Senin, 19 Juli 2010

Keajaiban Senyum

Tersenyum, betapa mudahnya hal ini dilakukan. Hanya butuh sedetik untuk merubah bentuk bibir menjadi senyum. Dan hanya butuh tujuh detik mempertahankan sang senyum untuk terlihat sebagai ungkapan ketulusan hati.


Tetapi kenapa hal sederhana ini jarang terlihat? Wajah-wajah di jalan, di angkutan umum, di kantin, di kantor, bahkan di tempat wisata yang seharusnya menjadi kebun senyum, justru terlihat buram. Kerutan-kerutan di wajah menunjukkan betapa berat beban yang harus ditanggung wajah-wajah itu. Banyak wajah yang daerah diantara dua matanya mengkerut. Menyeramkan dan tampak garang. Duh...

Senyum itu sudah hilang dari wajah banyak orang. Entah kenapa senyum – bahkan tawa – yang selalu cerah menghiasi wajah-wajah itu dari kecil, sirna begitu saja. Sekarang, bahkan bukan hanya wajah-wajah tua dan dewasa yang telah kehilangan senyum manis. Wajah para remaja dan anak-anak pun telah ketularan kerutan-kerutan penuh beban itu.

Senyum pada hakikatnya adalah salah satu anugerah indah dari Tuhan Yang Maha Indah. Tuhan sengaja menganugerahkan senyum sebagai bagian dari keindahan manusia. Sayang, anugerah indah ini, tidak banyak ditemui di wajah banyak manusia. Dunia akan jauh lebih indah bila penduduknya gemar tersenyum.

Hidup dan kehidupan manusia pun akan lebih indah dan menenteramkan bila kita menemui banyak senyum di sekeliling kita. Terutama sang senyum dari wajah kita sendiri. Bukankah sangat enak bila kita menerima senyum? Dan bukankah jauh lebih enak bila kita lah yang memberi senyum?

Saudara, senyum yang sederhana, mudah dan gratis itu ternyata menyimpan banyak keajaiban. Setidaknya dari berbagai pengalaman dalam hidup saya. Yap, dalam hidup saya, saya menemui banyak keajaiban. Bentuknya macam-macam. Ada kemudahan, kesehatan, kekayaan, kebaikan, solusi dan sebagainya dari sebuah senyuman.

Sang senyum – lengkungan yang menurut Pak Gede Prama bisa meluruskan banyak hal – adalah hal yang luar biasa. Ia seperti oase di tengah gurun pasir. Ia seperti setetes air jernih dari mata air yang bisa menghilangkan dahaga. Ia seperti udara bagi yang tercekik. Ia seperti sumbangan uang bagi fakir miskin yang dirawat di rumah sakit. Ia seperti mangga muda bagi ibu muda yang sedang ngidam. Ia seperti pinjaman uang bagi yang sedang membutuhkan. Ia juga seperti semangkuk mie instan bagi pengungsi yang kelaparan.

Senyum pada hakikatnya adalah kebutuhan manusia. Siapa yang senang tersenyum membuat jiwa, perasaan, pikiran dan fisiknya terpenuhi salah satu kebutuhannya. Bila manusia tidak senang tersenyum, ada luka di jiwa, rasa dan pikirnya. Sang jiwa yang terluka membuat hidup dipenuhi kegelisahan. Sang rasa yang terluka membuat hidup tidak tenang. Sang pikir yang terluka membuat hidup penuh beban.

Aturan Senyum Tulus

Senyum tulus ada aturannya? Ya, ada. Aturan ini saya dapat dari dua orang guru saya. Pertama Pak Jamil Azzaini. Kedua, Pak Amir Tengku Ramly. Pertama sekali, saya belajar dari Pak Jamil, bahwa senyum itu harus 227. Artinya senyum baru terlihat tulus dengan menarik bibir ke kanan 2 cm, ke kiri 2 cm, pertahankan minimal selama 7 detik. Bila kurang dari 7 detik, maka senyum itu akan kehilangan ketulusannya.

Aturan ini lalu disempurnakan oleh Pak Amir. Menurut Pak Amir, senyum itu harus 127. Angka satu artinya sang senyum harus lah berasal dan bertujuan untuk menyatukan hati. Hati yang memberi dan menerima senyum. Dengan begitu, senyum itu berperan sebagai pengikat dan jembatan antara satu diri dengan diri-diri yang lain. Sedang angka 2 dan 7, maknanya sama dengan aturannya Pak Jamil.

Itulah senyum saudara...

Ia sederhana, tapi dahsyat luar biasa.

Ia kecil, tapi bermakna raksasa.

Ia mudah, tapi sangat berharga.

Karenanya,....

Tersenyum lah saudara

Nikmati keajaiban-keajaiban dalam hidup anda.

Dan...

Bagikanlah keajaiban bagi hidup sesama kita.
By Supardi Lee

Read More..

Cobaan itu kecil di banding nikmat

Ibnul Qayyim rahimahullah (semoga Allah merahmatinya) mengatakan dalam kitab Zadul Ma’adnya bahwa “Ada satu tempat yang berisi campuran antara kekejian dan kebaikan yaitu dunia. Bila hari kiamat telah terjadi, maka Allah akan memisahkan antara yang keji dengan yang baik. Sesuatu yang keji akan seluruhnya berada di neraka dan sesuatu yang baik seluruhnya akan berada di surga”.


Dan sekarang kita hidup di dunia dimana kekejian, cobaan, musibah, kesenangan, kesedihan, kebahagiaan dan kebaikan bercampur dan saling mengalahkan antara satu dengan yang lain. Bagi yang imannya lemah maka kekejian serta berbagai keburukan lain akan menimpanya dan bagi yang imannya kuat maka kebaikanlah yang akan di rasakannya.
Kita sering mendengar kata cobaan atau dalam bahasa umumnya yaitu fitnah atau musibah. Sebagai contohnya anda jatuh dari motor berarti anda mendapat cobaan, anda mendapat nilai yang buruk berarti anda mendapat cobaan, anda sakit berarti anda mendapat cobaan, anda terjatuh di kamar mandi itu merupakan cobaan, anda tidak punya uang berarti anda mendapat cobaan, anda tertusuk duri itupun merupakan cobaan bagi anda. Yang pasti segala sesuatu yang anda jumpai yang tidak anda senangi baik itu lahir maupun batin dan mendatangkan kerugian maka itulah yang namanya cobaan.
Kemudian contoh lain, ada seseorang mengatakan kepada anda “Janganlah engkau memasuki tempat itu (diskotik contohnya) karena di dalamnya banyak cobaan” maka maksud cobaan disini adalah anda akan mendapat cobaan baik itu dalam agama anda, akhlak anda, tubuh anda, harta anda, kehormatan anda. Karena di dalamnya anda akan berhadapan dengan minuman-minuman yang merusak, orang - orang jahat yang bisa merusak anda dan sesuatu – sesuatu yang lain yang bisa merusak anda. Sebagian orang mengatakan bahwa “Sesuatu yang bisa merusak diri itu di benci sedangkan sesuatu yang bisa memperbaiki diri itu di sukai”.
Kemudian kita sering juga mendengar kata nikmat. Nikmat adalah segala sesuatu yang anda jumpai yang anda senang dengannya, bisa mendatangkan keuntungan dan kesenangan bagi jiwa. Contohnya, anda pergi kekampus dan dalam perjalanan anda tidak mengalami kecelakaan itu merupakan nikmat bagi anda, anda bisa bangun tidur kembali itu merupakan nikmat bagi anda, anda bisa merasakan makan dengan makanan yang enak itu merupakan nikmat bagi anda, anda mendapat nilai baik di kampus itu merupakan nikmat bagi anda, anda mendapatkan gaji dari pekerjaan anda itu merupakan nikmat bagi anda, anda bisa berpakaian baik itu merupakan nikmat bagi anda, anda mendapat sahabat yang baik itu merupakan nikmat bagi anda, anda bisa mengucapkan kata-kata yang baik itu merupakan nikmat bagi anda, anda bisa menulis sesuatu yang baik maka itu merupakan nikmat bagi anda dan nikmat-nikmat yang lain yang jika di tulis maka akan menghabiskan ribuan lembar kertas berjilid atau bahkan jutaan hingga kita tidak mampu untuk menghitungnya kembali. Karena Allah berfirman “dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menghitungnya” (Surat An Nahl ayat 18).
Maka ketahuilah dengan adanya nikmat seorang hamba Allah di anjurkan untuk bersyukur. Syukur itu adalah tingkatan paling tinggi dan paling luhur sekalipun anda sedang dalam menghadapi derita atau pahitnya cobaan. Karena jika anda membandingkan nikmat –nikmat Allah yang di karuniakan kepada anda yang sangat banyak jumlahnya dengan cobaan yang pernah anda alami maka anda akan dapati bahwa cobaan itu kecil di banding nikmat. Contohnya, pernahkan anda merasakan cobaan secara terus menerus tanpa henti selama sehari dari ketika anda bangun tidur hingga tidur kembali?? Tentu saja jawabannya tidak dan jika anda menjawab iya maka introspeksilah diri anda karena bisa jadi anda termasuk golongan orang – orang yang kurang mensyukuri nikmat Allah.
Untuk lebih memantapkan hati ketika anda di hadapkan nikmat, maka peganglah selalu kalimat ini “Jika aku bersyukur kepada Allah maka Allah akan menambah nikmatku dan aku sangat menyukainya namun jika aku mengingkari nikmat Allah maka Allah akan memberikan dosa dan adzab kepadaku sedangkan aku sangat membenci keduanya (dosa dan adzab). Jadi aku harus selalu bersyukur”.

Semoga tulisan ini bisa memberikan faedah yang banyak dan semoga kita menjadi golongan orang-orang yang bersyukur.

Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin…
by Sumarno Adi Subrata

Read More..

Minggu, 18 Juli 2010

Indahnya Menikah

Ketika melihat pasangan yang baru menikah,saya suka tersenyum. Bukan apa-apa, saya hanya ikut merasakan kebahagiaan yang berbinar spontan dari wajah-wajah syahdu mereka.Tangan yang saling berkaitan ketika berjalan, tatapan-tatapan penuh makna, bahkan sirat keengganan saat hendak berpisah. Seorang sahabatyang tadinya mahal tersenyum, setelah menikah senyumnya selalu saja mengembang. Ketika saya tanyakan mengapa, singkat dia berujar”Menikahlah! Nanti juga tahu sendiri”. Aih…


Menikah adalah sunnah terbaik dari sunnah yang baik itu yang saya baca dalam sebuah buku pernikahan. Jadi ketika seseorang menikah, sungguh ia telah menjalankan sebuah sunnah yang di sukai Nabi. Dalam bukutersebut dikatakan bahwa Allah hanya menyebut nabi-nabi yang menikahdalam kitab-Nya. Hal ini menunjukkan betapa Allah menunjukkankeutamaan pernikahan. Dalam firmannya, “Dan diantara tanda-tandakekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismusendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Diamenjadikan rasa kasih sayang diantaramu. Sesungguhnya pada yangdemikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kalian yangberfikir.” (QS. Ar-Rum: 21).

Menikah itu Subhanallah indah, kata teman2 saya dan hanya bisadirasakan oleh yang sudah menjalaninya. Ketika sudah menikah, semuanyamenjadi begitu jelas, alur ibadah suami dan istri. Beliaumengibaratkan ketika seseorang baru menikah dunia menjadi terangbenderang, saat itu kicauan burung terdengar begitu merdu. Sepoi angindimaknai begitu dalam, makanan yang terhidang selalu saja disantaplezat. Mendung di langit bukan masalah besar. Seolah dunia milikmereka saja, mengapa? karena semuanya dinikmati berdua. Hidup sepertiseolah baru dimulai, sejarah keluarga baru saja disusun.

Namun sayang tambahnya, semua itu lambat laun menguap ke angkasamembumbung atau raib ditelan dalamnya bumi. Entahlah saat itu cintamereka berpendar ke mana. Seiring detik yang berloncatan, seolah cintamereka juga. Banyak dari pasangan yang akhirnya tidak sampai ketujuan, tak terhitung pasangan yang terburai kehilangan pegangan,selanjutnya perahu mereka karam sebelum sempat berlabuh di tepian.Bercerai, sebuah amalan yang diperbolehkan tapi sangat dibenci Allah.

Ketika Allah menjalinkan perasaan cinta diantara suami istri, sungguhitu adalah anugerah bertubi yang harus disyukuri. Karena cinta istrikepada suami berbuah ketaatan untuk selalu menjaga kehormatan diri dankeluarga. Dan cinta suami kepada istri menetaskan keinginan melindungidan membimbingnya sepenuh hati. Lanjutnya kemudian.

Saya jadi ingat, saat itu seorang istri memarahi suaminyahabis-habisan, saya yang berada di sana merasa iba melihat sang suamiyang terdiam. Padahal ia baru saja pulang kantor, peluh masihmembasah, kesegaran pada saat pergi sama sekali tidak nampak,kelelahan begitu lekat di wajah. Hanya karena masalah kecil, emosiistri meledak begitu hebat. Saya kira akan terjadi “perang” hinggabermaksud mengajak anak-anak main di belakang. Tapi ternyata di luardugaan, suami malah mendaratkan sun sayang penuh mesra di kening sangistri. Istrinya yang sedang berapi-api pun padam, senyum malu-malunyamengembang kemudian dan merdu uaranya bertutur “Maafkan Mama ya Pa..”.Gegas ia raih tangan suami dan mendekatkannya juga ke kening,rutinitasnya setiap kali suaminya datang.

Jauh setelah kejadian itu, saya bertanya pada sang suami kenapa iaberbuat demikian. “Saya mencintainya, karena ia istri yangdianugerahkan Allah, karena ia ibu dari anak-anak. Yah karena sayamencintainya” demikian jawabannya.

Ibn Qayyim Al-Jauziah seorang ulama besar, menyebutkan bahwa cintamempunyai tanda-tanda. Pertama, ketika mereka saling mencintai makasekali saja mereka tidak akan pernah saling mengkhianati, Mereka akansaling setia senantiasa, memberikan semua komitmen mereka.Kedua, ketika seseorang mencintai, maka dia akan mengutamakan yangdicintainya, seorang istri akan mengutamakan suami dalam keluarga, danseorang suami tentu saja akan mengutamakan istri dalam halperlindungan dan nafkahnya. Mereka akan sama-sama saling mengutamakan,tidak ada yang merasa superior.Ketiga, ketika mereka saling mencintai maka sedetikpun mereka tidakakan mau berpisah, lubuk hatinya selalu saling terpaut. Meskipunsecara fisik berjauhan, hati mereka seolah selalu tersambung. Ada do’aistrinya agar suami selamat dalam perjalanan dan memperoleh suksesdalam pekerjaan. Ada tengadah jemari istri kepada Allahi supaya suamiselalu dalam perlindunganNya, tidak tergelincir. Juga ada ingatansuami yang sedang membanting tulang meraup nafkah halal kepada istritercinta, sedang apakah gerangan Istrinya, lebih semangatlah ia.

Saudaraku, ketika segala sesuatunya berjalan begitu rumit dalam sebuahrumah tangga, saat-saat cinta tidak lagi menggunung dan menghilangseiring persoalan yang datang silih berganti. Perkenankan sayamengingatkan lagi sebuah hadist nabi. Ada baiknya para istri dan suamimenyelami bulir-bulir nasehat berharga dari Nabi Muhammad. Salah satuwasiat Rasulullah yang diucapkannya pada saat-saat terakhirkehidupannya dalam peristiwa haji wada’:
“Barang siapa -diantara para suami- bersabar atas perilaku buruk dariistrinya, maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikankepada Ayyub atas kesabarannya menanggung penderitaan. Dan barangsiapa -diantara para istri- bersabar atas perilaku buruk suaminya,maka Allah akan memberinya pahala seperti yang Allah berikan kepadaAsiah, istri fir’aun” (HR Nasa-iy dan Ibnu Majah ).

Kepada saudaraku yang baru saja menggenapkan setengah dien, Tak adasalahnya juga untuk saudaraku yang sudah lama mencicipi asam garamnyapernikahan, Patrikan firman Allah dalam ingatan : “…Mereka (paraistri) adalah pakaian bagi kalian (para suami) dan kalian adalahpakaian bagi mereka…” (QS. Al-Baqarah:187)
Torehkan hadist ini dalam benak : “Sesungguhnya ketika seorang suamimemperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allahmemperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya rengkuhtelapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suamiistri itu dari sela jemarinya” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dariAr-Rafi’ dari Abu Sa’id Alkhudzri r.a)

Kepada sahabat yang baru saja membingkai sebuah keluarga, Kepada parapasutri yang usia rumah tangganya tidak lagi seumur jagung, Ingatlahketika suami mengharapkan istri berperilaku seperti Khadijah istriNabi, maka suami juga harus meniru perlakukan Nabi Muhammad kepadapara Istrinya. Begitu juga sebaliknya.

Perempuan yang paling mempesona adalah istri yang shalehah, istri yangketika suami memandangnya pasti menyejukkan mata, ketika suaminyamenuntunnya kepada kebaikan maka dengan sepenuh hati dia akanmentaatinya, jua tatkala suami pergi maka dia akan amanah menjagaharta dan kehormatannya. Istri yang tidak silau dengan gemerlap duniamelainkan istri yang selalu bergegas merengkuh setiap kemilau ridha suami.

Lelaki yang berpredikat lelaki terbaik adalah suami yang memuliakanistrinya. Suami yang selalu dan selalu mengukirkan senyuman di wajahistrinya. Suami yang menjadi qawwam istrinya. Suami yang begitutangguh mencarikan nafkah halal untuk keluarga. Suami yang tak lelahberlemah lembut mengingatkan kesalahan istrinya. Suami yang menjadiseorang nahkoda kapal keluarga, mengarungi samudera agar selamatmenuju tepian hakiki “Surga”. Dia memegang teguh firman Allah, “Wahaiorang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari apineraka…” (QS. At-Tahrim: 6)

Akhirya, semuanya mudah-mudah tetap berjalan dengan semestinya. Semuaberlaku sama seperti permulaan. Tidak kurang, tidak jugaberlebihan.Meski riak-riak gelombang mengombang-ambing perahu yangsedang dikayuh, atau karang begitu gigih berdiri menghalangi bidukuntuk sampai ketepian. Karakter suami istri demikian, Insya Allahdapat melaluinya dengan hasil baik. Sehingga setiap butir hari yangbergulir akan tetap indah, fajar di ufuk selalu saja tampak merekah.Keduanya menghiasi masa dengan kesyukuran, keduanya berbahtera denganbekal cinta. Sama seperti syair yang digaungkan Gibran,
Bangun di fajar subuh dengan hati seringan awanMensyukuri hari baru penuh sinar kecintaanIstirahat di terik siang merenungkan puncak getaran cintaPulang di kala senja dengan syukur penuh di rongga dadaKemudian terlena dengan doa bagi yang tercinta dalam sanubariDan sebuah nyanyian kesyukuran tersungging di bibir senyuman

Semoga Allah selalu menghimpunkan kalian (yang saling mencintai karenaAllah dalam ikatan halal pernikahan) dalam kebaikan. Mudah-mudahanAllah yang maha lembut melimpahkan kepada kalian bening saripaticinta, cinta yang menghangati nafas keluarga, cinta yangmenyelamatkan. Semoga Allah memampukan kalian membingkai keluargasakinah, mawaddah, warrahmah.

Semoga Allah mematrikan helai keikhlasan di setiap gerak dalamkeluarga. Jua Allah yang maha menetapkan, mengekalkan ikatanpernikahan tidak hanya di dunia yang serba fana tapi sampai ke sana,the real world “Akhirat”. Mudah-mudahan kalian selamat mendayungsampai ketepian.Allahumma Aamiin.

Barakallahu, untuk para pengantin muda. Mudah-mudahan saya mampumengikuti tapak kalian yang begitu berani mengambil sebuah keputusanbesar, yang begitu nyata menandakan ketaqwaan kepada Allah sertaketaatan kepada sunnah Rasul Pilihan. Mudah-mudahan jika giliran sayatiba, tak perlu lagi saya bertanya mengapa teman saya menjadi begitumurah senyum. Karena mungkin saya sudah mampu menemukan jawabannya sendiri.


*Bayu Gautama


Read More..

Selasa, 25 Mei 2010

Bahagiamu adalah bahagiaku

Semburat jingga di ujung senja
Masih memantulkan indahnya senyummu
Ketika kepak sayap kupu-kupu menghantarkan pelangi
Seluetmu masih terpampang di ujung mataku



Ku lihat dedaunan melambai
Dan kuncup bunga mengukir canda
Menatapku

Rembulan hatiku
Bisik jiwaku lirih untukmu
"Aku bahagia jika kau bahagia

Aku bahagia jika kau selalu tersenyum
Aku bahagia jika kau mampu menikmati hidupmu
Sungguh aku sangat bahagia jika aku dapat membahagiakanmu"

Semoga .....


http://yuliarso.multiply.com/journal/item/234

Read More..

Mengapa perlu menyakiti

Mengapa perlu menyakiti
By: Maslina Mahbu @ Armiza Nila
Jalan Sultan Tengah, Petra Jaya, Kuching

Setelah mencipta nama demi nama
mengapa perlu menyakiti

sejak bergelar sesiapa
mengapa perlu menyakiti

sejak aku memilih jalan ini
jalan yang kau tidak ingini
mengapa perlu menyakiti


kerana perjalananku tidak pernah menyusahkanmu
keasyikanku tidak pernah menggugat ketinggianmu

aku tahu kau mulia di mata tuan
kesilapanmu dianggap kecil
berbanding keampuanmu yang besar
barangkali kau tidak sedar
kelekaanmu yang menyongsang

mengapa perlu menyakiti
insan yang tak pernah ambil peduli
setiap tindak tandukmu
menerima satu-persatu pujian
mahupun pengiktirafan

mengapa perlu disakiti
sekeping hati yang ikhlas
dalam perjuangannya

mengapa aku disakiti
mungkin kerana dosaku sendiri
atau proses penyucian rohani
semurni semerbak mawar pagi
mengembangkan aroma ke pelosok alam
yang rosak oleh kata-kata nista sebusuk kumbang

kembalilah wahai diri
mencongak, menghitung tasbih
memuji kebesaranNya
kerana terpilih menerima ujian
maha jadam ini!

Maknanya Apa? Tahukah Anda?

Read More..

Jumat, 14 Mei 2010

Pencarian untuk Diam dalam Dunia Noisy

Pencarian untuk Diam dalam Dunia Noisy
oleh Patrice Fagnant-MacArthur

Kapan terakhir kali Anda dikelilingi oleh keheningan? Tampaknya kebisingan latar belakang adalah selalu ada realitas dunia kita. TV dan radio adalah sahabat konstan kami. Anak-anak kita bermain dengan mainan elektronik yang bunyi 'bip' dan meratap dengan menekan sebuah tombol. Jalan-jalan kita penuh dengan deru mesin, tooting tanduk, dan berdebar konstruksi. Pada malam hari, kita dapat menjalankan kipas angin atau AC bersenandung di latar belakang. Kami bahkan tidak tidur dalam keheningan. Suara-suara alam dan memang suara-suara pikiran kita sendiri tenggelam oleh hiruk-pikuk konstan.


Ada apa dengan keheningan yang membuat kita sangat tidak nyaman? Sementara kita memiliki sedikit kendali atas banyak suara-suara dunia kita, bagaimana dengan yang kita dapat mengendalikan? Seberapa sering kita membuat pilihan sadar untuk mematikan kebisingan latar belakang, untuk memperhatikan apa yang ada di dalam diri kita? Apa yang kita takut kita akan menemukan? Dalam mereka terlalu jarang saat-saat hening yang kita dapat benar-benar datang untuk mengenal diri kita sendiri.

Hanya dua orang yang sudah saling kenal banyak bisa duduk dengan nyaman dalam keheningan. Di antara kenalan baru, kita memaksa diri untuk menjaga percakapan. Diam merasa dipaksa dan canggung. Dalam keintiman persahabatan tua atau dalam suatu pernikahan, namun, kesunyian dapat menghibur. Kita tidak merasa perlu untuk selalu datang dengan sesuatu untuk dibicarakan. Ada tekanan untuk melakukan. Tidak ada yang dipaksakan. Kita bebas untuk hanya di hadapan yang lain.

Jadi seharusnya itu dalam hubungan kita dengan Allah. Dalam doa kita, percakapan kita dengan Tuhan, apakah kita selalu merasa perlu berbicara? Apakah kita pernah berhenti untuk mendengarkan? Allah, yang mengasihi kita dan mengenal kita lebih intim daripada yang pernah manusia bisa, ada dalam diri kita dan mengundang kita untuk hanya berada di hadapan yang ilahi. Jelas, percakapan dengan Allah dan bersama Allah adalah berbeda dari hubungan manusia kita. Dalam pertemuan interpersonal kita, kita dapat melihat orang dengan siapa kita bercakap-cakap, kita bisa mendengar suara mereka di telepon, atau membaca email dari seorang teman. Dengan Allah, kita harus percaya bahwa Ia selalu ada bersama kita, apakah kita merasakan-Nya atau tidak. Terserah kepada kita untuk membuka diri terhadap kemungkinan mengalami Tuhan. Dalam keheningan, kita dapat lebih sepenuhnya membiarkan diri kita terbuka terhadap kemungkinan itu.

Jadi, bagaimana kita bisa membuat keheningan suatu kebiasaan dalam hidup kita? Diakui, itu adalah sebuah tantangan. Debra Farrington dalam Mendengar dengan Hati: A Gentle Panduan untuk membedakan Tuhan? S Apakah Hidup Anda (Jossey-Bass, 2003) menyarankan beginning with hanya lima menit sehari. Mungkin baik sebelum atau setelah waktu doa formal, kita dapat mengukir tempat untuk diam. Jika suara latar belakang rumah Anda terlalu tinggi, mungkin berjalan-jalan di luar atau mundur ke kamar mandi akan memberikan bantuan yang dibutuhkan dari kebisingan. Pada waktu itu, tidak hanya merekomendasikan Harrington berusaha untuk menjauhkan diri dari suara-suara dunia, tetapi juga dari kebisingan dalam pikiran kita. Cobalah untuk tidak berfokus pada masalah-masalah hari atau daftar agenda dari tugas yang perlu dilakukan. Cobalah untuk hanya berada dalam hadirat Allah. Pada saatnya, kita harus seperti yang nyaman dalam diam dengan Allah seperti kita dengan teman-teman akrab kita, dan kita harus mulai mendengar Allah? S suara sedikit lebih keras dalam hidup kita.

Patrice Fagnant-MacArthur adalah editor "Perempuan Rohani Newsletter" (http://www.spiritualwoman.net) dan penulis buku "Surat-surat kepada Maria dari Young Ibu" (iUniverse, 2004)

Tentang Penulis

Patrice Fagnant-MacArthur adalah editor "Perempuan Rohani Newsletter" (http://www.spiritualwoman.net) dan penulis buku "Surat-surat ke


Read More..

Selalu salah

Dulu memang kita saling bersama
Ku mengira tulus dalam kata

Tapi kini kamu memang berbeda
Ku terluka untuk selamanya

Caramu yang membuat diriku jauh
Kecewa di dalam hatiku

Reff:
Ku tak mengerti cinta
Indahnya hanya di awal ku rasa
Mengapa kau benar
Dan aku selalu salah


Kini memang kita saling berpisah
Ku merasa sesal dalam kata
Tapi kini kamu memang bersalah
Kau berubah untuk selamanya
Sifatmu yang membuat diriku jenuh
Mendua di balik mataku

Back to Reff

Ku tak mengerti dia
Cinta ini bukan hanya kau yang rasa
Ternyata dia bukanlah pujaan dalam hatiku

Back to Reff,

Ku tak mengerti cinta

Read More..

Kamis, 18 Maret 2010

Cerita Pahit

Maafkan aku Aku ingin kembali
Jauh Dari dirimu Aku tak ada arti

Bisakah kau lupakan Salahku telah menyakitimu


Redup terasa cahaya mata hatiku
Hidup serasa melangkah Di atas kaca
Aku kini sadar
Bahwa kau sangat berarti Bagiku

Di saat aku memandang wajahmu
Tersayatlah hati Perihku menghadapi
Pahit cerita kisah cinta ini
Tanya ku mungkinkah kau kembali
Akupun menyadari Bahwa kau bukan

Read More..

Rabu, 17 Maret 2010

Budaya Ngrasani

Di sudut ruangan terlihat beberapa wanita sedang mengobrol
W;Eh tahu gak, si B dari dulu gak pernah brubah, masak ...
X; iya tuh,kenapa ya bisa gtu.ah jangan-jangan,....
Y; iya kali, tapi,....
Z; Ah bisa aja, tapai apa iya,.....

Terkadang secara tak sengaja tiba2 kita mendengar kutipan obrolan di atas, atau barangkali kita yang tak sengaja ngobrol kayak gitu. Nah itu yang dinamakan ngrasani. Apa sih ngrasani itu? menurut yang saya tahu ngasani itu sama halnya dengan Ghibah. Padahal ngrasani itu sangat berpotensi besar untuk mengarah ke Fitnah
Ghibah atau Ngrasani dibolehkan jika dengan tujuan untuk memberi peringatan bagi pihak yang memiliki kepentingan dengan pihak yang dighibah


Istilah ghibah pernah menjadi bahasan heboh. Bahkan masalah ghibah pernah mencuat dan menjadi pembahasan nasional tatkala dalam Munas Alim Ulama PBNU di Surabaya tahun 2006, PBNU memutuskan mengharamkan dan mengeluarkan fatwa haram terhadap tayangan infotainment, katanya Infotainment itu Ghibah.

Ghibah menurut bahasa adalah membicarakan orang lain tanpa sepengetahuannya baik isi pembicaraan itu disenanginya ataupun tidak disenanginya, kebaikan maupun keburukan. Secara definisi adalah seorang muslim membicarakan saudaranya sesama muslim tanpa sepengetahuannya tentang hal-hal keburukannya dan yang tidak disukainya, baik dengan tulisan maupun lisan, terang-terangan maupun sindiran. Sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa nabi SAW pada suatu hari bersabda:

“Tahukah kalian apa itu ghibah? Jawab para sahabat : Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui. Maka kata nabi SAW: Engkau membicarakan saudaramu tentang apa yang tidak disukainya. Kata para sahabat: Bagaimana jika pada diri saudara kami itu benar ada hal yang dibicarakan itu? Jawab nabi SAW: Jika apa yang kamu bicarakan benar-benar ada padanya maka kamu telah meng-ghibah-nya, dan jika apa yang kamu bicarakan tidak ada padanya maka kamu telah membuat kedustaan atasnya.” {HR Muslim/2589, Abu Daud 4874, Tirmidzi 1935]

Ghibah sebagaimana disebutkan Imam An Nawawi, adalah menyebutkan sesuatu dari seseorang mengenai hal yang ia benci (jika orang lain membicarakannya), baik mengenai kondisi fisik, tingkah laku, harta, keluarga, pakaian, atau lainnya. (Al Adzkar, hal. 541). Hukumnya dalah haram, menurut kesepakatan ulama, bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa perbuatan ini termasuk dosa besar. [Al Futuhat, 6/376]

Akan tetapi, para ulama menilai bahwa ada beberapa keadaan dimana ghibah tidak dilarang. Yakni, jika dengan melakukannya kemaslahatan bakal tercapai, dan juga didasari dengan tujuan benar, serta tidak ada cara lain, kecuali dengan melakukan perbuatan itu.

Beberapa keadaan yang dibolehkan di dalamnya melakukan ghibah antara lain:

Melapor
Dibolehkan bagi pihak yang terdhalimi untuk melaporkan pihak yang mendhaliminya kepada penguasa atau wakilnya, yakni aparat, guna menghentikan perbuatan dhalimnya, dengan mengatakan,”si fulan mendhalimi saya” atau dengan ungkapan lain. Karena melaporkan kedhaliman, dibolehkan oleh syariat, maka kebolehan penyebutkan palaku kedzaliman tidak bisa dihindarkan.

Menghilangkan kemungkaran
Imam An Nawawi juga menyebutkan bahwa para ulama juga membolehkan ghibah jika bertujuan menghilangkan kemungkaran. Yakni dengan memberitahu keadaan pelaku kemungkaran kepada pihak yang mampu mencegah nya, misalnya dengan mengatakan, “Fulan melakukan demikian, maka cegahlah ia.”

Ini dibolehkan selama tujuannya menghilangkan kemungkaran, namun apabila ujuannya bukan itu, maka tetap dilarang.

Meminta fatwa
Dibolehkan juga melakukan ghibah, saat meminta fatwa jika masalahnya berhubungan langsung dengan yang dighibah, dengan mengatakan,”si fulan mendhalimi saya dengan ‘begini, begitu’ apakah ini dibolehkan?” Akan tetapi dalam hal ini.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) pernah dimintai fatwa oleh Hindun, dimana ia mengeluhkan bahwa Abu Sufyan adalah suami yang pelit, hingga ia bertanya, apakah boleh mengambil sebagian dari hartanya? Sebagimana diriwatkan oleh Bukhari. Dan dalam hal ini Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) tidak menegur Hindun.

Peringatan terhadap kaum Muslimin
Ghibah atau Ngrasani dibolehkan juga, dengan tujuan untuk memberi peringatan bagi pihak yang memiliki kepentingan dengan pihak yang dighibah. Misalkan, seorang laki-laki yang suka bermaksiat hendak mengkhitbah seorang wanita, maka tidak mengapa bagi kita memberitahu kepada si wanita mengenai sifat-sifat buruk laki-laki itu, agar mengetahui siapa sejatinya laki-laki yang hendak mengkhitbahnya.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) sendiri pernah mengatakan kepada Fathimah binti Qaish mengenai kondisi Muawiyah, yang hendak menikahinya,”Adapun Muwaiyah, dia adalah seorang laki-laki faqir…” (Riwayat Muslim)

Terang-terangan bermaksiat
Mengghibah dilarang demi untuk menutupi aib, sedangkan mereka yang terang-terangan berbuat maksiat, telah membuka aib mereka sendiri di depan umum, sehingga para ulama membolehkan melakukan ghibah terhadap para pelaku maksiat terang-terangan, mengenai apa yang mereka perbuat secara terang-terangan. Adapun maksiat yang mereka lakukan secara sembunyi-sembunyi, tetap maka tidak boleh dikabarkan kepada orang lain, kecuali karena sebab-sebab di atas.

Julukan
Jika seseorang dikenal dengan julukan yang sudah populer dan ia sendiri menerima julukan itu, seperti si buta, si pincang, si bisu atau yang lainnya, maka dibolehkan juga menceritakan kepada orang lain tentangnya dengan julukan itu.

Nah udah jelas kan apa hukum dari ngrasani itu,ini peringatan kepada siapapun terutama kaum wanita, ibu2 yang suka ngobrol. Emang sih tidak menutup kemungkinan pria juga bisa melakukan, tapi dari fakta yang ada sebagian besar para wanitalah yang suka ngrasani.Untuk itu anda2 yang membaca artikel ini sebaiknya waspadalah bahwa sesungguhnya menjaga lisan itu teramat sulit.
Sebagaian dikutip dari http://azzamudin.wordpress.com


Read More..

Terurai

Satu demi satu membawa rangkaian asa, tapi akankah asa itu terangkai dengan indah.
Hanya tangan yang lembut dan perasaan halus yang disertai ketulusan yang mampu mewujudkannya. Lantas apakah yang memiliki perasaan tidak halus tidak mampu, itu tidak juga. semua tergantung banyak hal.
Adakalanya seseorang tampak halus sikapnya , tapi ternyata tutur katanya menusuk. ada juga yang terlihat kasar sikapnya, tapi sebenarnya berhati lembut, bahkan untuk menginjak semutpun tak mampu.


Benarkah hidup yang sesungguhnya selalu berpatok pada sistem. Hidup yang seperti apa. Tapi sebelum mengulas panjang, sesungguhnya sistem itu apa. Yang saya tahu sih Sistem itu sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.Benda-benda yang dimaksud yakni 4 elemen diantaranya obyek, atribut, hubungan internal dan lingkungan. Ibarat sebuah rumah disitu ada penghuninya sebagai obyek,barang-barang perabotan sebagai atribut, hubungan internal antara penguni 1 dan lainnya dan lingkungan yakni tetangga. Berarti kompleks banget, ibaratnya kita hidup dalam bermasyarakat dimana tidak hanya ada kita,sebagai pemilik rumah tapi juga orang lain. Dimana norma2 tertata dengan baik dan dijalankan dengan baik. Dan jika itu terwujud, maka jelas tercapai keseimbangan.
Tapi terkadang keseimbangan itu sulit terwujud, selalu saja ada benturan2. Kira-kira itu kenapa ya. Menurut saya sih itu karena penghuni kurang mampu menyesuaikan dengan elemen 2 lain yang berada di dalam sistem. Jangankan dengan sistem lain, di dalam satu sistempun sering terjadi benturan. sesungguhnya penyesuaian itu sulit banget, bagaimana kita mampu menerima sedangkan memahami saja susah. Lantas apa yang diperlukan. Nah bagaimana kalo kita diskusikan bersama-sama? Suara anda saya tunggu, makasih banyak atas partisipasinya.

Read More..

Egois

Tanpa kita sadari, ada hal-hal didunia ini yang tak mampu kita pahami. Tapi itu mudah, yang penting kita harus belajar memahami diri kita sendiri, siapa kita, lalu kita belajar memahami orang lain. Dengan mampu memahami orang lain, kita akan ikhlas sehingga orang lain kemungkinan bisa memahami kita.


Lalu jika tidak,apa yang terjadi. Nah itulah tanda-tanda keegoisan. Egois yang terkadang hinggap pada diri manusia, manusia yang tak luput dari khilaf dan dosa.
Pribadi egois adalah pribadi yang melihat segala sesuatu dari kacamatanya. Dia tidak bisa memahami pikiran orang, perasaan orang, jadi selalu menuntut orang untuk mengikuti pendapatnya. Pribadi egois juga adalah pribadi yang mementingkan dirinya sendiri, dia tidak bisa mempertimbangkan kebutuhan orang, dia senantiasa mengedepankan kebutuhannya di atas kebutuhan orang. Itu sebabnya kita simpulkan bahwa pribadi yang egois adalah pribadi yang susah sekali untuk tulus, sebab ujung-ujungnya untuk kepentingannya sendiri.
Ya beginilah,hanya orang yang egois yang sulit menerima sifat egois orang lain, sebab pasti akan benturan. Jika anda tidak egois, maka anda bisa menerima kehadiran orang egois.
Selama hidup yang ingin saya tundukkan adalah sifat egois itu, sebab itu senantiasa muncul, tapi harus bisa ditekan dan dikontrol.
Tapi bener lho, jumlah orang egois lebih banyak dari yang tidak. Buktinya dunia ini tidak pernah damai, kisruh terus, ada aja yang diributin, tidak mau saling mengalah.
Percaya tidak, orang egois itu gampang dibohongin dan ditipu. Tanya saja pada para penipu, dia pasti akan memilih korban orang orang yang memiliki egoisme tinggi.
Saya pelajari dari beberapa kasus penipuan, pada awalnya korban terbujuk karena keegoisannya, ingin keuntungan besar, ingin kepentingannya sendiri yang di dahulukan, penuh pamrih untuk dirinya sendiri....
Orang egois itu orang yang patut dikasihani, dimengerti, dicintai, bukan dibenci....

Read More..

Selasa, 16 Maret 2010

Kamis, 04 Maret 2010

Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter dimulai dari keluarga, terutama oleh ibu. Mengapa ibu, karena ibu memiliki waktu lebih lama dengan anak ketimbang ayah, karena perasaan ibu lebih halus ketimbang ayah, karena naluri hati seorang ibu lebih dari segala-galanya. Di dunia ini hampir tak ada yang sanggup menggantikan peran ibu. Peran ibu yang tak pernah tergantikan oleh hal apapun. Pengorbanan ibu takkan pernah digantikan oleh hal apapun. Sekuat-kuatnya pengaruh lingkungan sosial terhadap diri seorang anak, peran ibu tetap yang paling menentukan sejak awal. Karena itu karakter seorang anak akan lebih baik jika peran ibu diperankan dengan baik. It’s start from mother


Pendidikan karakter dimulai dari rumah, ibulah yang mengajari seorang anak belajar menerima kekalahan. Ibulah yang menanamkan nilai sportivitas dan bagaimana nilai-nilai itu dipahami anak. Karena ibulah yang dicari seorang anak saat mengalami berbagai persoalan dan kekalahan hidup. Lantas apa yang terjadi jika ibu yang dibutuhkan tak ada disisi seorang anak, maka anak akan mencari pelampiasan. Dengan demikian sosok ibu tak lagi membanggakan buat anak, peran ibu sudah tergantikan oleh yang lain.
Jika pendidikan keluarga kuat, lingkungan dan sosial akan memperkuat nilai-nilai yang sudah ada di dalam diri seseorang. Kegagalan terbentuknya karakter yang baik pada diri anak dipengaruhi oleh ketiga faktor tersebut.
Pendidikan keluarga sangat beragam, diantaranya ketauhidan, akhlaq dan tatakrama. Biasanya ketauhidan .....
Maka sudah sepantasnya kita kembalikan ketempatnya, dimana pendidikan karakter seseorang ditentukan oleh peran seorang ibu

Read More..