Selasa, 25 Mei 2010

Bahagiamu adalah bahagiaku

Semburat jingga di ujung senja
Masih memantulkan indahnya senyummu
Ketika kepak sayap kupu-kupu menghantarkan pelangi
Seluetmu masih terpampang di ujung mataku



Ku lihat dedaunan melambai
Dan kuncup bunga mengukir canda
Menatapku

Rembulan hatiku
Bisik jiwaku lirih untukmu
"Aku bahagia jika kau bahagia

Aku bahagia jika kau selalu tersenyum
Aku bahagia jika kau mampu menikmati hidupmu
Sungguh aku sangat bahagia jika aku dapat membahagiakanmu"

Semoga .....


http://yuliarso.multiply.com/journal/item/234

Read More..

Mengapa perlu menyakiti

Mengapa perlu menyakiti
By: Maslina Mahbu @ Armiza Nila
Jalan Sultan Tengah, Petra Jaya, Kuching

Setelah mencipta nama demi nama
mengapa perlu menyakiti

sejak bergelar sesiapa
mengapa perlu menyakiti

sejak aku memilih jalan ini
jalan yang kau tidak ingini
mengapa perlu menyakiti


kerana perjalananku tidak pernah menyusahkanmu
keasyikanku tidak pernah menggugat ketinggianmu

aku tahu kau mulia di mata tuan
kesilapanmu dianggap kecil
berbanding keampuanmu yang besar
barangkali kau tidak sedar
kelekaanmu yang menyongsang

mengapa perlu menyakiti
insan yang tak pernah ambil peduli
setiap tindak tandukmu
menerima satu-persatu pujian
mahupun pengiktirafan

mengapa perlu disakiti
sekeping hati yang ikhlas
dalam perjuangannya

mengapa aku disakiti
mungkin kerana dosaku sendiri
atau proses penyucian rohani
semurni semerbak mawar pagi
mengembangkan aroma ke pelosok alam
yang rosak oleh kata-kata nista sebusuk kumbang

kembalilah wahai diri
mencongak, menghitung tasbih
memuji kebesaranNya
kerana terpilih menerima ujian
maha jadam ini!

Maknanya Apa? Tahukah Anda?

Read More..

Jumat, 14 Mei 2010

Pencarian untuk Diam dalam Dunia Noisy

Pencarian untuk Diam dalam Dunia Noisy
oleh Patrice Fagnant-MacArthur

Kapan terakhir kali Anda dikelilingi oleh keheningan? Tampaknya kebisingan latar belakang adalah selalu ada realitas dunia kita. TV dan radio adalah sahabat konstan kami. Anak-anak kita bermain dengan mainan elektronik yang bunyi 'bip' dan meratap dengan menekan sebuah tombol. Jalan-jalan kita penuh dengan deru mesin, tooting tanduk, dan berdebar konstruksi. Pada malam hari, kita dapat menjalankan kipas angin atau AC bersenandung di latar belakang. Kami bahkan tidak tidur dalam keheningan. Suara-suara alam dan memang suara-suara pikiran kita sendiri tenggelam oleh hiruk-pikuk konstan.


Ada apa dengan keheningan yang membuat kita sangat tidak nyaman? Sementara kita memiliki sedikit kendali atas banyak suara-suara dunia kita, bagaimana dengan yang kita dapat mengendalikan? Seberapa sering kita membuat pilihan sadar untuk mematikan kebisingan latar belakang, untuk memperhatikan apa yang ada di dalam diri kita? Apa yang kita takut kita akan menemukan? Dalam mereka terlalu jarang saat-saat hening yang kita dapat benar-benar datang untuk mengenal diri kita sendiri.

Hanya dua orang yang sudah saling kenal banyak bisa duduk dengan nyaman dalam keheningan. Di antara kenalan baru, kita memaksa diri untuk menjaga percakapan. Diam merasa dipaksa dan canggung. Dalam keintiman persahabatan tua atau dalam suatu pernikahan, namun, kesunyian dapat menghibur. Kita tidak merasa perlu untuk selalu datang dengan sesuatu untuk dibicarakan. Ada tekanan untuk melakukan. Tidak ada yang dipaksakan. Kita bebas untuk hanya di hadapan yang lain.

Jadi seharusnya itu dalam hubungan kita dengan Allah. Dalam doa kita, percakapan kita dengan Tuhan, apakah kita selalu merasa perlu berbicara? Apakah kita pernah berhenti untuk mendengarkan? Allah, yang mengasihi kita dan mengenal kita lebih intim daripada yang pernah manusia bisa, ada dalam diri kita dan mengundang kita untuk hanya berada di hadapan yang ilahi. Jelas, percakapan dengan Allah dan bersama Allah adalah berbeda dari hubungan manusia kita. Dalam pertemuan interpersonal kita, kita dapat melihat orang dengan siapa kita bercakap-cakap, kita bisa mendengar suara mereka di telepon, atau membaca email dari seorang teman. Dengan Allah, kita harus percaya bahwa Ia selalu ada bersama kita, apakah kita merasakan-Nya atau tidak. Terserah kepada kita untuk membuka diri terhadap kemungkinan mengalami Tuhan. Dalam keheningan, kita dapat lebih sepenuhnya membiarkan diri kita terbuka terhadap kemungkinan itu.

Jadi, bagaimana kita bisa membuat keheningan suatu kebiasaan dalam hidup kita? Diakui, itu adalah sebuah tantangan. Debra Farrington dalam Mendengar dengan Hati: A Gentle Panduan untuk membedakan Tuhan? S Apakah Hidup Anda (Jossey-Bass, 2003) menyarankan beginning with hanya lima menit sehari. Mungkin baik sebelum atau setelah waktu doa formal, kita dapat mengukir tempat untuk diam. Jika suara latar belakang rumah Anda terlalu tinggi, mungkin berjalan-jalan di luar atau mundur ke kamar mandi akan memberikan bantuan yang dibutuhkan dari kebisingan. Pada waktu itu, tidak hanya merekomendasikan Harrington berusaha untuk menjauhkan diri dari suara-suara dunia, tetapi juga dari kebisingan dalam pikiran kita. Cobalah untuk tidak berfokus pada masalah-masalah hari atau daftar agenda dari tugas yang perlu dilakukan. Cobalah untuk hanya berada dalam hadirat Allah. Pada saatnya, kita harus seperti yang nyaman dalam diam dengan Allah seperti kita dengan teman-teman akrab kita, dan kita harus mulai mendengar Allah? S suara sedikit lebih keras dalam hidup kita.

Patrice Fagnant-MacArthur adalah editor "Perempuan Rohani Newsletter" (http://www.spiritualwoman.net) dan penulis buku "Surat-surat kepada Maria dari Young Ibu" (iUniverse, 2004)

Tentang Penulis

Patrice Fagnant-MacArthur adalah editor "Perempuan Rohani Newsletter" (http://www.spiritualwoman.net) dan penulis buku "Surat-surat ke


Read More..

Selalu salah

Dulu memang kita saling bersama
Ku mengira tulus dalam kata

Tapi kini kamu memang berbeda
Ku terluka untuk selamanya

Caramu yang membuat diriku jauh
Kecewa di dalam hatiku

Reff:
Ku tak mengerti cinta
Indahnya hanya di awal ku rasa
Mengapa kau benar
Dan aku selalu salah


Kini memang kita saling berpisah
Ku merasa sesal dalam kata
Tapi kini kamu memang bersalah
Kau berubah untuk selamanya
Sifatmu yang membuat diriku jenuh
Mendua di balik mataku

Back to Reff

Ku tak mengerti dia
Cinta ini bukan hanya kau yang rasa
Ternyata dia bukanlah pujaan dalam hatiku

Back to Reff,

Ku tak mengerti cinta

Read More..

Kamis, 18 Maret 2010

Cerita Pahit

Maafkan aku Aku ingin kembali
Jauh Dari dirimu Aku tak ada arti

Bisakah kau lupakan Salahku telah menyakitimu


Redup terasa cahaya mata hatiku
Hidup serasa melangkah Di atas kaca
Aku kini sadar
Bahwa kau sangat berarti Bagiku

Di saat aku memandang wajahmu
Tersayatlah hati Perihku menghadapi
Pahit cerita kisah cinta ini
Tanya ku mungkinkah kau kembali
Akupun menyadari Bahwa kau bukan

Read More..

Rabu, 17 Maret 2010

Budaya Ngrasani

Di sudut ruangan terlihat beberapa wanita sedang mengobrol
W;Eh tahu gak, si B dari dulu gak pernah brubah, masak ...
X; iya tuh,kenapa ya bisa gtu.ah jangan-jangan,....
Y; iya kali, tapi,....
Z; Ah bisa aja, tapai apa iya,.....

Terkadang secara tak sengaja tiba2 kita mendengar kutipan obrolan di atas, atau barangkali kita yang tak sengaja ngobrol kayak gitu. Nah itu yang dinamakan ngrasani. Apa sih ngrasani itu? menurut yang saya tahu ngasani itu sama halnya dengan Ghibah. Padahal ngrasani itu sangat berpotensi besar untuk mengarah ke Fitnah
Ghibah atau Ngrasani dibolehkan jika dengan tujuan untuk memberi peringatan bagi pihak yang memiliki kepentingan dengan pihak yang dighibah


Istilah ghibah pernah menjadi bahasan heboh. Bahkan masalah ghibah pernah mencuat dan menjadi pembahasan nasional tatkala dalam Munas Alim Ulama PBNU di Surabaya tahun 2006, PBNU memutuskan mengharamkan dan mengeluarkan fatwa haram terhadap tayangan infotainment, katanya Infotainment itu Ghibah.

Ghibah menurut bahasa adalah membicarakan orang lain tanpa sepengetahuannya baik isi pembicaraan itu disenanginya ataupun tidak disenanginya, kebaikan maupun keburukan. Secara definisi adalah seorang muslim membicarakan saudaranya sesama muslim tanpa sepengetahuannya tentang hal-hal keburukannya dan yang tidak disukainya, baik dengan tulisan maupun lisan, terang-terangan maupun sindiran. Sebagaimana disebutkan dalam hadits bahwa nabi SAW pada suatu hari bersabda:

“Tahukah kalian apa itu ghibah? Jawab para sahabat : Allah dan rasul-Nya yang lebih mengetahui. Maka kata nabi SAW: Engkau membicarakan saudaramu tentang apa yang tidak disukainya. Kata para sahabat: Bagaimana jika pada diri saudara kami itu benar ada hal yang dibicarakan itu? Jawab nabi SAW: Jika apa yang kamu bicarakan benar-benar ada padanya maka kamu telah meng-ghibah-nya, dan jika apa yang kamu bicarakan tidak ada padanya maka kamu telah membuat kedustaan atasnya.” {HR Muslim/2589, Abu Daud 4874, Tirmidzi 1935]

Ghibah sebagaimana disebutkan Imam An Nawawi, adalah menyebutkan sesuatu dari seseorang mengenai hal yang ia benci (jika orang lain membicarakannya), baik mengenai kondisi fisik, tingkah laku, harta, keluarga, pakaian, atau lainnya. (Al Adzkar, hal. 541). Hukumnya dalah haram, menurut kesepakatan ulama, bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa perbuatan ini termasuk dosa besar. [Al Futuhat, 6/376]

Akan tetapi, para ulama menilai bahwa ada beberapa keadaan dimana ghibah tidak dilarang. Yakni, jika dengan melakukannya kemaslahatan bakal tercapai, dan juga didasari dengan tujuan benar, serta tidak ada cara lain, kecuali dengan melakukan perbuatan itu.

Beberapa keadaan yang dibolehkan di dalamnya melakukan ghibah antara lain:

Melapor
Dibolehkan bagi pihak yang terdhalimi untuk melaporkan pihak yang mendhaliminya kepada penguasa atau wakilnya, yakni aparat, guna menghentikan perbuatan dhalimnya, dengan mengatakan,”si fulan mendhalimi saya” atau dengan ungkapan lain. Karena melaporkan kedhaliman, dibolehkan oleh syariat, maka kebolehan penyebutkan palaku kedzaliman tidak bisa dihindarkan.

Menghilangkan kemungkaran
Imam An Nawawi juga menyebutkan bahwa para ulama juga membolehkan ghibah jika bertujuan menghilangkan kemungkaran. Yakni dengan memberitahu keadaan pelaku kemungkaran kepada pihak yang mampu mencegah nya, misalnya dengan mengatakan, “Fulan melakukan demikian, maka cegahlah ia.”

Ini dibolehkan selama tujuannya menghilangkan kemungkaran, namun apabila ujuannya bukan itu, maka tetap dilarang.

Meminta fatwa
Dibolehkan juga melakukan ghibah, saat meminta fatwa jika masalahnya berhubungan langsung dengan yang dighibah, dengan mengatakan,”si fulan mendhalimi saya dengan ‘begini, begitu’ apakah ini dibolehkan?” Akan tetapi dalam hal ini.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) pernah dimintai fatwa oleh Hindun, dimana ia mengeluhkan bahwa Abu Sufyan adalah suami yang pelit, hingga ia bertanya, apakah boleh mengambil sebagian dari hartanya? Sebagimana diriwatkan oleh Bukhari. Dan dalam hal ini Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) tidak menegur Hindun.

Peringatan terhadap kaum Muslimin
Ghibah atau Ngrasani dibolehkan juga, dengan tujuan untuk memberi peringatan bagi pihak yang memiliki kepentingan dengan pihak yang dighibah. Misalkan, seorang laki-laki yang suka bermaksiat hendak mengkhitbah seorang wanita, maka tidak mengapa bagi kita memberitahu kepada si wanita mengenai sifat-sifat buruk laki-laki itu, agar mengetahui siapa sejatinya laki-laki yang hendak mengkhitbahnya.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW) sendiri pernah mengatakan kepada Fathimah binti Qaish mengenai kondisi Muawiyah, yang hendak menikahinya,”Adapun Muwaiyah, dia adalah seorang laki-laki faqir…” (Riwayat Muslim)

Terang-terangan bermaksiat
Mengghibah dilarang demi untuk menutupi aib, sedangkan mereka yang terang-terangan berbuat maksiat, telah membuka aib mereka sendiri di depan umum, sehingga para ulama membolehkan melakukan ghibah terhadap para pelaku maksiat terang-terangan, mengenai apa yang mereka perbuat secara terang-terangan. Adapun maksiat yang mereka lakukan secara sembunyi-sembunyi, tetap maka tidak boleh dikabarkan kepada orang lain, kecuali karena sebab-sebab di atas.

Julukan
Jika seseorang dikenal dengan julukan yang sudah populer dan ia sendiri menerima julukan itu, seperti si buta, si pincang, si bisu atau yang lainnya, maka dibolehkan juga menceritakan kepada orang lain tentangnya dengan julukan itu.

Nah udah jelas kan apa hukum dari ngrasani itu,ini peringatan kepada siapapun terutama kaum wanita, ibu2 yang suka ngobrol. Emang sih tidak menutup kemungkinan pria juga bisa melakukan, tapi dari fakta yang ada sebagian besar para wanitalah yang suka ngrasani.Untuk itu anda2 yang membaca artikel ini sebaiknya waspadalah bahwa sesungguhnya menjaga lisan itu teramat sulit.
Sebagaian dikutip dari http://azzamudin.wordpress.com


Read More..

Terurai

Satu demi satu membawa rangkaian asa, tapi akankah asa itu terangkai dengan indah.
Hanya tangan yang lembut dan perasaan halus yang disertai ketulusan yang mampu mewujudkannya. Lantas apakah yang memiliki perasaan tidak halus tidak mampu, itu tidak juga. semua tergantung banyak hal.
Adakalanya seseorang tampak halus sikapnya , tapi ternyata tutur katanya menusuk. ada juga yang terlihat kasar sikapnya, tapi sebenarnya berhati lembut, bahkan untuk menginjak semutpun tak mampu.


Benarkah hidup yang sesungguhnya selalu berpatok pada sistem. Hidup yang seperti apa. Tapi sebelum mengulas panjang, sesungguhnya sistem itu apa. Yang saya tahu sih Sistem itu sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.Benda-benda yang dimaksud yakni 4 elemen diantaranya obyek, atribut, hubungan internal dan lingkungan. Ibarat sebuah rumah disitu ada penghuninya sebagai obyek,barang-barang perabotan sebagai atribut, hubungan internal antara penguni 1 dan lainnya dan lingkungan yakni tetangga. Berarti kompleks banget, ibaratnya kita hidup dalam bermasyarakat dimana tidak hanya ada kita,sebagai pemilik rumah tapi juga orang lain. Dimana norma2 tertata dengan baik dan dijalankan dengan baik. Dan jika itu terwujud, maka jelas tercapai keseimbangan.
Tapi terkadang keseimbangan itu sulit terwujud, selalu saja ada benturan2. Kira-kira itu kenapa ya. Menurut saya sih itu karena penghuni kurang mampu menyesuaikan dengan elemen 2 lain yang berada di dalam sistem. Jangankan dengan sistem lain, di dalam satu sistempun sering terjadi benturan. sesungguhnya penyesuaian itu sulit banget, bagaimana kita mampu menerima sedangkan memahami saja susah. Lantas apa yang diperlukan. Nah bagaimana kalo kita diskusikan bersama-sama? Suara anda saya tunggu, makasih banyak atas partisipasinya.

Read More..

Egois

Tanpa kita sadari, ada hal-hal didunia ini yang tak mampu kita pahami. Tapi itu mudah, yang penting kita harus belajar memahami diri kita sendiri, siapa kita, lalu kita belajar memahami orang lain. Dengan mampu memahami orang lain, kita akan ikhlas sehingga orang lain kemungkinan bisa memahami kita.


Lalu jika tidak,apa yang terjadi. Nah itulah tanda-tanda keegoisan. Egois yang terkadang hinggap pada diri manusia, manusia yang tak luput dari khilaf dan dosa.
Pribadi egois adalah pribadi yang melihat segala sesuatu dari kacamatanya. Dia tidak bisa memahami pikiran orang, perasaan orang, jadi selalu menuntut orang untuk mengikuti pendapatnya. Pribadi egois juga adalah pribadi yang mementingkan dirinya sendiri, dia tidak bisa mempertimbangkan kebutuhan orang, dia senantiasa mengedepankan kebutuhannya di atas kebutuhan orang. Itu sebabnya kita simpulkan bahwa pribadi yang egois adalah pribadi yang susah sekali untuk tulus, sebab ujung-ujungnya untuk kepentingannya sendiri.
Ya beginilah,hanya orang yang egois yang sulit menerima sifat egois orang lain, sebab pasti akan benturan. Jika anda tidak egois, maka anda bisa menerima kehadiran orang egois.
Selama hidup yang ingin saya tundukkan adalah sifat egois itu, sebab itu senantiasa muncul, tapi harus bisa ditekan dan dikontrol.
Tapi bener lho, jumlah orang egois lebih banyak dari yang tidak. Buktinya dunia ini tidak pernah damai, kisruh terus, ada aja yang diributin, tidak mau saling mengalah.
Percaya tidak, orang egois itu gampang dibohongin dan ditipu. Tanya saja pada para penipu, dia pasti akan memilih korban orang orang yang memiliki egoisme tinggi.
Saya pelajari dari beberapa kasus penipuan, pada awalnya korban terbujuk karena keegoisannya, ingin keuntungan besar, ingin kepentingannya sendiri yang di dahulukan, penuh pamrih untuk dirinya sendiri....
Orang egois itu orang yang patut dikasihani, dimengerti, dicintai, bukan dibenci....

Read More..

Selasa, 16 Maret 2010

Kamis, 04 Maret 2010

Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter dimulai dari keluarga, terutama oleh ibu. Mengapa ibu, karena ibu memiliki waktu lebih lama dengan anak ketimbang ayah, karena perasaan ibu lebih halus ketimbang ayah, karena naluri hati seorang ibu lebih dari segala-galanya. Di dunia ini hampir tak ada yang sanggup menggantikan peran ibu. Peran ibu yang tak pernah tergantikan oleh hal apapun. Pengorbanan ibu takkan pernah digantikan oleh hal apapun. Sekuat-kuatnya pengaruh lingkungan sosial terhadap diri seorang anak, peran ibu tetap yang paling menentukan sejak awal. Karena itu karakter seorang anak akan lebih baik jika peran ibu diperankan dengan baik. It’s start from mother


Pendidikan karakter dimulai dari rumah, ibulah yang mengajari seorang anak belajar menerima kekalahan. Ibulah yang menanamkan nilai sportivitas dan bagaimana nilai-nilai itu dipahami anak. Karena ibulah yang dicari seorang anak saat mengalami berbagai persoalan dan kekalahan hidup. Lantas apa yang terjadi jika ibu yang dibutuhkan tak ada disisi seorang anak, maka anak akan mencari pelampiasan. Dengan demikian sosok ibu tak lagi membanggakan buat anak, peran ibu sudah tergantikan oleh yang lain.
Jika pendidikan keluarga kuat, lingkungan dan sosial akan memperkuat nilai-nilai yang sudah ada di dalam diri seseorang. Kegagalan terbentuknya karakter yang baik pada diri anak dipengaruhi oleh ketiga faktor tersebut.
Pendidikan keluarga sangat beragam, diantaranya ketauhidan, akhlaq dan tatakrama. Biasanya ketauhidan .....
Maka sudah sepantasnya kita kembalikan ketempatnya, dimana pendidikan karakter seseorang ditentukan oleh peran seorang ibu

Read More..

Jumat, 19 Februari 2010

Mentari



Namaku bukan mentari, tapi aku ingin bersinar
Bersinar seperti mentari
Mentari yang selalu bercahaya meski mendung menghalangi
Mentari yang slalu setia menyinari bumi
Mentari yang tetap terjaga menunggu malam

Mentari yang tetap bersinar dimalam hari
Terangnya bulan karena mentari
Mentari yang tak pernah lelah menunggu pagi
Mentari yang slalu tersenyum di pagi hari

Aku tak ingin jadi rembulan
Rembulan yang hanya bersinar di malam hari
Rembulan yang hanya setia pada malam


Read More..

Senin, 15 Februari 2010

Rindu Setengah Mati

Aku ingin engkau ada disini
Menemaniku saat sepi
Menemaniku saat gundah

Berat hidup ini tanpa dirimu
Ku hanya mencintai kamu
Ku hanya memiliki kamu

Aku rindu setengah mati kepadamu
Sungguh ku ingin kau tahu
Aku rindu setengah mati

Meski tlah lama kita tak bertemu
Ku slalu memimpikan kamu
Ku tak bisa hidup tanpamu

Aku rindu setengah mati kepadamu
Sungguh ku ingin kau tahu
Ku tak bisa hidup tanpamu
Aku rindu…


Read More..

Jujur Aku Tak Sanggup

Oh ini kisah sedihku
Ku meninggalkan dia
Betapa bodohnya aku


Dan kini aku menyesal
Melepas keindahan
Dan itu kamu

Reff:
Tuhan tolonglah aku
Kembalikan dia
Ke dalam pelukku
Karena ku tak bisa
Mengganti dirinya
Ku akui jujur aku tak sanggup
Sungguh aku tak bisa

Dan t’lah ku jalani semua
Cinta selain kamu
Tapi tak ada yang sama

Beribu cara kutempuh
Tuk melupakan kamu
Tapi tak mampu

Repeat Reff

Oooo.. Sungguh aku tak bisa
Jujur aku tak sanggup
Sungguh aku tak bisa
Huuuuu.. Yeeeee

Read More..