuah cinta yang menjulang ke akhirat, tapi mampukah kita menciptakan keabadian cinta? Masuki dunia kekasih kita dengan mengenali-Nya, menta‟arufi-Nya secara utuh dan akan kita temui harapan itu….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu rizkiku tak mungkin diambil orang lain, makanya hatiku tenang.&lt;br /&gt;Aku tahu amalku tak mungkin dikerjakan orang lain, makanya aku sibukkan diriku beramal.&lt;br /&gt;Allah Maha Mengetahui dan Melihat, makanya aku malu bila Allah mendapatiku maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-3047948539169643096?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/3047948539169643096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=3047948539169643096' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/3047948539169643096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/3047948539169643096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2011/02/kata-mutiara.html' title='Kata Mutiara'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-7132440269929793659</id><published>2011-02-02T17:47:00.000-08:00</published><updated>2011-02-02T17:48:57.216-08:00</updated><title type='text'>Awas, Hati-hati Cerita Biru</title><content type='html'>Oleh: AnneAhira.com Content Team&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu Cerita Biru?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Biru, ini dia istilah yang maknanya hampir mirip dengan film blue alias film biru. Warna biru diambil untuk melambangkan bentuk tanda kutip terhadap subjek yang di depannya. Atau kalau di dalam rambu-rambu lalu lintas kita kenal dengan warna kuning, yang artinya pengguna jalan harus hati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan film biru, cerita-cerita biru juga seharusnya tergolong cerita yang tak pantas dikonsumsi oleh kalangan secara terbuka.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab akan memberikan dampak dan pengaruh negatif, bagi orang-orang yang membaca jika tidak tepat sasaran. Sistem apa saja di negara kita, kita akui masih dikelola secara amburadul, jadi jangan heran kalau anak-anak kecil dan pedagang asongan di pinggir jalan dengan mudah saja dapat mendapatkan konsumsi film-film biru dan cerita-cerita biru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita perhatikan, cerita biru biasanya banyak tersebar di banyak media dan sarana. Mulai dari novel-novel, website khusus dan media cetak. Peredaran media ini terjual bebas tanpa adanya sebuah peraturan jelas yang mengikat. Akibatnya tak heran kalau kasus-kasus pelecehan seksual terhadap kaum wanita pun meningkat, belum lagi kasus-kasus pemerkosaan di bawah usia yang cukup memprihatinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, sajian acara-acara pertelevisian juga cukup memperburuk kondisi. Minimnya nilai edukasi dari tayangan-tayangan televisi semakin memicu permasalahan ini. Tayangan-tayangan berrbau pornografi pun menjadi konsumsian anak-anak di bawah umur. Kalau sudah begini, kemana lagi hendak diselamatkan nilai-nilai moral generasi bangsa ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Kementrian Komunikasi dan Informasi yang melakukan kebijakan pemblokiran situs-situs porno perlu didukung. Namun ada hal penting yang juga perlu diperhatikan. Media pornografi tak hanya melalui cara visual semata, yang sangat efektif justru media imajinasi yang dapat terbangun dari cerita biru yang banyak tersebar di bacaan-bacaan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu ber-cover kreatifitas ataupun kebebasan seni, perlu dipilah dan diperhatikan sepenuhnya pengaruh negatif yang dapat dimunculkan dari kebedaan cerita-cerita biru.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh Buruk Cerita Biru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak buruk dari cerita biru akan sangat dirasakan oleh para generasi muda sebagai generasi dalam masa usia suka ‘coba-coba’. Berikut ini beberapa pengaruh buruk peredaran cerita-cerita biru di masyarakat terhadap para generasi muda;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Memicu para generasi muda untuk merealisasikan apa-apa yang telah diimajinasikannya melalui cerita biru. Realisasi inilah yang akan berujung pada pelecehan seksual yang terjadi di masyarakat, juga tindakan asusila lainnya. Meskipun budaya baca di kalangan masyarakat kita cukup rendah, tapi jangan salah, untuk bacaan-bacaan biru biasanya justru mendapat respon positif bagi sebagian kalangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Cerita biru merupakan bentuk pornografi terselubung yang kehadirannya cukup membahayakan. Orang jarang menyadarinya, namun tetap saja memberikan dampak buruk bagi si pembacanya, terutama para pembaca di bawah usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Secara perlahan namun pasti, tulisan-tulisan biru turut menyumbangkan penyebab kebobrokan moral generasi muda bangsa kita. Generasi muda adalah cikal bakal penerus generasi tua yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Tulisan-tulisan biru secara langsung berusaha menjauhkan si pembacanya terhadap aturan dan tata norma agama yang dianutnya. Misalnya memicu tindakan zina dan sejenisnya. Kesemuanya itu akan memberikan efek buruk bagi si pelaku, tak hanya pada kehidupan yang bersangkutan di dunia, namun juga di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Harus diperhatikan secara jelas antara tulisan-tulisan biru dengan kaidah kreatifitas yang kerap dikambing hitamkan. Hakikat sebuah kreatifitas adalah memberikan dampak positif bagi orang lain, namun jika kreatifitas yang dikatakan itu justru berdampak buruk bagi sosial kehidupan, perlu dieja ulang definisi sebuah kreatifitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-7132440269929793659?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/7132440269929793659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=7132440269929793659' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/7132440269929793659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/7132440269929793659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2011/02/awas-hati-hati-cerita-biru.html' title='Awas, Hati-hati Cerita Biru'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-5008294284176545081</id><published>2011-02-02T17:43:00.000-08:00</published><updated>2011-02-02T17:44:44.953-08:00</updated><title type='text'>Mengapa langit berwarna biru?</title><content type='html'>Ditulis oleh Zaenal Awaludin &lt;br /&gt;Saat cuaca cerah di siang hari, kita akan lihat langit berwarna biru. Namun pada sore hari, langit akan berwarna kuning kemerahan. Mungkin banyak dari kita yang belum mengetahui penyebabnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penyebab warna langit ternyata tidak lepas dari pengaruh atmosfir bumi kita ini. Molekul-molekul gas seperti  nitrogen, oksigen, argon dan uap air menyebabkan cahaya matahari yang terdiri dari variasi panjang geleombang terabsorbsi. Cahaya yang terabsorbsi ini akan teradiasikan sehingga menghasilkan spektrum warna. Walaupun seluruh panjang gelombang dari cahaya matahari ini terabsorsi, namun warna biru yang memiliki panjang gelombang yang rendah akan terabsorsi lebih banyak dibandingkan warna merah sehingga warna biru ini dominan terlihat oleh mata. Proses ini dinamakan Rayleigh scattering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rayleigh menjelaskan bahwa cahaya yang memiliki panjang gelombang lebih kecil akan memiliki intensitas perpendaran yang lebih besar. Karena warna biru memiliki penjang gelombang yang kecil sehingga warna biru akan dominan di langit. Selain itu, perpendaran warna ini juga dipengaruhi oleh jarak sumber cahaya dengan pengamat sehingga pada saat sunset, jarak sumber cahaya akan lebih jauh dan menyebabkan perpendaran efek Rayleigh scattering oleh warna biru ini berkurang. Proses ini dapat terlihat jelas saat matahari terbenam, dimana warna merah akan dominan di garis horizon.&lt;br /&gt;http://www.chem-is-try.org&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-5008294284176545081?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/5008294284176545081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=5008294284176545081' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/5008294284176545081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/5008294284176545081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2011/02/mengapa-langit-berwarna-biru.html' title='Mengapa langit berwarna biru?'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-5503123921301901683</id><published>2011-02-02T17:37:00.000-08:00</published><updated>2011-02-02T17:39:10.963-08:00</updated><title type='text'>Sembilu</title><content type='html'>Sembilu adalah sebilah pisau dari bambu yang tipis, kecil, dan tajam sehingga mampu mengiris. Biasanya Kata-Kata Sembilu adalah gambaran Hati yang sedang Sedih – Perih dan Pedih karena Sesuatu Hal.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-5503123921301901683?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/5503123921301901683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=5503123921301901683' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/5503123921301901683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/5503123921301901683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2011/02/sembilu.html' title='Sembilu'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-173789809097489157</id><published>2010-12-27T21:45:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T21:51:30.914-08:00</updated><title type='text'>Andakah sang pemenang?</title><content type='html'>Anda sang pemenang? Ubaydillah, AN dalam makalahnya yang berjudul Menang - Kalah Dalam Hubungan menerangkan ada dua kemenangan, yakni kemenangan itu selalu nisbi dan relatif dan kemenangan diri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan yang selalu nisbi sebagai padanan atas kekalahan orang lain. Kenapa? Selain kerap didorong oleh hawa nafsu, kemenangan dengan mengalahkan orang lain itu akan memunculkan perlawanan. Ini karena tidak ada manusia yang mau dikalahkan. Karena itu, doktrin kesatriaan mengajarkan bahwa sampai pun kita harus menang melawan orang lain, hendaknya jangan sampai membuat harga diri orang lain jatuh.&lt;br /&gt;Supaya kemenangan itu tidak relatif dan tidak nisbi, ajaran kearifan di dunia ini mengajak kita memahami kemenangan bukan seperti itu. Kemenangan itu jangan dipahami sebagai padanan atas kekalahan orang lain, terutama dalam praktek hubungan sehari-hari, melainkan kemenangan atas diri sendiri. Kemenangan atas diri itu adalah bentuk kemenangan yang kita raih dengan menguasai naluri bawaan untuk menang itu supaya tidak membuat kita kalah, nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Ciri Kemenangan Diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, menang atas diri itu berkonsentrasi pada upaya untuk memperjuangkan visi, merealisasikan tujuan jangka pendek atau jangka panjang, atau mengaktualisasikan potensi guna meraih prestasi.&lt;br /&gt;Kedua, menang atas diri itu mempertahankan nilai-nilai yang kebenaran, kebaikan, dan kemanfaatannya sudah tidak diperdebatkan lagi karena memang sudah mutlak.&lt;br /&gt;Ketiga, menang atas diri itu menyelaraskan kepentingan pribadi, subyektivitas pribadi, atau egoisme hawa nafsu pribadi pada nilai-nilai, ajaran, atau akal sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, menang atas diri itu menghindari cara-cara yang merugikan atau yang mencelakakan, baik untuk diri sendiri atau orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, menang atas diri itu mengambil dan mengeluarkan. Kita akan menang apabila berhasil mengambil pelajaran dari apapun yang menimpa kita untuk diolah menjadi benefit atau profit yang bisa kita keluarkan dari diri kita. Dengan cara ini berarti perbaikan demi perbaikan akan terus muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak bukti yang menunjukkan bahwa kemenangan-diri itu punya efek positif bukan semata pada wilayah hubungan intrapersonal, melainkan juga pada domain hubungan interpersonal. Efek positif itu bisa muncul entah dalam rangka untuk mengajak atau menghadapi orang lain sebagai lawan. Misalnya kita ingin mengajak pasangan kita (suami istri) untuk merayakan ulang tahun anak di rumah. Kalau yang kita munculkan itu selera pribadi, lebih-lebih egoisme pribadi, biasanya akan menghadapi perlawanan atau memunculkan selera tandingan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-173789809097489157?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/173789809097489157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=173789809097489157' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/173789809097489157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/173789809097489157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/12/andakah-sang-pemenang.html' title='Andakah sang pemenang?'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-4479649615641734322</id><published>2010-11-08T15:26:00.001-08:00</published><updated>2010-11-08T15:26:49.373-08:00</updated><title type='text'>Kebutuhan vs Keinginan</title><content type='html'>Hati-hati kalau Anda tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Karena kalau Anda tidak bisa membedakan yang mana itu yang masuk sebagai kebutuhan dan yang mana yang sebenarnya masuk sebagai keinginan, bisa-bisa Anda menjadi orang yang boros.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan boros ini bisa menjadi biang masalah dalam keuangan Anda. Dengan hidup boros, lama kelamaan bisa terjadi defisit. Pemasukan Anda sudah tidak mampu lagi membiayai pengeluaran yang terus membesar karena sifat boros. Dan kalau sudah defisit, seringkali mencari jalan keluar yang singkat yaitu dengan berhutang. Hutang, apalagi yang berbunga, bisa membuat Anda bangkrut. Dan bangkrut itu adalah akhir dari nasib keuangan Anda.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan, maka dengan ringannya Anda bisa mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membeli sesuatu. Padahal mungkin uang itu akan lebih bermanfaat kalau sekiranya digunakan untuk hal lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan juga bisa membuat Anda tidak bisa menentukan dengan baik prioritas dalam melakukan pembelanjaan. Malah, bisa jadi Anda mengorbankan suatu kebutuhan untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih bedanya antara kebutuhan dan keinginan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak ada batasan yang pasti untuk menentukan perbedaan antara kebutuhan atau keinginan. Tapi sebagai panduan, seroang kawan saya memberi definisi berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan adalah sesuatu yang diperlukan oleh manusia sehingga dapat mencapai kesejahteraan, sehingga bila ada diantara kebutuhan tersebut yang tidak terpenuhi maka manusia akan merasa tidak sejahtera atau kurang sejahtera. Dapat dikatakan bahwa kebutuhan adalah suatu hal yang harus ada, karena tanpa itu hidup kita menjadi tidak sejahtera atau setidaknya kurang sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan keinginan adalah sesuatu tambahan atas kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi sehingga manusia tersebut merasa lebih puas. Namun bila keinginan tidak terpenuhi maka sesungguhnya kesejahteraannya tidak berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu kalau kita lihat dari segi kepuasan atau kesejahteraan seseorang. Tapi yang namanya kesejahteraan dan kepuasan juga sangat relatif bagi setiap orang. Sedangkan saya sendiri berpendapat bahwa untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan, harus dilihat dari segi fungsinya. Sesuatu dikatakan sebagai keinginan kalau sudah merupakan tambahan atas fungsi utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh sederhana, makan adalah kebutuhan yang tidak terelakan. Bukan cuma manusia, setiap makhluk hidup butuh yang namanya makan. Makan akan memberikan tenaga dan kesehatan bagi manusia, maka makan makanan yang bergizi adalah kebutuhan kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan memiliki fungsi utama sebagai sumber energi untuk tubuh. Sedangkan memberikan rasa enak adalah fungsi tambahan dari makanan. Maka makanan enak adalah keinginan, bukan kebutuhan. Tapi bukan berarti tidak boleh makan makanan yang enak-enak. Hanya saja kita perlu mempertimbangkan dulu apakah pengeluaran untuk makanan enak itu akan mengorbankan kebutuhan yang lain atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain. Berpakaian adalah kebutuhan kita agar terlindung dari cuaca. Pakaian juga berfungsi untuk menjaga aurat yang musti kita jaga. Bagi sebagian orang mungkin memang dibutuhkan untuk berpakaian dengan jenis tertentu untuk kepantasannya, seperti memakai dasi atau jas. Tapi apakah perlu memakai pakaian yang bermerk dan mahal? Saya rasa pakaian bermerk dan mahal bukan lagi kebutuhan, tapi keinginan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah juga kebutuhan, tempat kita tinggal dan bernaung. Agar rumah bisa berfungsi dengan baik, rumah juga ditunjang dengan berbagai perlengkapan rumah tangga seperti televisi, kulkas, dan perabotan lainnya. Setiap alat dan perabotan itu memiliki fungsinya masing-masing. Selama itu digunakan sesuai dengan fungsinya, itu adalah kebutuhan. Tapi kalau sudah digunakan untuk “pamer”, sekedar menunjukkan kepada tetangga bahwa kita pun mampu membeli seperti mereka. Saya rasa itu bukan lagi kebutuhan, itu hanya keinginan. Dan keinginan seperti ini sebaiknya tidak dituruti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar kebutuhan dan keinginan bagi setiap orang bisa jadi berbeda. Tentunya sangat tergantung dari kondisi lingkungan, aktivitas harian, tuntutan pekerjaan/profesi dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian orang, mobil sudah merupakan kebutuhan. Untuk bisa menunjang aktifitasnya yang banyak di luar rumah dan sering bepergian, maka mobil adalah alat transportasi yang menjadi kebutuhan. Jika fungsi mobil adalah untuk alat transportasi, membawa kemana kita akan pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi seringkali kita punya keinginan untuk menambah berbagai macam aksesories mobil, bukan untuk menambah kenyamanan atau kemanan berkendara, tapi hanya sekedar mempercantik penampilannya saja. Saya rasa itu bukan kebutuhan, itu cuma keinginan saja. Dan keinginan ini bisa ditunda kalau semua kebutuhan yang lain sudah terpenuhi dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi memiliki beberapa jenis mobil, padahal kita hanya bisa menggunakannya satu saja. Saya rasa itu sudah jelas keinginan, sama sekali bukan kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita sudah bisa membedakan yang mana kebutuhan dan yang mana keinginan maka kita bisa menentukan prioritas, mana yang harus didahulukan dan mana yang bisa ditunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada salahnya memang kita memenuhi keinginan kita untuk sekali-kali makan di restoran untuk merayakan sesuatu, atau memasang aksesori mobil agar lebih aman dan nyaman. Tapi ingat, jangan sampai hal iu mengorbankan kebutuhan kita yang lain yang lebih penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun mungkin kini Anda merasa mampu untuk memenuhi semua keinginan Anda, tapi kita tetap harus bijaksana, jangan sampai lupa akan kebutuhan di masa yang akan datang. Kita harus mempersiapkan dana pensiun kita agar bisa menikmati hari tua dengan tenang, kita juga harus mempersiapkan dana pendidikan bagi anak-anak kita, dan itu semua adalah kebutuhan masa depan yang harus disiapkan sejak sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang harus diingat adalah, jangan sampai memenuhi keinginan dengan mengabaikan kebutuhan. Dan jangan sampai melupakan bahwa kebutuhan tidak musti semua datang sekarang, karena masih ada kebutuhan untuk dipenuhi di masa depan. Sedangkan yang namanya keinginan manusia tidak akan pernah ada batasnya, nanti atau sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, buat apa memenuhi keinginan Anda sekarang tapi mengorbankan kebutuhan Anda dan keluarga di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Ahmad Gozali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari Majalah ALIA&lt;br /&gt;Sumber: www.perencanakeuangan.com &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-4479649615641734322?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/4479649615641734322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=4479649615641734322' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/4479649615641734322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/4479649615641734322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/11/kebutuhan-vs-keinginan.html' title='Kebutuhan vs Keinginan'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-1119444568886461427</id><published>2010-11-08T15:24:00.001-08:00</published><updated>2010-11-08T15:24:52.746-08:00</updated><title type='text'>Curi Hati Pasangan Anda</title><content type='html'>Kesibukan kerja yang padat menjadikan waktu berkualitas yang harus tetap terjaga antara Anda dan pasangan berkurang, bahkan tak ada sama sekali. Jika sudah demikian, tegangan tinggi pun akan mewarnai kehidupan sehari-hari dalam suatu hubungan yang terjalin. Bahkan rumah pun jadi tempat beradu argumen.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya? Tentu hubungan Anda akan berjalan tak harmonis. Nah, berikut ini sejumlah tips yang bisa Anda lakukan dalam melakukan aksi mencuri waktu si dia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. CARI TAHU JADWALNYA&lt;br /&gt;Terkadang, jika sibuk Anda tak peduli lagi terhadap jadwal keseharian yang dimiliki pasangan. Kenali dan hafalkan kegiatan pasangan setiap harinya. Sandingkan dengan jadwal Anda. Lalu, cobalah mencari kegiatan yang sama, misalnya olahraga bersama atau bertemu klien di mal atau kafe yang sama sambil makan siang, sehingga Anda bisa tetap hangat bertemu dengannya. Buatlah janji-janji kecil dengannya di tengah kesibukan Anda untuk bersua di luar kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. "JUST ONLY BOTH OF YOU", Dating Berdua.&lt;br /&gt;Buatlah jadwal sesekali untuk meluangkan kegiatan berdua, seperti makan malam bersama di rumah, masaklah makanan spesial kesukaannya. Bila ingin meringkas waktu lagi, bertemulah untuk makan malam berdua sepulang kantor atau di tengah aktivitas, di sebuah restoran yang penuh kenangan bagi Anda berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. CUTI BERSAMA&lt;br /&gt;Buatlah cuti bersama di suatu waktu. Aturlah jadwal yang cocok bagi Anda berdua. Tak perlu cuti terlalu lama, cukup luangkan 1-2 hari saja untuk melepas stres. Jika bisa cuti lebih lama, memang akan lebih baik untuk Anda berdua. Cari tempat yang romantis bagi anda berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. NGOPI YUK!&lt;br /&gt;Pekerjaan yang menumpuk dan urusan klien yang belum beres hingga malam hari sering membuat Anda kehilangan waktu untuk diri sendiri. Maksimalkan waktu untuk bisa bertemu dengannya di kafe-kafe atau tempat ngopi. Gunakan untuk saling bercerita kisah sepanjang hari itu secara ringan. Jangan sesekali membicarakan masalah berat di saat-saat seperti ini karena dapat merusak suasana dan mood santai yang terbangun di antara Anda berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. SEMOBIL BERDUA atau SEMOTOR&lt;br /&gt;Bila kebetulan jarak antara kantor Anda dan si dia berdekatan atau searah, mengapa Anda tak memanfaatkan waktu berangkat ke kantor bersama-sama, begitu juga sepulang dari kantor?&lt;br /&gt;Gunakan kesempatan ini untuk berbincang-bincang sejenak mengenai hal-hal yang ringan. Ciptakan suasana santai dan menyegarkan melalui topik-topik menarik dari pembicaraan Anda.&lt;br /&gt;Dan dengan semotor atau berboncengan akan lebih erat terjalinnya emosional anda dengan berpegangan erat di lingkar pingang pasangan anda dari pasangan si pengemudi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. CHATTING&lt;br /&gt;Gunakan sebentar waktu makan siang Anda untuk ngobrol bersama pasangan dengan menggunakan sarana chatting di internet. Cukup 5-10 menit, lalu lanjutkan aktivitas makan siang Anda bersama klien atau rekan kerja.&lt;br /&gt;Nah, sudah siapkah Anda menjadi "pencuri" hati yang ulung? Selamat mencoba!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-1119444568886461427?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/1119444568886461427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=1119444568886461427' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1119444568886461427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1119444568886461427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/11/curi-hati-pasangan-anda.html' title='Curi Hati Pasangan Anda'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-3779723087633447219</id><published>2010-11-08T15:23:00.001-08:00</published><updated>2010-11-08T15:23:55.736-08:00</updated><title type='text'>Menjadi Orang Tua</title><content type='html'>Menjadi orangtua atau parenting adalah sebuah profesi yang tidak ada sekolahnya. Sementara itu, menjadi orangtua adalah sebuah pekerjaan yang sangat berat; mempersiapkan anak untuk kelak bermasyarkat dan membesarkannya untuk menjadi individu yang bertanggungjawab.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut ahli ilmu konseling keluarga keluarga dari Johnson Institute Minneapolis, Amerika Serikat, David J.Wilmes (1995), orangtua perlu sensitif dalam mengambil peran yang tepat dalam kehidupan anak dan harus sepakat dalam mendidik. Hindari “mixed messages” sehingga anak bingung siapa yang harus dituruti, kata mama atau kata papa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa tahapan parenting menurut wilmes yang dia sebut sebagai “job description” atau deskripsi tugas sebagai orangtua. Tahapan ini berbicara tentang peran orangtua yang perlu disesuaikan pada setiap tingkat kehidupan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Level I : From Control to Freedom&lt;br /&gt;Dari memegang kendali : memberikan kebebasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Level II : From Freedom to Responsibility&lt;br /&gt;Memberikan kebebasan : menekankan tanggung jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Level I, diperlukan kejelian orangtua untuk ‘mengambil kendali’ atau ‘membiarkan anak memilih’. Batasan itu memerlukan kesediaan dan kerelaan orangtua untuk ‘melepas’ anak untuk bersikap. Karena hal itu berarti orangtua harus siap dengan kenyataan bahwa mereka tidak lagi berkuasa penuh atas hidup anak mereka. Pada saat anak bertumbuh, ketika mereka telah dapat lebih mandiri, orangtua seakan-akan kehilangan ‘kuasa’ atas anak mereka. Inilah konsekuensi pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan membuat seorang individu dapat mempunyai pendapat dan pendirian. Hal itulah yang menjadi dasar mereka dalam mengambil keputusan secara dewasa. Orangtua harus dapat menerima saat anaknya mulai mempertanyakan pendapat orangtua atau ‘melawan’ kehendak orangtuanya.&lt;br /&gt;Hanya dengan kebijaksanaan maka orangtua harus tahu kapan akan mengambil kendali atau membiarkan anak untuk tumbuh dengan memiliki rasa aman dan kemerdekaan sejati sebagai individu. Orangtua harus memfasilitasi proses ini sehingga kebebasan atau kemerdekaan yang dimiliki anak untuk bersikap dan berpikir ini tertuju kepada kebebasan yang bertanggungjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Level II, dalam memfasilitasi kebebasan yang bertanggung jawab orangtua wajib melatih anak membuat pilihan-pilihan dalam hidupnya. Mulai dari hal yang sederhana sampai hal-hal yang lebih besar. Di saat mereka kecil, anak dapat dibiasakan untuk memilih permen yang dia mau atau baju apa yang dia ingin kenakan. Di saat remaja, biarkan mereka memilih untuk mengikuti ekskul bola atau piano. Jika orangtua tidak memberikan kesempatan kepada anak untuk mengambil keputusan sejak dini, hal ini dapat mengakibatkan ketidakmampuan anak untuk bertumbuh dan mengerti arti tanggung jawab atas pilihan-pilihan yang mereka ambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi anak, biarkan mereka belajar dalam kebebasan mereka memilih; mereka mungkin membuat pilihan yang salah. Akibatnya, hal ini mendapatkan konsekuensi. Ajarilah anak, jika mereka berani membuat pilihan tertentu berarti mereka harus berani pula menerima konsekuensinya. Siapa teman yang dipilih, atau apakah narkoba perlu dicoba adalah hal-hal di mana mereka harus selalu memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekompakan orangtua sangat penting. Selain anak menjadi tidak bingung dengan ‘gaya orangtua’ yang berbeda, pendapat atau cara tunggal ayah ibu dalam mendidik anak akan membuat anak tumbuh dengan mantap dalam lingkungan yang ‘aman’;aman karena konsisten dan konsistensi ini berarti sikap orangtua menjadi dapat diperhitungkan oleh anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Buku Raising Drug-free Children oleh Veronica Colondam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-3779723087633447219?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/3779723087633447219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=3779723087633447219' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/3779723087633447219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/3779723087633447219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/11/menjadi-orang-tua.html' title='Menjadi Orang Tua'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-1907229468438701980</id><published>2010-11-08T15:20:00.000-08:00</published><updated>2010-11-08T15:21:23.918-08:00</updated><title type='text'>Mengapa Harus Kreatif?</title><content type='html'>Apakah Anda mau mengabaikan manfaat kreatif yang luar biasa ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang mengabaikan kreaitivitas sebab dia tidak menyadari manfaat dari kreaivitas. Oleh karena itu, saya ingin memberitahu Anda mengapa kita harus kreatif.&lt;br /&gt;* Hidup selalu berhadapan dengan masalah, Anda perlu ide-ide untuk mengatasi masalah tersebut. Anda harus kreatif mencari ide-ide untuk memecahkan masalah yang Anda hadapi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;* Persaingan tidak pernah berhenti. Anda akan menghadapi produk yang sama dengan yang Anda jual. Anda harus kreatif menghasilkan ide-ide untuk membuat atau memperbaiki produk Anda agar tetap unggul.&lt;br /&gt;* Seringkali, yang membedakan Anda dengan karyawan lain ialah kreativitas Anda dalam mencari solusi, menghasil ide-ide terobosan, dan dalam menjalankan tugas Anda.&lt;br /&gt;* Orang kreative tidak menyerah menyerah, karena selalu memiliki solusi alternatif  * dan masih banyak manfaat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-1907229468438701980?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/1907229468438701980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=1907229468438701980' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1907229468438701980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1907229468438701980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/11/mengapa-harus-kreatif.html' title='Mengapa Harus Kreatif?'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-5027567601267031552</id><published>2010-11-08T15:17:00.001-08:00</published><updated>2010-11-08T15:17:52.999-08:00</updated><title type='text'>Inilah Resep Islam Menjauhi Sikap Malas</title><content type='html'>"Seandainya..." Kata ini begitu akrab dalam kehidupan sehari-hari. Disadari atau tidak, sebagian besar orang boleh jadi biasa mengucapkannya, "Seandainya aku melakukan begini, tentunya begini dan begini, tidak begini..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW sangat tak menyukai umatnya mengumbar kata-kata 'seandainya'. Bahkan, dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya, kalimat lau (seandainya) membawa kepada perbuatan setan."&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Syekh Shaleh Ahmad asy-Syaami, menjelaskan, kata 'seandainya' tidak membawa manfaat sama sekali. Menurutnya, meskipun seseorang mengucapkan ungkapan itu, ia tidak akan mampu mengembalikan apa yang telah berlalu, dan menggagalkan kekeliruan yang telah terjadi. Dalam bukunya bertajuk Berakhlak dan Beradab Mulia, Syekh asy Syaami mewanti-wanti bahwa ungkapan 'seandainya' bisa berkonotasi sebagai angan-angan semu, dan sesuatu yang tidak mungkin terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sikap seperti ini adalah sikap yang lemah dan malas," ujarnya. Bahkan, kata dia, Allah SWT pun membenci sikap lemah, tidak mampu, dan malas. Dalam hadis dinyatakan, "Allah SWT mencela sikap lemah, tidak bersungguh-sungguh, tetapi kamu harus memiliki sikap cerdas dan cekatan, namun jika kamu tetap terkalahkan oleh suatu perkara, maka kamu berucap 'cukuplah Allah menjadi penolongku, dan Allah sebaik-baik pelindung." (HR Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap tangkas dan cerdas yang di maksud, tutur dia, melakukan usaha dan tindakan-tindakan yang bisa membawa pada keberhasilan meraih sesuatu yang bermanfaat, baik di dunia maupun akhirat. Ini, sambung Syekh asy-Syaami, merupakan bentuk aplikasi terhadap hukum kausalitas yang telah Allah tetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutaman dari sikap tangkas dan cerdas yakni bisa menjadi pembuka amal kebaikan. Sebaliknya, sikap lemah dan malas, seperti telah di ingatkan Rasulullah SAW, hanya akan mendekatkan diri kepada setan. "Sebab, jika seseorang tidak mam pu atau malas melakukan se sua tu yang bermanfaat baginya dan ma syarakat sekitar, maka ia akan selalu menjadi seseorang yang kerap berangan-angan," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan dan sikap semacam itu, selain kontraproduktif serta tidak akan membawa pada keberhasilan, juga sama saja dengan membuka amal perbuatan setan karena pintu amal setan tidak lain adalah sikap malas dan lemah. Merekalah, tegas as-Syaami, adalah orang yang paling merugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dikatakan orang yang paling merugi? Sebab, sifat malas dan lemah merupakan kunci segala bencana. Seperti, perbuatan maksiat sudah pasti terjadi karena lemahnya keimanan dan ketakwaan seseorang sehingga berani melanggar larangan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, dia menambahkan, seorang hamba yang memiliki dua sifat tercela tadi, berarti ia tidak mampu melaksanakan amal perbuatan ketaatan serta tidak bisa melakukan hal-hal yang bisa membentengi dirinya dari godaan perbuatan jahat maupun maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Barri jilid XI menggarisbawahi, apabila penyakit hati itu telah menjangkiti manusia, maka ia akan mulai mendekati larangan Allah. Dia pun menjadi enggan untuk bertobat. Untuk itu, Nabi SAW memberikan tuntunan doa bagi umatnya agar terhindar dari dua jenis sifat tercela tadi. Rasulullah SAW berdoa, "Ya Allah, hamba meminta perlindungan kepadaMu dari kecemasan dan kesedihan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cemas dan sedih, keduanya juga bersumber dari malas dan lemah. Karena, apa yang telah terjadi, tidak mungkin diubah atau dihapus hanya dengan kesedihan, namun yang perlu dilakukan adalah menerimanya dengan kerelaan, sabar dan iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula sesuatu yang mungkin terjadi di waktu mendatang, juga tidak mungkin dapat diubah atau dihapus hanya dengan kecemasan atau kekhawatiran. Maka itu, seseorang harus selalu siap membekali diri dengan sikap-sikap yang baik untuk menghadapi segala kemungkinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, Islam sangat menjunjung tinggi optimisme, kerja keras, dan berusaha sekuat tenaga. Jiwa seorang Muslim sejati adalah yang meyakini bahwa rezeki Allah SWT sangatlah berlimpah, dan disediakan bagi siapapun yang mampu menggapainya dengan semangat dan etos kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung." (QS al Jumu'ah [62] : 10) Ada perbedaan antara harapan dan angan-angan. Harapan selalu dibarengi dengan usaha, sementara anganangan atau kemalasan hanyalah angan-angan kosong. Semoga kita dijauhkan dari sifat malas.&lt;br /&gt;Red: irf&lt;br /&gt;Rep: yusuf ashiddiq&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-5027567601267031552?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/5027567601267031552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=5027567601267031552' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/5027567601267031552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/5027567601267031552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/11/inilah-resep-islam-menjauhi-sikap-malas.html' title='Inilah Resep Islam Menjauhi Sikap Malas'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-4211079137003762064</id><published>2010-11-08T15:15:00.000-08:00</published><updated>2010-11-08T15:16:41.506-08:00</updated><title type='text'>TIPS Menghilangkan Malas</title><content type='html'>Disusun ulang oleh: Ummu Aufa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tugas kuliah masih menumpuk di meja, Menghafalkan surat, yah…… hanya dapat ayat pertama saja sudah bosen, mau membaca tetapi mengantuk akhirnya buku-buku kajian beralih fungsi menjadi bantal, kasur empuk selalu menyapaku di malam hari, hmm… apa yang bisa diperbuat agar malas jauh dari diriku?! Akankah hidup yang bagaikan musafir ini disia-siakan begitu saja? Tidak… tidak boleh hal itu terjadi padaku, aku harus bisa memusuhi 5 huruf itu yaitu MALAS.”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Malas bisa kita hindari ketika ia datang menyerang kemauan dan semangat kita, di bawah ini ada beberapa tips antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Membasuh muka atau mandi ketika kantuk menyerang.&lt;br /&gt;   2. Mengubah posisi duduk ketika membaca. Misalnya dari duduk berubah menjadi berdiri, namun disarankan jangan dari duduk terus berbaring bisa berbahaya atau bisa kebablasan tidur.&lt;br /&gt;   3. Berpindah dari ruang baca ke kamar yang lain. Kalau sebagai anak kos bisa disiasati, berpindah dari kamar kita ke beranda kos, ruang tamu atau bahkan bisa juga ke dapur.&lt;br /&gt;   4. Menghirup udara yang segar dengan cara berdiri di dekat jendela atau membuka jendela-jendela kamar lain untuk menambah kesegaran. Sebagai anak kos bisa disiasati dengan menciptakan aroma terapi, misalnya dengan menyemprot ruangan dengan wangi-wangian dan jika ada kipas angin, bisa menyetel kipas untuk menyebarkan wangi-wangian tersebut ke segala ruang. Karena mungkin tidak semua anak kos mempunyai jendela kamar.&lt;br /&gt;   5. Berjalan-jalan sebentar di sekeliling rumah. Bisa diganti dengan kegiatan yang lain misalnya merapikan rak yang berantakan, atau kegiatan yang lain yang bisa menggerakkan otot-otot kita.&lt;br /&gt;   6. Berbincang-bincang sebentar dengan keluarga atau teman sekos namun mengenai hal mubah bukan keharoman. Hati-hati jangan sampai lupa tujuan utama dalam berbincang-bincang yaitu untuk menumbuhkan semangat, bukan untuk ngobrol bahkan meng-ghibah.&lt;br /&gt;   7. Berdiri membuat secangkir kopi, teh, susu atau juice untuk menghilangkan kebosanan dan menjernihkan akal.&lt;br /&gt;   8. Mengubah kegiatan ketaatan. Misal bosan menghafalkan surat berganti dengan membaca, jika membaca bosan bisa diganti dengan mendengarkan kajian lewat CD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah beberapa tips agar kita bisa terjauh dari penyakit malas. Akan tetapi yang paling utama jangan sampai kita lupa berdo’a agar Alloh senantiasa memberi kita semangat dan agar menjauhkan diri kita dari penyakit malas tersebut. Wallohu A’lam bishowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tips di atas dapat bermanfaat bagi penulis ataupun bagi pembaca. Selamat tinggal Malas…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’: Kaifa Tatahammas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel www.muslimah.or.id&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-4211079137003762064?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/4211079137003762064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=4211079137003762064' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/4211079137003762064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/4211079137003762064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/11/tips-menghilangkan-malas.html' title='TIPS Menghilangkan Malas'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-9124349802033490332</id><published>2010-11-08T15:14:00.001-08:00</published><updated>2010-11-08T15:14:55.999-08:00</updated><title type='text'>Berbohong menurut pandangan Islam</title><content type='html'>Pengajian Ustad Elfa Tgl 3 Juli 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbohong menurut pandangan Islam menurut Al Qur’an dan Hadis&lt;br /&gt; 1. QS. 17 : 36&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. QS. 50 : 18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat Pengawas yang selalu hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. HR. Bukhari Muslim dari Ibnu Mas’ud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejujuran menuntun pada kebajikan, kebajikan dapat menghantarkan ke surga. Sesungguhnya kebohongan itu menyeret manusia pada kejahatan kejahatan itu dapat menyeret pada neraka. (berbohong hukumnya haram)&lt;br /&gt;4. HR. Bukhari Muslim dari Abdullah bin amr bin ash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 4 hal kalau dimilikinya munafik tulen, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         1. Jika diamanati dia berkhianat&lt;br /&gt;         2. Jika berbicara dia dusta / bohong&lt;br /&gt;         3. Jika berjanji diingkari&lt;br /&gt;         4. Jika berselisih dia curang&lt;br /&gt;5. HR. Bukhari dari Ibnu Abas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa mengaku bermimpi sesuatu padahal dia tidak memimpikannya maka ia akan dituntut untuk menyambung dua ujung rambut.&lt;br /&gt;6. HR. Bukhari dari Ibnu Umar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebesar-besar dusta seseorang yang memaksakan kedua matanya melihat padahal dia tidak melihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada bohong yang dibolehkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HR Bukhari Muslim dari Ummu Kulsum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukanlah termasuk berbohong seseorang yang ingin memperbaiki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Untuk memperbaiki orang yang bermusuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dalam peperangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Omongan suami dengan istrinya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-9124349802033490332?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/9124349802033490332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=9124349802033490332' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/9124349802033490332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/9124349802033490332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/11/berbohong-menurut-pandangan-islam.html' title='Berbohong menurut pandangan Islam'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-8629958165359409762</id><published>2010-11-08T15:09:00.000-08:00</published><updated>2010-11-08T15:15:09.630-08:00</updated><title type='text'>Bohong adalah Baik ????</title><content type='html'>Banyak orang mengaku bahwa mereka menghargai kejujuran.&lt;br /&gt;Namun ternyata pada kenyataannya orang itu lebih suka mendengar apa yg&lt;br /&gt;ingin didengarnya daripada kejujuran yg pahit didengar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bohong juga memberikan dampak psikologis yg baik pada diri sendiri. Dari surver ternyata orang-orang depresi itu adalah orang-orang yg lebih jujur pada dirinya sendiri dibandingkan dengan orang yg optimis yg cenderung membohongi dirinya sendiri. Dan seorang mulai sembuh dari depresi ketika dia mulai bisa membohongi dirinya lagi dan mulai tidak jujur pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, walaupun kita menghargai kejujuran, namun kita juga&lt;br /&gt;menghargai kebohongan. Hanya saja, supaya tetap tampak konsisten,&lt;br /&gt;kadang kita menamai bohong itu dengan nama lain seperti “basa basi”&lt;br /&gt;atau “sopan santun”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menurut pendapat teman-teman ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note: Tulisan ini didapat dari postingan Santo di milis Psikologi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari: http://www.forbes.com/2005/10/19/lying-dishonesty-psychology_cx_lr_comm05_1024lie.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lying Is Good For You&lt;br /&gt;Lacey Rose, 10.24.05, 9:00 AM ET&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If I told you lying was good for you, you probably wouldn’t believe me. But&lt;br /&gt;trust me–I’m not lying.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simply put, we lie because it works. When we do it well, we get what we&lt;br /&gt;want.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We lie to avoid awkwardness or punishment. We lie to maintain relationships&lt;br /&gt;and please others. And, of course, most of all we lie to please ourselves.&lt;br /&gt;Whether we’re embellishing our credentials or strengthening our stories, we&lt;br /&gt;often tell untruths to make ourselves appear and feel better.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What’s more, we lie all the time. In 2002, Robert Feldman, a psychology&lt;br /&gt;professor at the University of Massachusetts at Amherst, conducted a study&lt;br /&gt;in which he secretly videotaped student’s conversations with strangers.&lt;br /&gt;After the fact, he had the students examine the videotapes and identify the&lt;br /&gt;untruths. On average, they claim to have told three lies per ten minutes of&lt;br /&gt;conversation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And that number is likely far too low. First, we’re likely to underreport&lt;br /&gt;the number of lies we tell (we lie about lying, that is). And Feldman’s&lt;br /&gt;study only accounted for lies of the verbal variety, ignoring other&lt;br /&gt;deceptive behavior–misleading body language or facial expressions, for&lt;br /&gt;example.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In fact, we lie so readily that the dishonesty becomes automatic. Most of&lt;br /&gt;the time, we’re not even aware of the lies we tell, explains David Smith,&lt;br /&gt;director of the New England Institute at the University of New England and&lt;br /&gt;author of Why We Lie. He says we lie best when we don’t know we’re lying.&lt;br /&gt;“We don’t have the nervousness or broadcast the tell-tale signs of unease&lt;br /&gt;that the intentional liar can barely help,” he explains. “Self-deception is&lt;br /&gt;the handmaiden of deceit–in hiding the truth from ourselves, we’re able to&lt;br /&gt;hide it more fully from others.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But why are we so dishonest so often? Isn’t honesty always the best policy?&lt;br /&gt;In fact, no. Nobody wants to hear that they look heavier or less attractive.&lt;br /&gt;In truth, we consider those who are too honest to be blunt, antisocial and&lt;br /&gt;even pathological. A recent study found that adolescents who are most&lt;br /&gt;popular with their peers were the ones that were the best at being&lt;br /&gt;deceptive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And lying has proven psychological benefits. For instance, there’s&lt;br /&gt;scientific evidence showing that depressive people are more honest with&lt;br /&gt;themselves than nondepressive, or mentally healthy, people. When people&lt;br /&gt;recover from their depressions, they become less honest.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strangely enough, despite the frequency with which we lie, we are pretty bad&lt;br /&gt;at it. Lying–at least the intentional kind–isn’t easy. “It takes more work&lt;br /&gt;to tell a lie than it does to tell the truth,” says Maureen O’Sullivan,&lt;br /&gt;professor of psychology at the University of San Francisco. “You have to not&lt;br /&gt;only make up something, but also watch me to make sure I’m believing you.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But don’t worry too much. People are easily fooled. “There is no Pinocchio’s&lt;br /&gt;nose,” explains Paul Ekman, professor emeritus of psychology at the&lt;br /&gt;University of California, San Francisco. “There’s no sign that is always&lt;br /&gt;present when someone lies and always absent when someone is truthful.” As a&lt;br /&gt;result, research shows that we’re only slightly better than chance level at&lt;br /&gt;detecting deception.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Our default assumption is that people are telling the truth,” says Feldman.&lt;br /&gt;And often, we don’t actually want to hear the truth. If we hear what we want&lt;br /&gt;to hear, we accept it, true or not.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Take the example of evaluating a colleague’s work. When we ask a friend if&lt;br /&gt;we did a good job, we want the response to be yes, regardless of its&lt;br /&gt;legitimacy. Once we hear it, we’re unmotivated to probe further.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“So while we’d like to say we value honesty, we also value dishonesty,” says&lt;br /&gt;the University of New England’s Smith. After all, we’ve been taught the&lt;br /&gt;importance of lying from a very early age. The catch is, we don’t call it&lt;br /&gt;lying, we call it tact or social grace.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-8629958165359409762?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/8629958165359409762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=8629958165359409762' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/8629958165359409762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/8629958165359409762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/11/bohong-adalah-baik.html' title='Bohong adalah Baik ????'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-3658889124275813339</id><published>2010-11-03T16:16:00.000-07:00</published><updated>2010-11-03T16:17:41.741-07:00</updated><title type='text'>Penyakit Hati dan Penangkalnya</title><content type='html'>Setiap manusia tentu memiliki hati. Hati inilah yang mempengaruhi tabiat dan sifat seseorang. Apabila hati ini baik, maka manusia tersebut akan memiliki sifat yang terpuji. Namun jika hati yang dimiliki seorang manusia telah penuh dengan niat jahat, dapat dipastikan bahwa tingkah laku orang tersebut tidak akan jauh dari tindakan yang merugikan orang lain. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Muhammad saw:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;    “Ketahuilah, sesungguhnya pada setiap jasad ada sekerat daging, apabila dia baik maka baik seluruh anggota jasad, apabila dia jelek maka jelek semua anggota jasad, ketahuilah dialah hati.” (HR. Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Perubahan sifat yang ada dalam hati ini terjadi dengan sangat cepat. Semua itu terjadi semata karena kekuasaan yang dimilii Allah SWT. Dia-lah yang membolak-balikkan hati manusia sesuai dengan kehendak-Nya. Perhatikan sabda Rasulullah saw berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Dinamakan hati (al-qolbu) karena cepatnya berubah.”(HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Perumpamaan hati adalah seperti sebuah bulu di tanah lapang yang diubah oleh hembusan angin dalam keadaan terbalik.” (HR. Ibnu Abi Ashim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Sesungguhnya hati-hati anak Adam berada di antara dua jari-jari Alloh layaknya satu hati, Dia mengubah menurut kehendak-Nya.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Ya Alloh, Dzat yang membolak-balikkan hati, condongkanlah hati kami untuk selalu taat kepada-Mu.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, kita harus terus berupaya untuk menjaga hati kita agar tidak terkena penyakit hati, yang menyebabkab kita tersesat dari jalan yang diridhoi Allah SWT. Begitu banyak penyakit yang dapat hinggap dalam hati kita, baik kita sadari maupun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit-penyakit hati tersebut dapat diketahui dengan melihat perilaku yang ditampilkan oleh seseorang dalam kesehariannya. Perilaku yang mencerminkan rusak dan sakitnya hati seseorang  diantaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    1.    Melakukan kedurhakaan dan dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Di antara manusia ada yang melakukan kedurhakaan terus-menerus dalam satu jenis perbuatan. Ada pula yang melakukan dalam beberapa jenis bahkan semuanya dilakukan dengan terang-terangan, padahal Rosululloh bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        “Setiap umatku akan terampuni kecuali mereka yang melakukan kedurhakaan secara terang- terangan.” (HR. Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    2.    Merasakan kekerasan dan kekakuan hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Keras dan kakunya hati seseorang membuat orang itu tidak memiliki sensitifitas terhadap masalah-masalah yang menimpa saudaranya sesame muslim. Hal ini karena ia tidak akan mampu dipengaruhi oleh apapun juga, dan hanya akan bertumpu pada keinginan pribadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    3.    Tidak tekun beribadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ketekunan dalam beribadah merupakan sesuatu hal yang wajib kita laksanakan. Dalam beribadah kita harus benar-benar memperhatikan dengan seksama setiap gerakan dan ucapan/bacaan serta doa. Sedangkan orang yang hatinya mulai diliputi oleh “penyakit” tidak akan mampu tekun dan memperhatikan apa yang dilakukannya dalam beriadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    4.    Malas dalam ketaatan dan ibadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kalaupun ia beribadah, maka ibadah tersebut hanyalah sekedar rutinitas belaka, dan “kosong”. Masuk dalam kategori ini ialah perbuatan–perbuatan yang tidak dilakukan dengan mempedulikan nilai dari perbuatan tersebut atau meremehkan waktu-waktu yang tepat untuk melakukannya. Misalnya, melakukan sholat-sholat di akhir waktu, atau menunda-nunda haji padahal sudah ada kemampuan untuk melaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    5.    Perasaan gelisah dan resah karena masalah yang dihadapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    6.    Tidak tersentuh kandungan ayat-ayat suci Al Qur’an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    7.    Lalai dalam dzikir dan doa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    8.    Lalai dalam amar ma’ruf nahi munkar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bara ghiroh dalam hati telah padam, tidak menyuruh kepada yang ma’ruf, tidak pula mencegah dari yang mungkar. Pada puncaknya, dia tidak mengetahui yang ma’ruf dan tidak mengetahui yang mungkar. Segala urusan dianggap sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    9.    Gila kehormatan dan popularitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Termasuk di dalamnya, gila terhadap kedudukan ingin tampil sebagai pemimpin yang menonjol dan tidak dibarengi dengan kemampuan yang semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        “Sesunguhnya kamu sekalian akan berhasrat mendapatkan kepemiminan dan hal ini akan menjadi penyesalan pada hari kiamat.” (HR. Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    10.    Bakhil dan kikir atas hartanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Allah SWT memuji orang-orang Anshor dengan firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        “… dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. al-Hasyr [59]: 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Rosulullah saw bahkan bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        “Tidaklah berkumpul pada hati seorang hamba selama-lamanya sifat kikir dan keimanan.” (HR. Nasai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    11.    Mengakui apa-apa yang tidak dilakukannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Padahal penyakit ini yang menjadikan binasanya umat terdahulu. Alloh berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        “Wahai orang-orang yang beriman, mengapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Alloh bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. ash-Shof : 2–3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    12.    Bersenang-senang diatas penderitaan umat muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    13.    Hanya pandai menilai kadar dosa yang dilakukan dan tidak melihat pada siapa dosa itu dilakukannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    14.    Tidak peduli pada penderitaan sesama muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    15.    Mudah memutuskan tali silaturahmi/persaudaraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    16.    Senang berbantah-bantahan yang mneyebabkan hatinya keras dan kaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    17.    Sibuk dalam urusan dunia semata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    18.    Suka berlebih-lebihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyembuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku tersebut diatas dapat dijadikan indikator awal akan adanya penyakit pada hati seseorang. Meskipun demikian, kita dapat menyembuhkan hati yang sakit tersebut dengan beberapa cara. Hal ini untuk mempertahankan keimanan yang ada dalam hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullah saw menggambarkan dalam salah satu sabda Beliau bahwa keimanan seorang hamba diibaratkan sebagai pakaian yang dibutuhkan untuk diperbaharui setiap saat. Beliau saw juga menggambarkan keimanan ibarat menatap bulan, terkadang bercahaya terkadang gelap, manakala bulan tersebut tertutup oleh awan maka hilanglah sinar dari rembulan tersebut, ketika gumpalan-gumpalan awan menghilang maka nampak kembali cahaya bulan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran hendaklah dia mengubah dengan tangannya, jika dia tidak mampu maka dengan lisannya, jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan yang demikian adalah selemah-lemah iman.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang bisa dilakukan seorang muslim sebagai upaya penyembuhan penyakit hati yang dideritanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    1.    Membaca dan menyimak Al Qur’an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Allah SWT telah memastikan bahwa al-Qur’an adalah penawar dari penyakit, penerang dan cahaya bagi hamba Allah yang dikehendaki-Nya. Firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Dan Kami turunkan dari al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman….” (QS. al-Isra’ : 82)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    2.    Merasakan keagungan Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Banyak dalil dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang mengungkap tentang keagungan Alloh. Jika seorang muslim memperhatikan nash-nash tersebut, niscaya akan bergetar hatinya dan jiwanya akan tunduk kepada Dzat yang Maha Mendengar dan Maha Mengetahui sebagaimana firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. al-An’am: 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    3.    Mencari dan mempelajari ilmu agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Yaitu ilmu yang bisa menghasilkan rasa takut kepada Allah SWT dan menambah nilai keimanannya. Tidak akan sama keadaan orang yang mengetahui dan orang yang tidak mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    4.    Banyak berdzikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dengan berdzikir kepada Allah SWT keimanan bertambah, rohmat Allah datang, hati tenteram, para malaikat datang mengelilingi mereka, dosa-dosa terampuni. Rosulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, andaikata kamu tetap seperti keadaanmu di sisiku dan di dalam berdzikir, tentu para malaikat akan menyalami kamu di atas tempat tidurmu dan tatkala dalam perjalanan.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    5.    Memperbanyak amal sholeh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Banyak hal yang dapat digunakan sebagai lading amal sholeh bagi kita. Sedangkan bentuk dan cara memperbanyak amal sholeh diantaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        • Sesegera mungkin melaksanakan amal sholih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        • Melaksanakan amal sholih secara terus-menerus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        • Tidak gampang bosan dan capai dalam melaksanakannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        • Mengulang beberapa amal sholih yang terlupakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        • Senantiasa berharap apa yang dilakukannya diterima oleh Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    6.    Rajin melakukan ibadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Di antara rahmat Allah SWT ialah dengan diberikan-Nya beberapa macam peribadatan, sebagiannya berbentuk fisik seperti sholat, sebagiannya berbentuk materi seperti zakat, sebagiannya berbentuk lisan seperti dzikir dan do’a. Bahkan satu jenis ibadah bisa dibagi kepada wajib, sunnah, dan anjuran. Yang wajib pun terkadang terbagi kepada beberapa bagian. Berbagai jenis ibadah ini memungkinkan untuk dijadikan sebagai penyembuh dari penyakit hati atau lemahnya keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    7.    Takut meninggal dalam keadaan su’us khotimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    8.    Banyak mengingat mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Rosulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Perbanyaklah mengingat penebas segala kelezatan, yakni kematian.” (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Di antara cara yang efektif untuk mengingatkan seseorang terhadap kematian ialah dengan berziarah kubur, mengunjungi orang sakit, mengiringkan jenazah, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    9.    Selalu ingat akan tibanya hari akhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    10.    Menelaah firman-firman Allah SWt yang terkait dengan peristiwa alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    11.    Bermunajat dan pasrah kpeada Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    12.    Tidak terlalu mengharap dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    13.    Banyak melakukan ibadah hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    14.    Berdo’a kepada allah SWT agar dijaga keimanan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita terhindar dari penyakit hati yang dapat melemahkan dan bahkan menghilangkan keimanan kita kepada Allah SWT. Dan semoga Allah SWT memberikan perlindungan kepada kita, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Amin………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(disarikan dari http://cambuk-hati.web.id/)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dimuat di www.syahadat.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-3658889124275813339?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/3658889124275813339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=3658889124275813339' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/3658889124275813339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/3658889124275813339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/11/penyakit-hati-dan-penangkalnya.html' title='Penyakit Hati dan Penangkalnya'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-5417465278238583077</id><published>2010-11-03T16:14:00.000-07:00</published><updated>2010-11-03T16:15:01.342-07:00</updated><title type='text'>Membudayakan Disiplin Diri</title><content type='html'>By:Andrew Ho&lt;br /&gt;“You don’t have to change that much for it to make a great deal of difference. A few simple disciplines can have a major impact on how your life works out in the next 90 days, let alone in the next 12 months or the next 3 years.&lt;br /&gt;– Anda tidak perlu berubah drastis untuk menciptakan perubahan besar dalam kehidupan Anda. Tetapi Anda hanya perlu menerapkan sedikit saja kedisiplinan, maka kehidupan Anda akan berubah pada 90 hari mendatang, bukan pada 12 bulan mendatang atau 3 tahun mendatang.”Jim Rohn&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya sengaja mengutip ungkapan dari Jim Rohn tersebut sebagai pengantar bahwa betapapun kecil kedisiplinan yang kita terapkan dapat menciptakan perubahan yang signifikan dalam kehidupan kita. Bukan hanya Jim Rohn, para motivator dan pebisnis sukses di dunia ini mengungkapkan hal yang senada. Padahal kita semua menyadari bahwa kedisiplinan belum sepenuhnya menjadi budaya masyarakat kita.&lt;br /&gt;Sebenarnya apa arti kedisiplinan sehingga memberikan dampak yang begitu besar? Saya berpendapat bahwa kedisiplinan adalah sikap mental untuk melakukan hal-hal yang seharusnya pada saat yang tepat dan benar-benar menghargai waktu. Mekipun pengertian disiplin sangat sederhana, tetapi agak sulit untuk menerapkan konsep-konsep kedisiplinan tadi hingga membudaya kedalam kehidupan kita sehari-hari.&lt;br /&gt;Contohnya mungkin Anda sudah mempunyai rencana-rencana yang ingin Anda wujudkan dalam minggu-minggu ini. Tetapi selepas liburan panjang atau sebab-sebab lain; misalnya sudah puas dengan hasil pekerjaan yang lalu, merasa kehilangan momentum, menyerah, atau meragukan prospek yang tergambar sebelumnya, Anda justru menjadi kurang bersemangat untuk bekerja kembali atau malas untuk memulai dan mengulur-ulur waktu.&lt;br /&gt;Yang pasti banyak faktor yang dapat mengurangi tingkat kedisiplinan kita. Tetapi bukan berarti kita tidak dapat bersikap disiplin. Sedikit demi sedikit kita dapat melatih diri hingga konsep-konsep kedisiplinan itu benar-benar membudaya kedalam kehidupan kita. Saya mempunyai sedikit gambaran mengenai tindakan-tindakan yang dapat memudahkan kita membudayakan kedisiplinan berdasarkan pengalaman dan pengamatan. Bila Anda berhasil melatih diri dengan menjalankan tip-tip di bawah ini, saya yakin Anda sudah mencapai kemajuan yang fantastis.&lt;br /&gt;Tip yang pertama adalah memikirkan apa sebenarnya yang Anda inginkan. Saya yakin kita semua mempunyai banyak sekali keinginan. Putuskan keinginan yang paling memungkinkan Anda wujudkan sebagai target harian. Pastikan setiap hari Anda memiliki suatu target yang realistis, jelas dan spesifik. Pastikan juga Anda sudah berusaha maksimal dan berhasil merealisasikan target-target tersebut setiap hari. Cara ini akan melatih Anda bertindak disiplin, sebab Anda dituntut untuk memprioritaskan aktifitas-aktifitas yang memungkinkan tercapainya target-target tersebut.&lt;br /&gt;Selanjutnya luangkan sedikit waktu untuk orang-orang yang Anda cintai, sedikitnya 5 sampai 10 menit di sela kesibukan setiap hari. Atau bila tidak sempat bertemu secara langsung, Anda dapat memanfaatkan sarana telekomunikasi, misalnya telpon, internet, dan lain sebagainya. Tindakan itu sebenarnya sangat sederhana, tetapi sangat tepat dan bermanfaat tidak saja terhadap hubungan eksternal melainkan memperbaiki hubungan dengan hati serta memenuhi kodrat kita sebagai mahluk yang membutuhkan cinta dan hubungan sosial.&lt;br /&gt;Kemudian bila kita rutin melatih diri dengan berolah raga minimal 2-3 kali seminggu, berarti kita sudah melaksanakan program mendisiplinkan diri. Olah raga rutin menjadikan kesehatan kita membaik. Mensana in corporesano – didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat pula. Bila kondisi kesehatan membaik, maka secara otomatis penampilan kita akan lebih bugar, kepercayaan dan tingkat energi kitapun akan meningkat untuk bertindak cepat dan tepat menangkap peluang yang ada. Maka segera putuskan jenis olah raga yang sesuai dengan kesehatan dan kesenangan Anda.&lt;br /&gt;Pengalaman saya selama mengikuti latihan kemiliteran, setiap pagi saya harus bangun pagi dan melakukan marching atau berbaris sambil mengucapkan ‘kiri kanan’ dan lain sebagainya sampai ribuan kali. Saya kira dalam peperangan hanya ada kata membunuh atau dibunuh! Sedangkan latihan fisik, misalnya kegiatan marching seperti itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan peperangan, dimana dalam organisasi itu kami dipersiapkan sebagai pasukan tempur. Belasan tahun berikutnya, saya baru menyadari bahwa proses latihan-latihan fisik tersebut telah menempa sikap mental saya untuk disiplin terhadap waktu serta gigih berjuang hingga menjadi yang terbaik meski harus menghadapi tantangan yang terberat sekalipun.&lt;br /&gt;Sementara tips melatih kedisiplinan lainnya adalah dengan membiasakan diri hanya mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi serta menerapkan pola makan yang baik. Bukan berarti makanan kita harus mahal atau dibeli dari restoran elit. Contoh makanan yang sehat dan bergizi adalah bermacam jenis buah dan sayuran. Bila makanan kita selalu sehat dan bergizi, maka dapat dipastikan energi dan vitalitas kita meningkat untuk mengerjakan tanggung jawab secara tepat dan cepat hingga mencapai hasil yang terbaik.&lt;br /&gt;Proses saat beribadah kepada Tuhan YME merupakan apresiasi yang terdalam dan mendapatkan kedamaian hati. Tetapi beribadah atau mendekatkan diri kepada Tuhan YME sebenarnya juga merupakan latihan kedisiplinan yang paling utama. Contohnya umat Islam yang menjalankan ibadah 5 kali sehari, umat Kristiani sekali setiap hari Minggu, umat Buddha setiap pagi dan sore, dan lain sebagainya. Kepatuhan untuk melaksanakan rutinitas ibadah sesuai aturan agama tentu saja melatih kedisiplinan, sekaligus memperkaya hati dan jiwa kita dengan kedamaian, percaya diri, kreatifitas dan energi cinta Tuhan Yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;Selain itu, seluruh agama di dunia ini tentu menganjurkan kita menjaga kebersihan baik secara internal maupun eksternal. Maka latihan kedisiplinan meliputi kebiasaan untuk menjaga kondisi di sekeliling kita agar selalu bersih dan teratur. Bila lingkungan kita bersih dan teratur, maka kita akan merasa lebih bebas dan senang, serta pikiran kita akan lebih jernih untuk menyelesaikan tugas dan mewujudkan target-target harian tadi.&lt;br /&gt;Selepas kita mempraktekkan beberapa tips latihan mendisiplinkan diri seperti yang diuraikan diatas dan sudah mendapatkan kemajuan, maka tips latihan kedisiplinan pamungkasnya adalah menunda keinginan untuk berpuas diri. “One of the best ways to develop discipline is to delay gratification. – Cara terbaik untuk meningkatkan kedisiplinan adalah menunda keinginan untuk berpuas diri.” Penundaan bukan selalu pertanda buruk. Sebab penundaan untuk tidak berpuas diri dulu selama ini selalu menyebabkan karakter disiplin saya lahir kembali. Semakin saya gunakan prinsip tersebut, saya menciptakan semakin banyak kemajuan dalam hal keuangan, hubungan sosial, spiritual dan bisnis.&lt;br /&gt;Saya ingin menegaskan bahwa kedisiplinan maupun kesuksesan menuntut kita melakukan hal-hal yang benar dan bukan hal-hal yang kita sukai. Sebuah pepatah mengatakan, “If you would live your life with ease; do what you ought, not what you please. – Jika kamu ingin mengisi kehidupanmu dengan kebahagiaan, maka selesaikan apa yang menjadi tanggung jawabmu, dan bukan hanya mengerjakan apa yang kau suka.” Meskipun melakukan hal yang benar awalnya tidak kita sukai. Tetapi bila kita mendisiplinkan diri dengan secara rutin melaksanakannya, maka berangsur-angsur kita akan menyukainya atau bahkan menjadi bagian dari kesadaran pribadi dan kita senang melakukannya.&lt;br /&gt;Orang-orang yang sukses adalah orang-orang yang selalu menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Cobalah menerapkan kedisiplinan dalam kehidupan, dan Anda tidak akan pernah menyesal. Bila kedisiplinan sudah menjadi bagian dari kesadaran atau budaya pribadi kita, berarti kita sudah membangun dasar yang kehidupan yang kuat sebagai seorang yang sukses dan selalu bersemangat. Selamat mencoba.&lt;br /&gt;* Andrew Ho adalah motivator, penulis buku best seller, dan pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-5417465278238583077?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/5417465278238583077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=5417465278238583077' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/5417465278238583077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/5417465278238583077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/11/membudayakan-disiplin-diri.html' title='Membudayakan Disiplin Diri'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-5956487880434518007</id><published>2010-11-03T16:08:00.000-07:00</published><updated>2010-11-03T16:12:33.093-07:00</updated><title type='text'>MEMBANGUN DISIPLIN DIRI</title><content type='html'>Penjelasan paling baik untuk filosofi mengenai bagaimana membangun disiplin diri adalah analogi. Disiplin diri itu seperti otot. Semakin Anda melatihnya, semakin kuat Anda. Semakin Anda tidak melatihnya, semakin lemah Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya semua orang memunyai kekuatan otot yang berbeda, kita semua memiliki tingkat disiplin yang berbeda juga. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Setiap orang memiliki disiplin diri -- jika Anda mampu menahan napas selama beberapa detik&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, itu berarti Anda memiliki disiplin diri. Namun begitu, tidak semua orang mengembangkan disiplin mereka pada tingkat yang sama.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Diperlukan otot untuk membangun otot. Maka dari itu, untuk membangun disiplin diri, kita memerlukan disiplin diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara untuk membangun disiplin diri analoginya sama dengan melakukan angkat beban untuk membangun otot. Ini berarti mengangkat beban sampai mendekati batas kemampuan/kekuatan. Perhatikan ketika Anda mengangkat beban, Anda mengangkat beban yang mampu Anda angkat. Anda memaksa otot-otot Anda sampai Anda tidak kuat lagi dan kemudian beristirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir sama, metode dasar untuk membangun disiplin diri adalah menjalani tantangan yang mampu Anda selesaikan, tapi untuk menyelesaikannya Anda harus bersusah payah dan mengerahkan segenap tenaga/kekuatan. Ini bukan berarti mencoba melakukan sesuatu dan gagal melakukannya setiap hari. Ini juga bukan berarti Anda harus melakukan sesuatu yang dapat dengan mudah Anda lakukan. Anda tidak akan mendapatkan kekuatan dengan mengangkat beban yang tidak mampu Anda angkat dan Anda juga tidak akan mendapatkan kekuatan dengan mengangkat beban yang terlalu ringan. Anda harus memulai dengan beban/tantangan yang dapat Anda angkat/jalani, tapi untuk melakukan hal itu, Anda harus bersusah payah sampai mendekati batas kekuatan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan progresif berarti sekali Anda sukses, Anda menaikkan tingkat tantangannya setingkat lebih tinggi. Jika Anda tetap mengangkat beban dengan berat yang sama setiap waktu, Anda tidak akan bertambah kuat. Demikian halnya, jika Anda gagal menantang diri Anda sendiri dalam kehidupan, Anda tidak akan mampu untuk berdisiplin diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah suatu kesalahan untuk memaksa diri Anda terlalu keras saat Anda membangun disiplin diri. Jika Anda mencoba mengubah hidup Anda dalam semalam dengan menetapkan lusinan tujuan untuk diri Anda sendiri dan keesokan harinya Anda berharap bisa memulai melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan-tujuan itu secara konsisten, Anda hampir pasti akan mengalami kegagalan. Hal itu sama seperti orang yang pergi ke tempat fitnes untuk pertama kalinya dan mencoba mengangkat beban tiga ratus kilogram. Anda hanya akan terlihat bodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda hanya mampu mengangkat sepuluh kilogram beban, Anda hanya bisa mengangkat sepuluh kilogram beban. Bukan sesuatu yang memalukan jika Anda memulai dari apa yang bisa Anda lakukan. Dengan latihan, Anda akan menjadi semakin kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya jika sekarang Anda sangat tidak disiplin, Anda masih dapat menggunakan sedikit disiplin yang Anda miliki untuk dilatih sehingga Anda dapat menjadi semakin disiplin. Semakin Anda disiplin, hidup Anda semakin mudah untuk dijalani. Tantangan yang pada mulanya terlihat mustahil bagi Anda untuk dijalani, akhirnya akan tampak seperti mainan anak-anak. Saat Anda semakin kuat, berat beban yang sama akan terasa semakin ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan bandingkan diri Anda dengan orang lain. Itu tidak akan menolong. Jika Anda berpikir bahwa Anda lemah, orang lain akan tampak lebih kuat. Sebaliknya, jika Anda berpikir bahwa Anda kuat, orang lain akan tampak lebih lemah. Tidak ada gunanya melakukan hal tersebut. Lihatlah kemampuan Anda sendiri dan bercita-citalah bahwa Anda akan semakin kuat saat Anda melatih diri. (t/Dian)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-5956487880434518007?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/5956487880434518007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=5956487880434518007' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/5956487880434518007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/5956487880434518007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/11/membangun-disiplin-diri.html' title='MEMBANGUN DISIPLIN DIRI'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-1232166853256656902</id><published>2010-11-03T16:05:00.000-07:00</published><updated>2010-11-03T16:07:19.232-07:00</updated><title type='text'>6 Cara Mengembangkan Disiplin Diri</title><content type='html'>Disiplin adalah sebuah kata yang sangat mudah diucapkan, namun sulit untuk dilakukan. Memerlukan sebuah komitmen yang tinggi untuk bisa melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 6 Cara Mengembangkan Disiplin Diri, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara #1 Lakukan sedikit demi sedikit namun konsisten;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses itu perlu. Kita mungkin sulit merubah sesuatu dalam waktu seketika, namun dengan melakukannya secara bertahap, kita bisa melakukan sesuatu yang tampaknya berat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Cara #2 Jangan coba untuk menunda;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah daftar hal-hal yang anda inginkan dengan segera dan jangan coba untuk menunda. Kebiasaan menunda akan melemahkan komitmen anda untuk berdisiplin dan tentunya akan berefek pada hal lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara #3 Setiap hari itu masuk hitungan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari, latihlah komitmen anda untuk berdisiplin. Lakukan hal-hal kecil. Jika anda melewatkan satu hari untuk tidak berdisiplin, maka bisa jadi anda akan tergoda untuk tidak berdisiplin di hari lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara #4 Visualisasikan tujuan akhir anda;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visualisasi akan membantu anda untuk tetap semangat terhadap apa yang ingin anda capai. Tujuan akhir umumnya membuat seseorang tidak mudah menyerah karena tahu apa yang memang ingin dia dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara #5 Miliki seorang penasehat/pelatih;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penasehat atau pelatih akan membantu anda tetap berada di jalur yang benar. Dengan memilikinya, selalu ada orang yang memantau perkembangan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara #6 Berlatihlah untuk menolak kesenangan secara instan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meninggalkan kesenangan jangka pendek untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar adalah salah satu unsur kecerdasan emosional. Jika anda ingin berdisiplin, berlatihlah untuk menolak sesuatu yang menyenangkan yang merusak disiplin anda. Anda bisa melatihnya dengan selalu memberikan batasan terhadap kesenangan jangka pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, disiplin itu tidak mudah tapi mungkin. Sebuah ungkapan yang sangat menarik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-1232166853256656902?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/1232166853256656902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=1232166853256656902' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1232166853256656902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1232166853256656902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/11/6-cara-mengembangkan-disiplin-diri.html' title='6 Cara Mengembangkan Disiplin Diri'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-1669029294087390239</id><published>2010-11-01T19:16:00.000-07:00</published><updated>2010-11-01T19:19:19.464-07:00</updated><title type='text'>Sabar ada batasnya dan sabar tiada berbatas</title><content type='html'>By Jaafar SHODDIK&lt;br /&gt;Banyak orang yang mengatakan "sabar itu ada batasnya" namun banyak juga yang mengatakan sebaliknya, yaitu "sabar itu tidak ada batasnya, yang ada hanyalah keterbatasan manusia dalam merefleksikan sabar di dalam hatinya."&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengatakan sabar ada batasnya dan ada juga sebaliknya bahwa sabar itu tidak ada berbatas. Bagaimana mempertemukan kedua pandangan seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering mengasosiasikan sabar itu dengan tidak marah, dan ya memang salah satu penempatan sabar adalah dengan menahan amarah. Walaupun sebenarnya masih banyak 'bidang-bidang' lain yang dapat menjadi ladang pembuktian kesabaran, seperti ketika ditimpa musibah, ketika belum juga mendapatkan anak meski sudah bertahun-tahun menikah, ketika usaha merugi dan lain sebagainya. Kesemuanya itu hadir sebagai variasi dalam hidup dan manusia dituntut untuk bersabar karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kembali kepada paragraf awal, apakah kesabaran itu berbatas atau tidak? Cerita di bawah ini mudah-mudahan dapat merefleksikan seberapa besar mestinya kesabaran itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari teman bercerita, dia meminta masukan tentang masalah yang dihadapi oleh temannya, seorang wanita berusia 30 an, kita sebut saja si A. Si A ini sudah berumah tangga dan memiliki dua orang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang banyak terjadi, masa manis di awal pernikahan umumnya jarang bertahan lama. Keindahan biduk rumah tangga umumnya akan terus mendapatkan ujian, baik ujian itu datangnya dari faktor eksternal ataupun internal mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini si A harus menghadapi pil pahit rumah tangga karena suaminya ketahuan berselingkuh. Total sudah 3x suaminya si A ketahuan berselingkuh dengan wanita lain. Untuk yang ketiga ini ceritanya terbilang unik yaitu suatu malam ketika suaminya sedang terlelap tidur dan dia lupa mematikan komputer, istrinya pelan-pelan mengendap dan mencoba mencari tahu aktivitas apa saja yang dilakukan suaminya di dunia maya. Dia lihat browser yang masih terbuka dan di salah satu tab browser terlihat account Facebook suaminya yang belum di-signout. Dia telusuri satu persatu apa-apa yang ada di account facebook suaminya, mungkin persis seperti seorang penyelidik polisi yang sedang mencari barang bukti :D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat kaget si A adalah ketika dia membuka Pesan (Messages) yang terdapat di Facebook suaminya. Dia dapati rangkaian pesan dari seorang wanita, begitu juga dia dapati balasan pesan dari suaminya kepada wanita tersebut, kesemuanya berisikan kalimat-kalimat mesra dan romantis. Bahkan terdapat juga pesan-pesan yang isinya seperti janji ketemuan, waktu ketemuan dan tempat ketemuan yang kontan saja membuat si A marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa membangunkan suaminya, malam itu juga si A segera berkemas membawa barang-barang miliknya dan sekaligus membawa kedua anaknya untuk pulang ke rumah orangtuanya di Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok paginya tentu saja suami si A menjadi kepalang bingung ketika tahu istri dan anak-anaknya sudah menghilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita suaminya si A mencoba membujuk istrinya agar kembali ke rumah, dia memohon maaf atas apa-apa yang telah ia perbuat dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi (Nada lama mungkin menurut istrinya :D).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si A yang sudah ketiga kali merasa dikhianati tidak mau begitu saja memaafkan suaminya karena ia tahu dan sadar banget bahwa janji yang selama ini diucapkan untuk tidak mengulangi perbuatannya juga telah dilanggar sendiri oleh suaminya, sehingga si A berpikir untuk apa berjanji lagi apabila terus-terusan dilanggar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabarannya saat itu benar-benar sedang diuji dan saat itu juga dengan menyimpan rasa marah bercampur kesal dan benci, dia memutuskan untuk tidak menerima permohonan maaf suaminya dan tetap bersikeras untuk meminta cerai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang suami sendiri yang sudah memohon-mohon juga tetap tidak mau menceraikan istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita di atas adalah gambaran bagaimana sebuah sifat yaitu sabar yang sedang diuji. Sejauh manakah si A bisa bersabar dengan ulah suaminya yang selalu mengkhianati dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mengacu pada pemahaman yang pertama (sabar ada batasnya) maka langkah si A untuk tidak memaafkan suaminya dan meminta cerai adalah hal yang wajar karena selama ini dia selalu dikhianati, tapi jika mengacu pada pemahaman yang kedua maka langkah si A untuk tidak memaafkan suaminya dan meminta cerai boleh jadi adalah hal yang kurang pas, karena siapa tahu di permohonan maaf yang ketiga ini suaminya benar-benar bertaubat, tidak akan berselingkuh lagi dan ke depannya bisa menjadi suami yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya ditanya teman, masukan dari saya seperti apa untuk kasus si A itu maka saya menjawab: jika dia mau mendapatkan banyak kebaikan maka bersabarlah dan maafkanlah suaminya, tetapi jika dia mau meminta cerai itu pun perkara yang diperbolehkan, karena agama telah memberikan jalan keluar apabila terjadi masalah dalam rumah tangga yang tidak dapat diselesaikan lagi yaitu dengan jalan bercerai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu teman kembali bertanya: "Lantas bagaimana dengan sikap suaminya yang menolak menceraikan?", saya jawab: "Solusinya bisa tengah-tengah seperti ini, maafkan suaminya, kembali rujuk tapi buat surat perjanjian hitam di atas putih yang berisikan ketentuan bahwa jika seandainya nanti suaminya ketahuan berselingkuh lagi maka ia akan menceraikan istrinya tanpa syarat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar tiada batasnya memang boleh jadi bisa dilakukan tapi sabar tidak ada batasnya pun merupakan fitrah manusia yang kita sendiri dalam kondisi tertentu mungkin pernah melakukannya, dan Allah sendiri pun paham akan hal tersebut dengan memberikan beberapa solusi untuk beragam permasalahan, seperti membolehkan perceraian walaupun bercerai itu adalah perbuatan halal yang paling dimurkai-Nya atau memberikan keringanan kepada mereka yang sakit untuk shalat sambil duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bish shawab.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-1669029294087390239?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/1669029294087390239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=1669029294087390239' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1669029294087390239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1669029294087390239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/11/sabar-ada-batasnya-dan-sabar-tiada.html' title='Sabar ada batasnya dan sabar tiada berbatas'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-7809353411659724987</id><published>2010-10-14T16:57:00.000-07:00</published><updated>2010-10-14T16:59:04.876-07:00</updated><title type='text'>Diam itu emas</title><content type='html'>By :  Muhammad Sutiyadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upaya mendewasakan diri kita, salah satu langkah awal yang harus kita pelajari adalah bagaimana menjadi pribadi yang berkemampuan dalam menjaga juga memelihara lisan dengan baik dan benar. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw, ”&lt;br /&gt;Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata benar atau diam.”, hadits diriwayatkan oleh Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jenis-jenis Diam&lt;br /&gt;Sesungguhnya diam itu sangat bermacam-macam penyebab dan dampaknya. Ada yang dengan diam jadi emas, tapi ada pula dengan diam malah menjadi masalah. Semuanya bergantung kepada niat, cara, situasi, juga kondisi pada diri dan lingkungannya. Berikut ini bisa kita lihat jenis-jenis diam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Diam Bodoh&lt;br /&gt;Yaitu diam karena memang tidak tahu apa yang harus dikatakan. Hal ini bisa karena kekurangan ilmu pengetahuan dan ketidakmengertiannya, atau kelemahan pemahaman dan alasan ketidakmampuan lainnya. Namun diam ini jauh lebih baik dan aman daripada memaksakan diri bicara sok tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Diam Malas&lt;br /&gt;Diam jenis merupakan keburukan, karena diam pada saat orang memerlukan perkataannya, dia enggan berbicara karena merasa sedang tidak mood, tidak berselera atau malas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Diam Sombong&lt;br /&gt;Ini pun termasuk diam negatif karena dia bersikap diam berdasarkan anggapan bahwa orang yang diajak bicara tidak selevel dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Diam Khianat&lt;br /&gt;Ini diamnya orang jahat karena dia diam untuk mencelakakan orang lain. Diam pada saat dibutuhkan kesaksian yang menyelamatkan adalah diam yang keji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Diam Marah&lt;br /&gt;Diam seperti ini ada baiknya dan adapula buruknya, baiknya adalah jauh lebih terpelihara dari perkataan keji yang akan lebih memperkeruh suasana. Namun, buruknya adalah dia berniat bukan untuk mencari solusi tapi untuk memperlihatkan kemurkaannya, sehingga boleh jadi diamnya ini juga menambah masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Diam Utama (Diam Aktif)&lt;br /&gt;Yang dimaksud diam keutamaan adalah bersikap diam hasil dari pemikiran dan perenungan niat yang membuahkan keyakinan bahwa engan bersikap menahan diri (diam) maka akan menjadi maslahat lebih besardibanding dengan berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keutamaan Diam Aktif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Hemat Masalah&lt;br /&gt;Dengan memilih diam aktif, kita akan menghemat kata-kata yang berpeluang menimbulkan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Hemat dari Dosa&lt;br /&gt;Dengan diam aktif maka peluang tergelincir kata menjadi dosapun menipis, terhindar dari kesalahan kata yang menimbulkan kemurkaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Hati Selalu Terjaga dan Tenang&lt;br /&gt;Dengan diam aktif berarti hati akan terjaga dari riya, ujub, takabbur atau aneka penyakit hati lainnya yang akan mengeraskan dan mematikan hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Lebih Bijak&lt;br /&gt;Dengan diam aktif berarti kita menjadi pesdengar dan pemerhati yang baik, diharapkan dalam menghadapi sesuatu persoalan, pemahamannya jauh lebih mendaam sehingga pengambilan keputusan pun jauh lebih bijak dan arif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Hikmah Akan Muncul&lt;br /&gt;Yang tak kalah pentingnya, orang yang mampu menahan diri dengan diam aktif adalah bercahayanya qolbu, memberikan ide dan gagasan yang cemerlang, hikmah tuntunan dari Allah swtakan menyelimuti hati, lisan, serta sikap dan perilakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Lebih Berwibawa&lt;br /&gt;Tanpa disadari, sikap dan penampilan orang yang diam aktif akan menimbulkan wibawa tersendiri. Orang akan menjadi lebih segan untuk mempermainkan atau meremehkan.&lt;br /&gt;Selain itu, diam aktif merupakan upaya menahan diri dari beberapa hal, seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Diam dari perkataan dusta&lt;br /&gt;2. Diamdari perkataan sia-sia&lt;br /&gt;3. Diam dari komentar spontan dan celetukan&lt;br /&gt;4. Diam dari kata yang berlebihan&lt;br /&gt;5. Diam dari keluh kesah&lt;br /&gt;6. Diam dari niat riya dan ujub&lt;br /&gt;7. Diam dari kata yang menyakiti&lt;br /&gt;8. Diam dari sok tahu dan sok pintar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita menjadi terbiasa berkata benar atau diam. Semoga pula Allah ridha hingga akhir hayat nanti, saat ajal menjemput, lisan ini diperkenankan untuk mengantar kepergian ruh kita dengan sebaik-baik perkataan yaitu kalimat tauhiid “laa ilaha illallah” puncak perkataan yang menghantarkan ke surga. Aamiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi : Abdullah Gymnastiar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-7809353411659724987?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/7809353411659724987/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=7809353411659724987' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/7809353411659724987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/7809353411659724987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/10/diam-itu-emas.html' title='Diam itu emas'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-5353833867768211009</id><published>2010-10-14T16:53:00.000-07:00</published><updated>2010-10-14T16:54:29.946-07:00</updated><title type='text'>Makna Sabar</title><content type='html'>Urgensi Kesabaran&lt;br /&gt;By. Rikza Maulan, Lc. M.Ag.&lt;br /&gt;Kesabaran merupakan salah satu ciri mendasar orang yang bertaqwa kepada Allah SWT. Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa kesabaran merupakan setengahnya keimanan. Sabar memiliki kaitan yang tidak mungkin dipisahkan dari keimanan: Kaitan antara sabar dengan iman, adalah seperti kepala dengan jasadnya. Tidak ada keimanan yang tidak disertai kesabaran, sebagaimana juga tidak ada jasad yang tidak memiliki kepala. Oleh karena itulah Rasulullah SAW menggambarkan tentang ciri dan keutamaan orang yang beriman sebagaimana hadits di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kesabaran adalah bukan semata-mata memiliki pengertian "nrimo", ketidak mampuan dan identik dengan ketertindasan. Sabar sesungguhnya memiliki dimensi yang lebih pada pengalahan hawa nafsu yang terdapat dalam jiwa insan. Dalam berjihad, sabar diimplementasikan dengan melawan hawa nafsu yang menginginkan agar dirinya duduk dengan santai dan tenang di rumah. Justru ketika ia berdiam diri itulah, sesungguhnya ia belum dapat bersabar melawan tantangan dan memenuhi panggilan ilahi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sabar juga memiliki dimensi untuk merubah sebuah kondisi, baik yang bersifat pribadi maupun sosial, menuju perbaikan agar lebih baik dan baik lagi. Bahkan seseorang dikatakan dapat diakatakan tidak sabar, jika ia menerima kondisi buruk, pasrah dan menyerah begitu saja. Sabar dalam ibadah diimplementasikan dalam bentuk melawan dan memaksa diri untuk bangkit dari tempat tidur, kemudian berwudhu lalu berjalan menuju masjid dan malaksanakan shalat secara berjamaah. Sehingga sabar tidak tepat jika hanya diartikan dengan sebuah sifat pasif, namun ia memiliki nilai keseimbangan antara sifat aktif dengan sifat pasif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Sabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Arab, dan sudah menjadi istilah dalam bahasa Indonesia. Asal katanya adalah "Shobaro", yang membentuk infinitif (masdar) menjadi "shabran". Dari segi bahasa, sabar berarti menahan dan mencegah. Menguatkan makna seperti ini adalah firman Allah dalam Al-Qur'an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi/ 18 : 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah untuk bersabar pada ayat di atas, adalah untuk menahan diri dari keingingan ‘keluar’ dari komunitas orang-orang yang menyeru Rab nya serta selalu mengharap keridhaan-Nya. Perintah sabar di atas sekaligus juga sebagai pencegahan dari keinginan manusia yang ingin bersama dengan orang-orang yang lalai dari mengingat Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dari segi istilahnya, sabar adalah:&lt;br /&gt;Menahan diri dari sifat kegeundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amru bin Usman mengatakan, bahwa sabar adalah keteguhan bersama Allah, menerima ujian dari-Nya dengan lapang dan tenang. Hal senada juga dikemukakan oleh Imam al-Khowas, bahwa sabar adalah refleksi keteguhan untuk merealisasikan al-Qur'an dan sunnah. Sehingga sesungguhnya sabar tidak identik dengan kepasrahan dan ketidak mampuan. Justru orang yang seperti ini memiliki indikasi adanya ketidak sabaran untuk merubah kondisi yang ada, ketidak sabaran untuk berusaha, ketidak sabaran untuk berjuang dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk sabar ketika berjihad. Padahal jihad adalah memerangi musuh-musuh Allah, yang klimaksnya adalah menggunakan senjata (perang). Artinya untuk berbuat seperti itu perlu kesabaran untuk mengeyampingkan keiinginan jiwanya yang menginginkan rasa santai, bermalas-malasan dan lain sebagainya. Sabar dalam jihad juga berarti keteguhan untuk menghadapi musuh, serta tidak lari dari medan peperangan. Orang yang lari dari medan peperangan karena takut, adalah salah satu indikasi tidak sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar Sebagaimana Digambarkan Dalam Al-Qur'an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam al-Qur'an banyak sekali ayat-ayat yang berbicara mengenai kesabaran. Jika ditelusuri secara keseluruhan, terdapat 103 kali disebut dalam al-Qur'an, kata-kata yang menggunakan kata dasar sabar; baik berbentuk isim maupun fi'ilnya. Hal ini menunjukkan betapa kesabaran menjadi perhatian Allah SWT, yang Allah tekankan kepada hamba-hamba-Nya. Dari ayat-ayat yang ada, para ulama mengklasifikasikan sabar dalam al-Qur'an menjadi beberapa macam;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sabar merupakan perintah Allah SWT. Hal ini sebagaimana yang terdapat dalam QS.2: 153: "Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat lainnya yang serupa mengenai perintah untuk bersabar sangat banyak terdapat dalam Al-Qur'an. Diantaranya adalah dalam QS.3: 200, 16: 127, 8: 46, 10:109, 11: 115 dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Larangan isti'ja l(tergesa-gesa/ tidak sabar), sebagaimana yang Allah firmankan (QS. Al-Ahqaf/ 46: 35): "Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pujian Allah bagi orang-orang yang sabar, sebagaimana yang terdapat dalam QS. 2: 177: "…dan orang-orang yang bersabar dalam kesulitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Allah SWT akan mencintai orang-orang yang sabar. Dalam surat Ali Imran (3: 146) Allah SWT berfirman : "Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kebersamaan Allah dengan orang-orang yang sabar. Artinya Allah SWT senantiasa akan menyertai hamba-hamba-Nya yang sabar. Allah berfirman (QS. 8: 46) ; "Dan bersabarlah kamu, karena sesungguhnya Allah itu beserta orang-orang yang sabar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mendapatkan pahala surga dari Allah. Allah mengatakan dalam al-Qur'an (13: 23 - 24); "(yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): "Salamun `alaikum bima shabartum" (keselamatan bagi kalian, atas kesabaran yang kalian lakukan). Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah diantara gambaran Al-Qur'an mengenai kesabaran. Gembaran-gambaran lain mengenai hal yang sama, masih sangat banyak, dan dapat kita temukan pada buku-buku yang secara khusus membahas mengenai kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran Sebagaimana Digambarkan Dalam Hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dalam al-Qur'an, dalam hadits juga banyak sekali sabda-sabda Rasulullah SAW yang menggambarkan mengenai kesabaran. Dalam kitab Riyadhus Shalihin, Imam Nawawi mencantumkan 29 hadits yang bertemakan sabar. Secara garis besar, hadits-hadits tersebut menggambarkan kesabaran sebagai berikut;&lt;br /&gt;1. Kesabaran merupakan "dhiya' " (cahaya yang amat terang). Karena dengan kesabaran inilah, seseorang akan mampu menyingkap kegelapan. Rasulullah SAW mengungkapkan, "…dan kesabaran merupakan cahaya yang terang…" (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kesabaran merupakan sesuatu yang perlu diusahakan dan dilatih secara optimal. Rasulullah SAW pernah menggambarkan: "…barang siapa yang mensabar-sabarkan diri (berusaha untuk sabar), maka Allah akan menjadikannya seorang yang sabar…" (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kesabaran merupakan anugrah Allah yang paling baik. Rasulullah SAW mengatakan, "…dan tidaklah seseorang itu diberi sesuatu yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran." (Muttafaqun Alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kesabaran merupakan salah satu sifat sekaligus ciri orang mu'min, sebagaimana hadits yang terdapat pada muqadimah; "Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman, karena segala perkaranya adalah baik. Jika ia mendapatkan kenikmatan, ia bersyukur karena (ia mengatahui) bahwa hal tersebut adalah memang baik baginya. Dan jika ia tertimpa musibah atau kesulitan, ia bersabar karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut adalah baik baginya." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Seseorang yang sabar akan mendapatkan pahala surga. Dalam sebuah hadits digambarkan; Dari Anas bin Malik ra berkata, bahwa aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya Allah berfirman, "Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kedua matanya, kemudian diabersabar, maka aku gantikan surga baginya." (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sabar merupakan sifat para nabi. Ibnu Mas'ud dalam sebuah riwayat pernah mengatakan: Dari Abdullan bin Mas'ud berkata"Seakan-akan aku memandang Rasulullah SAW menceritakan salah seorang nabi, yang dipukuli oleh kaumnya hingga berdarah, kemudia ia mengusap darah dari wajahnya seraya berkata, 'Ya Allah ampunilah dosa kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui." (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kesabaran merupakan ciri orang yang kuat. Rasulullah SAW pernah menggambarkan dalam sebuah hadits; Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah orang yang memiliki jiwanya ketika marah." (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kesabaran dapat menghapuskan dosa. Rasulullah SAW menggambarkan dalam sebuah haditsnya; Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullan SAW bersabda, "Tidaklah seorang muslim mendapatkan kelelahan, sakit, kecemasan, kesedihan, mara bahaya dan juga kesusahan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya dengan hal tersebut." (HR. Bukhari &amp; Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kesabaran merupakan suatu keharusan, dimana seseorang tidak boleh putus asa hingga ia menginginkan kematian. Sekiranya memang sudah sangat terpaksa hendaklah ia berdoa kepada Allah, agar Allah memberikan hal yang terbaik baginya; apakah kehidupan atau kematian. Rasulullah SAW mengatakan; Dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah salah seorang diantara kalian mengangan-angankan datangnya kematian karena musibah yang menimpanya. Dan sekiranya ia memang harus mengharapkannya, hendaklah ia berdoa, 'Ya Allah, teruskanlah hidupku ini sekiranya hidup itu lebih baik unttukku. Dan wafatkanlah aku, sekiranya itu lebih baik bagiku." (HR. Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk-Bentuk Kesabaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama membagi kesabaran menjadi tiga hal; sabar dalam ketaatan kepada Allah, sabar untuk meninggalkan kemaksiatan dan sabar menghadapi ujian dari Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sabar dalam ketaatan kepada Allah. Merealisasikan ketaatan kepada Allah, membutuhkan kesabaran, karena secara tabiatnya, jiwa manusia enggan untuk beribadah dan berbuat ketaatan. Ditinjau dari penyebabnya, terdapat tiga hal yang menyebabkan insan sulit untuk sabar. Pertama karena malas, seperti dalam melakukan ibadah shalat. Kedua karena bakhil (kikir), seperti menunaikan zakat dan infaq. Ketiga karena keduanya, (malas dan kikir), seperti haji dan jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian untuk dapat merealisasikan kesabaran dalam ketaatan kepada Allah diperlukan beberapa hal,&lt;br /&gt;(1) Dalam kondisi sebelum melakukan ibadah berupa memperbaiki niat, yaitu kikhlasan. Ikhlas merupakan kesabaran menghadapi duri-duri riya'.&lt;br /&gt;(2) Kondisi ketika melaksanakan ibadah, agar jangan sampai melupakan Allah di tengah melaksanakan ibadah tersebut, tidak malas dalam merealisasikan adab dan sunah-sunahnya.&lt;br /&gt;(3) Kondisi ketika telah selesai melaksanakan ibadah, yaitu untuk tidak membicarakan ibadah yang telah dilakukannya supaya diketahui atau dipuji orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sabar dalam meninggalkan kemaksiatan. Meninggalkan kemaksiatan juga membutuhkan kesabaran yang besar, terutama pada kemaksiatan yang sangat mudah untuk dilakukan, seperti ghibah (baca; ngerumpi), dusta, memandang sesuatu yang haram dsb. Karena kecendrungan jiwa insan, suka pada hal-hal yang buruk dan "menyenangkan". Dan perbuatan maksiat identik dengan hal-hal yang "menyenangkan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah, seperti mendapatkan musibah, baik yang bersifat materi ataupun inmateri; misalnya kehilangan harta, kehilangan orang yang dicintai dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek-Aspek Kesabaran sebagaimana yang Digambarkan dalam Hadits&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits-hadits Rasulullah SAW, terdapat beberapa hadits yang secara spesifik menggambarkan aspek-aspek ataupun kondisi-kondisi seseroang diharuskan untuk bersabar. Meskipun aspek-aspek tersebut bukan merupakan ‘pembatasan’ pada bidang-bidang kesabaran, melainkan hanya sebagai contoh dan penekanan yang memiliki nilai motivasi untuk lebih bersabar dalam menghadapi berbagai permasalahan lainnya. Diantara kondisi-kondisi yang ditekankan agar kita bersabar adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sabar terhadap musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar terhadap musibah merupakan aspek kesabaran yang paling sering dinasehatkan banyak orang. Karena sabar dalam aspek ini merupakan bentuk sabar yang Dalam sebuah hadits diriwayatkan, :&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik ra, bahwa suatu ketika Rasulullah SAW melewati seorang wanita yang sedang menangis di dekat sebuah kuburan. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, ‘Bertakwalah kepada Allah, dan bersabarlah.’ Wanita tersebut menjawab, ‘Menjauhlah dariku, karena sesungguhnya engkau tidak mengetahui dan tidak bisa merasakan musibah yang menimpaku.’ Kemudian diberitahukan kepada wanita tersebut, bahwa orang yang menegurnya tadi adalah Rasulullah SAW. Lalu ia mendatangi pintu Rasulullah SAW dan ia tidak mendapatkan penjaganya. Kemudian ia berkata kepada Rasulullah SAW, ‘(maaf) aku tadi tidak mengetahui engkau wahai Rasulullah SAW.’ Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya sabar itu terdapat pada hentakan pertama.’ (HR. Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sabar ketika menghadapi musuh (dalam berjihad).&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat, Rasulullah bersabda : Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah kalian berangan-angan untuk menghadapi musuh. Namun jika kalian sudah menghadapinya maka bersabarlah (untuk menghadapinya).” HR. Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sabar berjamaah, terhadap amir yang tidak disukai.&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat digambarkan; Dari Ibnu Abbas ra beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang melihat pada amir (pemimpinnya) sesuatu yang tidak disukainya, maka hendaklah ia bersabar. Karena siapa yang memisahkan diri dari jamaah satu jengkal, kemudian ia mati. Maka ia mati dalam kondisi kematian jahiliyah. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sabar terhadap jabatan &amp; kedudukan.&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat digambarkan : Dari Usaid bin Hudhair bahwa seseorang dari kaum Anshar berkata kepada Rasulullah SAW; ‘Wahai Rasulullah, engkau mengangkat (memberi kedudukan) si Fulan, namun tidak mengangkat (memberi kedudukan kepadaku). Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya kalian akan melihat setelahku ‘atsaratan’ (yaitu setiap orang menganggap lebih baik dari yang lainnya), maka bersabarlah kalian hingga kalian menemuiku pada telagaku (kelak). (HR. Turmudzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sabar dalam kehidupan sosial dan interaksi dengan masyarakat.&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits diriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, ‘Seorang muslim apabila ia berinteraksi dengan masyarakat serta bersabar terhadap dampak negatif mereka adalah lebih baik dari pada seorang muslim yang tidak berinteraksi dengan masyarakat serta tidak bersabar atas kenegatifan mereka. (HR. Turmudzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sabar dalam kerasnya kehidupan dan himpitan ekonomi&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat digambarkan; ‘Dari Abdullah bin Umar ra berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Barang siapa yang bersabar atas kesulitan dan himpitan kehidupannya, maka aku akan menjadi saksi atau pemberi syafaat baginya pada hari kiamat. (HR. Turmudzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiat-kiat Untuk Meningkatkan Kesabaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidaksabaran (baca; isti'jal) merupakan salah satu penyakit hati, yang seyogyanya diantisipasi dan diterapi sejak dini. Karena hal ini memilki dampak negatif dari amalan yang dilakukan seorang insan. Seperti hasil yang tidak maksimal, terjerumus kedalam kemaksiatan, enggan untuk melaksanakan ibadah kepada Allah dsb. Oleh karena itulah, diperlukan beberapa kiat, guna meningkatkan kesabaran. Diantara kiat-kiat tersebut adalah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengkikhlaskan niat kepada Allah SWT, bahwa ia semata-mata berbuat hanya untuk-Nya. Dengan adanya niatan seperti ini, akan sangat menunjang munculnya kesabaran kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memperbanyak tilawah (baca; membaca) al-Qur'an, baik pada pagi, siang, sore ataupun malam hari. Akan lebih optimal lagi manakala bacaan tersebut disertai perenungan dan pentadaburan makna-makna yang dikandungnya. Karena al-Qur'an merupakan obat bagi hati insan. Masuk dalam kategori ini juga dzikir kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memperbanyak puasa sunnah. Karena puasa merupakan hal yang dapat mengurangi hawa nafsu terutama yang bersifat syahwati dengan lawan jenisnya. Puasa juga merupakan ibadah yang memang secara khusus dapat melatih kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mujahadatun Nafs, yaitu sebuah usaha yang dilakukan insan untuk berusaha secara giat dan maksimal guna mengalahkan keinginan-keinginan jiwa yang cenderung suka pada hal-hal negatif, seperti malas, marah, kikir, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mengingat-ingat kembali tujuan hidup di dunia. Karena hal ini akan memacu insan untuk beramal secara sempurna. Sedangkan ketidaksabaran (isti'jal), memiliki prosentase yang cukup besar untuk menjadikan amalan seseorang tidak optimal. Apalagi jika merenungkan bahwa sesungguhnya Allah akan melihat "amalan" seseorang yang dilakukannya, dan bukan melihat pada hasilnya. (Lihat QS. 9 : 105)&lt;br /&gt;6. Perlu mengadakan latihan-latihan untuk sabar secara pribadi. Seperti ketika sedang sendiri dalam rumah, hendaklah dilatih untuk beramal ibadah dari pada menyaksikan televisi misalnya. Kemudian melatih diri untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk infaq fi sabilillah, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Membaca-baca kisah-kisah kesabaran para sahabat, tabi'in maupun tokoh-tokoh Islam lainnya. Karena hal ini juga akan menanamkan keteladanan yang patut dicontoh dalam kehidupan nyata di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sekelumit sketsa mengenai kesabaran. Pada intinya, bahwa sabar mereupakan salah satu sifat dan karakter orang mu'min, yang sesungguhnya sifat ini dapat dimiliki oleh setiap insan. Karena pada dasarnya manusia memiliki potensi untuk mengembangkan sikap sabar ini dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar tidak identik dengan kepasrahan dan menyerah pada kondisi yang ada, atau identik dengan keterdzoliman. Justru sabar adalah sebuah sikap aktif, untuk merubah kondisi yang ada, sehingga dapat menjadi lebih baik dan baik lagi. Oleh karena itulah, marilah secara bersama kita berusaha untuk menggapai sikap ini. Insya Allah, Allah akan memberikan jalan bagi hamba-hamba-Nya yang berusaha di jalan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A'lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-5353833867768211009?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/5353833867768211009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=5353833867768211009' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/5353833867768211009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/5353833867768211009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/10/makna-sabar.html' title='Makna Sabar'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-7621339925517769659</id><published>2010-10-14T16:49:00.000-07:00</published><updated>2010-10-14T16:50:18.908-07:00</updated><title type='text'>Ketika</title><content type='html'>Bangunlah ketika yang lain sedang tertidur. Berjalanlah ketika yang lain sudah bangun. Berlarilah ketika yang lain sedang berjalan. Dan terbanglah ketika yang lain sedang berlari. Dan ketika yang lain terbang maka anda telah SUKSES!!!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-7621339925517769659?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/7621339925517769659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=7621339925517769659' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/7621339925517769659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/7621339925517769659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/10/ketika.html' title='Ketika'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-51942744651062778</id><published>2010-10-14T16:44:00.000-07:00</published><updated>2010-10-14T16:47:02.376-07:00</updated><title type='text'>Rintik hujan</title><content type='html'>langkahku yang tertatih-tatih&lt;br /&gt;hanya  ditemani rintik hujan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-51942744651062778?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/51942744651062778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=51942744651062778' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/51942744651062778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/51942744651062778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/10/rintik-hujan.html' title='Rintik hujan'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-735357292176164087</id><published>2010-08-03T16:39:00.000-07:00</published><updated>2010-08-03T16:43:22.191-07:00</updated><title type='text'>Mengalah Demi Menjaga Hubungan</title><content type='html'>Yang namanya ¨menjaga¨ berarti dengan sekuat mungkin agar tidak terlepas dari genggaman. Karena sedikit saja kita teledor, penyesalan adalah kata yang begitu klasik di akhirnya. Mungkin seperti itu yang berusaha saya terapkan dalam berbagai kehidupan, dalam keluarga, pertemanan, maupun masalah hati (percintaan).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam percintaan terkadang dibumbui juga dengan berbagai masalah yang mengiringi perjalanan cinta dua insan. Ada saatnya suka adapula saatnya diselimuti duka. Salah satunya adalah perbedaan dalam pemahaman tentang sesuatu. Yang timbul kemudian adalah pertengkaran. Dan disinilah ego lebih jelas berperan sebagai pemimpin.&lt;br /&gt;Kalau ego telah memimpin, nggak beda perempuan maupun lelaki akan menjadi sangat agresif untuk memenangkan pertengkaran itu. Pada titik puncaknya, bagi sang pemenang, akan merasa lebih kuat karena memenangkan pertengkaran itu. Namun dia tidak memikirkan sesuatu yang lebih indah daripada memenangkannya.&lt;br /&gt;Mengalah adalah sesuatu yang akan menggiring kita untuk menikmati keindahan dikemudian hari daripada memenangkan pertengkaran. Karena dengan mengalah bukan berarti kalah, namun mengalah demi menjaga hubungan akan membuat hubungan itu lebih indah dan langgeng.&lt;br /&gt;Dan seperti apa yang dikatakan seseorang bahwa teori hanya akan tetap jadi teori, yang real n fakta itu adalah prakteknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Yang jelas, membina hubungan dengan seseorang seperti membalikan telapak tangan atawa begitu mudah daripada menjaga hubungan yang telah terjalin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-735357292176164087?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/735357292176164087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=735357292176164087' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/735357292176164087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/735357292176164087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/08/mengalah-demi-menjaga-hubungan.html' title='Mengalah Demi Menjaga Hubungan'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-1870125479542741302</id><published>2010-08-03T16:31:00.000-07:00</published><updated>2010-08-03T16:34:14.715-07:00</updated><title type='text'>MAKNA SEBUAH PERJALANAN HIDUP</title><content type='html'>Ada masanya ketika kita teringat dan ingin mengenang kembali nilai-nilai moral dan budi pekerti yang diajarkan, semangat perjuangan yang diwariskan, teladan yang diberikan, serta jasa-jasa dan perjuangan orangtua atau orang-orang terkasih dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kalanya muncul keinginan untuk terus menghidupkan nilai-nilai dan mutiara kebijaksanaan orangtua kita ke generasi-generasi selanjutnya. Sebab, tidak ada pengajaran budi pekerti dan teladan terbaik selain dari riwayat hidup para pendahulu kita.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada kalanya yang kuat tersimpan dalam kenangan justru luka-luka kehidupan yang tak termaafkan. Padahal, semua peristiwa tragis, peristiwa pahit, perselisihan, pertentangan, atau peristiwa yang menimbulkan luka itu, tetaplah merupakan bagian dari sejarah hidup orang-orang terkasih kita yang tak terelakkan. Setiap zaman memiliki kekuatan dan kelemahannya sendiri-sendiri, begitu juga mereka pelaku-pelaku sejarah di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, seburuk apa pun peristiwa itu, sepahit apa pun luka yang ditimbulkannya, sekuat apa pun dendam yang muncul karenanya, tetaplah ada hikmat dan pelajaran berharga di sana. Mereka sedang menanti di belakang peristiwa-peristiwa itu, untuk kemudian menyapa kita dengan kearifan dan kesempurnaan akan nilai cinta kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, ada kalanya kita mendambakan penyatuan kembali, rekonsiliasi, sebagai sebuah keluarga besar melalui pemaknaan kembali atas peristiwa-peristiwa yang telah dilalui oleh orang-orang terkasih kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada kalanya semua ingatan kita menjadi semakin kabur sehingga kita seperti kehilangan jejak atas semua kekayaan dan mutiara hikmat dari para teladan dalam keluarga kita. Untuk itulah, BUKU KENANGAN datang menyapa Anda sekeluarga, untuk membantu keluarga Anda menggali, menemukan, meracik, dan menyajikannya dalam sebuah memoar penuh makna, berupa buku kenangan, sebuah persembahan spesial bagi orang-orang tercinta.[ez]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk penulisan Buku Kenangan, hubungi kami: (telp/faks) 021-59400515&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hp: 08159912074/081227156933.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Email: bukukenangan[at]gmail[dot]com &amp; edzaqeus[at]gmail[dot]com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-1870125479542741302?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/1870125479542741302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=1870125479542741302' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1870125479542741302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1870125479542741302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/08/makna-sebuah-perjalanan-hidup.html' title='MAKNA SEBUAH PERJALANAN HIDUP'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-3406499623104373664</id><published>2010-07-19T19:02:00.000-07:00</published><updated>2010-07-19T19:08:44.101-07:00</updated><title type='text'>Senyum resep antimarah</title><content type='html'>Amarah juga sumber perceraian.  Sebagian besar  pasangan suami istri yang bercerai dimulai dari amarah yang tak terkendali.  Dengan marah, masalah kecil akan jadi besar, dan masalah besar akan jadi bencana.  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemesraan suami istri di awal pernikahan lenyap entah kemana karena dihilangkan oleh amarah yang menggunung.  Jadi, bila anda tidak ingin bercerai dengan suami / istri anda, jangan marah.  Kendalikan amarah anda.  Banyak-banyak lah tersenyum pada suami / istri anda.  Setelah tersenyum katakan lah : ”Aku sayang kamu”.  Ehm...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-3406499623104373664?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/3406499623104373664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=3406499623104373664' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/3406499623104373664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/3406499623104373664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/07/senyum-resep-antimarah.html' title='Senyum resep antimarah'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-3976425969501807625</id><published>2010-07-19T18:54:00.000-07:00</published><updated>2010-07-19T18:57:20.380-07:00</updated><title type='text'>Keajaiban Senyum</title><content type='html'>Tersenyum, betapa mudahnya hal ini dilakukan.  Hanya butuh sedetik untuk merubah bentuk bibir menjadi senyum.  Dan hanya butuh tujuh detik mempertahankan sang senyum untuk terlihat sebagai ungkapan ketulusan hati.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kenapa hal sederhana ini jarang terlihat?  Wajah-wajah di jalan, di angkutan umum, di kantin, di kantor, bahkan di tempat wisata yang seharusnya menjadi kebun senyum, justru terlihat buram.  Kerutan-kerutan di wajah menunjukkan betapa berat beban yang harus ditanggung wajah-wajah itu.  Banyak wajah yang daerah diantara dua matanya mengkerut.  Menyeramkan dan tampak garang.  Duh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum itu sudah hilang dari wajah banyak orang.  Entah kenapa senyum – bahkan tawa – yang selalu cerah menghiasi wajah-wajah itu dari kecil, sirna begitu saja.  Sekarang, bahkan bukan hanya wajah-wajah tua dan dewasa yang telah kehilangan senyum manis.  Wajah para remaja dan anak-anak pun telah ketularan kerutan-kerutan penuh beban itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum pada hakikatnya adalah salah satu anugerah indah dari Tuhan Yang Maha Indah.  Tuhan sengaja menganugerahkan  senyum sebagai bagian dari keindahan manusia.  Sayang, anugerah indah ini, tidak banyak ditemui di wajah banyak manusia.  Dunia akan jauh lebih indah bila penduduknya gemar tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup dan kehidupan manusia pun akan lebih indah dan menenteramkan bila kita menemui banyak senyum di sekeliling kita.  Terutama sang senyum dari wajah kita sendiri.  Bukankah sangat enak bila kita menerima senyum?  Dan bukankah jauh lebih enak bila kita lah yang memberi senyum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara, senyum yang sederhana, mudah dan gratis itu ternyata menyimpan banyak keajaiban.  Setidaknya dari berbagai pengalaman dalam hidup saya.  Yap, dalam hidup saya, saya menemui banyak keajaiban.  Bentuknya macam-macam.  Ada  kemudahan, kesehatan, kekayaan, kebaikan, solusi dan sebagainya dari sebuah senyuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang senyum – lengkungan yang menurut Pak Gede Prama bisa meluruskan banyak hal – adalah hal yang luar biasa. Ia seperti oase di tengah gurun pasir.  Ia seperti setetes air jernih dari mata air yang bisa menghilangkan dahaga.  Ia seperti udara bagi yang tercekik.  Ia seperti sumbangan uang bagi fakir miskin yang dirawat di rumah sakit.  Ia seperti mangga muda bagi ibu muda yang sedang ngidam.  Ia seperti pinjaman uang bagi yang sedang membutuhkan.  Ia juga seperti semangkuk mie instan bagi pengungsi yang kelaparan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum pada hakikatnya adalah kebutuhan manusia.  Siapa yang senang tersenyum membuat jiwa, perasaan, pikiran dan fisiknya terpenuhi salah satu kebutuhannya.  Bila manusia tidak senang tersenyum, ada luka di jiwa, rasa dan pikirnya.  Sang jiwa yang terluka membuat hidup dipenuhi kegelisahan.  Sang rasa yang terluka membuat hidup tidak tenang.  Sang pikir yang terluka membuat hidup penuh beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Aturan Senyum Tulus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum tulus ada aturannya?  Ya, ada.  Aturan ini saya dapat dari dua orang guru saya.  Pertama Pak Jamil Azzaini.  Kedua, Pak Amir Tengku Ramly.  Pertama sekali, saya belajar dari Pak Jamil, bahwa senyum itu harus 227.  Artinya senyum baru terlihat tulus dengan menarik bibir ke kanan 2 cm, ke kiri 2 cm, pertahankan minimal selama 7 detik.  Bila kurang dari 7 detik, maka senyum itu akan kehilangan ketulusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan ini lalu disempurnakan oleh Pak Amir.  Menurut Pak Amir, senyum itu harus 127.  Angka satu artinya sang senyum harus lah berasal dan bertujuan untuk menyatukan hati. Hati yang memberi dan menerima senyum.  Dengan begitu, senyum itu berperan sebagai pengikat dan jembatan antara satu diri dengan diri-diri yang lain. Sedang angka 2 dan 7, maknanya sama dengan aturannya Pak Jamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Itulah senyum saudara... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sederhana, tapi dahsyat luar biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kecil, tapi bermakna raksasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mudah, tapi sangat berharga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya,....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersenyum lah saudara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmati keajaiban-keajaiban dalam hidup anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagikanlah keajaiban bagi hidup sesama kita.&lt;br /&gt;By Supardi Lee &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-3976425969501807625?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/3976425969501807625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=3976425969501807625' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/3976425969501807625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/3976425969501807625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/07/keajaiban-senyum.html' title='Keajaiban Senyum'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-5364096397889462783</id><published>2010-07-19T18:50:00.000-07:00</published><updated>2010-07-19T18:53:18.383-07:00</updated><title type='text'>Cobaan itu kecil di banding nikmat</title><content type='html'>Ibnul Qayyim rahimahullah (semoga Allah merahmatinya) mengatakan dalam kitab Zadul Ma’adnya bahwa “Ada satu tempat yang berisi campuran antara kekejian dan kebaikan yaitu dunia. Bila hari kiamat telah terjadi, maka Allah akan memisahkan antara yang keji dengan yang baik. Sesuatu yang keji akan seluruhnya berada di neraka dan sesuatu yang baik seluruhnya akan berada di surga”.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang kita hidup di dunia dimana kekejian, cobaan, musibah, kesenangan, kesedihan, kebahagiaan dan kebaikan bercampur dan saling mengalahkan antara satu dengan yang lain. Bagi yang imannya lemah maka kekejian serta berbagai keburukan lain akan menimpanya dan bagi yang imannya kuat maka kebaikanlah yang akan di rasakannya.&lt;br /&gt;Kita sering mendengar kata cobaan atau dalam bahasa umumnya yaitu fitnah atau musibah. Sebagai contohnya anda jatuh dari motor berarti anda mendapat cobaan, anda mendapat nilai yang buruk berarti anda mendapat cobaan, anda sakit berarti anda mendapat cobaan, anda terjatuh di kamar mandi itu merupakan cobaan, anda tidak punya uang berarti anda mendapat cobaan, anda tertusuk duri itupun merupakan cobaan bagi anda. Yang pasti segala sesuatu yang anda jumpai yang tidak anda senangi baik itu lahir maupun batin dan mendatangkan kerugian maka itulah yang namanya cobaan.&lt;br /&gt;Kemudian contoh lain, ada seseorang mengatakan kepada anda “Janganlah engkau memasuki tempat itu (diskotik contohnya) karena di dalamnya banyak cobaan” maka maksud cobaan disini adalah anda akan mendapat cobaan baik itu dalam agama anda, akhlak anda, tubuh anda, harta anda, kehormatan anda. Karena di dalamnya anda akan berhadapan dengan minuman-minuman yang merusak, orang - orang jahat yang bisa merusak anda dan sesuatu – sesuatu yang lain yang bisa merusak anda. Sebagian orang mengatakan bahwa “Sesuatu yang bisa merusak diri itu di benci sedangkan sesuatu yang bisa memperbaiki diri itu di sukai”.&lt;br /&gt;Kemudian kita sering juga mendengar kata nikmat. Nikmat adalah segala sesuatu yang anda jumpai yang anda senang dengannya, bisa mendatangkan keuntungan dan kesenangan bagi jiwa. Contohnya, anda pergi kekampus dan dalam perjalanan anda tidak mengalami kecelakaan itu merupakan nikmat bagi anda, anda bisa bangun tidur kembali itu merupakan nikmat bagi anda, anda bisa merasakan makan dengan makanan yang enak itu merupakan nikmat bagi anda, anda mendapat nilai baik di kampus itu merupakan nikmat bagi anda, anda mendapatkan gaji dari pekerjaan anda itu merupakan nikmat bagi anda, anda bisa berpakaian baik itu merupakan nikmat bagi anda, anda mendapat sahabat yang baik itu merupakan nikmat bagi anda, anda bisa mengucapkan kata-kata yang baik itu merupakan nikmat bagi anda, anda bisa menulis sesuatu yang baik maka itu merupakan nikmat bagi anda dan nikmat-nikmat yang lain yang jika di tulis maka akan menghabiskan ribuan lembar kertas berjilid atau bahkan jutaan hingga kita tidak mampu untuk menghitungnya kembali. Karena Allah berfirman “dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menghitungnya” (Surat An Nahl ayat 18).&lt;br /&gt;Maka ketahuilah dengan adanya nikmat seorang hamba Allah di anjurkan untuk bersyukur. Syukur itu adalah tingkatan paling tinggi dan paling luhur sekalipun anda sedang dalam menghadapi derita atau pahitnya cobaan. Karena jika anda membandingkan nikmat –nikmat Allah yang di karuniakan kepada anda yang sangat banyak jumlahnya dengan cobaan yang pernah anda alami maka anda akan dapati bahwa cobaan itu kecil di banding nikmat. Contohnya, pernahkan anda merasakan cobaan secara terus menerus tanpa henti selama sehari dari ketika anda bangun tidur hingga tidur kembali?? Tentu saja jawabannya tidak dan jika anda menjawab iya maka introspeksilah diri anda karena bisa jadi anda termasuk golongan orang – orang yang kurang mensyukuri nikmat Allah.&lt;br /&gt;Untuk lebih memantapkan hati ketika anda di hadapkan nikmat, maka peganglah selalu kalimat ini “Jika aku bersyukur kepada Allah maka Allah akan menambah nikmatku dan aku sangat menyukainya namun jika aku mengingkari nikmat Allah maka Allah akan memberikan dosa dan adzab kepadaku sedangkan aku sangat membenci keduanya (dosa dan adzab). Jadi aku harus selalu bersyukur”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semoga tulisan ini bisa memberikan faedah yang banyak dan semoga kita menjadi golongan orang-orang yang bersyukur.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin…&lt;br /&gt;by Sumarno Adi Subrata&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-5364096397889462783?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/5364096397889462783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=5364096397889462783' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/5364096397889462783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/5364096397889462783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/07/cobaan-itu-kecil-di-banding-nikmat.html' title='Cobaan itu kecil di banding nikmat'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-4840400873809602599</id><published>2010-07-18T21:34:00.000-07:00</published><updated>2010-07-18T21:40:18.447-07:00</updated><title type='text'>Indahnya Menikah</title><content type='html'>Ketika melihat pasangan yang baru menikah,saya suka tersenyum. Bukan apa-apa, saya hanya ikut merasakan kebahagiaan yang berbinar spontan dari wajah-wajah syahdu mereka.Tangan yang saling berkaitan ketika berjalan, tatapan-tatapan penuh makna, bahkan sirat keengganan saat hendak berpisah. Seorang sahabatyang tadinya mahal tersenyum, setelah menikah senyumnya selalu saja mengembang. Ketika saya tanyakan mengapa, singkat dia berujar”Menikahlah! Nanti juga tahu sendiri”. Aih…&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah adalah sunnah terbaik dari sunnah yang baik itu yang saya baca dalam sebuah buku pernikahan. Jadi ketika seseorang menikah, sungguh ia telah menjalankan sebuah sunnah yang di sukai Nabi. Dalam bukutersebut dikatakan bahwa Allah hanya menyebut nabi-nabi yang menikahdalam kitab-Nya. Hal ini menunjukkan betapa Allah menunjukkankeutamaan pernikahan. Dalam firmannya, “Dan diantara tanda-tandakekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismusendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Diamenjadikan rasa kasih sayang diantaramu. Sesungguhnya pada yangdemikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kalian yangberfikir.” (QS. Ar-Rum: 21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah itu Subhanallah indah, kata teman2 saya dan hanya bisadirasakan oleh yang sudah menjalaninya. Ketika sudah menikah, semuanyamenjadi begitu jelas, alur ibadah suami dan istri. Beliaumengibaratkan ketika seseorang baru menikah dunia menjadi terangbenderang, saat itu kicauan burung terdengar begitu merdu. Sepoi angindimaknai begitu dalam, makanan yang terhidang selalu saja disantaplezat. Mendung di langit bukan masalah besar. Seolah dunia milikmereka saja, mengapa? karena semuanya dinikmati berdua. Hidup sepertiseolah baru dimulai, sejarah keluarga baru saja disusun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang tambahnya, semua itu lambat laun menguap ke angkasamembumbung atau raib ditelan dalamnya bumi. Entahlah saat itu cintamereka berpendar ke mana. Seiring detik yang berloncatan, seolah cintamereka juga. Banyak dari pasangan yang akhirnya tidak sampai ketujuan, tak terhitung pasangan yang terburai kehilangan pegangan,selanjutnya perahu mereka karam sebelum sempat berlabuh di tepian.Bercerai, sebuah amalan yang diperbolehkan tapi sangat dibenci Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Allah menjalinkan perasaan cinta diantara suami istri, sungguhitu adalah anugerah bertubi yang harus disyukuri. Karena cinta istrikepada suami berbuah ketaatan untuk selalu menjaga kehormatan diri dankeluarga. Dan cinta suami kepada istri menetaskan keinginan melindungidan membimbingnya sepenuh hati. Lanjutnya kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat, saat itu seorang istri memarahi suaminyahabis-habisan, saya yang berada di sana merasa iba melihat sang suamiyang terdiam. Padahal ia baru saja pulang kantor, peluh masihmembasah, kesegaran pada saat pergi sama sekali tidak nampak,kelelahan begitu lekat di wajah. Hanya karena masalah kecil, emosiistri meledak begitu hebat. Saya kira akan terjadi “perang” hinggabermaksud mengajak anak-anak main di belakang. Tapi ternyata di luardugaan, suami malah mendaratkan sun sayang penuh mesra di kening sangistri. Istrinya yang sedang berapi-api pun padam, senyum malu-malunyamengembang kemudian dan merdu uaranya bertutur “Maafkan Mama ya Pa..”.Gegas ia raih tangan suami dan mendekatkannya juga ke kening,rutinitasnya setiap kali suaminya datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh setelah kejadian itu, saya bertanya pada sang suami kenapa iaberbuat demikian. “Saya mencintainya, karena ia istri yangdianugerahkan Allah, karena ia ibu dari anak-anak. Yah karena sayamencintainya” demikian jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Qayyim Al-Jauziah seorang ulama besar, menyebutkan bahwa cintamempunyai tanda-tanda. Pertama, ketika mereka saling mencintai makasekali saja mereka tidak akan pernah saling mengkhianati, Mereka akansaling setia senantiasa, memberikan semua komitmen mereka.Kedua, ketika seseorang mencintai, maka dia akan mengutamakan yangdicintainya, seorang istri akan mengutamakan suami dalam keluarga, danseorang suami tentu saja akan mengutamakan istri dalam halperlindungan dan nafkahnya. Mereka akan sama-sama saling mengutamakan,tidak ada yang merasa superior.Ketiga, ketika mereka saling mencintai maka sedetikpun mereka tidakakan mau berpisah, lubuk hatinya selalu saling terpaut. Meskipunsecara fisik berjauhan, hati mereka seolah selalu tersambung. Ada do’aistrinya agar suami selamat dalam perjalanan dan memperoleh suksesdalam pekerjaan. Ada tengadah jemari istri kepada Allahi supaya suamiselalu dalam perlindunganNya, tidak tergelincir. Juga ada ingatansuami yang sedang membanting tulang meraup nafkah halal kepada istritercinta, sedang apakah gerangan Istrinya, lebih semangatlah ia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, ketika segala sesuatunya berjalan begitu rumit dalam sebuahrumah tangga, saat-saat cinta tidak lagi menggunung dan menghilangseiring persoalan yang datang silih berganti. Perkenankan sayamengingatkan lagi sebuah hadist nabi. Ada baiknya para istri dan suamimenyelami bulir-bulir nasehat berharga dari Nabi Muhammad. Salah satuwasiat Rasulullah yang diucapkannya pada saat-saat terakhirkehidupannya dalam peristiwa haji wada’:&lt;br /&gt;“Barang siapa -diantara para suami- bersabar atas perilaku buruk dariistrinya, maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikankepada Ayyub atas kesabarannya menanggung penderitaan. Dan barangsiapa -diantara para istri- bersabar atas perilaku buruk suaminya,maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikan kepadaAsiah, istri fir’aun” (HR Nasa-iy dan Ibnu Majah ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada saudaraku yang baru saja menggenapkan setengah dien, Tak adasalahnya juga untuk saudaraku yang sudah lama mencicipi asam garamnyapernikahan, Patrikan firman Allah dalam ingatan : “…Mereka (paraistri) adalah pakaian bagi kalian (para suami) dan kalian adalahpakaian bagi mereka…” (QS. Al-Baqarah:187)&lt;br /&gt;Torehkan hadist ini dalam benak : “Sesungguhnya ketika seorang suamimemperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allahmemperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya rengkuhtelapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suamiistri itu dari sela jemarinya” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dariAr-Rafi’ dari Abu Sa’id Alkhudzri r.a)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada sahabat yang baru saja membingkai sebuah keluarga, Kepada parapasutri yang usia rumah tangganya tidak lagi seumur jagung, Ingatlahketika suami mengharapkan istri berperilaku seperti Khadijah istriNabi, maka suami juga harus meniru perlakukan Nabi Muhammad kepadapara Istrinya. Begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan yang paling mempesona adalah istri yang shalehah, istri yangketika suami memandangnya pasti menyejukkan mata, ketika suaminyamenuntunnya kepada kebaikan maka dengan sepenuh hati dia akanmentaatinya, jua tatkala suami pergi maka dia akan amanah menjagaharta dan kehormatannya. Istri yang tidak silau dengan gemerlap duniamelainkan istri yang selalu bergegas merengkuh setiap kemilau ridha suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki yang berpredikat lelaki terbaik adalah suami yang memuliakanistrinya. Suami yang selalu dan selalu mengukirkan senyuman di wajahistrinya. Suami yang menjadi qawwam istrinya. Suami yang begitutangguh mencarikan nafkah halal untuk keluarga. Suami yang tak lelahberlemah lembut mengingatkan kesalahan istrinya. Suami yang menjadiseorang nahkoda kapal keluarga, mengarungi samudera agar selamatmenuju tepian hakiki “Surga”. Dia memegang teguh firman Allah, “Wahaiorang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari apineraka…” (QS. At-Tahrim: 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirya, semuanya mudah-mudah tetap berjalan dengan semestinya. Semuaberlaku sama seperti permulaan. Tidak kurang, tidak jugaberlebihan.Meski riak-riak gelombang mengombang-ambing perahu yangsedang dikayuh, atau karang begitu gigih berdiri menghalangi bidukuntuk sampai ketepian. Karakter suami istri demikian, Insya Allahdapat melaluinya dengan hasil baik. Sehingga setiap butir hari yangbergulir akan tetap indah, fajar di ufuk selalu saja tampak merekah.Keduanya menghiasi masa dengan kesyukuran, keduanya berbahtera denganbekal cinta. Sama seperti syair yang digaungkan Gibran,&lt;br /&gt;Bangun di fajar subuh dengan hati seringan awanMensyukuri hari baru penuh sinar kecintaanIstirahat di terik siang merenungkan puncak getaran cintaPulang di kala senja dengan syukur penuh di rongga dadaKemudian terlena dengan doa bagi yang tercinta dalam sanubariDan sebuah nyanyian kesyukuran tersungging di bibir senyuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah selalu menghimpunkan kalian (yang saling mencintai karenaAllah dalam ikatan halal pernikahan) dalam kebaikan. Mudah-mudahanAllah yang maha lembut melimpahkan kepada kalian bening saripaticinta, cinta yang menghangati nafas keluarga, cinta yangmenyelamatkan. Semoga Allah memampukan kalian membingkai keluargasakinah, mawaddah, warrahmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah mematrikan helai keikhlasan di setiap gerak dalamkeluarga. Jua Allah yang maha menetapkan, mengekalkan ikatanpernikahan tidak hanya di dunia yang serba fana tapi sampai ke sana,the real world “Akhirat”. Mudah-mudahan kalian selamat mendayungsampai ketepian.Allahumma Aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barakallahu, untuk para pengantin muda. Mudah-mudahan saya mampumengikuti tapak kalian yang begitu berani mengambil sebuah keputusanbesar, yang begitu nyata menandakan ketaqwaan kepada Allah sertaketaatan kepada sunnah Rasul Pilihan. Mudah-mudahan jika giliran sayatiba, tak perlu lagi saya bertanya mengapa teman saya menjadi begitumurah senyum. Karena mungkin saya sudah mampu menemukan jawabannya sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Bayu Gautama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-4840400873809602599?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/4840400873809602599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=4840400873809602599' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/4840400873809602599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/4840400873809602599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/07/indahnya-menikah.html' title='Indahnya Menikah'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-3347056880491513969</id><published>2010-05-25T22:52:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T22:53:53.174-07:00</updated><title type='text'>Bahagiamu adalah bahagiaku</title><content type='html'>Semburat jingga di ujung senja&lt;br /&gt;Masih memantulkan indahnya senyummu&lt;br /&gt;Ketika kepak sayap kupu-kupu menghantarkan pelangi&lt;br /&gt;Seluetmu masih terpampang di ujung mataku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku lihat dedaunan melambai&lt;br /&gt;Dan kuncup bunga mengukir canda&lt;br /&gt;Menatapku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rembulan hatiku&lt;br /&gt;Bisik jiwaku lirih untukmu&lt;br /&gt;"Aku bahagia jika kau bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bahagia jika kau selalu tersenyum&lt;br /&gt;Aku bahagia jika kau mampu menikmati hidupmu&lt;br /&gt;Sungguh aku sangat bahagia jika aku dapat membahagiakanmu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://yuliarso.multiply.com/journal/item/234&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-3347056880491513969?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/3347056880491513969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=3347056880491513969' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/3347056880491513969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/3347056880491513969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/05/bahagiamu-adalah-bahagiaku.html' title='Bahagiamu adalah bahagiaku'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-7643234234788149101</id><published>2010-05-25T22:35:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T22:42:07.148-07:00</updated><title type='text'>Mengapa perlu menyakiti</title><content type='html'>Mengapa perlu menyakiti&lt;br /&gt;By: Maslina Mahbu @ Armiza Nila&lt;br /&gt;Jalan Sultan Tengah, Petra Jaya, Kuching&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mencipta nama demi nama&lt;br /&gt;mengapa perlu menyakiti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejak bergelar sesiapa&lt;br /&gt;mengapa perlu menyakiti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sejak aku memilih jalan ini&lt;br /&gt;jalan yang kau tidak ingini&lt;br /&gt;mengapa perlu menyakiti&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kerana perjalananku tidak pernah menyusahkanmu&lt;br /&gt;keasyikanku tidak pernah menggugat ketinggianmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tahu kau mulia di mata tuan&lt;br /&gt;kesilapanmu dianggap kecil&lt;br /&gt;berbanding keampuanmu yang besar&lt;br /&gt;barangkali kau tidak sedar&lt;br /&gt;kelekaanmu yang menyongsang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengapa perlu menyakiti&lt;br /&gt;insan yang tak pernah ambil peduli&lt;br /&gt;setiap tindak tandukmu&lt;br /&gt;menerima satu-persatu pujian&lt;br /&gt;mahupun pengiktirafan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengapa perlu disakiti&lt;br /&gt;sekeping hati yang ikhlas&lt;br /&gt;dalam perjuangannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengapa aku disakiti&lt;br /&gt;mungkin kerana dosaku sendiri&lt;br /&gt;atau proses penyucian rohani&lt;br /&gt;semurni semerbak mawar pagi&lt;br /&gt;mengembangkan aroma ke pelosok alam&lt;br /&gt;yang rosak oleh kata-kata nista sebusuk kumbang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kembalilah wahai diri&lt;br /&gt;mencongak, menghitung tasbih&lt;br /&gt;memuji kebesaranNya&lt;br /&gt;kerana terpilih menerima ujian&lt;br /&gt;maha jadam ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maknanya Apa? Tahukah Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-7643234234788149101?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/7643234234788149101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=7643234234788149101' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/7643234234788149101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/7643234234788149101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/05/mengapa-perlu-menyakiti.html' title='Mengapa perlu menyakiti'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-3844635566573612164</id><published>2010-05-14T22:34:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T22:37:06.350-07:00</updated><title type='text'>Pencarian untuk Diam dalam Dunia Noisy</title><content type='html'>Pencarian untuk Diam dalam Dunia Noisy&lt;br /&gt;oleh Patrice Fagnant-MacArthur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan terakhir kali Anda dikelilingi oleh keheningan? Tampaknya kebisingan latar belakang adalah selalu ada realitas dunia kita. TV dan radio adalah sahabat konstan kami. Anak-anak kita bermain dengan mainan elektronik yang bunyi 'bip' dan meratap dengan menekan sebuah tombol. Jalan-jalan kita penuh dengan deru mesin, tooting tanduk, dan berdebar konstruksi. Pada malam hari, kita dapat menjalankan kipas angin atau AC bersenandung di latar belakang. Kami bahkan tidak tidur dalam keheningan. Suara-suara alam dan memang suara-suara pikiran kita sendiri tenggelam oleh hiruk-pikuk konstan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa dengan keheningan yang membuat kita sangat tidak nyaman? Sementara kita memiliki sedikit kendali atas banyak suara-suara dunia kita, bagaimana dengan yang kita dapat mengendalikan? Seberapa sering kita membuat pilihan sadar untuk mematikan kebisingan latar belakang, untuk memperhatikan apa yang ada di dalam diri kita? Apa yang kita takut kita akan menemukan? Dalam mereka terlalu jarang saat-saat hening yang kita dapat benar-benar datang untuk mengenal diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dua orang yang sudah saling kenal banyak bisa duduk dengan nyaman dalam keheningan. Di antara kenalan baru, kita memaksa diri untuk menjaga percakapan. Diam merasa dipaksa dan canggung. Dalam keintiman persahabatan tua atau dalam suatu pernikahan, namun, kesunyian dapat menghibur. Kita tidak merasa perlu untuk selalu datang dengan sesuatu untuk dibicarakan. Ada tekanan untuk melakukan. Tidak ada yang dipaksakan. Kita bebas untuk hanya di hadapan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi seharusnya itu dalam hubungan kita dengan Allah. Dalam doa kita, percakapan kita dengan Tuhan, apakah kita selalu merasa perlu berbicara? Apakah kita pernah berhenti untuk mendengarkan? Allah, yang mengasihi kita dan mengenal kita lebih intim daripada yang pernah manusia bisa, ada dalam diri kita dan mengundang kita untuk hanya berada di hadapan yang ilahi. Jelas, percakapan dengan Allah dan bersama Allah adalah berbeda dari hubungan manusia kita. Dalam pertemuan interpersonal kita, kita dapat melihat orang dengan siapa kita bercakap-cakap, kita bisa mendengar suara mereka di telepon, atau membaca email dari seorang teman. Dengan Allah, kita harus percaya bahwa Ia selalu ada bersama kita, apakah kita merasakan-Nya atau tidak. Terserah kepada kita untuk membuka diri terhadap kemungkinan mengalami Tuhan. Dalam keheningan, kita dapat lebih sepenuhnya membiarkan diri kita terbuka terhadap kemungkinan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bagaimana kita bisa membuat keheningan suatu kebiasaan dalam hidup kita? Diakui, itu adalah sebuah tantangan. Debra Farrington dalam Mendengar dengan Hati: A Gentle Panduan untuk membedakan Tuhan? S Apakah Hidup Anda (Jossey-Bass, 2003) menyarankan beginning with hanya lima menit sehari. Mungkin baik sebelum atau setelah waktu doa formal, kita dapat mengukir tempat untuk diam. Jika suara latar belakang rumah Anda terlalu tinggi, mungkin berjalan-jalan di luar atau mundur ke kamar mandi akan memberikan bantuan yang dibutuhkan dari kebisingan. Pada waktu itu, tidak hanya merekomendasikan Harrington berusaha untuk menjauhkan diri dari suara-suara dunia, tetapi juga dari kebisingan dalam pikiran kita. Cobalah untuk tidak berfokus pada masalah-masalah hari atau daftar agenda dari tugas yang perlu dilakukan. Cobalah untuk hanya berada dalam hadirat Allah. Pada saatnya, kita harus seperti yang nyaman dalam diam dengan Allah seperti kita dengan teman-teman akrab kita, dan kita harus mulai mendengar Allah? S suara sedikit lebih keras dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patrice Fagnant-MacArthur adalah editor "Perempuan Rohani Newsletter" (http://www.spiritualwoman.net) dan penulis buku "Surat-surat kepada Maria dari Young Ibu" (iUniverse, 2004)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Penulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patrice Fagnant-MacArthur adalah editor "Perempuan Rohani Newsletter" (http://www.spiritualwoman.net) dan penulis buku "Surat-surat ke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-3844635566573612164?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/3844635566573612164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=3844635566573612164' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/3844635566573612164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/3844635566573612164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/05/pencarian-untuk-diam-dalam-dunia-noisy.html' title='Pencarian untuk Diam dalam Dunia Noisy'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-3725614879496213745</id><published>2010-05-14T22:13:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T22:21:57.473-07:00</updated><title type='text'>Selalu salah</title><content type='html'>Dulu memang kita saling bersama&lt;br /&gt;Ku mengira tulus dalam kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kini kamu memang berbeda&lt;br /&gt;Ku terluka untuk selamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caramu yang membuat diriku jauh&lt;br /&gt;Kecewa di dalam hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Ku tak mengerti cinta&lt;br /&gt;Indahnya hanya di awal ku rasa&lt;br /&gt;Mengapa kau benar&lt;br /&gt;Dan aku selalu salah&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini memang kita saling berpisah&lt;br /&gt;Ku merasa sesal dalam kata&lt;br /&gt;Tapi kini kamu memang bersalah&lt;br /&gt;Kau berubah untuk selamanya&lt;br /&gt;Sifatmu yang membuat diriku jenuh&lt;br /&gt;Mendua di balik mataku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to Reff&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tak mengerti dia&lt;br /&gt;Cinta ini bukan hanya kau yang rasa&lt;br /&gt;Ternyata dia bukanlah pujaan dalam hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to Reff, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tak mengerti cinta&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-3725614879496213745?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/3725614879496213745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=3725614879496213745' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/3725614879496213745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/3725614879496213745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/05/selalu-salah.html' title='Selalu salah'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-4301880392608807406</id><published>2010-03-18T19:09:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T19:12:22.453-07:00</updated><title type='text'>Cerita Pahit</title><content type='html'>Maafkan aku Aku ingin kembali&lt;br /&gt;Jauh Dari dirimu Aku tak ada arti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah kau lupakan Salahku telah menyakitimu&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redup terasa cahaya mata hatiku&lt;br /&gt;Hidup serasa melangkah Di atas kaca&lt;br /&gt;Aku kini sadar&lt;br /&gt;Bahwa kau sangat berarti Bagiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat aku memandang wajahmu&lt;br /&gt;Tersayatlah hati Perihku menghadapi&lt;br /&gt;Pahit cerita kisah cinta ini&lt;br /&gt;Tanya ku mungkinkah kau kembali&lt;br /&gt;Akupun menyadari Bahwa kau bukan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-4301880392608807406?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/4301880392608807406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=4301880392608807406' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/4301880392608807406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/4301880392608807406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/03/cerita-pahit.html' title='Cerita Pahit'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-2614846458069266323</id><published>2010-03-17T22:44:00.000-07:00</published><updated>2010-03-17T23:22:32.836-07:00</updated><title type='text'>Budaya Ngrasani</title><content type='html'>Di sudut ruangan terlihat beberapa wanita sedang mengobrol&lt;br /&gt;W;Eh tahu gak, si B dari dulu gak pernah brubah, masak ...&lt;br /&gt;X; iya tuh,kenapa ya bisa gtu.ah jangan-jangan,....&lt;br /&gt;Y; iya kali, tapi,....&lt;br /&gt;Z; Ah bisa aja, tapai apa iya,.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang secara tak sengaja tiba2 kita mendengar kutipan obrolan di atas, atau barangkali kita yang tak sengaja ngobrol kayak gitu. Nah itu yang dinamakan ngrasani. Apa sih ngrasani itu? menurut yang saya tahu ngasani itu sama halnya dengan Ghibah. Padahal ngrasani itu sangat berpotensi besar untuk mengarah ke Fitnah&lt;br /&gt;Ghibah atau Ngrasani dibolehkan jika dengan tujuan untuk memberi peringatan bagi pihak yang memiliki kepentingan dengan pihak yang dighibah&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah ghibah pernah menjadi bahasan heboh. Bahkan masalah ghibah pernah mencuat dan menjadi pembahasan nasional tatkala dalam Munas Alim Ulama PBNU di Surabaya tahun 2006, PBNU memutuskan mengharamkan dan mengeluarkan fatwa haram terhadap tayangan infotainment, katanya Infotainment itu Ghibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghibah menurut bahasa adalah membicarakan orang lain tanpa sepengetahuannya baik isi pembicaraan itu disenanginya ataupun tidak disenanginya, kebaikan maupun keburukan. Secara definisi adalah seorang muslim membicarakan saudaranya sesama muslim tanpa sepengetahuannya tentang hal-hal keburukannya dan yang tidak disukainya, baik dengan tulisan maupun lisan, terang-terangan maupun sindiran. Sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa nabi SAW pada suatu hari bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tahukah kalian apa itu ghibah? Jawab para sahabat : Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui. Maka kata nabi SAW: Engkau membicarakan saudaramu tentang apa yang tidak disukainya. Kata para sahabat: Bagaimana jika pada diri saudara kami itu benar ada hal yang dibicarakan itu? Jawab nabi SAW: Jika apa yang kamu bicarakan benar-benar ada padanya maka kamu telah meng-ghibah-nya, dan jika apa yang kamu bicarakan tidak ada padanya maka kamu telah membuat kedustaan atasnya.” {HR Muslim/2589, Abu Daud 4874, Tirmidzi 1935]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghibah sebagaimana disebutkan Imam An Nawawi, adalah menyebutkan sesuatu dari seseorang mengenai hal yang ia benci (jika orang lain membicarakannya), baik mengenai kondisi fisik, tingkah laku, harta, keluarga, pakaian, atau lainnya. (Al Adzkar, hal. 541). Hukumnya dalah haram, menurut kesepakatan ulama, bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa perbuatan ini termasuk dosa besar. [Al Futuhat, 6/376]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, para ulama menilai bahwa ada beberapa keadaan dimana ghibah tidak dilarang. Yakni, jika dengan melakukannya kemaslahatan bakal tercapai, dan juga didasari dengan tujuan benar, serta tidak ada cara lain, kecuali dengan melakukan perbuatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa keadaan yang dibolehkan di dalamnya melakukan ghibah antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melapor&lt;br /&gt;Dibolehkan bagi pihak yang terdhalimi untuk melaporkan pihak yang mendhaliminya kepada penguasa atau wakilnya, yakni aparat, guna menghentikan perbuatan dhalimnya, dengan mengatakan,”si fulan mendhalimi saya” atau dengan ungkapan lain. Karena melaporkan kedhaliman, dibolehkan oleh syariat, maka kebolehan penyebutkan palaku kedzaliman tidak bisa dihindarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghilangkan kemungkaran&lt;br /&gt;Imam An Nawawi juga menyebutkan bahwa para ulama juga membolehkan ghibah jika bertujuan menghilangkan kemungkaran. Yakni dengan memberitahu keadaan pelaku kemungkaran kepada pihak yang mampu mencegah nya, misalnya dengan mengatakan, “Fulan melakukan demikian, maka cegahlah ia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dibolehkan selama tujuannya menghilangkan kemungkaran, namun apabila ujuannya bukan itu, maka tetap dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminta fatwa&lt;br /&gt;Dibolehkan juga melakukan ghibah, saat meminta fatwa jika masalahnya berhubungan langsung dengan yang dighibah, dengan mengatakan,”si fulan mendhalimi saya dengan ‘begini, begitu’ apakah ini dibolehkan?” Akan tetapi dalam hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) pernah dimintai fatwa oleh Hindun, dimana ia mengeluhkan bahwa Abu Sufyan adalah suami yang pelit, hingga ia bertanya, apakah boleh mengambil sebagian dari hartanya? Sebagimana diriwatkan oleh Bukhari. Dan dalam hal ini Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) tidak menegur Hindun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan terhadap kaum Muslimin&lt;br /&gt;Ghibah atau Ngrasani dibolehkan juga, dengan tujuan untuk memberi peringatan bagi pihak yang memiliki kepentingan dengan pihak yang dighibah. Misalkan, seorang laki-laki yang suka bermaksiat hendak mengkhitbah seorang wanita, maka tidak mengapa bagi kita memberitahu kepada si wanita mengenai sifat-sifat buruk laki-laki itu, agar mengetahui siapa sejatinya laki-laki yang hendak mengkhitbahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) sendiri pernah mengatakan kepada Fathimah binti Qaish mengenai kondisi Muawiyah, yang hendak menikahinya,”Adapun Muwaiyah, dia adalah seorang laki-laki faqir…” (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terang-terangan bermaksiat&lt;br /&gt;Mengghibah dilarang demi untuk menutupi aib, sedangkan mereka yang terang-terangan berbuat maksiat, telah membuka aib mereka sendiri di depan umum, sehingga para ulama membolehkan melakukan ghibah terhadap para pelaku maksiat terang-terangan, mengenai apa yang mereka perbuat secara terang-terangan. Adapun maksiat yang mereka lakukan secara sembunyi-sembunyi, tetap maka tidak boleh dikabarkan kepada orang lain, kecuali karena sebab-sebab di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Julukan&lt;br /&gt;Jika seseorang dikenal dengan julukan yang sudah populer dan ia sendiri menerima julukan itu, seperti si buta, si pincang, si bisu atau yang lainnya, maka dibolehkan juga menceritakan kepada orang lain tentangnya dengan julukan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah udah jelas kan apa hukum dari ngrasani itu,ini peringatan kepada siapapun terutama kaum wanita, ibu2 yang suka ngobrol. Emang sih tidak menutup kemungkinan pria juga bisa melakukan, tapi dari fakta yang ada sebagian besar para wanitalah yang suka ngrasani.Untuk itu anda2 yang membaca artikel ini sebaiknya waspadalah bahwa sesungguhnya menjaga lisan itu teramat sulit.&lt;br /&gt;Sebagaian dikutip dari http://azzamudin.wordpress.com&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-2614846458069266323?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/2614846458069266323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=2614846458069266323' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/2614846458069266323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/2614846458069266323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/03/budaya-ngrasani.html' title='Budaya Ngrasani'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-8897252534484030374</id><published>2010-03-17T19:02:00.000-07:00</published><updated>2010-03-17T19:40:48.351-07:00</updated><title type='text'>Terurai</title><content type='html'>Satu demi satu membawa rangkaian asa, tapi akankah asa itu terangkai dengan indah.&lt;br /&gt;Hanya tangan yang lembut dan perasaan halus yang disertai ketulusan yang mampu mewujudkannya. Lantas apakah yang memiliki perasaan tidak halus tidak mampu, itu tidak juga. semua tergantung banyak hal.&lt;br /&gt;Adakalanya seseorang tampak halus sikapnya , tapi ternyata tutur katanya menusuk. ada juga yang terlihat kasar sikapnya, tapi sebenarnya berhati lembut, bahkan untuk menginjak semutpun tak mampu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah hidup yang sesungguhnya selalu berpatok pada sistem. Hidup yang seperti apa. Tapi sebelum mengulas panjang, sesungguhnya sistem itu apa. Yang saya tahu sih Sistem itu sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.Benda-benda yang dimaksud yakni 4 elemen diantaranya obyek, atribut, hubungan internal dan lingkungan. Ibarat sebuah rumah disitu ada penghuninya sebagai obyek,barang-barang perabotan sebagai atribut, hubungan internal antara penguni 1 dan lainnya dan lingkungan yakni tetangga. Berarti kompleks banget, ibaratnya kita hidup dalam bermasyarakat dimana tidak hanya ada kita,sebagai pemilik rumah tapi juga orang lain. Dimana norma2 tertata dengan baik dan dijalankan dengan baik. Dan jika itu terwujud, maka jelas tercapai keseimbangan.&lt;br /&gt;Tapi terkadang keseimbangan itu sulit terwujud, selalu saja ada benturan2. Kira-kira itu kenapa ya. Menurut saya sih itu karena penghuni kurang mampu menyesuaikan dengan elemen 2 lain yang berada di dalam sistem. Jangankan dengan sistem lain, di dalam satu sistempun sering terjadi benturan. sesungguhnya penyesuaian itu sulit banget, bagaimana kita mampu menerima sedangkan memahami saja susah. Lantas apa yang diperlukan. Nah bagaimana kalo kita diskusikan bersama-sama? Suara anda saya tunggu, makasih banyak atas partisipasinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-8897252534484030374?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/8897252534484030374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=8897252534484030374' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/8897252534484030374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/8897252534484030374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/03/terurai.html' title='Terurai'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-6782726892620484380</id><published>2010-03-17T00:13:00.000-07:00</published><updated>2010-03-17T00:14:41.639-07:00</updated><title type='text'>Egois</title><content type='html'>Tanpa kita sadari, ada hal-hal didunia ini yang tak mampu kita pahami. Tapi itu mudah, yang penting kita harus belajar memahami diri kita sendiri, siapa kita, lalu kita belajar memahami orang lain. Dengan mampu memahami orang lain, kita akan ikhlas sehingga orang lain kemungkinan bisa memahami kita.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu jika tidak,apa yang terjadi. Nah itulah tanda-tanda keegoisan. Egois yang terkadang hinggap pada diri manusia, manusia yang tak luput dari khilaf dan dosa.&lt;br /&gt;Pribadi egois adalah pribadi yang melihat segala sesuatu dari kacamatanya. Dia tidak bisa memahami pikiran orang, perasaan orang, jadi selalu menuntut orang untuk mengikuti pendapatnya. Pribadi egois juga adalah pribadi yang mementingkan dirinya sendiri, dia tidak bisa mempertimbangkan kebutuhan orang, dia senantiasa mengedepankan kebutuhannya di atas kebutuhan orang. Itu sebabnya kita simpulkan bahwa pribadi yang egois adalah pribadi yang susah sekali untuk tulus, sebab ujung-ujungnya untuk kepentingannya sendiri.&lt;br /&gt;Ya beginilah,hanya orang yang egois yang sulit menerima sifat egois orang lain, sebab pasti akan benturan. Jika anda tidak egois, maka anda bisa menerima kehadiran orang egois.&lt;br /&gt;Selama hidup yang ingin saya tundukkan adalah sifat egois itu, sebab itu senantiasa muncul, tapi harus bisa ditekan dan dikontrol. &lt;br /&gt;Tapi bener lho, jumlah orang egois lebih banyak dari yang tidak. Buktinya dunia ini tidak pernah damai, kisruh terus, ada aja yang diributin, tidak mau saling mengalah.&lt;br /&gt;Percaya tidak, orang egois itu gampang dibohongin dan ditipu. Tanya saja pada para penipu, dia pasti akan memilih korban orang orang yang memiliki egoisme tinggi. &lt;br /&gt;Saya pelajari dari beberapa kasus penipuan, pada awalnya korban terbujuk karena keegoisannya, ingin keuntungan besar, ingin kepentingannya sendiri yang di dahulukan, penuh pamrih untuk dirinya sendiri....&lt;br /&gt;Orang egois itu orang yang patut dikasihani, dimengerti, dicintai, bukan dibenci....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-6782726892620484380?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/6782726892620484380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=6782726892620484380' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/6782726892620484380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/6782726892620484380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/03/egois.html' title='Egois'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-1729675454905550029</id><published>2010-03-16T23:30:00.000-07:00</published><updated>2010-03-16T23:43:55.359-07:00</updated><title type='text'>Alunan Kata</title><content type='html'>&lt;a href="   http://www.ziddu.com/download/9010912/TujuhPurnama.docx.html"&gt;Tujuh Purnama&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-1729675454905550029?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/1729675454905550029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=1729675454905550029' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1729675454905550029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1729675454905550029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/03/alunan-kata.html' title='Alunan Kata'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-4574936939160654160</id><published>2010-03-04T18:54:00.000-08:00</published><updated>2010-03-04T18:55:22.305-08:00</updated><title type='text'>Pendidikan Karakter</title><content type='html'>Pendidikan karakter dimulai dari keluarga, terutama oleh ibu. Mengapa ibu, karena ibu memiliki waktu lebih lama dengan anak ketimbang ayah, karena perasaan ibu lebih halus ketimbang ayah, karena naluri hati seorang ibu lebih dari segala-galanya. Di dunia ini hampir tak ada yang sanggup menggantikan peran ibu. Peran ibu yang tak pernah tergantikan oleh hal apapun. Pengorbanan ibu takkan pernah digantikan oleh hal apapun. Sekuat-kuatnya pengaruh lingkungan sosial terhadap diri seorang anak, peran ibu tetap yang paling menentukan sejak awal. Karena itu karakter seorang anak akan lebih baik jika peran ibu diperankan dengan baik. It’s start from mother&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan karakter dimulai dari rumah, ibulah yang mengajari seorang anak belajar menerima kekalahan. Ibulah yang menanamkan nilai sportivitas dan bagaimana nilai-nilai itu dipahami anak. Karena ibulah yang dicari seorang anak saat mengalami berbagai persoalan dan kekalahan hidup. Lantas apa yang terjadi jika ibu yang dibutuhkan tak ada disisi seorang anak, maka anak akan mencari pelampiasan. Dengan demikian sosok ibu tak lagi membanggakan buat anak, peran ibu sudah tergantikan oleh yang lain.&lt;br /&gt;Jika pendidikan keluarga kuat, lingkungan dan sosial akan memperkuat nilai-nilai yang sudah ada di dalam diri seseorang. Kegagalan terbentuknya karakter yang baik pada diri anak dipengaruhi oleh ketiga faktor tersebut.&lt;br /&gt;Pendidikan keluarga sangat beragam, diantaranya ketauhidan, akhlaq dan tatakrama. Biasanya ketauhidan .....&lt;br /&gt;Maka sudah sepantasnya kita kembalikan ketempatnya, dimana pendidikan karakter seseorang ditentukan oleh peran seorang ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-4574936939160654160?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/4574936939160654160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=4574936939160654160' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/4574936939160654160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/4574936939160654160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/03/pendidikan-karakter.html' title='Pendidikan Karakter'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-382319369926774098</id><published>2010-02-19T18:17:00.000-08:00</published><updated>2010-02-19T18:22:51.613-08:00</updated><title type='text'>Mentari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/S39HMaf_FuI/AAAAAAAAAfo/SogYAICjBAs/s1600-h/bromo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 222px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/S39HMaf_FuI/AAAAAAAAAfo/SogYAICjBAs/s320/bromo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440145153484330722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku bukan mentari, tapi aku ingin bersinar&lt;br /&gt;Bersinar seperti mentari&lt;br /&gt;Mentari yang selalu bercahaya meski mendung menghalangi&lt;br /&gt;Mentari yang slalu setia menyinari &lt;a href="http://ariesgoblog.wordpress.com/"&gt;bumi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mentari yang tetap terjaga menunggu malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentari yang tetap bersinar dimalam hari&lt;br /&gt;Terangnya bulan karena mentari&lt;br /&gt;Mentari yang tak pernah lelah menunggu &lt;a href="http://ariesgoblog.wordpress.com/"&gt;pagi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mentari yang slalu tersenyum di pagi hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak ingin jadi rembulan&lt;br /&gt;Rembulan yang hanya bersinar di malam hari&lt;br /&gt;Rembulan yang hanya setia pada malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-382319369926774098?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/382319369926774098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=382319369926774098' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/382319369926774098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/382319369926774098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/02/mentari.html' title='Mentari'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/S39HMaf_FuI/AAAAAAAAAfo/SogYAICjBAs/s72-c/bromo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-8969230584886999925</id><published>2010-02-15T18:02:00.000-08:00</published><updated>2010-02-15T18:04:03.830-08:00</updated><title type='text'>Rindu Setengah Mati</title><content type='html'>Aku ingin engkau ada disini&lt;br /&gt;Menemaniku saat sepi&lt;br /&gt;Menemaniku saat gundah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berat hidup ini tanpa dirimu&lt;br /&gt;Ku hanya mencintai kamu&lt;br /&gt;Ku hanya memiliki kamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rindu setengah mati kepadamu&lt;br /&gt;Sungguh ku ingin kau tahu&lt;br /&gt;Aku rindu setengah mati&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Meski tlah lama kita tak bertemu&lt;br /&gt;Ku slalu memimpikan kamu&lt;br /&gt;Ku tak bisa hidup tanpamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku rindu setengah mati kepadamu&lt;br /&gt;Sungguh ku ingin kau tahu&lt;br /&gt;Ku tak bisa hidup tanpamu&lt;br /&gt;Aku rindu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-8969230584886999925?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/8969230584886999925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=8969230584886999925' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/8969230584886999925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/8969230584886999925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/02/rindu-setengah-mati.html' title='Rindu Setengah Mati'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-1721012686866127526</id><published>2010-02-15T17:56:00.000-08:00</published><updated>2010-02-15T17:58:52.609-08:00</updated><title type='text'>Jujur Aku Tak Sanggup</title><content type='html'>Oh ini kisah sedihku&lt;br /&gt;Ku meninggalkan dia&lt;br /&gt;Betapa bodohnya aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini aku menyesal&lt;br /&gt;Melepas keindahan&lt;br /&gt;Dan itu kamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Tuhan tolonglah aku&lt;br /&gt;Kembalikan dia&lt;br /&gt;Ke dalam pelukku&lt;br /&gt;Karena ku tak bisa&lt;br /&gt;Mengganti dirinya&lt;br /&gt;Ku akui jujur aku tak sanggup&lt;br /&gt;Sungguh aku tak bisa&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dan t’lah ku jalani semua&lt;br /&gt;Cinta selain kamu&lt;br /&gt;Tapi tak ada yang sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beribu cara kutempuh&lt;br /&gt;Tuk melupakan kamu&lt;br /&gt;Tapi tak mampu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Repeat Reff&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oooo.. Sungguh aku tak bisa&lt;br /&gt;Jujur aku tak sanggup&lt;br /&gt;Sungguh aku tak bisa&lt;br /&gt;Huuuuu.. Yeeeee&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-1721012686866127526?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/1721012686866127526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=1721012686866127526' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1721012686866127526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1721012686866127526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/02/jujur-aku-tak-sanggup.html' title='Jujur Aku Tak Sanggup'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-5120345521890916523</id><published>2010-02-15T17:53:00.000-08:00</published><updated>2010-02-15T18:00:01.501-08:00</updated><title type='text'>Tanya Hati</title><content type='html'>Tuhan tolonglah&lt;br /&gt;Hapus dia dari hatiku&lt;br /&gt;Kini semua percuma&lt;br /&gt;Tak kan mungkin terjadi&lt;br /&gt;Kisah cinta yang selalu aku banggakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau hempas semua&lt;br /&gt;Masa yang tercipta untukmu&lt;br /&gt;Tanpa pernah melihat&lt;br /&gt;Betapa ku mencoba&lt;br /&gt;Jadi yang terbaik untuk dirimu&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Oh mengapa tak bisa dirimu&lt;br /&gt;Yang mencintaiku tulus dan apa adanya&lt;br /&gt;Aku memang bukan manusia sempurna&lt;br /&gt;Tapi ku layak dicinta karena ketulusan&lt;br /&gt;Kini biarlah waktu yang jawab semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya hatiku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pernah melihat&lt;br /&gt;Betapa ku mencoba&lt;br /&gt;Jadi yang terbaik untuk dirimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to Reff:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang jawab semua&lt;br /&gt;Tanya hatiku..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-5120345521890916523?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/5120345521890916523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=5120345521890916523' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/5120345521890916523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/5120345521890916523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/02/tanya-hati.html' title='Tanya Hati'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-19130530930875718</id><published>2010-01-15T22:48:00.000-08:00</published><updated>2010-01-15T23:05:21.371-08:00</updated><title type='text'>Keistimewaan Sholat Shubuh</title><content type='html'>Tak banyak manusia yang mampu melaksanakan ibadah sholat shubuh dengan tepat waktu. Padahal sholat shubuh ini memiliki beberapa keistimewaan dibandingkan sholat fardhu yang lainnya. Kenapa istimewa,pasti ada makna indah yang terkandung jika kita mampu melaksanakan sholat shubuh tepat waktu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat shubuh dilaksanakan pukul 04.00 WIB(jika kita tinggal diwilayah indonesia bagian barat).Padahal di waktu ini,teramat susah bangun. Waktu dimana tidur terasa enak-enaknya, terasa nikmat,karena disinilah setan-setan menggoda kita agar meneruskan tidur.Udarapun masih terasa dingin menyengat, sehingga kita masih ingin menarik selimut untuk melanjutkan tidur.&lt;br /&gt;Padahal Rosulullah pernah berkata, jika kau mengaku umatku , jauhkanlah perutmu dari kasur. Itu artinya kita dianjurkan bangun setelah tidur cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diwaktu shubuh inilah,waktu dimana dimulainya pergantian pagi dan malam. Waktu dimana pergantian malaikat penjaga pagi dan malam. Seperti yang tertuang dalam hadist................... Disinilah doa umat manusia diijabahi alias dikabulkan,dimana disinilah malaikat pencatat mulai bekerja untuk membagi-bagi rizki. Bayangkan jika kita terlambat bangun untuk sholat shubuh, apa yang terjadi. Pastinya malaikat belum sempat mengabsen kita(hi.hi.hi, apa benar bgtu), sehingga kita tertinggal saat bagi-bagi rizki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To be continue&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-19130530930875718?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/19130530930875718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=19130530930875718' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/19130530930875718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/19130530930875718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/01/keistimewaan-sholat-shubuh.html' title='Keistimewaan Sholat Shubuh'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-6164042145130697232</id><published>2010-01-15T21:57:00.000-08:00</published><updated>2010-01-22T21:45:40.502-08:00</updated><title type='text'>Cinta Bunda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/S1qM8_z5UXI/AAAAAAAAAfI/aFc8WxyPA_4/s1600-h/DSC00029.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/S1qM8_z5UXI/AAAAAAAAAfI/aFc8WxyPA_4/s320/DSC00029.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429807280297693554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cinta kita bisa menjadi dewasa, tapi dengan cinta pula kita harus siap terluka.&lt;br /&gt;Seiring dengan berlalunya waktu, perlahan-lahan usia kita bertambah. Akan tetapi apakah kedewasaan kita juga ikut bertambah. Tanpa kita sadari, sebenarnya orang-orang disekeliling kita sangat membantu dalam mendewasakan kita,keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat. Apa makna dari semuanya. Mampukah kita belajar dari semuanya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saat kita berada dalam kandungan,didalam perut bunda,Allah sudah menuliskan garis nasib buat kita, kapan kita akan mati, siapa jodoh kita dan berapa banyak rizki yang kita bisa peroleh. Karena perjuangan hidup mati bunda, akhirnya kita terlahir ke dunia menjadi manusia yang sesungguhnya. Beruntunglah kita, karena dilahirkan dalam keluarga islam, dan menjadi muslim atau muslimah. Seorang anak menjadi nasrani, majusi dan islami itu tergantung dia dilahirkan dari keluarga apa. Saat kita lahir tak ada yang bisa kita lakukan kecuali menangis dan menangis, kita baru bisa tersenyum saat ada yang mengajari. Kita bisa merangkak, berjalan dan bicara karena keikhlasan bunda. Bunda tak pernah menyesal melahirkan kita, sehingga kita menjadi orang yang tak pernah menyesal dilahirkan. Bunda tak punya pamrih mengajari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita tumbuh dewasa, saat kita mengenal cinta lain, sesaat kita melupakan bunda bahkan ada yang lupa selamanya. Tapi saat kita terluka, apa yang kita tuju pertama kali, pangkuan bunda. Bunda mampu meredakan kesedihan kita. Pada bunda kita luapkan semua isi hati kita. Tapi terkadang kita lupa, saat bahagia dengan cinta lain, kita melupakan bunda. Bahkan kita melawan bunda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa selalu bunda, kenapa harus menyebut bunda. Bahkan menyebut tiga kali. Karena dibawah telapak kakinyalah surga kita ditentukan. Jika bunda ridlo dengan segala apa yang kita lakukan, insyaallah Allah akan meridloi. Tapi jika kita membuat bunda terluka, bahkan meneteskan airmata. Maka airmata bunda akan menenggelamkan kita pada jurang kesedihan pula. Itu artinya Allah murka pada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah jika bunda masih bersama kita, masih menemani kita. Kita harus slalu siap jika bunda meninggalkan kita. Hari dimana kita kehilangan separuh jiwa kita, kenapa, karena bunda adalah segalanya. Maka dari itu, buatlah bunda merasa bahagia, slalu tersenyum dengan keberadaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-6164042145130697232?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/6164042145130697232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=6164042145130697232' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/6164042145130697232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/6164042145130697232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2010/01/cinta-bunda.html' title='Cinta Bunda'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/S1qM8_z5UXI/AAAAAAAAAfI/aFc8WxyPA_4/s72-c/DSC00029.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-7602294435049298925</id><published>2009-12-22T17:57:00.001-08:00</published><updated>2009-12-22T18:02:25.859-08:00</updated><title type='text'>Love</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/SzF5xdXWd9I/AAAAAAAAAe4/RDVIgoz61Ho/s1600-h/cinta.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 119px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/SzF5xdXWd9I/AAAAAAAAAe4/RDVIgoz61Ho/s320/cinta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418245717306537938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sepatah katapun sanggup mengungkapkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-7602294435049298925?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/7602294435049298925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=7602294435049298925' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/7602294435049298925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/7602294435049298925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2009/12/love.html' title='Love'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/SzF5xdXWd9I/AAAAAAAAAe4/RDVIgoz61Ho/s72-c/cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-8264352608243779099</id><published>2009-12-16T23:32:00.000-08:00</published><updated>2009-12-16T23:33:29.948-08:00</updated><title type='text'>Rasa</title><content type='html'>Waktu membawanya mengintip masa lalu&lt;br /&gt;Kesepian membawanya meneropong jejak lama yg tertinggal&lt;br /&gt;Kebosanan membawanya membuka kisah lama&lt;br /&gt;Harapan membawanya mengutip sepenggal kata yg tersisa&lt;br /&gt;Selamanya masa lalu akan mengiris,menggoda bhkan membunuh rasa yg sempat ada&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Serpihan hati tinggalkan seutas asa&lt;br /&gt;Akankah asa terbangkan mimpi&lt;br /&gt;Mimpi meraih segenggam rasa&lt;br /&gt;Rasa yg terbangun&lt;br /&gt;Rasa yang sempat tertunda&lt;br /&gt;Rasa yg hampir mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika rasa berpaling&lt;br /&gt;Ketika rasa terlilit&lt;br /&gt;Ketika rasa terhujam&lt;br /&gt;Ketika rasa terhenti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada kata yg mampu terjawab&lt;br /&gt;Tak ada rasa yg tersisa&lt;br /&gt;Tak ada lagi.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So...........&lt;br /&gt;To be continue&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-8264352608243779099?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/8264352608243779099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=8264352608243779099' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/8264352608243779099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/8264352608243779099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2009/12/rasa.html' title='Rasa'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-7093773908681599374</id><published>2009-12-16T23:30:00.000-08:00</published><updated>2009-12-16T23:31:28.427-08:00</updated><title type='text'>Jejak Hati</title><content type='html'>Jika benar aku hanya sebuah pelarian&lt;br /&gt;Jika benar aku hanya sebuah persinggahan&lt;br /&gt;Jika benar aku hanya penawar sementara&lt;br /&gt;Jika benar aku hanyalah........sebuah hanya......&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Maka&lt;br /&gt;Ikhlaskanlah rasa yang ada&lt;br /&gt;Kuatkanlah rasa yang tersisa&lt;br /&gt;Tepiskanlah kebimbangan di hati&lt;br /&gt;Ringankanlah dalam melangkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi&lt;br /&gt;Jika akhirnya jejak ini harus terhapus&lt;br /&gt;Jika langkah ini harus terhenti&lt;br /&gt;Kepala ini harus tertunduk tuk kesekian kalinya&lt;br /&gt;Wajah ini harus tertekuk tuk terakhir kalinya&lt;br /&gt;Maafkan putrimu bunda&lt;br /&gt;Diri ini tak mampu melawan garis nasib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-7093773908681599374?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/7093773908681599374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=7093773908681599374' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/7093773908681599374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/7093773908681599374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2009/12/jejak-hati.html' title='Jejak Hati'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-1276728426882928660</id><published>2009-10-27T18:55:00.000-07:00</published><updated>2009-10-27T19:21:40.999-07:00</updated><title type='text'>Penaku Menggores Duniamu</title><content type='html'>"Bawalah dunia mereka ke dunia kita, Antarkan dunia kita ke dunia mereka"&lt;br /&gt;Itu adalah salah satu petikan dari motivasi sebuah pembelajaran, dimana seorang guru harus mampu menciptakan suasana yang menggairahkan bagi siswa, harus bisa membiasakan belajar nyaman dan menyenangkan untuk siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar mampu melaksanakan pembelajaran yang menyenangkan seorang guru harus memiliki&lt;br /&gt;1. Keahlian&lt;br /&gt;Keahlian yang dimiliki dalam metode mengajar yakni guru harus mampu menguasai dan melaksanakan semua metode pembelajaran yang ada. Dimana metode pembelajaran ini harus bisa membuat siswa antusias, aktif, kreatif &lt;br /&gt;2. Tanggung jawab &lt;br /&gt;Seorang pengajar memiliki tanggung jawab yang besar terhadap kesuksesan siswa, sukses dalam ilmu dan sukses dalam hidup. Tugas guru tidak hanya mengantarkan siswa sukses dalam menguasai materi pelajaran, mampu mengerjakan soal2 tapi juga mampu mengantarkan siswa untuk merancang masa depannya sehingga bisa sukses dalam menghadapi tantangan hidup.Pengajar tidak hanya bertanggungjawab atas bisa tidaknya siswa menguasai materi pelajaran, tapi juga perilaku, sikap dan cermin hidup.&lt;br /&gt;3. Kejawatan&lt;br /&gt;Jika seorang pengajar mampu bersosialisasi dengan baik dalm segala konteks pergaulan maka ia akan mampu menciptakan hubungan yang baik antara dirinya dengan siswa dan dirinya dengan kehidupan siswa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa mengajarkan beberapa prinsip sukses kepada siswa dalam setiap proses pembelajaran, dimana beberapa prinsip ini diyakini mampu menciptakan suasana kelas yang menggairahkan.&lt;br /&gt;Prinsip sukses&lt;br /&gt;1. Segalanya berbicara&lt;br /&gt;2. Segalanya bertujuan&lt;br /&gt;3. Pengalaman sebelum pemberian nama&lt;br /&gt;4. Akui setiap usaha&lt;br /&gt;5. Layak dipelajari, layak dirayakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To Be Continue&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-1276728426882928660?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/1276728426882928660/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=1276728426882928660' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1276728426882928660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1276728426882928660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2009/10/penaku-menggores-duniamu.html' title='Penaku Menggores Duniamu'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-8032526213803980933</id><published>2009-10-11T04:32:00.000-07:00</published><updated>2009-10-11T05:10:13.890-07:00</updated><title type='text'>Apakah Cinta Itu......</title><content type='html'>Ketika kita menyatakan bahwa itu cinta, apakah kita benar? sesuatu untuk direnungkan......&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apakah telapak tanganmu berkeringat, hatimu berdebar kencang dan suaramu tercekat di dadamu? itu bukan, cinta itu suka.&lt;br /&gt;Apakah anda tidak dapat melepaskan pandangan atau tangan darinya? itu bukan cinta, tapi nafsu.&lt;br /&gt;Apakah anda bangga dan ingin sekali memperlihatkannya pada orang lain? itu bukan cinta, itu keberuntungan.&lt;br /&gt;Apakah anda menginginkannya karena anda tahu dia ada disana? Itu bukan cinta, itu kesepian.&lt;br /&gt;Apakah anda mencintainya karena itulah yang diinginkan setiap orang? itu bukan cinta, itu loyalitas&lt;br /&gt;Apakah anda tetap tinggal untuk pengakuan cintanya, karena anda tidak ingin melukainya? itu bukan cinta itu belas kasihan&lt;br /&gt;Apakah anda ada disana karena dia menciummu atau memegang tanganmu? itu bukan cinta, itu kurang percaya diri&lt;br /&gt;Apakak anda menjadi miliknya karena pandangannya membuat hatimu melompat? otu bukan cinta   , itu tergila-gila&lt;br /&gt;Apakah anda memaafkan kesalahannya karena anda memperdulikannya? itu bukan cinta, itu persahabatan&lt;br /&gt;Apakah anda mengatakan padanya bahwa setiap hari hanya dia yang anda pikirkan? itu bukan cinta, iu dusta&lt;br /&gt;Apakah anda rela memberikan seluruh hal-hal yang yang anda senangi untuk kepentingannya? Itu bukan cinta, itu kemurahan hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi apakah anda tetap bertahan karena campuran antara kesakitan dan sukacita, yang membutakan dan tak terpahami, menarikmu mendekat dan menahanmu? Jika demikian,itulah CINTA&lt;br /&gt;Apakah anda menerima kesalahannya karena itu adalah bagian dari dirinya dan siapa dirinya? Jika demikian, itulah cinta&lt;br /&gt;Apakah anda tertarik pada orang lain tetapi tetap setia dengannya tanpa penyesalan? Jika demikian itulah cinta&lt;br /&gt;Apakah anda mau memberikan padanya, hatimu, hidupmu dan kematianmu? jika demikian itulah cinta&lt;br /&gt;Apakah hatimu sakit dan hancur ketika dia bersedih? jika demikian itulah  cinta&lt;br /&gt;Apakah anda menangis karena kesakitannya, walaupun saat itu dia kuat? Jika demikian itulah cinta.&lt;br /&gt;Apakah matanya melihat hatimu yang sesungguhnya dan menyentuh jiwamu begitu dalam hingga terasa menusuk? Jika demikian itulah cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, jika cinta itu begitu menyakitkan dan menyiksa luka,megapa kita mencintai? Mengapa hanya itu yang kita cari seumur hidup kita? Kesakitan ini, kesengsaraan ini? Mengapa itu semua kita ingini dan dambakan? Siksaan ini, kematian luar biasa dari ego seseorang ini? Mengapa.....? KARENA ITULAH CINTA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-8032526213803980933?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/8032526213803980933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=8032526213803980933' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/8032526213803980933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/8032526213803980933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2009/10/apakah-cinta-itu.html' title='Apakah Cinta Itu......'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-7360639915416999945</id><published>2009-10-07T01:13:00.000-07:00</published><updated>2009-10-07T01:21:56.069-07:00</updated><title type='text'>Nilai Kesetiaan</title><content type='html'>Apakah arti kesetiaan? Masihkah kesetiaan memiliki nilai di mata dan hati manusia? Semakin mata ini terbuka terhadap dunia, semakin banyak cerita perselingkuhan yang terlihat. Keraguan akan keberadaan nilai kesetiaan pun semakin tebal. Ditambah lagi setelah &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;menonton Desperate House Wife, ketika Carlos Solis yang begitu mencintai istrinya pada akhirnya tergoda untuk berselingkuh dengan housemaid-nya atau suami Lynette yang sesungguhnya tipe suami close to perfection ternyata menyimpan rahasia dari hubungan masa lalunya. Saya pun memperburuk persepsi saya akan kesetiaan dengan membaca kumpulan cerpen Tamara Geraldine “Kamu Sadar Aku Punya Alasan Untuk Selingkuh,kan Sayang?”, dan mendengar kisah beberapa teman yang berselingkuh ataupun diselingkuhi. Jangan bilang kalau saya terlalu banyak menonton drama dan membaca novel picisan yang didramatisir. Face it, affairs happen around us, really close in d corner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Saya bukannya berlagak sok suci. Saya bukannya tidak pernah “bersenang-senang” dengan orang lain selain kekasih. Tapi kesemuanya itu tidak pernah berjalan benar-benar “menyenangkan”. Dan tentunya tidak lama. Katakan saja kesenangan 1 hari or whatever. Well, semuanya masa lalu. Semua orang pasti punya masa lalu, baik ataupun buruk. Pengalaman disakiti dan menyakiti menjadikan saya lebih berhati-hati dalam berhubungan. Berhati-hati dalam menjaga hati pasangan dan menjaga hati saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Semakin saya dewasa, semakin saya menyadari bahwa kesempatan untuk berselingkuh selalu ada. Like wise men said, human never satisfied. Dapat nol ingin satu. Dapat satu ingin dua. Dan seterusnya. Meski sebagian berusaha membenarkan,yang pentingkan tidak pakai hati. Toh, yang utama tetap pasangan resmi.” Lagi-lagi pembenaran semu! Jika masih berpacaran mungkin masih bisa ditolerir (mungkin lho!). Ingat, toleransi bukan berarti menjadikan sesuatu yang salah terlihat benar. Toleransi hanyalah perspektif terhadap suatu permasalahan dengan lebih bijak melihat unsur sebab dan akibat. Tapi tetap saja berselingkuh ya berselingkuh, dalam keadaan masih berpacaran, bertunangan ataupun sudah resmi menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Justru tahap inilah yang penting dalam fase interpersonal communication. Tahap dimana kita bisa mengeksplor pasangan sebelum akhirnya memutuskan that he or she is d rite one. Meskipun sebenarnya tidak ada jaminan juga kalau selagi jadi pacar setia, maka dia akan menjadi suami atau istri yang setia juga. Sumpah mati saya jadi semakin takut terlibat dalam relationship!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tidak ada ego manusia yang rela diduakan! Jika seseorang telah mencinta, tentunya ia ingin menjadi d only one. Siapa yang rela jika harus berbagi? Tidak usah berbagi dengan makhluk bernama rival, berbagi dengan hobi pasangan pun kadang bukan hal yang mudah. Tuhan, masih adakah nilai-nilai kesetiaan di hati manusia? Masih adakah di hatinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tapi perlu ada kesamaan persepi tentang selingkuh. Hubungan seperti apakah yang bisa dibilang selingkuh? Kalau sekedar berjalan berdua sepulang kantor? Atau sekedar merindukan kehadiran sosok lain yang terkadang membuat hari-hari lebih ceria dengan semangat hidupnya? Lupakanlah kontak fisik yang jelas-jelas sudah mengotori nilai-nilai suatu komitmen. Apakah hal-hal kecil itu tanpa disadari merupakan bagian dari affair? Sebut saja saya manusia egois yang hanya menginginkan pasangan saya memikirkan saya seorang, mengingat saya ketika ia dalam senang ataupun susah. Hanya saya! Tidak ada orang lain!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Buat apa mencinta jika pada akhirnya akan berbuah rasa sakit? Siapa yang rela memberikan hati jika pada akhirnya akan hancur berkeping-keping. Semua manusia tentu mengharapkan kebahagiaan. Siapa yang menginginkan merasakan insecure dalam hubungan? Sumpah mati, semakin aku mengenalnya semakin aku takut. Semakin aku mengetahuinya, semakin aku tidak mengenalnya.Apakah saya perlu memilih tidak tahu? Tapi saya tidak ingin menjadi buta dan terlalu naïve dalam berpikir. All I want is feeling secure. Yang kubutuhkan hanya perasaan damai bahwa saya telah mempercayakan hati saya di tangan yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Like I said, semakin dewasa saya juga ingin menjalani hubungan dengan lebih dewasa. Relationship that based on trust. Tapi kepercayaan tidak bisa dibentuk semudah membalikkan telapak tangan bukan? Bahkan kadang hal-hal kecil amat sangat berpengaruh dalam membangun rasa percaya. Saya ingin menjalani semuanya sebaik mungkin, dengan cara yang benar. Tidak ingin mengecewakan orang yang saya sayang dan tidak ingin dikecewakan oleh orang yang saya sayang. Maafkan saya jika saya meragukanmu sayang. Sampai kapan saya akan terus meragukan dan tak mempercayaimu? Sungguh, saya sama sekali tidak menikmati perasaan ini. But this feeling is unavoidable. Mungkin saya hanya terlalu menyadari bahwa dibalik kebahagiaan ada kepahitan. Dan jika kita telah siap jatuh cinta, berarti kita juga harus siap sakit hati. Damn! Kenapa sesuatu yang begitu indah harus disandingkan dengan kebusukan?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan saya jika saya akhirnya hanya bisa memberikan 70% rasa percaya saya, sayang. Biarkan saya menyisakan 30% for my heart insurance. Bukan! Sisa 30% itu bukan untuk selalu meragukanmu. But you’re just so unpredictable and my heart is to fragile. Though I love you so much… &lt;br /&gt;......................................&lt;br /&gt;Adapted by http://raininjanuary.blog.friendster.com/2006/12/nilai-kesetiaan/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-7360639915416999945?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/7360639915416999945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=7360639915416999945' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/7360639915416999945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/7360639915416999945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2009/10/nilai-kesetiaan.html' title='Nilai Kesetiaan'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-9155751507836888629</id><published>2009-09-09T00:09:00.000-07:00</published><updated>2009-09-09T00:11:04.544-07:00</updated><title type='text'>“Cinta Jangan Dinanti”</title><content type='html'>Biar kuungkap cinta &lt;br /&gt;Cinta begitu besar &lt;br /&gt;Biarkan itu menjadi &lt;br /&gt;Rasa indah yang ku miliki &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta tak sepantasnya &lt;br /&gt;Tertutup tertepis saja &lt;br /&gt;Biarku ungkap semua &lt;br /&gt;Perasaanku terhadap mu &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ku pasti bisa bahagiakan dirimu &lt;br /&gt;Secepatnya sebekunya takkan perasaanku &lt;br /&gt;Slama ini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan kini ku tunggu pasti &lt;br /&gt;Jawabanmu membalas cintaku &lt;br /&gt;Cintamu jangan dinanti-nanti &lt;br /&gt;Cintaku pasti kan sampai mati &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah ada ragu dihati &lt;br /&gt;Ku tak akan membuatmu terluka &lt;br /&gt;Cintamu jangan dinanti-nanti &lt;br /&gt;Cintaku tulus kan sampai mati &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan kini ku tunggu pasti &lt;br /&gt;Jawabanmu membalas cintaku &lt;br /&gt;Cintamu jangan dinanti-nanti &lt;br /&gt;Cintaku pasti kan sampai mati &lt;br /&gt;Janganlah ada ragu dihati &lt;br /&gt;Ku tak akan membuatmu terluka &lt;br /&gt;Cintamu jangan dinanti-nanti &lt;br /&gt;Cintaku tulus kan sampai mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-9155751507836888629?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/9155751507836888629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=9155751507836888629' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/9155751507836888629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/9155751507836888629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2009/09/cinta-jangan-dinanti.html' title='“Cinta Jangan Dinanti”'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-6585836587353856226</id><published>2009-08-18T23:16:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T23:17:42.347-07:00</updated><title type='text'>Jauhi Buruk Sangka</title><content type='html'>Penulis/Sumber : Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah&lt;br /&gt;Berbagai prasangka buruk terhadap orang lain sering kali bersemayam di hati kita. Sebagian besarnya, tuduhan itu tidak dibangun di atas tanda atau bukti yang cukup. Sehingga yang terjadi adalah asal tuduh kepada saudaranya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Buruk sangka kepada orang lain atau yang dalam bahasa Arabnya disebut su`u zhan mungkin biasa atau bahkan sering hinggap di hati kita. Berbagai prasangka terlintas di pikiran kita, si A begini, si B begitu, si C demikian, si D demikian dan demikian. Yang parahnya, terkadang persangkaan kita tiada berdasar dan tidak beralasan. Memang semata-mata sifat kita suka curiga dan penuh sangka kepada orang lain, lalu kita membiarkan zhan tersebut bersemayam di dalam hati. Bahkan kita membicarakan serta menyampaikannya kepada orang lain. Padahal su`u zhan kepada sesama kaum muslimin tanpa ada alasan/bukti merupakan perkara yang terlarang. Demikian jelas ayatnya dalam Al-Qur`anil Karim, Allah Subhanahu wa Ta?ala berfirman:&lt;br /&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ&lt;br /&gt;?Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah oleh kalian kebanyakan dari persangkaan (zhan) karena sesungguhnya sebagian dari persangkaan itu merupakan dosa.? (Al-Hujurat: 12)&lt;br /&gt;Dalam ayat di atas, Allah Subhanahu wa Ta?ala memerintahkan untuk menjauhi kebanyakan dari prasangka dan tidak mengatakan agar kita menjauhi semua prasangka. Karena memang prasangka yang dibangun di atas suatu qarinah (tanda-tanda yang menunjukkan ke arah tersebut) tidaklah terlarang. Hal itu merupakan tabiat manusia. Bila ia mendapatkan qarinah yang kuat maka timbullah zhannya, apakah zhan yang baik ataupun yang tidak baik. Yang namanya manusia memang mau tidak mau akan tunduk menuruti qarinah yang ada. Yang seperti ini tidak apa-apa. Yang terlarang adalah berprasangka semata-mata tanpa ada qarinah. Inilah zhan yang diperingatkan oleh Nabi Shallallahu ?alaihi wa sallam dan dinyatakan oleh beliau sebagai pembicaraan yang paling dusta. (Syarhu Riyadhis Shalihin, 3/191)&lt;br /&gt;Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullahu berkata, ?Allah Subhanahu wa Ta?ala berfirman melarang hamba-hamba-Nya dari banyak persangkaan, yaitu menuduh dan menganggap khianat kepada keluarga, kerabat dan orang lain tidak pada tempatnya. Karena sebagian dari persangkaan itu adalah dosa yang murni, maka jauhilah kebanyakan dari persangkaan tersebut dalam rangka kehati-hatian. Kami meriwayatkan dari Amirul Mukminin Umar ibnul Khaththab radhiyallahu ?anhu beliau berkata, ?Janganlah sekali-kali engkau berprasangka kecuali kebaikan terhadap satu kata yang keluar dari saudaramu yang mukmin, jika memang engkau dapati kemungkinan kebaikan pada kata tersebut?.? (Tafsir Ibnu Katsir, 7/291)&lt;br /&gt;Abu Hurairah radhiyallahu ?anhu pernah menyampaikan sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ?alaihi wa sallam yang berbunyi:&lt;br /&gt;إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ، وَلاَ تَحَسَّسُوْا، وَلاَ تَجَسَّسُوْا، وَلاَ تَنَافَسُوْا، وَلاَ تَحَاسَدُوْا، وَلاَ تَبَاغَضُوْا، وَلاَ تَدَابَرُوْا، وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهَ إِخْوَانًا كَمَا أَمَرَكُمْ، الْمُسْلِمُ أَخُوْ الْمُسْلِمِ، لاَ يَظْلِمُهُ، وَلاَ يَخْذُلُهُ، وَلاَ يَحْقِرُهُ، التَّقْوَى هَهُنَا، التَّقْوَى ههُنَا -يُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ- بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَعِرْضُهُ وَمَالُهُ، إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَامِكُمْ، وَلاَ إِلَى صُوَرِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ&lt;br /&gt;?Hati-hati kalian dari persangkaan yang buruk (zhan) karena zhan itu adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kalian mendengarkan ucapan orang lain dalam keadaan mereka tidak suka. Janganlah kalian mencari-cari aurat/cacat/cela orang lain. Jangan kalian berlomba-lomba untuk menguasai sesuatu. Janganlah kalian saling hasad, saling benci, dan saling membelakangi. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang Dia perintahkan. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, maka janganlah ia menzalimi saudaranya, jangan pula tidak memberikan pertolongan/bantuan kepada saudaranya dan jangan merendahkannya. Takwa itu di sini, takwa itu di sini.? Beliau mengisyaratkan (menunjuk) ke arah dadanya. ?Cukuplah seseorang dari kejelekan bila ia merendahkan saudaranya sesama muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain, haram darahnya, kehormatan dan hartanya. Sesungguhnya Allah tidak melihat ke tubuh-tubuh kalian, tidak pula ke rupa kalian akan tetapi ia melihat ke hati-hati dan amalan kalian.? (HR. ِAl-Bukhari no. 6066 dan Muslim no. 6482)&lt;br /&gt;Zhan yang disebutkan dalam hadits di atas dan juga di dalam ayat, kata ulama kita, adalah tuhmah (tuduhan). Zhan yang diperingatkan dan dilarang adalah tuhmah tanpa ada sebabnya. Seperti seseorang yang dituduh berbuat fahisyah (zina) atau dituduh minum khamr padahal tidak tampak darinya tanda-tanda yang mengharuskan dilemparkannya tuduhan tersebut kepada dirinya. Dengan demikian, bila tidak ada tanda-tanda yang benar dan sebab yang zahir (tampak), maka haram berzhan yang jelek. Terlebih lagi kepada orang yang keadaannya tertutup dan yang tampak darinya hanyalah kebaikan/keshalihan. Beda halnya dengan seseorang yang terkenal di kalangan manusia sebagai orang yang tidak baik, suka terang-terangan berbuat maksiat, atau melakukan hal-hal yang mendatangkan kecurigaan seperti keluar masuk ke tempat penjualan khamr, berteman dengan para wanita penghibur yang fajir, suka melihat perkara yang haram dan sebagainya. Orang yang keadaannya seperti ini tidaklah terlarang untuk berburuk sangka kepadanya. (Al-Jami? li Ahkamil Qur`an 16/217, Ruhul Ma?ani 13/219)&lt;br /&gt;Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu menyebutkan dari mayoritas ulama dengan menukilkan dari Al-Mahdawi, bahwa zhan yang buruk terhadap orang yang zahirnya baik tidak dibolehkan. Sebaliknya, tidak berdosa berzhan yang jelek kepada orang yang zahirnya jelek. (Al Jami? li Ahkamil Qur`an, 16/218)&lt;br /&gt;Karenanya, Ibnu Hubairah Al-Wazir Al-Hanbali berkata, ?Demi Allah, tidak halal berbaik sangka kepada orang yang menolak kebenaran, tidak pula kepada orang yang menyelisihi syariat.? (Al-Adabus Syar?iyyah, 1/70)&lt;br /&gt;Dari hadits:&lt;br /&gt;إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ&lt;br /&gt;Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu berkata menjelaskan ucapan Al-Khaththabi tentang zhan yang dilarang dalam hadits ini, ?Zhan yang diharamkan adalah zhan yang terus menetap pada diri seseorang, terus mendiami hatinya, bukan zhan yang sekadar terbetik di hati lalu hilang tanpa bersemayam di dalam hati. Karena zhan yang terakhir ini di luar kemampuan seseorang. Sebagaimana yang telah lewat dalam hadits bahwa Allah Subhanahu wa Ta?ala memaafkan umat ini dari apa yang terlintas di hatinya selama ia tidak mengucapkannya atau ia bersengaja1.? (Al-Minhaj, 16/335)&lt;br /&gt;Sufyan rahimahullahu berkata, ?Zhan yang mendatangkan dosa adalah bila seseorang berzhan dan ia membicarakannya. Bila ia diam/menyimpannya dan tidak membicarakannya maka ia tidak berdosa.?&lt;br /&gt;Dimungkinkan pula, kata Al-Qadhi ?Iyadh rahimahullahu, bahwa zhan yang dilarang adalah zhan yang murni /tidak beralasan, tidak dibangun di atas asas dan tidak didukung dengan bukti. (Ikmalul Mu?lim bi Fawa`id Muslim, 8/28)&lt;br /&gt;Kepada seorang muslim yang secara zahir baik agamanya serta menjaga kehormatannya, tidaklah pantas kita berzhan buruk. Bila sampai pada kita berita yang ?miring? tentangnya maka tidak ada yang sepantasnya kita lakukan kecuali tetap berbaik sangka kepadanya. Karena itu, tatkala terjadi peristiwa Ifk di masa Nubuwwah, di mana orang-orang munafik menyebarkan fitnah berupa berita dusta bahwa istri Rasulullah Shallallahu ?alaihi wa sallam yang mulia, shalihah, dan thahirah (suci dari perbuatan nista) Aisyah radhiyallahu ?anha berzina, wal?iyadzubillah, dengan sahabat yang mulia Shafwan ibnu Mu?aththal radhiyallahu ?anhu, Allah Subhanahu wa Ta?ala mengingatkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman agar tetap berprasangka baik dan tidak ikut-ikutan dengan munafikin menyebarkan kedustaan tersebut. Dalam Tanzil-Nya, Dia Subhanahu wa Ta?ala berfirman:&lt;br /&gt;لَوْلاَ إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنْفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا هَذَا إِفْكٌ مُبِينٌ&lt;br /&gt;?Mengapa di waktu kalian mendengar berita bohong tersebut, orang-orang mukmin dan mukminah tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri dan mengapa mereka tidak berkata, ?Ini adalah sebuah berita bohong yang nyata?.? (An-Nur: 12)&lt;br /&gt;Dalam Al-Qur`anul Karim, Allah Subhanahu wa Ta?ala mencela orang-orang Badui yang takut berperang ketika mereka diajak untuk keluar bersama pasukan mujahidin yang dipimpin oleh Rasulullah Shallallahu ?alaihi wa sallam. Orang-orang Badui ini dihinggapi dengan zhan yang jelek.&lt;br /&gt;سَيَقُولُ لَكَ الْمُخَلَّفُونَ مِنَ اْلأَعْرَابِ شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا فَاسْتَغْفِرْ لَنَا يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ لَكُمْ مِنَ اللهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ بِكُمْ ضَرًّا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ نَفْعًا بَلْ كَانَ اللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا. بَلْ ظَنَنْتُمْ أَنْ لَنْ يَنْقَلِبَ الرَّسُولُ وَالْمُؤْمِنُونَ إِلَى أَهْلِيهِمْ أَبَدًا وَزُيِّنَ ذَلِكَ فِي قُلُوبِكُمْ وَظَنَنْتُمْ ظَنَّ السَّوْءِ وَكُنْتُمْ قَوْمًا بُورًا&lt;br /&gt;?Orang-orang Badui yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan, ?Harta dan keluarga kami telah menyibukkan kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami.? Mereka mengucapkan dengan lidah mereka apa yang tidak ada di dalam hati mereka. Katakanlah, ?Maka siapakah gerangan yang dapat menghalangi-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudaratan bagi kalian atau jika Dia menghendaki manfaat bagi kalian. Bahkan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan. Tetapi kalian menyangka bahwa Rasul dan orang-orang yang beriman sekali-kali tidak akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan setan telah menjadikan kalian memandang baik dalam hati kalian persangkaan tersebut. Dan kalian telah menyangka dengan sangkaan yang buruk, kalian pun menjadi kaum yang binasa.? (Al-Fath: 11-12)&lt;br /&gt;Wallahu a?lam bish-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Lafadz hadits yang dimaksud adalah:&lt;br /&gt;إِنَّ اللهَ تَجَاوَزَ لِإُمَّتِي مَا حَدَثَتْ بِهِ أَنْفُسَهَا مَا لَـمْ يَتَكَلَّمُوْا أَوْ يَعْمَلُوْا بِهِ&lt;br /&gt;?Sesungguhnya Allah memaafkan bagi umatku apa yang terlintas di jiwa mereka selama mereka tidak membicarakan atau melakukannya.? (HR. Bukhari no. 2528 dan Muslim no. 327)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis/Sumber : Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah&lt;br /&gt;Kategori: Mutiara Kata &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-6585836587353856226?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/6585836587353856226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=6585836587353856226' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/6585836587353856226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/6585836587353856226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2009/08/jauhi-buruk-sangka.html' title='Jauhi Buruk Sangka'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-6397653264867338823</id><published>2009-08-13T16:56:00.000-07:00</published><updated>2009-08-13T17:01:06.589-07:00</updated><title type='text'>SADAR DIRI</title><content type='html'>TERNYATA TIDAK SEMUA ORANG MEMILIKI SADAR DIRI&lt;br /&gt;ADAKALANYA KITA TAHU APA YANG HARUS KITA LAKUKAN&lt;br /&gt;TAPI KITA TIDAK SADAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERKADANG KITA MENGINGINKAN SESUATU YANG LEBIH&lt;br /&gt;TAPI KITA TAK PERNAH SADAR BAHWA UNTUK MENDAPATKAN SESUATU YANG LEBIH&lt;br /&gt;DIBUTUHKAN KESADARAN DIRI&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUNGKIN DENGAN BERCERMIN DIRI KITA BISA SADAR DIRI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-6397653264867338823?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/6397653264867338823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=6397653264867338823' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/6397653264867338823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/6397653264867338823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2009/08/sadar-diri.html' title='SADAR DIRI'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-6736798802185612491</id><published>2009-07-31T00:26:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T00:46:38.854-07:00</updated><title type='text'>Waktu Yang Tepat</title><content type='html'>Memancing jelas bukan hobi saya, namun setidaknya selama beberapa kali memancing, kalau dihitung-hitung kemungkinan keberhasilan memancing saya kira-kira tidak sampai 10%. Artinya dalam 10 kali saya melempar kail, belum tentu satu diantaranya berhasil mendapat ikan. Namun dari sekian kali saya melempar kail, sebanyak itu pulalah umpan saya dimakan ikan. jadi rupanya ikan-ikan itu lebih cerdik dari saya. Teman-teman saya selalu mengajarkan untuk menarik kail di saat yang tepat, jangan terburu-buru, tapi juga jangan terlalu lama. Nah itulah sulitnya!. Saya sulit memahami kapan detik yang tepat itu, sehingga bisa mendapatkan hasil pancingan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kegagalan menjual hampir sama dengan mencari moment menarik kail. Saat berbelanja di toko, seringkali pramuniaga akan mendekati kita untuk menawarkan bantuan. Namun alih-alih memberi bantuan, seringkali kehadirannya malah menciptakan risih bahkan jengkel, karena mereka hadir di moment yang kurang tepat.&lt;br /&gt;Artinya, agar sukses kita membutuhkan keterampilan menemukan moment yang tepat. Kapan kita harus menarik kail, kapan kita harus mengulurkan umpan. Siapa mengumpulkan pada musim panas, ia berakal budi, siapa tidur pada waktu panen membuat malu. Pastikan kita menggunakan moment-moment yang tepat dalam hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-6736798802185612491?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/6736798802185612491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=6736798802185612491' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/6736798802185612491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/6736798802185612491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2009/07/waktu-yang-tepat.html' title='Waktu Yang Tepat'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-1958595257732977085</id><published>2009-07-31T00:00:00.000-07:00</published><updated>2009-07-31T00:16:36.445-07:00</updated><title type='text'>Giving is Rich</title><content type='html'>Barangkali anda bertanya-tanya, mengapa memberi begitu penting untuk dibahas??? Karena memberi adalah kunci untuk menerima. Memberi adalah kunci untuk mengambil kesuksesan... menurut Johan Yang (Founder&amp;Director of Total Quality Master of Corperate Motivator) ada tiga kategori orang tentang hal ini&lt;br /&gt;1. Si Pengambil &lt;br /&gt;Orang yang hanya menerima dan tidak pernah memberi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bukan apa yang bisa diberikan, tapi apa yang bisa didapatkan. Tidak fokus kepada orang lain, tapi fokus pada diri sendiri. Cirinya egois, pelit. tidak peduli dengan orang lain. Orang-orang ini seperti benalu yang hanya akan mengambil, tapi tidak pernah memberi&lt;br /&gt;2. Si pedagang&lt;br /&gt;Orang yang menerima dan kemudian baru memberi.&lt;br /&gt;Tentu tipe si pedagang ini lebih baik daripada si Pengambil. Meski demikian, si Pedagang ini bukan yang terbaik soal memberi. Dia bersedia memberi, tapi motivasi utama mereka bukan menolong orang lain. orang-orang ini melihat hubungan sebagai suatu pertukaran. Dulu pernah diberi, maka supaya IMPAS dia harus memberi. Prinsipnya tidak mau merugikan, tapi juga jangan dirugikan.&lt;br /&gt;3. Si investor&lt;br /&gt;Orang yang memberi, kemudian menerima&lt;br /&gt;Yang dilakukan hanyalah memberi dan menerima. Jika kemudian dia menerima sesuatu dari apa yang telah ditabur, dia tidak menganggap hal itu sebagai pertukaran, itu adalah akibat dari tindakannya dalam memberi. Inilah prinsip yang benar dalam memberi. Ada orang suka memberi, tapi bertambah kaya, ada yang suka menghemat, tapi bertambah miskin. Tangan diatas selalu lebih mulia daripada tangan di bawah. Giving is Rich!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-1958595257732977085?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/1958595257732977085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=1958595257732977085' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1958595257732977085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1958595257732977085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2009/07/giving-is-rich.html' title='Giving is Rich'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-8788549759236009132</id><published>2009-06-24T23:09:00.000-07:00</published><updated>2009-06-24T23:18:22.349-07:00</updated><title type='text'>Tanpa Judul</title><content type='html'>Benarkah kita(Guru/pendidik) sudah melaksanakan tugas sebenarnya....&lt;br /&gt;Ataukah kita hanya menjadi raksasa bagi mereka(peserta didik/siswa)&lt;br /&gt;Hingga mereka sempat merasa kecil, kerdil dan tak berarti apa-apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah kita sudah menjadi guru yang sebenarnya&lt;br /&gt;Mengajari, mendidik dan membimbing mereka???&lt;br /&gt;Ataukah hanya sekedar profesi tuk meraup materi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sampai dimana kita mampu mengantarkan mereka&lt;br /&gt;Dipintu gerbang sekolah ataukah dipintu gerbang masa depan mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-8788549759236009132?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/8788549759236009132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=8788549759236009132' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/8788549759236009132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/8788549759236009132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2009/06/tanpa-judul.html' title='Tanpa Judul'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-1354392368167909644</id><published>2009-05-18T00:18:00.000-07:00</published><updated>2009-05-28T21:57:30.003-07:00</updated><title type='text'>Menyelam ke dalam Samudera Jiwa dan Ruh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama ini kita berfikir bahwa manusia hanya terdiri dari jiwa dan raga, ternyata tidak. Ternyata yang menyusun manusia ada tiga yakni badan, jiwa dan ruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa adalah sosok'non fisik" yang berfungsi dan bersemayan di dalam tubuh seorang manusia. Jiwa bertanggung jawab terhadap seluruh perbuatan kemanusiaannya. Eksistensi jiwa terbentuk ketika ia bergabung dengan fisiknya. Dan kemudian 'tak berfungsi' ketika berpisah dari badannya. Jiwa dan fisik adalah dua sisi yang berbeda dalam satu keping mata uang, yang tidak dapat berfungsi sendiri-sendiri. Keduanya baru berfungsi ketika ada bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jiwa dan ruh memiliki perbedaan dilihat dari substansinya, fungsinya dan sifatnya.&lt;br /&gt;1. Substansinya : kualitas jiwa bisa berubah-ubah, sedangkan ruh memiliki kualitas yang tinggi dan selalu baik&amp;amp; suci.&lt;br /&gt;Kualitas ruh itulah yang menyebabkan tingginya kualitas seorang manusia, sehingga menjadikan para malaikat menghormatinya.&lt;br /&gt;2. Fungsinya : jiwa sebagai "sosok" yang bertanggungjawab atas segala perbuatan kemanusiaannya, sedangkan ruh tidak.&lt;br /&gt;3. Sifatnya : jiwa bisa merasakan senang, sedih, bahagia, kecewa. dll, sedangkan ruh bersifat stabil dalam kebaikan tanpa mengenal perbandingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Agus Mustofa ruh diibaratkan sebagai sistem operasi sedangkan jiwa sebagai program aplikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana Posisi Jiwa dan Ruh&lt;br /&gt;Posisi jiwa berada di otak pada struktur tertentu dalam otak, sedangkan ruh telah menyebar dan meresap ke seluruk penjuru tubuh kita sebagai satu kesatuan yang utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akal dan kesadaran&lt;br /&gt;Akal adalah seluruh"potensi kecerdasan" yang dimiliki seseorang baik melibatkan kecerdasan intelektual, emosional maupun spiritualnya. Ada 4 tingkat kesadaran pada diri kita yakni;&lt;br /&gt;1. kesadaran inderawi&lt;br /&gt;2. kesadaran rasional/ilmiah&lt;br /&gt;3. kesadaran spiritual&lt;br /&gt;4. kesadaran tauhid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut.......&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-1354392368167909644?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/1354392368167909644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=1354392368167909644' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1354392368167909644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1354392368167909644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2009/05/menyelam-ke-dalam-samudera-jiwa.html' title='Menyelam ke dalam Samudera Jiwa dan Ruh'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-5509119440936155498</id><published>2009-03-27T03:04:00.000-07:00</published><updated>2009-06-07T18:51:04.537-07:00</updated><title type='text'>Pencerahan Hidup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mencapai sukses adalah impian semua orang. Sukses lebih muda tercapai jika kita mulai berani ke luar dari zona nyaman. Saat merasa puas dengan yang diraih, maka kita sedang berjalan pada rutinitas. Tapi jika berani menentukan target setahap lebih tinggi dari yang telah dicapai, maka kita akan mendapatkan tantangan untuk bisa meraih target. Target tersebut akan menjadi indikator keberhasilan kinerja.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saat memasuki tahapan mencapai target, kita akan berjuang memenuhi kualisifikasi yang dibutuhkan. Tahapan itu membuat kita melakukan aktivitas untuk mengembangkan diri. Lewat aktivitas ini, kita dapat mencari dan meraih pengetahuan baru, mengembangkan keterampilan (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;life skill&lt;/span&gt;), berusaha mengendalikan diri dan mempelajari hal-hal baru sebagai syarat mutlak mempertahankan eksistensi.&lt;br /&gt;Bagaimana cara mempertahankan target?????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengefektifkan target yang dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;S        M         A          R          T&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Spesifik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Measureable&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Attractive&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Reasonable&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Time limited&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Berikut ini tips praktis dalam membuat target kehidupan&lt;br /&gt;1. tentukan target yang ingin diraih&lt;br /&gt;2. tetapkan target jangka panjang dan jangka pendek&lt;br /&gt;3. jelaskan pentingnya target berdasarkan kontribusinya&lt;br /&gt;4. uraikan secara detail rencana yang akan digunakan untuk mencapai target itu&lt;br /&gt;5. sesuaikan standar perfoma dan kriteria pengukuran dengan tujuan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sukses atau gagal dimulai dari pikiran. Jika kita berpikir gagal, maka saat itu kita sudah gagal. Memang nantinya kita akan diuji dengan kegagalan. Tetapi jangan berhenti melangkah menuju sesuatu yang lebih baik. Ingatkanlah diri kita bahwa sukses bukan hanya milik orang brilian, berbakat, penuh keberuntungan, dsb. Sukses adalah milik orang persisten (pantang menyerah)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-5509119440936155498?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/5509119440936155498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=5509119440936155498' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/5509119440936155498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/5509119440936155498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2009/03/pencerahan-hidup.html' title='Pencerahan Hidup'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-9110952951515580298</id><published>2009-03-09T22:13:00.000-07:00</published><updated>2009-05-31T17:23:59.908-07:00</updated><title type='text'>Ketika Es Antartika Terancam Oleh Pulihnya Lubang Ozon</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/SbX4akbWyKI/AAAAAAAAAHc/F_oiIQwcNwM/s1600-h/images3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 114px; height: 86px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/SbX4akbWyKI/AAAAAAAAAHc/F_oiIQwcNwM/s320/images3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311424470892071074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis oleh &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;nggieng&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau lubang ozon sudah terpulihkan, apakah kemudian pemanasan global bisa teratasi? Ternyata studi terkini menunjukkan pulihnya lubang ozon di atas Antartika malah menyebabkan lebih banyak es mencair pada dekade mendatang. Ketika lubang ozon pulih, pola angin yang melindungi interior wilayah kutub dari udara yang hangat menjadi terbuka, mengakibatkan Antartika menghangat, demikian juga kondisi yang lebih hangat dan kering di Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kendati suhu global meningkat, interior Antartika mempunyai situasi yang unik karena cenderung mendingin pada musim panas dan gugur selama beberapa dasawarasa belakangan. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ilmuwan mengaitkan pendinginan tersebut dengan adanya lubang pada lapisan ozon yang mempengaruhi pola sirkulasi atmsofer dan memperkuat angin yang mengarah ke barat dan berputar-putar di dalam benua Antartika. Angin tersebut mengisolasi interior Antartika dari pola pemanasan, sebagaimana yang teramati pada semenanjuang Antartika serta bagian lain dunia (Gb.1).&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Upaya untuk mencegah terjadinya lubang pada ozon telah dilakukan semenjak lama. Protokol Montreal tahun 1987 telah berhasil mengupayakan pelarangan bahan-bahan perusak ozon, sehingga kerusakan yang lebih parah bisa terhindarkan. Tetapi permasalahan tidak sesederhana itu. Studi telah dilakukan pada dinamika antara ozon strastosfer dan kondisi atmosfer dari tahun 1950 sampai akhir abad ke dua puluh; hasilnya menunjukkan bahwa ketika tingkat ozon terpulihkan, lapisan bawah stratosfer di atas Antartika - 10-20 km di atas permukaan BUmi - akan menyerap radiasi ungu-ultra, dan menaikkan temperatur sampai 9 derajat C, mengurangi gradien temperatur utara-selatan yang kuat. Kalau sudah begitu, temperatur menjadi lebih ’suam-suam kuku’ di Antartika, bersamaan dengan itu, angin yang mengarah ke barat menjadi lebih lemah dan menghasilkan temperatur yang lebih hangat dan kering di Australia dan meningkatnya presipitasi di Amerika Selatan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Model iklim, sebagaimana yang dipergunakan oleh IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change’s) tidak memperhitungkan detil mengenai kimiawi ozon. Banyak model tidak menyertakan situasi pada 30 km di atas permukaan Bumi, sementara untuk menjelaskan stratosfer itu paling tidak membutuhkan ketinggian sampai 60 km. Tentu saja ini menjadi tantangan bagi ilmuwan yang bekerja pada analisis iklim untuk memperhitungkan perubahan ozon dari pengurangan sampai penyembuhannya selama abad dua puluh dan dua puluh satu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika didapatkan umpan-balik bahwa ternyata pencairan es berdasarkan model yang ada masih kurang tepat, maka tingkat aman karbon-dioksida yang ditetapkan selama ini juga salah. Produktivitas biologi di lautan ditentukan oleh pola sirkulasi lautan dan atmosfer, sehingga studi mendatang harus bisa menggandeng sekaligus dinamika lautan pada kimiawi ozon dan iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h7&gt;Sumber : Disadur dari Berita Majalah &lt;a href="http://www.nature.com/news/2008/080429/full/news.2008.787.html" target="_blank"&gt;Nature&lt;/a&gt;, 29 April 2008.&lt;/h7&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-9110952951515580298?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/9110952951515580298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=9110952951515580298' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/9110952951515580298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/9110952951515580298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2009/03/ketika-es-antartika-terancam-oleh.html' title='Ketika Es Antartika Terancam Oleh Pulihnya Lubang Ozon'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/SbX4akbWyKI/AAAAAAAAAHc/F_oiIQwcNwM/s72-c/images3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-7444636458999929906</id><published>2009-03-09T22:07:00.000-07:00</published><updated>2009-05-31T17:21:54.122-07:00</updated><title type='text'>Stres dan Depresi: Akibat Tidak Menjalankan Agama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dan  barangsiapa  berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari  kiamat  dalam keadaan buta..." (QS. Thaahaa, 20:124)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. " (QS. Al An'aam, 6:125)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keengganan orang-orang yang jauh dari agama untuk taat kepada Allah menyebabkan mereka terus-menerus menderita perasaan tidak nyaman, khawatir dan stres. Akibatnya, mereka terkena berbagai ragam penyakit kejiwaan yang mewujud pada keadaan raga mereka. Tubuh mereka lebih cepat mengalami kerusakan, dan mereka mengalami penuaan yang cepat dan melemah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebaliknya, karena orang-orang beriman sehat secara kejiwaan, mereka tidak terkena stres, atau berkecil hati, dan jasmani mereka senantiasa prima dan sehat. Pengaruh baik akibat ketundukan mereka kepada Allah, tawakal mereka kepada-Nya dan kepribadian kokoh mereka, kemampuan melihat kebaikan dalam segala hal, dan ridha dengan apa yang terjadi sembari berharap akan janji-Nya, tercermin dalam penampilan raga mereka. Hal ini tentu saja dialami oleh mereka yang menjalani hidupnya sesuai ajaran Al Qur'an, dan yang benar-benar memahami agama. Tentu saja mereka pun dapat menderita sakit dan pada akhirnya mengalami penuaan, namun proses alamiah ini tidak disertai dengan kerusakan pada sisi kejiwaan sebagaimana yang dialami oleh selainnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Stres dan depresi, yang dianggap sebagai penyakit zaman kita, tidak hanya berbahaya secara kejiwaan, tapi juga mewujud dalam berbagai kerusakan tubuh. Gangguan umum yang terkait dengan stres dan depresi adalah beberapa bentuk penyakit kejiwaan, ketergantungan pada obat terlarang, gangguan tidur, gangguan pada kulit, perut dan tekanan darah, pilek, migrain [sakit kepala berdenyut yang terjadi pada salah satu sisi kepala dan umumnya disertai mual dan gangguan penglihatan] , sejumlah penyakit tulang, ketidakseimbangan ginjal, kesulitan bernapas, alergi, serangan jantung, dan pembengkakan otak. Tentu saja stres dan depresi bukanlah satu-satunya penyebab semua ini, namun secara ilmiah telah dibuktikan bahwa penyebab gangguan-gangguan kesehatan semacam itu biasanya bersifat kejiwaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Stres, yang menimpa begitu banyak orang, adalah suatu keadaan batin yang diliputi kekhawatiran akibat perasaan seperti takut, tidak aman, ledakan perasaan yang berlebihan, cemas dan berbagai tekanan lainnya, yang merusak keseimbangan tubuh. Ketika seseorang menderita stres, tubuhnya bereaksi dan membangkitkan tanda bahaya, sehingga memicu terjadinya beragam reaksi biokimia di dalam tubuh: Kadar adrenalin dalam aliran darah meningkat; penggunaan energi dan reaksi tubuh mencapai titik tertinggi; gula, kolesterol dan asam-asam lemak tersalurkan ke dalam aliran darah; tekanan darah meningkat dan denyutnya mengalami percepatan. Ketika glukosa tersalurkan ke otak, kadar kolesterol naik, dan semua ini memunculkan masalah bagi tubuh.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena stres yang parah, khususnya, mengubah fungsi-fungsi normal tubuh, hal ini dapat berakibat sangat buruk. Akibat stres, kadar adrenalin dan kortisol di dalam tubuh meningkat di atas batas normal. Peningkatan kadar kortisol dalam rentang waktu lama berujung pada kemunculan dini gangguan-gangguan seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, luka pada permukaan dalam dinding saluran pencernaan, penyakit pernapasan, eksim dan psoriasis [ sejenis penyakit kulit yang ditandai oleh pembentukan bintik-bintik atau daerah berwarna kemerahan pada kulit, yang tertutupi oleh lapisan tanduk berwarna perak] . Kadar kortisol yang tinggi dapat berdampak pada terbunuhnya sel-sel otak. Sejumlah gangguan akibat stres digambarkan dalam sebuah sumber sebagaimana berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terdapat kaitan penting antara stres dan tegang [penegangan], serta rasa sakit yang ditimbulkannya. Penegangan yang diakibatkan stres berdampak pada penyempitan pembuluh darah nadi, gangguan pada aliran darah ke daerah-daerah tertentu di kepala dan penurunan jumlah darah yang mengalir ke daerah tersebut. Jika suatu jaringan mengalami kekurangan darah hal ini akan langsung berakibat pada rasa sakit, sebab suatu jaringan yang di satu sisi mengalami penegangan mungkin sedang membutuhkan darah dalam jumlah banyak dan di sisi lain telah mendapatkan pasokan darah dalam jumlah yang kurang akan merangsang ujung-ujung saraf penerima rasa sakit. Di saat yang sama zat-zat seperti adrenalin dan norepinefrin, yang mempengaruhi sistem saraf selama stres berlangsung, juga dikeluarkan. Hal ini secara langsung atau tidak langsung meningkatkan dan mempercepat penegangan otot. Demikianlah, rasa sakit berakibat pada penegangan, penegangan pada kecemasan, dan kecemasan memperparah rasa sakit.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi, salah satu dampak paling merusak dari stres adalah serangan jantung. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang agresif, khawatir, cemas, tidak sabar, dengki, suka memusuhi dan mudah tersinggung memiliki peluang terkena serangan jantung jauh lebih besar daripada orang yang tidak memiliki kecenderungan sifat-sifat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alasannya adalah bahwa rangsangan berlebihan pada sistem saraf simpatetik [yakni sistem saraf yang mengatur percepatan denyut jantung, perluasan bronkia, penghambatan otot-otot halus sistem pencernaan makanan, dsb.], yang dimulai oleh hipotalamus, juga mengakibatkan pengeluaran insulin yang berlebihan, sehingga menyebabkan penimbunan kadar insulin dalam darah. Ini adalah permasalahan yang teramat penting. Sebab, tak satu pun keadaan yang berujung pada penyakit jantung koroner memainkan peran yang sedemikian paling penting dan sedemikian berbahaya sebagaimana kelebihan insulin dalam darah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para ilmuwan telah mengetahui bahwa semakin parah tingkat stres, maka akan semakin lemahlah peran positif sel-sel darah merah di dalam darah. Menurut sebuah penelitian yang dikembangkan oleh Linda Naylor, pimpinan perusahaan alih teknologi Universitas Oxford, pengaruh negatif berbagai tingkatan stres pada sistem kekebalan tubuh kini dapat diukur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terdapat kaitan erat antara stres dan sistem kekebalan tubuh. Stres kejiwaan memiliki dampak penting pada sistem kekebalan dan berujung pada kerusakannya. Saat dilanda stres, otak meningkatkan produksi hormon kortisol dalam tubuh, yang melemahkan sistem kekebalan. Atau dengan kata lain, terdapat hubungan langsung antara otak, sistem kekebalan tubuh dan hormon. Para pakar di bidang ini menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengkajian terhadap stres kejiwaan atau stres raga telah mengungkap bahwa selama stres berat berlangsung terjadi penurunan pada daya kekebalan yang berkaitan dengan keseimbangan hormonal. Diketahui bahwa kemunculan dan kemampuan bertahan dari banyak penyakit termasuk kanker terkait dengan stres.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Singkatnya , stres merusak keseimbangan alamiah dalam diri manusia. Mengalami keadaan yang tidak normal ini secara terus-menerus akan merusak kesehatan tubuh, dan berdampak pada beragam gangguan fungsi tubuh. Para ahli menggolongkan dampak buruk dari stres terhadap tubuh manusia dalam sejumlah kelompok utama sebagaimana berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;- Cemas dan Panik: Suatu perasaan yang menyebabkan peristiwa tidak terkendali.&lt;br /&gt;- Mengeluarkan keringat yang semakin lama semakin banyak&lt;br /&gt;- Perubahan suara: Berbicara secara gagap dan gugup&lt;br /&gt;- Aktif yang berlebihan: Pengeluaran energi yang tiba-tiba, pengendalian diabetik yang lemah&lt;br /&gt;- Kesulitan tidur: Mimpi buruk&lt;br /&gt;- Penyakit kulit: Bercak, bintik-bintik, jerawat, demam, eksim dan psoriasis .&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Gangguan saluran pencernaan: Salah cerna, mual, luka pada permukaan dalam dinding saluran pencernaan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Penegangan otot: gigi yang bergesekan atau terkunci, rasa sakit sedikit tapi terus-menerus pada rahang, punggung, leher dan pundak&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;- Infeksi berintensitas rendah: pilek, dsb.&lt;br /&gt;- Migrain&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Denyut jantung dengan kecepatan yang tidak wajar, rasa sakit pada dada, tekanan darah tinggi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;- Ketidakseimbangan ginjal, menahan air&lt;br /&gt;- Gangguan pernapasan, pendek napas&lt;br /&gt;- Alergi&lt;br /&gt;- Sakit pada persendian&lt;br /&gt;- Mulut dan tenggorokan kering&lt;br /&gt;- Serangan jantung&lt;br /&gt;- Melemahnya sistem kekebalan&lt;br /&gt;- Pengecilan di bagian otak&lt;br /&gt;- Perasaan bersalah dan hilangnya percaya diri&lt;br /&gt;- Bingung, ketidakmampuan menganalisa secara benar, kemampuan berpikir yang rendah, daya ingat yang lemah&lt;br /&gt;- Rasa putus asa yang besar, meyakini bahwa segalanya berlangsung buruk&lt;br /&gt;- Kesulitan melakukan gerak atau diam, memukul-mukul dengan irama tetap&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Ketidakmampuan memusatkan perhatian atau kesulitan melakukannya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;- Mudah tersinggung dan sangat peka&lt;br /&gt;- Bersikap yang tidak sesuai dengan akal sehat&lt;br /&gt;- Perasaan tidak berdaya atau tidak berpengharapan&lt;br /&gt;- Kehilangan atau peningkatan nafsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kenyataan bahwa mereka yang tidak mengikuti nilai-nilai ajaran agama mengalami "stres" dinyatakan oleh Allah dalam Al Qur'an :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dan  barangsiapa  berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari  kiamat  dalam keadaan buta..." (QS. Thaahaa, 20:124)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah ayat lain, Allah telah menyatakan bahwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;" … hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja…" (QS. At Taubah, 9:118)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kehidupan yang "gelap dan sempit" ini, atau stres, nama yang diberikan di masa kini, adalah akibat ketidakmampuan orang-orang tak beriman untuk menaati nilai-nilai akhlak yang diajarkan agama. Kini, para dokter menyatakan bahwa jiwa yang tenang, damai dan penuh percaya diri sangatlah penting dalam melindungi pengaruh stres. Kepribadian yang tenang dan damai hanya dimungkinkan dengan menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur'an . Sungguh, telah dinyatakan dalam banyak Al Qur'an bahwa Allah akan memberikan "ketenangan" dalam diri orang-orang beriman. (Al Qur'an , 2:248, 9:26, 40, 48:4, 18) Janji Tuhan kita terhadap orang-orang beriman telah dinyatakan sebagaimana berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS, An Nahl, 16: 97)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;diadaptasi dari http://www.harunyahya.com/indo/artikel/076.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-7444636458999929906?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/7444636458999929906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=7444636458999929906' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/7444636458999929906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/7444636458999929906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2009/03/stres-dan-depresi-akibat-tidak.html' title='Stres dan Depresi: Akibat Tidak Menjalankan Agama'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-6797344618969200102</id><published>2009-02-03T21:00:00.000-08:00</published><updated>2009-02-04T00:16:20.376-08:00</updated><title type='text'>Tour Jkt-Bndung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/SYkiDfv27gI/AAAAAAAAAFQ/IobMExiphp4/s1600-h/DSCN4273.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/SYkiDfv27gI/AAAAAAAAAFQ/IobMExiphp4/s200/DSCN4273.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298803880035282434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B'&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;mimpi&lt;/span&gt;lah setinggi monas&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/SYkhzJTys6I/AAAAAAAAAFI/LsW0y_6Hgls/s1600-h/DSCN4361.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/SYkhzJTys6I/AAAAAAAAAFI/LsW0y_6Hgls/s200/DSCN4361.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298803599134077858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintaku se&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;dalam&lt;/span&gt; kawah Tngkuban perahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;Setiaku&lt;/span&gt; setegak tugu&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/SYkhSxsuxNI/AAAAAAAAAE4/rTB4Os85r3s/s1600-h/DSCN4232.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/SYkhSxsuxNI/AAAAAAAAAE4/rTB4Os85r3s/s200/DSCN4232.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298803043040412882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-6797344618969200102?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/6797344618969200102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=6797344618969200102' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/6797344618969200102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/6797344618969200102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2009/02/tout-jkt-bndung.html' title='Tour Jkt-Bndung'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/SYkiDfv27gI/AAAAAAAAAFQ/IobMExiphp4/s72-c/DSCN4273.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-8011187976592605586</id><published>2009-01-15T00:14:00.000-08:00</published><updated>2009-05-31T17:25:20.832-07:00</updated><title type='text'>CINTA</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;Saat &lt;span style="color:#66ff99;"&gt;JATUH&lt;/span&gt; cinta:Senyum, tawa, senang, bahagia&lt;/div&gt;Namun ketika &lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;erLUKA&lt;/span&gt; :Murung, gundah, gelisah, sepi, sedih&lt;br /&gt;Tapi adakalahnya satu rasa muncul di dua kisah, yakni &lt;span style="color:#cc0000;"&gt;TaNgiS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Cinta adalah &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;ANUGERAH&lt;/span&gt;, saat cinta datang sambutlah dia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tapi saat cinta pergi, hati MERANA, maka &lt;span style="color:#ff9900;"&gt;IKHLAS&lt;/span&gt;kanlah&lt;br /&gt;Biarkan dia pergi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-8011187976592605586?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/8011187976592605586/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=8011187976592605586' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/8011187976592605586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/8011187976592605586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2009/01/c1nt4.html' title='CINTA'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-1555416588762170234</id><published>2009-01-13T20:42:00.000-08:00</published><updated>2009-02-04T00:26:56.476-08:00</updated><title type='text'>PiLiHaN HiDUp</title><content type='html'>Dalam hidup selalu ada &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;PILIHAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;, sama halnya dengan menikah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Menikah adalah pilihan hidup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Ketika seseorang telah menikah, maka dia telah &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;menyempurnakan&lt;/span&gt; separuh agama. Maka hendaklah dia bertakwa kepada Alloh dalam separuh yang tersisa"(HR.Baihaqi).&lt;br /&gt;Lalu bagaimanakah dengan &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;MELAJANG&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Benarkah melajang itu sebuah pilihan atau keterpaksaan?.Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Banyak faktor yg mempengaruhi ketika seseorang memutuskan untuk melajang diantaranya latar belakang hidup, budaya dan...................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt; laki-laki pilihan&lt;/span&gt; para wanita muslimah untuk menjadi pendamping hidup? Seorang pejabat, hartawan, atau si wajah tampan? Bisa jadi itu semua bukan pilihan utama dan lebih menjatuhkan pilihannya pada laki-laki dengan&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt; syarat &lt;/span&gt;ketinggian taraf keimanan, ibadah serta aktifitas sosial dan dakwah yang lebih darinya. Ataukah cukup yang biasa-biasa saja dan setara&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-1555416588762170234?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/1555416588762170234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=1555416588762170234' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1555416588762170234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1555416588762170234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2009/01/pilihan-hidup.html' title='PiLiHaN HiDUp'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-7988936173876124894</id><published>2009-01-13T20:05:00.000-08:00</published><updated>2009-01-13T21:11:30.833-08:00</updated><title type='text'>Pilihan Cinta</title><content type='html'>Mencoba tuk pahami&lt;br /&gt;Mencari &lt;span style="color:#993399;"&gt;CELAH&lt;/span&gt; hatimu&lt;br /&gt;Bila harus menangis aku kan menangis&lt;br /&gt;Namun &lt;span style="color:#ff9900;"&gt;air mata&lt;/span&gt; ini telah habis&lt;br /&gt;Segalanya telah kuberikan&lt;br /&gt;Tapi kau tak pernah ada &lt;strong&gt;perhatian&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Mungkin kita harus jalani&lt;br /&gt;Cinta memang &lt;span style="color:#3366ff;"&gt;cukup sampai di sini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mencoba tuk rasuki&lt;br /&gt;Menyentuh palung jiwamu&lt;br /&gt;Bila harus mengiba, aku kan mengiba&lt;br /&gt;Namun &lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;RASA&lt;/span&gt; ini telah sampai di &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;ujung lelahku&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-7988936173876124894?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/7988936173876124894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=7988936173876124894' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/7988936173876124894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/7988936173876124894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2009/01/pilihan-cinta.html' title='Pilihan Cinta'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-5007550337147919130</id><published>2008-12-03T23:13:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T23:35:27.290-08:00</updated><title type='text'>Butterfly-05.gif (image)</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/R7k_DxPeswI/AAAAAAAAABE/sjhgl6w07JY/s1600-h/Butterfly-05.gif"&gt;Butterfly-05.gif (image)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-5007550337147919130?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/5007550337147919130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=5007550337147919130' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/5007550337147919130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/5007550337147919130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2008/12/butterfly-05gif-image.html' title='Butterfly-05.gif (image)'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-3034062168712702420</id><published>2008-11-10T00:40:00.000-08:00</published><updated>2009-01-13T21:12:13.830-08:00</updated><title type='text'>Love</title><content type='html'>Love is &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;BLIND&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I don't know why l love you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Live is &lt;span style="color:#33ccff;"&gt;beautifull&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Live must go on although world&lt;br /&gt;So what's difference love and live?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-3034062168712702420?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/3034062168712702420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=3034062168712702420' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/3034062168712702420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/3034062168712702420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2008/11/love.html' title='Love'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-3172465937583096649</id><published>2008-05-18T22:18:00.000-07:00</published><updated>2009-01-13T21:23:31.979-08:00</updated><title type='text'>Aku mau</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/SDEOwDRinlI/AAAAAAAAAB4/pE0yolaCjAI/s1600-h/1024x768-2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201955263265021522" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/SDEOwDRinlI/AAAAAAAAAB4/pE0yolaCjAI/s200/1024x768-2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau boleh &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;ACUHkan &lt;/span&gt;diriku&lt;br /&gt;Dan anggap ku tak ada&lt;br /&gt;Tapi takkan merubah perasaanku&lt;br /&gt;Kepadamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuyakin pasti suatu saat&lt;br /&gt;Semua kan terjadi&lt;br /&gt;Kau kan mencintaiku&lt;br /&gt;Dan tak akan pernah melepasku&lt;br /&gt;mau &lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;menDAMPINGI&lt;/span&gt; dirimu&lt;br /&gt;Aku mau cintai kekuranganmu&lt;br /&gt;Selalu berSEDIA bahagiakanmu&lt;br /&gt;Apapun terjadi&lt;br /&gt;Kujanjikan aku ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau boleh jauhi diriku&lt;br /&gt;Namun kupercaya&lt;br /&gt;Kau kan mencintaiku&lt;br /&gt;Dan tak akan pernah melepasku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mau mendampingi dirimu&lt;br /&gt;Aku mau cintai &lt;span style="color:#ffcc00;"&gt;keKURANGmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku yang rela terluka&lt;br /&gt;Untuk masa lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;for some one in the future times&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-3172465937583096649?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/3172465937583096649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=3172465937583096649' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/3172465937583096649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/3172465937583096649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2008/05/aku-mau.html' title='Aku mau'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/SDEOwDRinlI/AAAAAAAAAB4/pE0yolaCjAI/s72-c/1024x768-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-5128961608846567293</id><published>2008-05-08T20:08:00.000-07:00</published><updated>2009-01-13T21:14:20.553-08:00</updated><title type='text'>My student</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/SCPAeiyWyWI/AAAAAAAAABw/fMGiGJ3oT0s/s1600-h/IMG_0755.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5198210025882306914" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/SCPAeiyWyWI/AAAAAAAAABw/fMGiGJ3oT0s/s200/IMG_0755.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada kata yang sanggup diucapkan&lt;br /&gt;selain &lt;span style="color:#3366ff;"&gt;TERIMA KASIH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;bersama kalian&lt;br /&gt;waktu berlalu begitu berarti&lt;br /&gt;semoga kalian mampu meraih mimpi&lt;br /&gt;kejarlah &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;MIMPImu&lt;/span&gt; sejauh anganmu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-5128961608846567293?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/5128961608846567293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=5128961608846567293' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/5128961608846567293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/5128961608846567293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2008/05/my-student.html' title='My student'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/SCPAeiyWyWI/AAAAAAAAABw/fMGiGJ3oT0s/s72-c/IMG_0755.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-8690241625306139014</id><published>2008-04-23T22:20:00.000-07:00</published><updated>2009-01-13T21:15:43.056-08:00</updated><title type='text'>KAU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/SEicyq0jNOI/AAAAAAAAACI/UzqGM6ql-yE/s1600-h/100_2427.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5208585363356071138" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/SEicyq0jNOI/AAAAAAAAACI/UzqGM6ql-yE/s200/100_2427.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau&lt;br /&gt;Cintamu pelan-pelan &lt;span style="color:#33ff33;"&gt;MEMBUNUHku&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Menjauhkanku dari mimpiku&lt;br /&gt;Kau&lt;br /&gt;Mengapa kau masih &lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;MENUNGGUku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tak bisakah kita &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;AKHIRI &lt;/span&gt;semua kebodohan ini&lt;br /&gt;Dan biarkan waktu membantu mengejar sisa mimpimu&lt;br /&gt;Bukalah hatimu tuk yang lain&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-8690241625306139014?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/8690241625306139014/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=8690241625306139014' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/8690241625306139014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/8690241625306139014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2008/04/kau.html' title='KAU'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/SEicyq0jNOI/AAAAAAAAACI/UzqGM6ql-yE/s72-c/100_2427.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-6353194234350910645</id><published>2008-04-23T22:18:00.000-07:00</published><updated>2008-04-23T22:19:16.466-07:00</updated><title type='text'>UNAS</title><content type='html'>Kini Unas telah usai.......&lt;br /&gt;Tinggal menunggu kapan hasilnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-6353194234350910645?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/6353194234350910645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=6353194234350910645' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/6353194234350910645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/6353194234350910645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2008/04/unas.html' title='UNAS'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-9090181402028955489</id><published>2008-02-10T23:11:00.000-08:00</published><updated>2009-01-13T21:20:25.921-08:00</updated><title type='text'>Ke"aku"anku</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/R7E5vhPestI/AAAAAAAAAAw/OXhFD9agiqE/s1600-h/Water+lilies.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5165973736110600914" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/R7E5vhPestI/AAAAAAAAAAw/OXhFD9agiqE/s200/Water+lilies.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masa&lt;span style="color:#6633ff;"&gt;REMAJA&lt;/span&gt; adalah masa yang sulit, masa transisi menuju masa kedewasaan. Dimana masa ini jati diri ke "&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;AKU&lt;/span&gt;"an mulai dijajaki. Siapa aku, dimana seharusnya posisiku,apa yang telah aku lakuan,dan apa yang harus aku lakukan dimasa depan mulai muncul satu persatu. Masa penemuan &lt;span style="color:#ffcc33;"&gt;JATIDIRI&lt;/span&gt; yang rentan dengan pengaruh-pengaruh dari luar sangat menentukan terbentuknya pribadi seseorang. Faktor yang mempengaruhi terbentuknya pribadi seseorang yakni diri pribadi, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat. Jika lingkungan keluarga dan masyarakat tidak mendukung maka proses terbentuknya pribadi akan mengalami hambatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika remaja rasa egois tumbuh dengan cepat, tanpa kontrol diri yang baik rasa itu akan terbawa hingga dewasa.Keluarga adalah faktor utama dalam menentukan baik buruknya pribadi seseorang selain lingkungan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang tanpa kita sadari waktu berlalu begitu cepat, tapi kadang juga kita tidak memikirkan apa yang telah kita lakukan.Oleh karena itu sudah waktunya kita memikirkan apa yang sudah kita lakukan dengan seiring berlalunya waktu. Apakah sudah benar-benar bermanfaat waktu kita, ataukah hanya sia-sia.Seiring dengan bertambahnya usia, sudah seharusnya bertambah pula hal-hal yang berguna bagi kita, pengetahuan kita,kedewasaan kita dll.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-9090181402028955489?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/9090181402028955489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=9090181402028955489' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/9090181402028955489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/9090181402028955489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2008/02/keakuanku.html' title='Ke&quot;aku&quot;anku'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/R7E5vhPestI/AAAAAAAAAAw/OXhFD9agiqE/s72-c/Water+lilies.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-2762687356471337035</id><published>2008-02-03T06:48:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T23:35:28.224-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/R6XUpM4EGkI/AAAAAAAAAAc/Q0tJS0Gjr2U/s1600-h/IMG_0440.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162766352146242114" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/R6XUpM4EGkI/AAAAAAAAAAc/Q0tJS0Gjr2U/s200/IMG_0440.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;PERAN GURU DALAM MEMBANGKITKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA&lt;br /&gt;Oleh M. Sobry Sutikno&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran efektif, bukan membuat Anda pusing, akan tetapi bagaimana tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan mudah dan menyenangkan. - M. Sobry Sutikno - &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Motivasi berpangkal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Adapun menurut Mc. Donald, motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya "feeling" dan di dahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian yang dikemukakan oleh Mc. Donald ini mengandung tiga elemen/ciri pokok dalam motivasi itu, yakni motivasi itu mengawalinya terjadinya perubahan energi, ditandai dengan adanya feeling, dan dirangsang karena adanya tujuan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Motivasi ada dua, yaitu motivasi Intrinsik dan motivasi ektrinsik. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;• Motivasi Intrinsik. Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;• Motivasi Ekstrinsik. Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan, bukanlah masalah bagi guru. Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi, yaitu motivasi intrinsik. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. Berbagai gangguan yang ada disekitarnya, kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya, maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia mau melakukan belajar. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, sebagai berikut: 1. Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik. Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siwa. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar. 2. Hadiah Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Di samping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi. 3. Saingan/kompetisi Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya. 4. Pujian Sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Tentunya pujian yang bersifat membangun. 5. Hukuman Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya. 6. Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik. 7. Membentuk kebiasaan belajar yang baik 8. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok 9. Menggunakan metode yang bervariasi, dan 10. Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran *Penulis adalah Direktur Eksekutif YNTP for research and Development Kabupaten Sumbawa Barat – NTB (Tode Dasan, Desa Dasan Anyar, Kecamatan Jereweh, KSB)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-2762687356471337035?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/2762687356471337035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=2762687356471337035' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/2762687356471337035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/2762687356471337035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2008/02/blog-post.html' title=''/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/R6XUpM4EGkI/AAAAAAAAAAc/Q0tJS0Gjr2U/s72-c/IMG_0440.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-2436196170315395599</id><published>2007-11-28T21:14:00.000-08:00</published><updated>2009-01-13T21:18:49.364-08:00</updated><title type='text'>Inovasi Pengajar</title><content type='html'>Mengajar itu &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;SENi,&lt;/span&gt; dimana keindahan akan tampak apabila kita benar-benar &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;meMAHAMI &lt;/span&gt;bagaimana mengajar yang sebenarnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-2436196170315395599?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/2436196170315395599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=2436196170315395599' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/2436196170315395599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/2436196170315395599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2007/11/inovasi-pengajar.html' title='Inovasi Pengajar'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-1034771288045653784</id><published>2007-11-22T23:04:00.000-08:00</published><updated>2009-01-13T21:17:58.002-08:00</updated><title type='text'>CiNTa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/R0Z8MR3V_7I/AAAAAAAAAAM/HxdcnY45GRI/s1600-h/IMG_0211.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135928975458434994" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/R0Z8MR3V_7I/AAAAAAAAAAM/HxdcnY45GRI/s200/IMG_0211.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Satu kata &lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;SEJUT&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ffcccc;"&gt;A&lt;/span&gt; makna&lt;br /&gt;Kehadirannya meruntuhkan &lt;span style="color:#9999ff;"&gt;JIWA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sadar menjadi gila&lt;br /&gt;Gila jadi tambah gila&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-1034771288045653784?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/1034771288045653784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=1034771288045653784' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1034771288045653784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/1034771288045653784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2007/11/cinta.html' title='CiNTa'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uDdVFRBKTYs/R0Z8MR3V_7I/AAAAAAAAAAM/HxdcnY45GRI/s72-c/IMG_0211.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4126368873149543880.post-6176581390114215753</id><published>2007-11-22T22:18:00.000-08:00</published><updated>2009-01-13T21:16:26.687-08:00</updated><title type='text'>Kisah tak berujung</title><content type='html'>Detik berlalu tanpa terlewatkan&lt;br /&gt;Kulewati &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;KISAH&lt;/span&gt; ini dengan penuh harapan&lt;br /&gt;Di ujung jalan&lt;br /&gt;Kupandangi satu demi satu&lt;br /&gt;Sekilas tampak terkesan&lt;br /&gt;Hingga semua terasa &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;hAMBAR&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4126368873149543880-6176581390114215753?l=ningasnani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ningasnani.blogspot.com/feeds/6176581390114215753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4126368873149543880&amp;postID=6176581390114215753' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/6176581390114215753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4126368873149543880/posts/default/6176581390114215753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ningasnani.blogspot.com/2007/11/kisah-tak-berujung.html' title='Kisah tak berujung'/><author><name>Asnani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11483156456494643516</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_uDdVFRBKTYs/SEibSB9qNtI/AAAAAAAAACA/JU4WylVR3kA/S220/100_2478.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
